Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Implementasi Tradisi Mujâhadah dalam Pemeliharaan Hafalan Al-Qur`an di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya
Penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya tingkat murâja’ah di
kalangan penghafal Al-Qur`an, sehingga banyak hafalan yang melemah dan
berpotensi terlupakan. Sebagian penghafal lebih menekankan pada penambahan
hafalan baru dibandingkan pemeliharaan hafalan yang telah dimiliki. Hal ini
menunjukan perlunya praktik pemeliharaan hafalan yang bersifat terus-menerus
dan bernilai spiritual.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tradisi mujâhadah
diimplementasikan sebagai pemeliharaan hafalan Al-Qur`an di Pondok Pesantren
Al-Ittifaqiah Indralaya serta untuk mengetahui sejauh mana keefektivitasan tradisi
ini dalam meningkatkan kualitas hafalan.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi
wawancara mendalam dengan lima informan dari berbagai latar belakang sebagai
sumber data. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menggunakan teori
implementasi George C. Edward III dan efektivitas pembelajaran yang diukur
dengan menggunakan standar internal Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah.
Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk implementasi tradisi mujâhadah
dilakukan dengan tiga tahapan yaitu mujâhadah al-ûla, pada tahap ini peserta
kembali menyetorkan hafalan kepada tiga pembina secara bersamaan dengan
masing-masing pembina wajib mengkhatamkan minimal satu kali. Kedua yaitu
mujâhadah tsâni, pada tahap ini peserta diharuskan berpuasa selama empat puluh
hari berturut-turut dengan disertai berpuasa, bagi peserta putri jikalau dalam
keadaan haid maka mujâhadahnya dihentikan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan
kembali ketika masa suci. Ketiga yaitu mujâhadah kubrô, pada tahap ini peserta
mengkhatamkan Al-Qur`an bi al-ghaib dengan maksimal waktu lima belas jam.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa faktor pendukung terlaksananya
pemeliharaan ini karena adanya guru yang kompeten, lingkungan pondok yang
kondusif, dan sebagainya, sedangkan faktor penghambatnya yaitu kondisi fisik
yang kurang stabil dan rendahnya motivasi internal. Hasil penelitian ini juga
menunjukan bahwa tradisi mujâhadah berfungsi secara efektif sebagai
pemeliharaan hafalan Al-Qur`a
Analisis Modal dan Media Sosial Terhadap Keberhasilan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Banjarmasin Tengah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting UMKM di Kecamatan
Banjarmasin Tengah sebagai penggerak perekonomian dan penopang kesejahteraan
masyarakat, karena tidak hanya menyediakan lapangan kerja tetapi juga menjadi
sumber pendapatan bagi banyak keluarga. Namun, di lapangan masih ditemukan
berbagai kendala yang menghambat keberhasilan usaha, seperti keterbatasan modal
yang membatasi kemampuan pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha,
berinovasi, serta meningkatkan kualitas produk. Selain itu, meskipun media sosial
memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan pemasaran, banyak pelaku
UMKM yang belum mampu memanfaatkannya secara optimal, sehingga sebagian
mengalami penurunan pendapatan dan kesulitan mempertahankan pelanggan di
tengah persaingan yang semakin ketat. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal dan penggunaan media sosial
terhadap keberhasilan UMKM di Kecamatan Banjarmasin Tengah, baik secara
parsial maupun simultan, sehingga dapat memberikan gambaran lebih
komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja dan keberlanjutan
usaha di wilayah tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Sampel terdiri dari 120 pelaku UMKM yang tersebar di
12 kelurahan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan
regresi linier berganda untuk menilai pengaruh modal dan media sosial terhadap
keberhasilan usaha, baik secara parsial maupun simultan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, modal berpengaruh
signifikan terhadap keberhasilan usaha dengan nilai thitung 1,738 > Ttabel 1,657,
sedangkan media sosial tidak signifikan dengan thitung 1,325 < Ttabel 1,657.
