Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Penanganan Maladministrasi dalam kasus Kabel Telekomunikasi Tidak Beraturan di Handil Bakti Oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan

    No full text
    Penelitian ini berangkat dari dugaan maladministrasi dalam pengelolaan kabel telekomunikasi yang tidak beraturan di wilayah Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala. Kondisi kabel yang menjuntai dan tidak tertata dinilai membahayakan keselamatan masyarakat serta mencerminkan adanya pengabaian kewajiban hukum oleh instansi terkait. Ketidakresponsifan pihak penyelenggara pelayanan publik terhadap laporan masyarakat mendorong pengaduan diajukan kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan. Penelitian ini difokuskan pada dua rumusan masalah utama, yaitu: (1) bagaimana penanganan maladministrasi oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan terhadap laporan masyarakat mengenai kabel telekomunikasi tidak beraturan di Handil Bakti; dan (2) apakah proses penanganan tersebut telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia dan Peraturan Ombudsman Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pemeriksaan dan Penyelesaian Laporan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian hukum empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pihak Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan, observasi lapangan, serta studi dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan telah melakukan penanganan laporan sesuai dengan tahapan pemeriksaan yang diatur dalam Peraturan Ombudsman Nomor 58 Tahun 2023, mulai dari penerimaan laporan, pemeriksaan formil dan materiil, pemeriksaan substantif, hingga penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Ombudsman menemukan adanya maladministrasi berupa pengabaian kewajiban hukum oleh instansi terkait. Namun, dalam kasus ini Ombudsman lebih mengedepankan tindakan korektif berupa perapian kabel telekomunikasi demi menjamin keselamatan masyarakat, sehingga tidak sampai pada penerbitan rekomendasi formal karena tindakan korektif telah dilaksanakan oleh pihak terlapor. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penanganan maladministrasi dalam kasus ini telah berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku, meskipun masih diperlukan penguatan pengawasan dan koordinasi lintas instansi agar permasalahan serupa tidak terulang di kemudian hari

    Keutamaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Ratib al-Haddad: Resepsi Jamaah Majelis Nurul Muhibbin Ampah Kota, Kabupaten Barito Timur

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari Ratib al-Haddad yang merupakan salah satu wirid yang berisikan banyak ayat al-Qur’an yang umat Islam amalkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penelitian ini berusaha untuk mengkaji terkait ayat-ayat al-Qur’an yang termuat di dalam Ratib al-Haddad berdasarkan resepsi jamaah Majelis Nurul Muhibbin Ampah Kota, Kabupaten Barito Timur. Tujuan dari penelitian ini berusaha untuk Mengetahui latar belakang pemahaman jamaah Majelis terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang terdapat dalam Ratib al-Haddad, mengetahui proses pemahaman jamaah terhadap pesan-pesan keagamaan yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur’an pada Ratib al-Haddad, serta untuk mengetahui negosiasi makna Antara teks dan pengalaman di Majelis Nurul Muhibbin Ampah Kabupaten Barito Timur. Metode penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan etnografi dan studi lapangan, dengan data yang bersumber dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan majelis. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa pemahaman jamaah terhadap ayat al-Qur’an yang terdapat dalam Ratib al-Haddad tidak terlepas dari tingkat pendidikan formal, tradisi keIslaman dalam keluarga, pengalaman menuntut ilmu di pesantren, dan praktik keagamaan yang ada di masyarakat. Pada tahap awal, resepsi jamaah masih bersifat praktis dan ritualistik yang berorientasi kepada pengamalan dan keberkahan. Seiring dengan semakin meningkatnya keterlibatan masyarakat, maka semakin tinggi pula pemahaman masyarakat dengan pemaknaan yang semakin dalam. Beberapa hal yang memperkuat internalisasi makna ini, antara lain dari ceramah ustadz, pengalaman religius yang personal, pengulangan bacaan ratib, dan suasana ritual yang khidmat. Ayat-ayat al-Qur’an dalam Ratib al-Haddad dimaknai secara kontekstual, sejalan dengan pengalaman kehidupan dan kebutuhan spiritual jamaah yang dijadikan sebagai sarana penguatan keimanan, ketenangan batin, perlindungan secara spiritual, dan sebagai media pembentukan solidaritas sosial. Praktik ini mencerminkan fenomena living Qur’an, sebagaimana al-Qur’an tidak hanya sebagai teks suci yang dibaca, tetapi juga dihayati dan dipraktikkan dalam kehidupan keagamaa

