Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Perbandingan Pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al-Qur’an pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Ukhuwah dan Al-Firdaus Banjarmasin

    No full text
    Pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al Qur’an merupakan suatu keharusan bagi setiap peserta didik untuk mempelajari dan mengamalkan sehingga itu menjadi pedoman dalam hidupnya. Maka dari itu sekolah berbasis Islam menghadirkan materi pembelajaran Al Qur'an dengan konsep tahsîn dan tahfîzh yang bertujuan untuk menghafal dan memperbaiki tata cara membaca Al Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al Qur’an di SDIT Ukhuwah, menganalisis pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al Qur’an di SDIT Al-Firdaus, menganalisis perbandingan pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al Qur’an di SDIT Ukhuwah dan Al-Firdaus Banjarmasin. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Guru Qur’an, Koordinator Qur’an serta dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al Qur’an. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pada pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al Qur’an di SDIT Ukhuwah bertujuan membekali peserta didik dengan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid. Target hafalan juz 29 dan 30 dengan panduan buku Ummi jilid 1–6 serta penerapan Metode Ummi dalam pembelajaran. Evaluasi melalui evaluasi harian, evaluasi kenaikan jilid, dan evaluasi akhir semester. Pada Pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al-Qur’an di SDIT Al-Firdaus bertujuan membekali peserta didik dengan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid. Menggunakan materi Tahsîn buku Maisura jilid 1–3 yang dilanjutkan dengan tadarus serta materi Nazhom, Tajwid, dan Arab Melayu, dengan Metode Maisura sebagai pendekatan pembelajaran. Target hafalan ditetapkan hingga 10 juz dengan standar minimal 2–3 juz, sesuai kemampuan peserta didik. Evaluasi dilaksanakan melalui evaluasi harian, kenaikan jilid, dan evaluasi semester. Pada pembelajaran Tahsîn dan Tahfîzh Al-Qur’an di SDIT Ukhuwah dan SDIT Al-Firdaus memiliki tujuan yang sama. Perbedaan terletak pada target hafalan, materi, metode, serta alokasi waktu pembelajaran, di mana SDIT Al-Firdaus target hafalan dan waktu pembelajaran yang lebih. Kedua sekolah sama-sama menghadapi kendala keterbatasan waktu, variasi kemampuan peserta didik, serta evaluasi yang cenderung singkat. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan waktu dan sistem evaluasi yang lebih komprehensif agar perkembangan kemampuan peserta didik dapat terpantau secara optimal

    Hukum Jima’ Setelah Membatalkan Puasa di Siang Ramadhan Menurut Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali

    No full text
    Ulama fikih membagi hal-hal yang membatalkan puasa menjadi dua, yaitu: yang mewajibkan qada dan yang mewajibkan qada disertai kafarat. Adapun jenis kedua ini jumhur menyepakati adalah karena jima’ di siang hari (Ramadhan). Mazhab Syafi’i dan mazhab Hanbali memiliki pandangan yang berbeda ketika jima’ dilakukan setelah membatalkan puasanya. Mazhab Syafi’i menganggap jima’ tersebut tidak mewajibkan kafarat, sementara mazhab Hanbali menyatakan wajib kafarat karena sama saja dengan yang melakukannya ketika masih berpuasa. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan sifat deskriptif serta pendekatan komparatif, yang fokusnya terhadap kajian keislaman dengan menelaah buku-buku, terutama kitab-kitab fikih guna sebagai bahan analisis. Penelitian ini menghasilkan bahwa mazhab Syafi’i berpendapat tidak wajib bagi jima’ setelah membatalkan puasa di siang Ramadhan untuk membayar kafarat dengan memahami nash menggunakan mafhum mukhȃlafah karena yang disebutkan secara eksplisit di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah mengenai kafarat diwajibkan perbuatan jima’ sebagai pembatalan puasa, maka dengan itu, diterapkan asas bebas tanggungan dari mazhab Syafi’i dan menilai pembatalan dengan hal lain sebelumnya menjadi mani’ dari kewajiban tersebut. Berlainan dengan mazhab Hanbali yang berpendapat kewajiban kafarat itu tetap ada meskipun dilakukan setelah membatalkan puasanya terlebih dahulu dengan hal yang lain, dalam hal ini mazhab Hanbali berpandangan dengan proses ta’lil ‘illat kemudian melakukan qiyas aula’ bahwa jima’ itu merusak kehormatan bulan Ramadhan yang semestinya lebih dikuatkan untuk diwajibkan membayar kafarat. Kemudian mazhab Hanbali juga menerapkan kaidah sadd al-Dzariah agar menutup celah untuk disiasatkan sehingga terhindar dari kewajiban

