Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Eksplorasi Komunikasi Visual Dan Narasi Dalam Animasi Dakwah Anak di Channel YouTube @Kisah_Islami
Perkembangan media digital mendorong dakwah Islam untuk beradaptasi
dengan bentuk dan karakter media baru, khususnya dalam menjangkau anak-anak
sebagai sasaran dakwah. Anak memiliki karakteristik yang lebih mudah menerima
pesan melalui tampilan visual yang menarik dan narasi yang sederhana. Channel
YouTube @KISAH_ISLAMI memanfaatkan animasi sebagai media dakwah anak
dengan menyajikan kisah-kisah Islami yang bersumber dari Al-Qur’an, hadits, dan
sejarah Islam. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada eksplorasi
komunikasi visual dan narasi yang digunakan dalam animasi dakwah anak di
Channel YouTube @KISAH_ISLAMI.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi
visual dan narasi yang digunakan dalam animasi dakwah anak di Channel YouTube
@KISAH_ISLAMI serta memahami perannya dalam penyampaian pesan dakwah
kepada anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian deskriptif. Objek penelitian berupa konten video animasi dakwah anak
yang dianalisis melalui teknik dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan
melalui proses kodifikasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan
keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi visual dalam animasi
dakwah anak disajikan melalui penggunaan warna cerah, karakter animasi yang
ramah anak, komposisi visual yang sederhana, serta gerak animasi yang
mendukung alur cerita. Dari sisi narasi, animasi disusun dengan alur cerita yang
runtut, bahasa yang sederhana, dan pesan dakwah yang disampaikan secara
persuasif tanpa bersifat menggurui. Perpaduan komunikasi visual dan narasi
tersebut
menjadikan animasi dakwah anak di Channel YouTube
@KISAH_ISLAMI sebagai media dakwah digital yang efektif dan sesuai dengan
karakteristik ana
Strategi Komunikasi Pengurus Masjid Dalam Meningkatan Partisipasi Jemaah Dalam Kegiatan Keagamaan di Masjid Agung Al Anwar Kota Marabahan
Masjid Agung Al-Anwar sebagai pusat ibadah dan dakwah Islam di Kota
Marabahan menghadapi tantangan dalam mempertahankan partisipasi jemaah pada
kegiatan keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan strategi komunikasi
yang efektif untuk meningkatkan partisipasi jemaah dalam kegiatan keagamaan di
Masjid Agung Al-Anwar Kota Marabahan.
Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali pemahaman mendalam
tentang strategi komunikasi yang diterapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara mendalam dengan pengurus masjid dan jemaah, observasi langsung
terhadap kegiatan keagamaan, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan
metode kualitatif untuk mengidentifikasi pola-pola utama dalam strategi
komunikasi dan partisipasi jemaah. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi
sumber, teknik, dan waktu guna memastikan kredibilitas penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan partisipasi jemaah dalam kegiatan
keagamaan selain ibadah rutin masih belum optimal. Strategi komunikasi yang
diterapkan masih bersifat konvensional dengan dominasi komunikasi lisan dan
pendekatan interpersonal, yang efektif untuk jemaah namun kurang menjangkau
jemaah lebih luas. Kegiatan rutin seperti pengajian, dzikir, salat hajat, dan maulid
habsyi telah berjalan konsisten, namun tingkat kehadiran terbatas karena minimnya
inovasi program dan pemanfaatan media komunikasi modern. Strategi komunikasi
yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan mereka. Diperlukan
pengembangan strategi komunikasi yang lebih kreatif, partisipatif, dan adaptif
terhadap perubahan sosial, termasuk pemanfaatan media digital dalam perencanaan
serta pelaksanaan kegiatan keagamaa
Bimbingan Keagamaan pada Santriwati Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum Putri
Bimbingan keagamaan memiliki peran penting dalam pendidikan Islam,
khususnya dalam pembinaan santriwati yang mengikuti program tahfidz Al-Qur’an
di pesantren. Kegiatan tahfidz Al-Qur’an tidak hanya menuntut kemampuan
menghafal ayat-ayat Al-Qur’an secara teknis, tetapi juga memerlukan kesiapan
mental, spiritual, dan emosional agar hafalan dapat terjaga dan diamalkan dalam
kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, santriwati tahfidz sering
menghadapi berbagai kendala, baik yang bersumber dari faktor internal seperti
menurunnya motivasi, kejenuhan, dan kurangnya konsentrasi, maupun faktor
eksternal seperti padatnya aktivitas pesantren dan keterbatasan waktu. Kondisi ini
menunjukkan bahwa keberhasilan program tahfidz sangat dipengaruhi oleh kualitas
bimbingan keagamaan yang diberikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan
keagamaan pada santriwati tahfidz Al-Qur’an di Pesantren Manba’ul ‘Ulum Puteri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi
dengan subjek penelitian ustazah pembimbing dan santriwati tahfidz. Analisis data
dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan keagamaan dilaksanakan
melalui ceramah keagamaan, pemberian motivasi spiritual, keteladanan ustazah,
serta pendampingan dalam proses tahfidz Al-Qur’an
Kaderisasi Da’i di Pondok Pesantren Nurul Janah Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan
Kaderisasi da’i merupakan proses yang sangat penting dalam menjaga
keberlangsungan dan kesinambungan dakwah Islam di tengah masyarakat.
