Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Implementasi Tradisi Mujâhadah dalam Pemeliharaan Hafalan Al-Qur`an di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya

    No full text
    Penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya tingkat murâja’ah di kalangan penghafal Al-Qur`an, sehingga banyak hafalan yang melemah dan berpotensi terlupakan. Sebagian penghafal lebih menekankan pada penambahan hafalan baru dibandingkan pemeliharaan hafalan yang telah dimiliki. Hal ini menunjukan perlunya praktik pemeliharaan hafalan yang bersifat terus-menerus dan bernilai spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tradisi mujâhadah diimplementasikan sebagai pemeliharaan hafalan Al-Qur`an di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya serta untuk mengetahui sejauh mana keefektivitasan tradisi ini dalam meningkatkan kualitas hafalan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan lima informan dari berbagai latar belakang sebagai sumber data. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menggunakan teori implementasi George C. Edward III dan efektivitas pembelajaran yang diukur dengan menggunakan standar internal Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk implementasi tradisi mujâhadah dilakukan dengan tiga tahapan yaitu mujâhadah al-ûla, pada tahap ini peserta kembali menyetorkan hafalan kepada tiga pembina secara bersamaan dengan masing-masing pembina wajib mengkhatamkan minimal satu kali. Kedua yaitu mujâhadah tsâni, pada tahap ini peserta diharuskan berpuasa selama empat puluh hari berturut-turut dengan disertai berpuasa, bagi peserta putri jikalau dalam keadaan haid maka mujâhadahnya dihentikan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan kembali ketika masa suci. Ketiga yaitu mujâhadah kubrô, pada tahap ini peserta mengkhatamkan Al-Qur`an bi al-ghaib dengan maksimal waktu lima belas jam. Hasil penelitian ini menemukan bahwa faktor pendukung terlaksananya pemeliharaan ini karena adanya guru yang kompeten, lingkungan pondok yang kondusif, dan sebagainya, sedangkan faktor penghambatnya yaitu kondisi fisik yang kurang stabil dan rendahnya motivasi internal. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa tradisi mujâhadah berfungsi secara efektif sebagai pemeliharaan hafalan Al-Qur`a

    Analisis Modal dan Media Sosial Terhadap Keberhasilan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Banjarmasin Tengah

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting UMKM di Kecamatan Banjarmasin Tengah sebagai penggerak perekonomian dan penopang kesejahteraan masyarakat, karena tidak hanya menyediakan lapangan kerja tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi banyak keluarga. Namun, di lapangan masih ditemukan berbagai kendala yang menghambat keberhasilan usaha, seperti keterbatasan modal yang membatasi kemampuan pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha, berinovasi, serta meningkatkan kualitas produk. Selain itu, meskipun media sosial memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan pemasaran, banyak pelaku UMKM yang belum mampu memanfaatkannya secara optimal, sehingga sebagian mengalami penurunan pendapatan dan kesulitan mempertahankan pelanggan di tengah persaingan yang semakin ketat. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal dan penggunaan media sosial terhadap keberhasilan UMKM di Kecamatan Banjarmasin Tengah, baik secara parsial maupun simultan, sehingga dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja dan keberlanjutan usaha di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sampel terdiri dari 120 pelaku UMKM yang tersebar di 12 kelurahan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menilai pengaruh modal dan media sosial terhadap keberhasilan usaha, baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, modal berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan usaha dengan nilai thitung 1,738 > Ttabel 1,657, sedangkan media sosial tidak signifikan dengan thitung 1,325 < Ttabel 1,657. Secara simultan, modal dan media sosial bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan usaha, dengan Fhitung 4,367 > Ftabel 3,07 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,69. Hal ini menunjukkan bahwa 69% variasi keberhasilan usaha dapat dijelaskan oleh kedua variabel, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualitas produk, lokasi usaha, pengalaman, pelayanan, dan jaringan pelanggan