    Students’ Perspectives on Learning through Podcasts

    No full text
    This study aimed to explore students’ perspectives on learning through podcasts in improving listening comprehension. The research employed a qualitative approach with a narrative inquiry design. The participants were six fifth-semester students of the English Education Department at UIN Antasari Banjarmasin. Data were collected through in- depth interviews after students listened to selected English podcasts. The data were transcribed and analyzed using thematic analysis. The findings showed that students perceived podcasts as an effective and engaging medium that provides authentic language exposure, enriches vocabulary, and improves listening skills. Podcasts also promote independent and flexible learning. However, challenges such as fast speech, unfamiliar accents, and limited visual support were identified. The study concludes that podcasts are beneficial as a supplementary medium for enhancing listening comprehension, depending on students’ learning needs and styles

    فعالية نموذج التعليم فكر، زاوج، شارك (Think Pair Share) في ترقية مهارة القراءة لدى طلاب الصف الثاني عشر في المدرسة الثالثة الثانوية الإسلامية الحكومية بنجرماسين = Efektivitas Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Upaya Meningkatkan Kemampuan Maharah Qira’ah Kelas XII di MAN 3 Banjarmasin

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Think Pair Share dalam meningkatkan kemampuan membaca Bahasa Arab (maharah qirā’ah) siswa kelas XII MAN 3 Banjarmasin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata sehingga para siswa kurang memahami teks bacaan, kurangnya minat baca siswa, serta pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan keaktifan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) melalui desain ) Nonequivalent Control Group). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 54,31 dan kelas kontrol sebesar 57,63, yang berada pada kategori sedang dan relatif seimbang. Setelah penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol, hasil posttest menunjukkan rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 78,47 dan kelas kontrol sebesar 76,83. Peningkatan yang lebih tinggi pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share berpotensi meningkatkan kemampuan membaca (maharah qirā’ah). Namun, hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga model Think Pair Share belum terbukti efektif secara signifikan

    Al-Qur’an sebagai Media Self Healing (Kajian Terhadap Buku Self Healing with Qur’an karya Ummu Kalsum IQT)

    No full text
    Fenomena meningkatnya gangguan kesehatan mental di era modern mendorong berkembangnya berbagai pendekatan pemulihan diri (self healing) di tengah masyarakat. Namun, praktik self healing yang populer sering kali dipahami secara sempit sebagai aktivitas rekreatif, sehingga mengaburkan makna penyembuhan batin yang sesungguhnya. Dalam Islam, konsep penyembuhan diri berkaitan dengan syifâ’, yaitu pemulihan batin melalui pendekatan spiritual. Al Qur’an sebagai sumber ajaran Islam diyakini memiliki fungsi tersebut, meskipun kajian akademik yang memposisikan Al-Qur’an sebagai media self healing masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana Al-Qur’an diposisikan sebagai media self healing dalam buku Self Healing with Qur’an karya Ummu Kalsum IQT serta keterkaitannya dengan konsep self healing dalam psikologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang dikutip dalam buku tersebut berdasarkan perspektif tafsir mufasir klasik dan modern serta teori self healing dalam psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an diposisikan sebagai media self healing melalui proses refleksi, pemaknaan ayat, dan internalisasi nilai-nilai Qur’ani yang berorientasi pada penguatan batin, ketenangan jiwa, dan pemulihan emosional. Analisis terhadap Q.S. Yûnus ayat 57, Q.S. At-Taubah ayat 40, Q.S. Az Zumar ayat 53–54, Q.S. Ar-Ra’d ayat 28, dan Q.S. Al-Qaṣaṣ ayat 7 memperlihatkan bahwa ayat-ayat tersebut merepresentasikan respons Qur’ani terhadap kegelisahan, ketakutan, keputusasaan, dan kecemasan manusia, yang bekerja melalui penghayatan makna, regulasi emosi, dan pembentukan kesadaran batin. Keterkaitan antara konsep self healing dalam Al-Qur’an dan teori self healing dalam psikologi bersifat fungsional, bukan epistemologis, di mana Al-Qur’an dipahami sebagai sumber nilai dan makna spiritual, sementara psikologi berperan sebagai kerangka bantu untuk menjelaskan mekanisme kejiwaan yang terlibat, sehingga buku Self Healing with Qur’an merepresentasikan pemaknaan Al-Qur’an sebagai media pemulihan batin yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani serta berorientasi pada penguatan iman dan ketenangan jiwa