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tidak hanya berperan dalam
mentransmisikan ilmu keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembinaan
dan pengkaderan calon da’i yang memiliki kompetensi keilmuan, keterampilan
berdakwah, serta kesiapan mental dan spiritual. Pondok Pesantren Nurul Jannah
Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan merupakan salah satu lembaga
pendidikan Islam yang melaksanakan kegiatan kaderisasi da’i secara terencana
melalui berbagai program keagamaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
pentingnya mengetahui bagaimana pelaksanaan kaderisasi da’i di pesantren
tersebut serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Permasalahan
yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk pelaksanaan
kaderisasi da’i serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Pondok
Pesantren Nurul Jannah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
pelaksanaan kaderisasi da’i serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat
dalam proses tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Subjek penelitian meliputi pengasuh pondok pesantren, ustadz dan
ustadzah, serta santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil temuan menunjukkan bahwa kaderisasi da’i di Pondok Pesantren
Nurul Jannah dilaksanakan melalui kegiatan muhadharah, mujadalah, maulid
habsyi, ta’limulQur’an, dan pengajian kitab kuning. Faktor pendukung kaderisasi
meliputi dukungan pengasuh dan tenaga pendidik, lingkungan pesantren yang
kondusif, serta program kegiatan yang terstruktur. Adapun faktor penghambatnya
meliputi keterbatasan waktu santri, perbedaan kemampuan santri, serta sarana dan
prasarana yang belum optimal
Strategi Kepemimpinan dalam Meningkatkan Kedisiplinan Para Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru
Penelitian ini berangkat dari pentingnya peran kepemimpinan dalam membentuk
kedisiplinan santri sebagai fondasi utama keberhasilan pendidikan pesantren.
Tujuannya yaitu mengetahui strategi kepemimpinan yang pimpinan Pondok Pesantren
Al Falah Putera terapkan untuk meningkatkan kedisiplinan santri, kemudian faktor
pendukung maupun penghambat yang ada, serta implikasi kepemimpinan terhadap
perilaku santri.
Metode yang dipergunakan berupa deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data
dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data yang didapat selanjutnya
dianalisis secara deskriptif melalui tahap berupa reduksi data, penyajian data, serta
penarikan kesimpulan. Kemudian untuk keabsahan dari data diperoleh melalui
triangulasi sumber.
Hasil yang didapat mengungkapkan pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Putera
dominan menggunakan gaya kepemimpinan karismatik, dengan memadukan prinsip
keteladanan, kedekatan emosional, serta pemberian motivasi kepada santri. Strategi
yang diterapkan meliputi perencanaan kegiatan disiplin, pelaksanaan melalui
pembiasaan aturan pesantren, serta pengawasan dan evaluasi secara langsung,
termasuk inspeksi mendadak ke asrama. Faktor pendukung strategi kepemimpinan ini
antara lain adanya kultur pesantren yang kuat, dukungan dari dewan guru, serta
keteladanan pimpinan. Adapun faktor penghambat meliputi beragamnya latar
belakang dari santri, sarana yang terbatas, serta resistensi sebagian santri terhadap
aturan
Analisis Konten Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok Pada Akun Ihza Mahendra
Perkembangan media digital telah mendorong pergeseran praktik dakwah
dari metode konvensional menuju dakwah berbasis media sosial, salah satunya
melalui platform TikTok yang bersifat audio visual dan interaktif, sehingga menjadi
ruang strategis bagi penyampaian pesan dakwah yang menyesuaikan dengan
karakter audiens generasi muda. Namun, kajian dakwah digital masih relatif
terbatas dalam mengkaji keterpaduan antara isi pesan dakwah dan unsur audio
visual sebagai pembentuk makna pesan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
isi pesan dakwah serta mengidentifikasi karakteristik unsur audio visual dalam
konten TikTok akun Ihza Mahendra dengan menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dan metode analisis isi menurut Klaus Krippendorff. Data diperoleh
melalui dokumentasi dan observasi non-partisipatif terhadap konten video periode
April–Mei 2025 dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pesan dakwah didominasi oleh pesan akhlak, diikuti pesan syariah dan
akidah, yang disampaikan secara kontekstual melalui pengangkatan fenomena
sosial kekinian. Unsur audio visual seperti gaya talking head, ekspresi wajah, teks
overla
Hukum Duduk Istirahat dalam Salat Menurut Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali
Duduk istirahat merupakan salah satu bentuk gerakan dalam salat yang dilakukan
setelah sujud kedua pada rakaat pertama dan ketiga sebelum berdiri ke rakaat
berikutnya. Dalam praktik salat duduk istirahat tidak termasuk rukun maupun
kewajiban salat, namun status hukumnya menjadi perbincangan di kalangan ulama
fikih. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pemahaman terhadap hadis-hadis Nabi
yang menjelaskan tata cara salat, khususnya hadis riwayat Malik bin al-Huwairits dan
Abu Humayd al Sa‘idi dengan hadis riwayat Abu Hurairah dan Wail bin Hujr. Dari
perbedaan pemahaman tersebut, lahirlah perbedaan pendapat fikih di antara para ulama
terutama antara mazhab Syafi’i dan mazhab Hanbali.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif
yang bersifat deskriptif dengan pendekatan komparatif. Bahan hukum diperoleh dari
kitab-kitab fikih primer yang menjadi rujukan mazhab Syafi’i dan mazhab Hanbali,
serta didukung oleh literatur sekunder yang relevan.