Secara simultan, modal dan media sosial bersama-sama berpengaruh signifikan
terhadap keberhasilan usaha, dengan Fhitung 4,367 > Ftabel 3,07 dan koefisien
determinasi (R²) sebesar 0,69. Hal ini menunjukkan bahwa 69% variasi
keberhasilan usaha dapat dijelaskan oleh kedua variabel, sementara sisanya
dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualitas produk, lokasi usaha, pengalaman,
pelayanan, dan jaringan pelanggan
Fungsi Pengawasan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Publik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik
Penelitian
ini
dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik
maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berdampak pada
rendahnya mutu pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut tercermin dari
adanya pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada Ombudsman Republik
Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan terkait berbagai permasalahan
pelayanan publik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pelaksanaan fungsi pengawasan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan
dalam meningkatkan mutu pelayanan publik berdasarkan Undang-Undang Nomor
25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, serta mengidentifikasi kendala yang
dihadapi dalam menjalankan fungsi pengawasan tersebut pada tahun 2024.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Data diperoleh melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi di Kantor Ombudsman RI Perwakilan
Kalimantan Selatan. Data yang telah dikumpulkan kemudian disajikan secara
deskriptif dan dianalisis secara kualitatif dengan berlandaskan pada ketentuan
hukum positif, khususnya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 dan Undang
Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ombudsman RI Perwakilan
Kalimantan Selatan telah melaksanakan fungsi pengawasan melalui penerimaan
dan verifikasi laporan masyarakat, pemeriksaan dan investigasi laporan, serta
pemberian rekomendasi kepada instansi penyelenggara pelayanan publik.
Pelaksanaan fungsi pengawasan tersebut berkontribusi dalam mendorong
perbaikan mutu pelayanan publik. Namun demikian, pengawasan belum
sepenuhnya optimal karena masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber
daya manusia, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme
pengaduan, serta belum optimalnya tindak lanjut rekomendasi oleh instansi
terkai
Peran dan Evaluasi LKBH Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin Dalam Penyelenggaraan Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Kapuas Kelas II
Indonesia sebagai negara hukum menjunjung tinggi prinsip equality before
the law bagi seluruh warga negara, termasuk Masyarakat kurang mampu. Namun
dalam praktiknya, keterbatasan ekonomi dan rendahnya pemahaman hukum sering
menjadi hambatan bagi masyarakat miskin dalam memperoleh akses keadilan. Oleh
karena itu keberadaan lembaga bantuan hukum melalui penyelenggaraan Pos
Bantuan Hukum (Posbakum) di lingkungan peradilan menjai sarana penting dalam
pemenuhan hak konstitusional warga negara. Lembaga Konsultasi dan Bantuan
Hukum (LKBH) fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin merupakan salah satu
lembaga yang berperan dalam memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma
melalui kerjasama dengan Pengadilan Agama Kapuas Kelas II.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan evaluasi LKBH
Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin dalam penyelenggaraan Posbakum di
Pengadilan Agama Kapuas Kelas II, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi
dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field
research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi,
wawancara dan dokumentasi terhadap pengurus LKBH Fakultas Syariah, petugas
Posbakum serta aparatur Pengadilan Agama Kapuas Kelas II. Analisis data
dilakukan secara kualitatif dengan metode induktif.
Hasil penelitian menunjukka bahwa LKBH Fakultas Syariah berperan
cukup signifikan dalam penyelenggaraan Posbakum di Pengadilan Agama Kapuas
Kelas II, terutama dalam penyediaan petugas, pembinaan serta pelaksanaan
monitoring dan evaluasi. Posbakum berkontribusi dalam membantu masyarakat
pencari keadilan melalui layanan konsultasi hukum dan pembuatan dokumen
perkara. Namun demikian, pelaksanaanya masih menghadapi keterbatasan
anggaran, jarak lokasi, keterbatasan sumber daya manusia, serta kualitas
penyusunan dokumen belum optimal, sehingga diperlukan evaluasi dan
peningkatan pembinaan berkelanjutan
Upaya Hukum Pemilik Tanah yang Mengalami Perbedaan Pengukuran Tanah dalam Program Nasional Agraria (Studi Kasus di Desa Sarindai Kecamatan Kintap)
Pelaksanaan Program Nasional Agraria pada praktiknya masih menghadapi
berbagai persoalan, salah satunya perbedaan hasil pengukuran tanah dengan segel
awal yang dimiliki oleh pemilik tanah. Perbedaan tersebut menimbulkan
ketidakpastian hukum dan berdampak langsung pada hak kepemilikan tanah.