    Manajemen Sumber Daya Manusia pada Angkatan Muda Masjid Al-Jihad Banjarmasin

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penerapan manajemen sumber daya manusia dalam organisasi remaja masjid guna mendukung efektivitas program kerja dan keberlangsungan organisasi. Angkatan Muda Masjid Al-Jihad (AMMA) sebagai organisasi kepemudaan masjid memiliki peran strategis dalam menggerakkan kegiatan dakwah dan sosial keagamaan. Namun, pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi non-profit seperti remaja masjid sering kali belum dilakukan secara sistematis sebagaimana konsep manajemen sumber daya manusia dalam teori manajemen. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang mendalam untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen sumber daya manusia pada AMMA, khususnya dalam aspek rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja, kompensasi, serta keadilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen sumber daya manusia pada Angkatan Muda Masjid Al-Jihad Banjarmasin berdasarkan lima aspek utama tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AMMA telah menerapkan unsur-unsur manajemen sumber daya manusia meskipun belum sepenuhnya terstruktur secara formal. Proses rekrutmen dilakukan secara terbuka melalui pendekatan persuasif kepada remaja masjid. Pelatihan dan pengembangan dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan internal maupun eksternal. Penilaian kinerja dilakukan secara informal melalui evaluasi anggota. Kompensasi yang diberikan bersifat finansial dan non-finansial. Dan aspek keadilan organisasi tercermin dalam pembagian tugas dan pemberian kesempatan yang relatif merata di antara anggota sesuai dengan kemampuan masing-masing. Secara umum, penerapan manajemen sumber daya manusia pada AMMA telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan pada aspek perencanaan dan evaluasi yang lebih sistemati

    Batasan Masa Haid dalam Perspektif Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

    No full text
    Wanita ketika menginjak usia baligh akan menglami berbagai jenis pendarahan. Haid, istihadah dan nifas adalah 3 jenis darah kewanitaan yang memiliki konsekuesi hukum yang berbeda seperti larangan salat dan puasa. Namun masalah utama muncul pada transisi darah antara haid dan istihadah. Penentuan darah ini sangat krusial, karena sedikit pergeseran waktu dapat mengubah kewajiban seorang muslimah dari kewajiban seperti salat menjadi larangan. Penelitian ini mengkaji perbedaan pendapat ulama mengenai batasan masa haid yang berimplikasi pada ibadah salat dan puasa. Fokus utama studi ini adalah komparasi pemikiran Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. Menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan komparatif, penelitian ini bertujuan menganalisis metodologi, persamaan, serta dampak praktis dari pandangan kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pendekatan yang kontras Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Mazhab Syafi'i) menetapkan batasan definitif (minimal 24 jam dan maksimal 15 hari) berdasarkan metode Istiqra’. Sebaliknya, Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (mengikuti tarjih Ibnu Taimiyyah) berpandangan lebih fleksibel dengan menyandarkan status haid pada keberadaan darah (illah) tanpa batasan waktu baku. Meskipun keduanya sepakat bahwa puasa yang ditinggalkan wajib di qadha, perbedaan metodologi ini berdampak signifikan pada kasus anomali siklus. Bagi Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, darah yang keluar kurang dari 24 jam dianggap istihadah (tetap wajib salat), sedangkan menurut Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin in tetap dihukumi haid. Perbandingan ini menawarkan alternatif hukum yang responsif terhadap dinamika biologis perempuan Muslimah

    Analisis Asesmen Praktik Shalat Mata Pelajaran Fiqih di MTsN 4 Tabalong dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