    Praktik Bagi Hasil Pertambangan Emas Skala Kecil dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus Kabupaten Kotabaru)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik bagi hasil yang diterapkan dalam kegiatan pertambangan emas skala kecil, Desa Buluh Kuning dan Desa Gandang Timburu, Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru, dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Permasalahan ini dikaji karena sistem bagi hasil antara pemilik modal dan pekerja tambang masih dilakukan berdasarkan kebiasaan masyarakat tanpa adanya perjanjian tertulis yang jelas. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis praktik pembagian hasil pada pertambangan emas skala kecil di Kabupaten Kotabaru berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap para penambang. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem kerja sama yang diterapkan cenderung menggunakan pola akad mudarabah, namun belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan syariah, terkait pembagian risiko kerugian, diperlukan penyesuaian akad agar terwujud prinsip keadilan dan kepatuhan terhadap hukum ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bagi hasil pertambangan emas di Kabupaten Kotabaru secara umum dilaksanakan dengan pola bagi hasil antara pemilik modal yang menyediakan alat dan biaya, serta pekerja tambang yang memberikan tenaga dan keahlian. Pembagian hasil dilakukan berdasarkan kesepakatan lisan, dengan pola yang paling umum adalah 3:1 atau 50:50. Praktik ini secara sosial mencerminkan asas kepercayaan dan keikhlasan, namun dari perspektif hukum ekonomi syariah belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip akad mudarabah dan musyarakah karena masih mengandung unsur gharar atau tidak jelas, zalim ketidakadilan, dan belum adanya akad tertulis yang jelas

    Manajemen Strategi Dalam Menarik Minat Dan Keaktifan Jemaah Untuk Datang Ke Masjid Jami Baiturrahman

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya partisipasi jemaah dalam kegiatan masjid pada era modern, termasuk di lingkungan Masjid Jami Baiturrahman Kota Banjarbaru. Padahal, masjid memiliki fungsi strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan keagamaan dan pembinaan moral masyarakat. Di tengah tantangan sosial seperti keberadaan warung malam yang kurang sesuai dengan norma Islam, pengurus masjid dituntut untuk menerapkan manajemen strategi yang tepat agar dapat menarik minat serta meningkatkan keaktifan jemaah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk manajemen strategi yang diterapkan Masjid Jami Baiturrahman dalam menarik minat dan keaktifan jemaah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta teknik triangulasi sumber digunakan untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategi yang diterapkan pengurus masjid mengacu pada tiga tahapan menurut Fred R. David, yaitu: (1) Formulasi Strategi, berupa penyusunan visi, misi, program kegiatan keagamaan, serta peningkatan fasilitas masjid; (2) Implementasi Strategi, dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan rutin seperti shalat berjemaah, tausiyah subuh, TPA, Jumat Berkah, kegiatan Ramadhan, serta pengelolaan fasilitas dan keuangan yang transparan; dan (3) Evaluasi Strategi, dilakukan secara berkala melalui rapat internal untuk perbaikan program dan pelayanan. Faktor pendukung strategi ini antara lain dukungan jemaah, pengelolaan keuangan yang baik, kegiatan keagamaan yang variatif, serta fasilitas yang memadai. Adapun faktor vi penghambatnya meliputi keterbatasan dana pembangunan dan kondisi sosial masyarakat sekita