Dalam beberapa kasus, hasil pengukuran yang tidak sesuai menyebabkan luas tanah
berkurang, sehingga pemilik tanah mengalami kerugian materil. Kondisi ini
menunjukkan bahwa proses pengukuran tanah belum sepenuhnya berjalan sesuai
dengan prinsip kepastian dan perlindungan hukum.
Penelitian ini membahas langkah-langkah atau upaya hukum yang dilakukan
oleh pemilik tanah dalam menyelesaikan kasus perbedaan hasil pengukuran tanah
dalam program nasional agraria. Metode penelitian yang digunakan adalah
penelitian hukum empiris yang mengkaji bekerjanya hukum dalam masyarakat.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan data diperoleh melalui
wawancara langsung dengan pemilik tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga pemilik tanah yang mengalami
perbedaan pengukuran, dari tiga pemilik tanah yang mengalami perbedaan hasil
pengukuran, hanya satu orang yang menempuh upaya non-litigasi dengan
menghubungi Badan Pertanahan Nasioanl, sementara dua pemilik tanah lainnya
tidak melakukan upaya penyelesaian. Temuan ini menunjukkan upaya hukum
pemilik tanah terhadap perbedaan hasil pengukuran tanah dalam Program Nasional
Agraria di Desa Sarindai, Kecamatan Kintap masih terbatas dan belum berjalan
optimal. Dalam perspektif Maqashid Syariah, khususnya prinsip penjagaan harta
(ḥifẓ al-māl), kondisi ini menunjukkan belum adanya respons hukum yang memadai
untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanah, karena
permasalahan perbedaan pengukuran tanah hanya disampaikan secara lisan tanpa
melalui prosedur resmi
Strategi Perawat Rohani Islam Dalam Memotivasi Kesembuhan Pasien Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru
Pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit tidak hanya menghadapi
persoalan fisik, tetapi juga mengalami tekanan psikologis dan spiritual yang dapat
mempengaruhi motivasi kesembuhan. Kondisi sakit sering menimbulkan
kecemasan, ketakutan, keputusasaan, serta penurunan semangat hidup, terutama
pada pasien rawat inap. Dalam konteks rumah sakit Islam, pelayanan kesehatan
dituntut untuk bersifat holistik dengan memperhatikan aspek biologis, psikologis,
sosial, dan spiritual. Oleh karena itu, perawat rohani Islam memiliki peran strategis
sebagai tenaga penunjang medis dalam memberikan bimbingan rohani dan motivasi
spiritual guna mendukung proses kesembuhan pasien. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran motivasi kesembuhan pasien serta menganalisis
strategi yang digunakan oleh perawat rohani Islam dalam memotivasi kesembuhan
pasien di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan
kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas perawat rohani Islam yang
bertugas memberikan bimbingan rohani kepada pasien, sedangkan objek penelitian
difokuskan pada motivasi kesembuhan pasien dan strategi pelayanan rohani yang
diterapkan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan
Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kesembuhan pasien di
Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru tercermin dalam beberapa indikator
utama, yaitu semangat dan keyakinan untuk sembuh, adanya dorongan internal dan
eksternal, kepatuhan terhadap pengobatan, serta kemampuan pasien beradaptasi
dan bersabar dalam menghadapi penyakit. Strategi perawat rohani Islam dalam
memotivasi kesembuhan pasien dilakukan melalui pendekatan kekeluargaan dan
kekerabatan, pelibatan keluarga dalam proses perawatan, pemberian pemahaman
tentang hikmah sakit, penguatan ajaran Islam mengenai kesabaran, tawakal, dan
optimisme, serta pendampingan spiritual secara rutin melalui doa, dzikir, dan
bimbingan ibadah. Strategi tersebut mampu menciptakan rasa tenang,
meningkatkan optimisme, serta memperkuat kondisi mental dan spiritual pasie
Peran Penyuluh Agama Dalam Meminimalisir Pernikahan Usia Dini Di Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas
Pernikahan usia dini masih menjadi permasalahan sosial yang
terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Selat Kabupaten
Kapuas. Praktik pernikahan usia dini dipengaruhi oleh berbagai faktor,
seperti dorongan orang tua, faktor ekonomi, budaya masyarakat,
rendahnya tingkat pendidikan, serta kehamilan di luar nikah. Kondisi
tersebut menuntut adanya peran aktif dari penyuluh agama Islam dalam
memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui program penyuluh agama Islam serta peran
penyuluh agama Islam dalam meminimalisir pernikahan usia dini di
Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan field research. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian
meliputi penyuluh agama Islam dan pihak KUA Kecamatan Selat,
sedangkan objek penelitian adalah peran penyuluh agama Islam dalam
meminimalisir pernikahan usia dini. Analisis data dilakukan melalui
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program utama penyuluh
agama Islam dalam meminimalisir pernikahan usia dini adalah kegiatan
penyuluhan ke sekolah-sekolah yang dilaksanakan melalui kerja sama
dengan instansi terkait, seperti Puskesmas dan Polsek. Selain itu, penyuluh
agama juga melaksanakan penyuluhan keagamaan di masyarakat serta
bimbingan remaja. Peran penyuluh agama Islam dalam meminimalisir
pernikahan usia dini diwujudkan melalui peran edukatif, konsultatif,
advokatif, dan informatif. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya
masih terdapat kendala, seperti kuatnya pengaruh orang tua dan budaya
masyarakat yang mendukung pernikahan usia dini. Oleh karena itu,
diperlukan penguatan kerja sama lintas sektor dan peningkatan kesadaran
masyarakat agar upaya pencegahan pernikahan usia dini dapat berjalan
lebih optima
Implementasi Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Perlindungan Dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas (Studi Kasus di Museum Lambung Mangkurat)
Skripsi ini membahas upaya penyediaan fasilitas yang aksesibel serta layanan informasi bagi penyandang disabilitas, khususnya anak dengan disabilitas, sebagai bentuk pemenuhan hak kebudayaan dan pariwisata sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah tingkat pelaksanaan peraturan daerah tersebut serta mengkaji berbagai kendala yang muncul dalam proses implementasinya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 9 (sembilan) informan, observasi langsung di lapangan selama 1 (satu) bulan, serta dokumentasi. Informan penelitian berasal dari Museum Lambung Mangkurat, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, guru, serta anak dengan disabilitas yang pernah berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk menilai pelaksanaan peraturan daerah, khususnya dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Hasil penelitian ini mengungkapkan dua temuan utama. Pertama, pelaksanaan ketentuan terkait penyediaan fasilitas aksesibel dan layanan informasi bagi penyandang disabilitas belum berjalan secara optimal. Kedua, dalam proses implementasinya masih ditemukan berbagai kendala, antara lain keterbatasan anggaran yang berdampak pada minimnya fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas, minimnya petugas yang memiliki kompetensi khusus, termasuk kemampuan berbahasa isyarat, serta layanan informasi yang belum sepenuhnya inklusif. Selain itu, realisasi penyediaan fasilitas aksesibilitas tersebut masih bergantung pada adanya renovasi museum secara menyeluruh
Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 6 Tahun 2013 tentang Kebersihan dan Keindahan di Kecamatan Mandastana
Lahirnya perda dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penyediaan
penerangan jalan yang memadai guna menjamin keselamatan, keamanan, serta
kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas pada malam hari. Namun dalam