    No full text
    Dalam praktiknya, asesmen praktik shalat peserta didik di madrasah sering disusun dan digunakan oleh guru sebagai instrumen penilaian kinerja, Namun, pada kenyataannya masih ditemukan ketidaksesuaian antara asesmen yang dibuat oleh guru dengan kompetensi dan indikator pembelajaran yang seharusnya diukur. Ketidaksesuaian tersebut dapat terlihat pada aspek yang dinilai, kriteria penilaian, maupun keterkaitannya dengan tujuan pembelajaran praktik shalat. Kondisi ini berpotensi menghasilkan penilaian yang kurang akurat dan belum sepenuhnya mencerminkan kemampuan sebenarnya dari peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan instrumen asesmen praktik shalat subuh pada aspek bacaan dan gerakan fisik peserta didik MTsN 4 Tabalong dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif dipadukan dengan analisis konten (content analysis), yaitu menggambarkan asesmen yang dibuat oleh guru mata pelajaran Fiqih dengan sebenarnya kemudian dianalisis secara sistematis isi dokumen instrumen asesmen praktik shalat subuh yang digunakan oleh guru tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek gerakan fisik, instrumen asesmen yang digunakan guru Fiqih belum sepenuhnya memenuhi ketepatan isi karena masih terdapat beberapa rukun shalat yang belum dinilai, seperti berdiri bagi yang mampu, duduk akhir, dan tertib, serta belum adanya penilaian terpisah pada setiap rakaat shalat subuh. Selain itu, penggabungan antara aspek gerakan dan bacaan serta ketiadaan rating scale khusus menyebabkan indikator penilaian menjadi kurang jelas dan objektif. Dari aspek bacaan, instrumen asesmen dinilai belum objektif karena indikator penilaian masih tercampur dengan aspek gerakan dan belum dilengkapi dengan kartu observasi imla yang memuat mufradat bacaan shalat untuk menilai ketepatan pelafalan makhārijul ḥurūf peserta didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ketepatan instrumen asesmen praktik shalat subuh yang digunakan belum sepenuhnya memenuhi kriteria ketepatan sebuah asesmen, sehingga perlu dilakukan perbaikan agar penilaian lebih objektif dan sesuai dengan kompetensi yang diuku

    Strategi Guru dalam Mengajarkan Keterampilan Fiqh Ibadah pada Anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Harapan Bunda Banjarmasin

    No full text
    Pembelajaran fiqh ibadah bagi anak tunagrahita memerlukan strategi khusus karena keterbatasan kemampuan intelektual yang dimiliki membuat mereka sulit memahami konsep abstrak dalam ajaran agama, termasuk tata cara dan makna ibadah shalat. Oleh karena itu, guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) dituntut untuk menerapkan strategi pembelajaran yang konkret, berulang, dan disesuaikan dengan kemampuan individual siswa agar mereka mampu memahami serta melaksanakan ibadah secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan guru serta faktor-faktor yang memengaruhi penerapan strategi dalam pembelajaran keterampilan fiqh ibadah shalat bagi anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Harapan Bunda Banjarmasin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan siswa tunagrahita. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pembelajaran fiqh ibadah shalat dilakukan secara konkret melalui metode demonstrasi, pengulangan, pembiasaan, serta pendekatan individual yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Faktor pendukung pembelajaran meliputi komitmen dan kesabaran guru, dukungan dari pihak sekolah, serta pemanfaatan media pembelajaran yang sesuai. Adapun faktor penghambatnya antara lain keterbatasan kognitif siswa, keterbatasan waktu belajar, dan kurangnya penguatan di rumah. Secara keseluruhan, strategi guru di SLB Harapan Bunda Banjarmasin bersifat adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada kemampuan individual siswa sehingga mampu menumbuhkan kebiasaan beribadah serta membentuk kemandirian spiritual pada anak tunagrahita

    فعالية استخدام وسيلة قطعة القصة (Strip Story) في تعليم مهارة القراءة لطلبة الصف العاشر بالمدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية ٣ بنجرماسين = Effektivitas Penggunaan Media Strip Story dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca bagi Siswa Kelas X diMadrasah Aliyah Negeri 3 Kota Banjarmasin

    No full text
    Pembelajaran bahasa Arab, khususnya keterampilan membaca (maharah qira'ah), masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya pemahaman peserta didik terhadap teks berbahasa Arab dan kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran yang menarik, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media strip story dalam pembelajaran bahasa Arab pada maharah qira'ah siswa kelas X MAN 3 Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental jenis non- equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas X-F sebagai kelas eksperimen dan kelas X-G sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes maharah qira'ah dalam bentuk pretest dan posttest, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t (independent samples t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata- rata posttest maharah qira'ah siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media strip story efektif dan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan maharah qira'ah siswa kelas X MAN 3 Kota Banjarmasin

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