    Analisis Marketing Mix 4P pada Bengkel Muliya Service Kabupaten Tanah Bumbu

    No full text
    Bengkel Muliya Service merupakan salah satu usaha jasa perbaikan kendaraan yang beroperasi di Kabupaten Tanah Bumbu dan menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan hadirnya berbagai bengkel serupa. Kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk menerapkan strategi pemasaran yang tepat, salah satunya melalui marketing mix 4P yang meliputi product, price, place, dan promotion. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan marketing mix 4P pada bengkel Muliya Service dalam upaya memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif. Informasi penelitian dikumpulkan melalui pengamatan secara langsung di lapangan, wawancara dengan pemilik usaha dan konsumen, serta pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan operasional bengkel. Data yang terkumpul selanjutnya diolah melalui tahapan penyederhanaan data, penyusunan dan penyajian data, hingga proses penarikan simpulan, sehingga dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan strategi pemasaran yang diterapkan oleh bengkel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bengkel Muliya Service telah menerapkan marketing mix 4P secara cukup baik. Dari aspek produk, bengkel menyediakan berbagai layanan perawatan dan perbaikan kendaraan dengan kualitas yang dinilai memuaskan. Dari sisi harga, penetapan biaya servis bersifat fleksibel dan dianggap wajar oleh pelanggan. Lokasi bengkel yang strategis di pinggir jalan utama menjadi keunggulan dalam aspek place. Namun, pada aspek promosi, bengkel masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan belum memaksimalkan penggunaan media digital. Secara keseluruhan, penerapan marketing mix 4P berjalan cukup efektif, tetapi masih memerlukan perbaikan terutama dalam fasilitas pendukung dan strategi promos

    Efektivitas Pembayaran Zakat Fitrah Dengan Uang Menurut Persepsi Amil Dan Masyarakat Di Kecamatan Murung Pudak

    No full text
    Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, selama hidup pada sebagian bulan Ramadan dan Syawal. Di Desa Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, pelaksanaan zakat fitrah berlangsung aktif setiap Ramadan. Mayoritas masyarakat setempat menunaikan zakat fitrah dalam bentuk beras dibandingkan uang, yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi lokal serta praktik tradisional yang telah mengakar. Fenomena ini mendorong peneliti untuk mengkaji persepsi amil dan masyarakat terhadap pembayaran zakat fitrah dalam bentuk bahan pokok maupun uang. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (sosiologis) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap amil zakat dan muzakki di Desa Belimbing Raya. Dari lima orang amil, tiga orang mendukung pembayaran zakat fitrah dengan uang karena dinilai lebih praktis, memiliki manfaat ekonomi yang lebih luas bagi mustahik, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. Sementara itu, dua orang amil lainnya kurang mendukung pembayaran dengan uang dengan alasan keutamaan ibadah, pertimbangan hukum fikih, dan kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan dana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Desa Belimbing Raya masih memilih membayar zakat fitrah dalam bentuk beras. Dari tujuh belas muzakki yang diwawancarai, empat belas orang hanya atau lebih memilih membayar dengan beras, sedangkan sebagian kecil bersikap fleksibel terhadap pembayaran menggunakan uang. Temuan ini menunjukkan kuatnya tradisi pembayaran zakat fitrah dengan beras di tengah masyarakat, serta adanya perbedaan pandangan yang relatif seimbang di kalangan amil zakat terkait bentuk pembayaran zakat fitra

    Efektivitas Penyaluran Dana Zakat Infaq dan Shadaqah Lazis As-salam Fil Alamin Kalimantan Selatan

    No full text
    Kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan masih menjadi permasalahan sosial di Indonesia. Dalam perspektif Islam, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berperan sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui program beasiswa pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyaluran dana ZIS melalui program beasiswa pendidikan yang dikelola oleh Lazis As-Salam Fil Alamin Kalimantan Selatan. Analisis efektivitas didasarkan pada empat indikator, yaitu ketepatan sasaran, pencapaian tujuan, pemanfaatan dana, dan dampak positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program beasiswa pendidikan Lazis As-Salam Fil Alamin Kalimantan Selatan telah berjalan efektif. Program ini tepat sasaran, mampu membantu mustahik melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan, memanfaatkan dana secara tepat guna, serta memberikan dampak positif berupa peningkatan motivasi dan tanggung jawab penerima. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyaluran dana ZIS melalui program beasiswa pendidikan Lazis As-Salam Fil Alamin Kalimantan Selatan telah memenuhi indikator efektivitas. Program ini tidak hanya berperan dalam menjamin akses pendidikan bagi mustahik, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan upaya meretas kemiskinan melalui jalur pendidikan. Dengan demikian, program beasiswa pendidikan Lazis As-Salam Fil Alamin Kalimantan Selatan efektif sebagai bentuk pendayagunaan dana ZIS yang berorientasi pada pemberdayaan dan pembangunan jangka panjan