praktiknya, masih ditemukan sejumlah ruas jalan yang belum dilengkapi
Penerangan Jalan Umum (PJU), sehingga menimbulkan potensi kecelakaan lalu
lintas dan kerawanan tindak kriminalitas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data
terdiri atas informan dari instansi terkait serta data sekunder berupa peraturan
perundang-undangan dan dokumen pendukung lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelaksanaan Peraturan
Daerah tersebut masih belum sepenuhnya optimal, meskipun pemerintah daerah
telah melakukan beberapa langkah, antara lain pendataan kebutuhan titik lampu,
pemasangan lampu penerangan jalan secara bertahap, serta pemeliharaan rutin pada
lampu yang mengalami kerusakan. Faktor pendukung implementasi terdiri atas
komitmen pemerintah daerah, dukungan masyarakat, serta adanya alokasi anggaran
meskipun terbatas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran,
cakupan wilayah yang luas, kerusakan teknis pada jaringan listrik, serta kurangnya
kesadaran masyarakat dalam memelihara fasilitas publik. Upaya yang ditempuh
untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui penetapan prioritas pada titik
rawan kecelakaan dan kawasan padat aktivitas, koordinasi dengan pihak terkait,
pemeliharaan berkala, penganggaran bertahap, serta peningkatan partisipasi
masyarakat. Dengan demikian, implementasi Peraturan Daerah membutuhkan
perencanaan berkelanjutan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta dukungan
anggaran yang memadai agar tujuan peningkatan keselamatan dan kenyamanan
masyarakat dapat tercapai
Kontribusi Kuratif Pendidikan Islam Terhadap Pasien Rehabilitasi Narkoba di Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin
Pendidikan Islam berkontribusi secara efektif dalam membantu proses pemulihan pasien rehabilitasi narkoba melalui pembinaan spiritual, moral, dan sosial di Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin. Pelaksanaan Pendidikan Islam di yayasan tersebut meliputi pembinaan akhlak, pelatihan ibadah, pembacaan Al-Qur’an, kajian keislaman, serta berbagai aktivitas positif lainnya yang disusun secara sistematis dan terintegrasi dengan program rehabilitasi. Melalui pendekatan religius tersebut, pasien tidak hanya mendapatkan pemulihan secara medis, tetapi juga dibimbing untuk menemukan kembali jati diri serta makna hidup mereka.
Secara teoritis, pendidikan Islam memiliki kontribusi kuratif yang signifikan. Melalui pembinaan akidah, ibadah, akhlak, selian itu juga pendidikan Islam dapat memperkuat aspek spiritual pasien rehabilitasi, menumbuhkan kesadaran diri (self-awareness), serta menumbuhkan tekad untuk bertaubat dan memperbaiki diri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, klasifikai data dan interpretasi data. Untuk lokasi penelitian ini bertempat di Kota Banjarmasin.
Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Pelaksanaan Pendidikan Islam di Yayasan Al-Hijrah Banjarmasin dilaksanakan secara kekeluragaan dan terstruktur melalui kegiatan ibadah harian, pembelajaran Al-Qur’an, dzikir, kajian keagamaan, muhasabah, serta pembinaan akhlak yang terintegrasi dengan program rehabilitasi. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan kekeluargaan, persuasif, dan berkelanjutan. 2) Kontribusi Kuratif Pendidikan Islam terbukti memberikan peran penting dalam proses penyembuhan pasien rehabilitasi narkoba. Pendidikan Islam berfungsi sebagai terapi spiritual dan psikologis yang membantu pasien mencapai ketenangan batin, meningkatkan motivasi untuk sembuh, memperkuat pengendalian diri, serta menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab terhadap pengobatan dan program rehabilitasi. 3) Perubahan Pasien setelah mengikuti program pembinaan keagamaan menunjukkan perkembangan yang signifikan pada lima aspek utama, yaitu spiritual, moral, psikologis, sosial, dan kemandirian