    Fungsi Pengawasan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Publik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berdampak pada rendahnya mutu pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut tercermin dari adanya pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan terkait berbagai permasalahan pelayanan publik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan fungsi pengawasan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan dalam meningkatkan mutu pelayanan publik berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam menjalankan fungsi pengawasan tersebut pada tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan. Data yang telah dikumpulkan kemudian disajikan secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif dengan berlandaskan pada ketentuan hukum positif, khususnya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 dan Undang Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan telah melaksanakan fungsi pengawasan melalui penerimaan dan verifikasi laporan masyarakat, pemeriksaan dan investigasi laporan, serta pemberian rekomendasi kepada instansi penyelenggara pelayanan publik. Pelaksanaan fungsi pengawasan tersebut berkontribusi dalam mendorong perbaikan mutu pelayanan publik. Namun demikian, pengawasan belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pengaduan, serta belum optimalnya tindak lanjut rekomendasi oleh instansi terkai

    Peran dan Evaluasi LKBH Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin Dalam Penyelenggaraan Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Kapuas Kelas II

    No full text
    Indonesia sebagai negara hukum menjunjung tinggi prinsip equality before the law bagi seluruh warga negara, termasuk Masyarakat kurang mampu. Namun dalam praktiknya, keterbatasan ekonomi dan rendahnya pemahaman hukum sering menjadi hambatan bagi masyarakat miskin dalam memperoleh akses keadilan. Oleh karena itu keberadaan lembaga bantuan hukum melalui penyelenggaraan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di lingkungan peradilan menjai sarana penting dalam pemenuhan hak konstitusional warga negara. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin merupakan salah satu lembaga yang berperan dalam memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma melalui kerjasama dengan Pengadilan Agama Kapuas Kelas II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan evaluasi LKBH Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin dalam penyelenggaraan Posbakum di Pengadilan Agama Kapuas Kelas II, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap pengurus LKBH Fakultas Syariah, petugas Posbakum serta aparatur Pengadilan Agama Kapuas Kelas II. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode induktif. Hasil penelitian menunjukka bahwa LKBH Fakultas Syariah berperan cukup signifikan dalam penyelenggaraan Posbakum di Pengadilan Agama Kapuas Kelas II, terutama dalam penyediaan petugas, pembinaan serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Posbakum berkontribusi dalam membantu masyarakat pencari keadilan melalui layanan konsultasi hukum dan pembuatan dokumen perkara. Namun demikian, pelaksanaanya masih menghadapi keterbatasan anggaran, jarak lokasi, keterbatasan sumber daya manusia, serta kualitas penyusunan dokumen belum optimal, sehingga diperlukan evaluasi dan peningkatan pembinaan berkelanjutan

    Upaya Hukum Pemilik Tanah yang Mengalami Perbedaan Pengukuran Tanah dalam Program Nasional Agraria (Studi Kasus di Desa Sarindai Kecamatan Kintap)

    No full text
    Pelaksanaan Program Nasional Agraria pada praktiknya masih menghadapi berbagai persoalan, salah satunya perbedaan hasil pengukuran tanah dengan segel awal yang dimiliki oleh pemilik tanah. Perbedaan tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum dan berdampak langsung pada hak kepemilikan tanah. Dalam beberapa kasus, hasil pengukuran yang tidak sesuai menyebabkan luas tanah berkurang, sehingga pemilik tanah mengalami kerugian materil. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses pengukuran tanah belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan prinsip kepastian dan perlindungan hukum. Penelitian ini membahas langkah-langkah atau upaya hukum yang dilakukan oleh pemilik tanah dalam menyelesaikan kasus perbedaan hasil pengukuran tanah dalam program nasional agraria. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris yang mengkaji bekerjanya hukum dalam masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan data diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga pemilik tanah yang mengalami perbedaan pengukuran, dari tiga pemilik tanah yang mengalami perbedaan hasil pengukuran, hanya satu orang yang menempuh upaya non-litigasi dengan menghubungi Badan Pertanahan Nasioanl, sementara dua pemilik tanah lainnya tidak melakukan upaya penyelesaian. Temuan ini menunjukkan upaya hukum pemilik tanah terhadap perbedaan hasil pengukuran tanah dalam Program Nasional Agraria di Desa Sarindai, Kecamatan Kintap masih terbatas dan belum berjalan optimal. Dalam perspektif Maqashid Syariah, khususnya prinsip penjagaan harta (ḥifẓ al-māl), kondisi ini menunjukkan belum adanya respons hukum yang memadai untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanah, karena permasalahan perbedaan pengukuran tanah hanya disampaikan secara lisan tanpa melalui prosedur resmi

    Strategi Perawat Rohani Islam Dalam Memotivasi Kesembuhan Pasien Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru

    No full text
    Pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit tidak hanya menghadapi persoalan fisik, tetapi juga mengalami tekanan psikologis dan spiritual yang dapat mempengaruhi motivasi kesembuhan. Kondisi sakit sering menimbulkan kecemasan, ketakutan, keputusasaan, serta penurunan semangat hidup, terutama pada pasien rawat inap. Dalam konteks rumah sakit Islam, pelayanan kesehatan dituntut untuk bersifat holistik dengan memperhatikan aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Oleh karena itu, perawat rohani Islam memiliki peran strategis sebagai tenaga penunjang medis dalam memberikan bimbingan rohani dan motivasi spiritual guna mendukung proses kesembuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi kesembuhan pasien serta menganalisis strategi yang digunakan oleh perawat rohani Islam dalam memotivasi kesembuhan pasien di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas perawat rohani Islam yang bertugas memberikan bimbingan rohani kepada pasien, sedangkan objek penelitian difokuskan pada motivasi kesembuhan pasien dan strategi pelayanan rohani yang diterapkan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kesembuhan pasien di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru tercermin dalam beberapa indikator utama, yaitu semangat dan keyakinan untuk sembuh, adanya dorongan internal dan eksternal, kepatuhan terhadap pengobatan, serta kemampuan pasien beradaptasi dan bersabar dalam menghadapi penyakit. Strategi perawat rohani Islam dalam memotivasi kesembuhan pasien dilakukan melalui pendekatan kekeluargaan dan kekerabatan, pelibatan keluarga dalam proses perawatan, pemberian pemahaman tentang hikmah sakit, penguatan ajaran Islam mengenai kesabaran, tawakal, dan optimisme, serta pendampingan spiritual secara rutin melalui doa, dzikir, dan bimbingan ibadah. Strategi tersebut mampu menciptakan rasa tenang, meningkatkan optimisme, serta memperkuat kondisi mental dan spiritual pasie

    Peran Penyuluh Agama Dalam Meminimalisir Pernikahan Usia Dini Di Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas

    No full text
    Pernikahan usia dini masih menjadi permasalahan sosial yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas. Praktik pernikahan usia dini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti dorongan orang tua, faktor ekonomi, budaya masyarakat, rendahnya tingkat pendidikan, serta kehamilan di luar nikah. Kondisi tersebut menuntut adanya peran aktif dari penyuluh agama Islam dalam memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program penyuluh agama Islam serta peran penyuluh agama Islam dalam meminimalisir pernikahan usia dini di Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan field research. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi penyuluh agama Islam dan pihak KUA Kecamatan Selat, sedangkan objek penelitian adalah peran penyuluh agama Islam dalam meminimalisir pernikahan usia dini. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program utama penyuluh agama Islam dalam meminimalisir pernikahan usia dini adalah kegiatan penyuluhan ke sekolah-sekolah yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan instansi terkait, seperti Puskesmas dan Polsek. Selain itu, penyuluh agama juga melaksanakan penyuluhan keagamaan di masyarakat serta bimbingan remaja. Peran penyuluh agama Islam dalam meminimalisir pernikahan usia dini diwujudkan melalui peran edukatif, konsultatif, advokatif, dan informatif. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala, seperti kuatnya pengaruh orang tua dan budaya masyarakat yang mendukung pernikahan usia dini. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kerja sama lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat agar upaya pencegahan pernikahan usia dini dapat berjalan lebih optima

    Implementasi Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Perlindungan Dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas (Studi Kasus di Museum Lambung Mangkurat)

    No full text
    Skripsi ini membahas upaya penyediaan fasilitas yang aksesibel serta layanan informasi bagi penyandang disabilitas, khususnya anak dengan disabilitas, sebagai bentuk pemenuhan hak kebudayaan dan pariwisata sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah tingkat pelaksanaan peraturan daerah tersebut serta mengkaji berbagai kendala yang muncul dalam proses implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 9 (sembilan) informan, observasi langsung di lapangan selama 1 (satu) bulan, serta dokumentasi. Informan penelitian berasal dari Museum Lambung Mangkurat, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, guru, serta anak dengan disabilitas yang pernah berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk menilai pelaksanaan peraturan daerah, khususnya dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas. Hasil penelitian ini mengungkapkan dua temuan utama. Pertama, pelaksanaan ketentuan terkait penyediaan fasilitas aksesibel dan layanan informasi bagi penyandang disabilitas belum berjalan secara optimal. Kedua, dalam proses implementasinya masih ditemukan berbagai kendala, antara lain keterbatasan anggaran yang berdampak pada minimnya fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas, minimnya petugas yang memiliki kompetensi khusus, termasuk kemampuan berbahasa isyarat, serta layanan informasi yang belum sepenuhnya inklusif. Selain itu, realisasi penyediaan fasilitas aksesibilitas tersebut masih bergantung pada adanya renovasi museum secara menyeluruh

    Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 6 Tahun 2013 tentang Kebersihan dan Keindahan di Kecamatan Mandastana

    No full text
    Lahirnya perda dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penyediaan penerangan jalan yang memadai guna menjamin keselamatan, keamanan, serta kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas pada malam hari. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan sejumlah ruas jalan yang belum dilengkapi Penerangan Jalan Umum (PJU), sehingga menimbulkan potensi kecelakaan lalu lintas dan kerawanan tindak kriminalitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri atas informan dari instansi terkait serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelaksanaan Peraturan Daerah tersebut masih belum sepenuhnya optimal, meskipun pemerintah daerah telah melakukan beberapa langkah, antara lain pendataan kebutuhan titik lampu, pemasangan lampu penerangan jalan secara bertahap, serta pemeliharaan rutin pada lampu yang mengalami kerusakan. Faktor pendukung implementasi terdiri atas komitmen pemerintah daerah, dukungan masyarakat, serta adanya alokasi anggaran meskipun terbatas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, cakupan wilayah yang luas, kerusakan teknis pada jaringan listrik, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam memelihara fasilitas publik. Upaya yang ditempuh untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui penetapan prioritas pada titik rawan kecelakaan dan kawasan padat aktivitas, koordinasi dengan pihak terkait, pemeliharaan berkala, penganggaran bertahap, serta peningkatan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, implementasi Peraturan Daerah membutuhkan perencanaan berkelanjutan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta dukungan anggaran yang memadai agar tujuan peningkatan keselamatan dan kenyamanan masyarakat dapat tercapai

    Kontribusi Kuratif Pendidikan Islam Terhadap Pasien Rehabilitasi Narkoba di Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin

    No full text
    Pendidikan Islam berkontribusi secara efektif dalam membantu proses pemulihan pasien rehabilitasi narkoba melalui pembinaan spiritual, moral, dan sosial di Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin. Pelaksanaan Pendidikan Islam di yayasan tersebut meliputi pembinaan akhlak, pelatihan ibadah, pembacaan Al-Qur’an, kajian keislaman, serta berbagai aktivitas positif lainnya yang disusun secara sistematis dan terintegrasi dengan program rehabilitasi. Melalui pendekatan religius tersebut, pasien tidak hanya mendapatkan pemulihan secara medis, tetapi juga dibimbing untuk menemukan kembali jati diri serta makna hidup mereka. Secara teoritis, pendidikan Islam memiliki kontribusi kuratif yang signifikan. Melalui pembinaan akidah, ibadah, akhlak, selian itu juga pendidikan Islam dapat memperkuat aspek spiritual pasien rehabilitasi, menumbuhkan kesadaran diri (self-awareness), serta menumbuhkan tekad untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, klasifikai data dan interpretasi data. Untuk lokasi penelitian ini bertempat di Kota Banjarmasin. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Pelaksanaan Pendidikan Islam di Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin dilaksanakan secara kekeluragaan dan terstruktur melalui kegiatan ibadah harian, pembelajaran Al-Qur’an, dzikir, kajian keagamaan, muhasabah, serta pembinaan akhlak yang terintegrasi dengan program rehabilitasi. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan kekeluargaan, persuasif, dan berkelanjutan. 2) Kontribusi Kuratif Pendidikan Islam terbukti memberikan peran penting dalam proses penyembuhan pasien rehabilitasi narkoba. Pendidikan Islam berfungsi sebagai terapi spiritual dan psikologis yang membantu pasien mencapai ketenangan batin, meningkatkan motivasi untuk sembuh, memperkuat pengendalian diri, serta menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab terhadap pengobatan dan program rehabilitasi. 3) Perubahan Pasien setelah mengikuti program pembinaan keagamaan menunjukkan perkembangan yang signifikan pada lima aspek utama, yaitu spiritual, moral, psikologis, sosial, dan kemandirian

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