    Public Views on Money Politics Regional Elections in Thaibah Raya Village, Tatah Makmur District, Banjar Regency in the 2020

    No full text
    Meskipun telah ada beberapa kajian terkait politik uang, namun masih terbatas penelitian yang secara spesifik membahas adanya politik uang yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Salah satu pendekatan yang relevan untuk membantu memahami fenomena ini adalah mengetahui kejadian politik uang dengan mengaitkan teori patron-klien. Masyarakat mengatakan siapapun nantinya yang menjadi pemimpin tidak memberikan perubahan apapun dalam hidupnya, kepentingan rakyat atau aspirasi rakyat seakan akan menjadi yang nomor sekian, tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan ketika kampanye, maka dari itulah mereka meminta uang muka sebagai timbal balik. Meskipun begitu perbuatan ini bukanlah sebuah kebenaran yang dibenarkan oleh negara bahkan sekalipun agama. Dengan menggunakan kerangka ini peneliti dapat menggali makna yang lebih dalam dari pengalaman subjek. Adapun tujuan masalah penelitian ini ialah bagaimana perspektif masyarakat terhadap politik uang pada Pilkada Desa Thaibah Raya dan faktor penyebab terjadinya politik uang di Desa Thaibah Raya Tahun 2020. Penelitian ini bertujun mengetahui perspektif masyarakat dan faktor penyebab politik uang di Desa Thaibah Raya. Metode penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang di mana penelitian hukum yang mengkaji dan menganalisis tentang sebuah perilaku hukum individu atau masyarakat dalam kaitannya dengan hukum dan sumber data yang digunakan berasal dari data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dengan narasumber dan melakukan studi pustaka. Data yang terkumpul secara sistematis yang diperoleh Peneliti baik dari hasil wawancara dengan narasumber, catatan-catatan maupun dari bahan lainnya yang mudah dipahami peneliti dan orang lain. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara langsung di lapangan ditemukan bahwa perspektif masyarakat terhadap politik uang dalam pilkada di Desa Thaibah Raya tahun 2020 di anggap wajar. Adapun faktor penyebab adanya politik uang yaitu adanya faktor persaingan dan lemahnya pengetahuan masyarakat terhadap politik uang sehingga politik uang dianggap sesuatu yang waja

    The Instructional Design of Reflective Practice in Language Education

    No full text

    Implementasi Program Takhassus Kitab Berbasis Metode Amtsilati di Pondok Pesantren Terpadu Nurul Musthofa Tabalong

    No full text
    Pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren menuntut penguasaan ilmu alat, khususnya nahwu dan sharaf, sebagai dasar memahami teks Arab tanpa harakat. Perbedaan kemampuan dasar bahasa Arab santri menjadi tantangan dalam proses pembelajaran tersebut. Untuk mengatasi hal ini, Pondok Pesantren Terpadu Nurul Musthofa Tabalong menyelenggarakan Program Takhassus Kitab berbasis metode Amtsilati sebagai upaya mempercepat pemahaman santri terhadap kitab kuning melalui pembelajaran ilmu alat yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tujuan dan perencanaan, proses pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta implikasi implementasi Program Takhassus Kitab berbasis metode Amtsilati terhadap kemampuan santri dalam membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Terpadu Nurul Musthofa Tabalong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi pengelola pesantren, ustadz/ustadzah, dan santri peserta program. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Takhassus Kitab direncanakan secara terstruktur melalui penetapan jenjang pembelajaran, pemilihan kitab, pengaturan jadwal, serta penugasan ustadz/ustadzah yang kompeten. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan memadukan metode Amtsilati, sorogan, musyawarah, dan pemaknaan kitab, serta didukung media pembelajaran yang relevan. Faktor pendukung program meliputi dukungan pimpinan pesantren, kompetensi pendidik, dan semangat belajar santri, sedangkan faktor penghambatnya berupa keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan santri, dan keterbatasan fasilitas. Secara keseluruhan, Program Takhassus Kitab berbasis metode Amtsilati memberikan implikasi positif terhadap peningkatan kemampuan santri dalam membaca kitab kuning, memahami kaidah nahwu sharaf, serta menumbuhkan sikap disiplin, ketekunan, dan kecintaan terhadap ilmu keislaman

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