Dari hasil penelitian bahwa mazhab Syafi’i berpendapat duduk istirahat hukumnya
sunnah bagi setiap orang yang melaksanakan salat baik ia dalam kondisi kuat maupun
lemah. Pendapat ini didasarkan pada pemahaman pendekatan lafdẓī (tekstual)
terhadap hadis Malik bin al-Huwairits yang menjelaskan bahwa Nabi duduk sejenak
sebelum bangkit berdiri. Sementara itu mazhab Hanbali berpendapat duduk istirahat
tidak disunnahkan secara mutlak, melainkan dilakukan karena adanya kebutuhan atau
uzur, seperti faktor usia lanjut atau kelemahan fisik. Mazhab Hanbali memahami duduk
istirahat sebagai perbuatan Nabi yang bersifat kebutuhan atau uzur, bukan sebagai
bagian dari tuntunan salat yang disunnahkan
Efektivitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sarang Halang Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut
Kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang masih dihadapi oleh
bangsa Indonesia dan berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan
masyarakat. Melalui Kementerian Sosial Pemerintah menyelenggarakan Program
Keluarga Harapan (PKH) sebagai salah satu kebijakan perlindungan sosial untuk
meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin dengan memberikan bantuan sosial
bersyarat di bidang pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di
Kelurahan Sarang Halang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan
pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi Dinas Sosial Kabupaten Tanah
Laut, aparatur Kelurahan Sarang Halang, pendamping PKH, serta Keluarga
Penerima Manfaat (KPM). Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif
dengan menggunakan indikator efektivitas, yaitu pemahaman program, ketepatan
sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Keluarga
Harapan (PKH) di Kelurahan Sarang Halang pada umumnya telah berjalan cukup
efektif. Hal ini terlihat dari adanya pemahaman KPM terhadap program,
pemanfaatan bantuan di bidang pendidikan dan kesehatan, serta pendampingan
yang dilakukan secara rutin oleh pendamping PKH. Namun demikian, masih
ditemukan beberapa kendala, seperti ketidaktepatan sasaran, keterlambatan
pencairan bantuan, serta permasalahan pemutakhiran data yang berdampak pada
tidak diterimanya bantuan oleh sebagian KPM. Oleh karena itu, diperlukan
peningkatan koordinasi antar pihak terkait serta perbaikan sistem pendataan agar
pelaksanaan PKH dapat berjalan lebih efektif
Praktik Bisnis Laundry Syariah di Kota Banjarmasin (Studi Kasus Rumah Cuci Syariah)
Perkembangan bisnis berbasis syariah di Indonesia mendorong munculnya
berbagai usaha jasa yang mengklaim penerapan prinsip-prinsip Islam, salah satunya
adalah laundry syariah. Rumah cuci syariah di kota Banjarmasin hadir sebagai
usaha laundry yang mengusung konsep kebersihan dan kesucian sesuai dengan
ajaran Islam, khususnya dalam penerapan metode taharah. Namun, penggunaan
label “syariah” dalam praktik bisnis perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan
kesesuaiannya dengan ketentuan hukum Islam. Permasalahan dalam penelitian ini
berfokus pada bagaimana praktik bisnis laundry syariah yang diterapkan oleh
rumah cuci syariah serta sejauh mana kesesuaiannya dengan prinsip hukum Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik operasional bisnis laundry
syariah dan meninjau penerapannya berdasarkan perspektif hukum Islam.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan
pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik
dan pihak yang terlibat dalam operasional rumah cuci syariah, disertai observasi
terbatas serta dokumentasi pendukung. Data yang terkumpul dianalisis secara
deskriptif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah cuci syariah telah berupaya
menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan usahanya, khususnya dalam
pemisahan pakaian bernajis, penggunaan air yang mengalir, serta proses pencucian
yang memperhatikan aspek kebersihan dan kesucian. Selain itu, hubungan antara
penyedia jasa dan pelanggan dijalankan melalui akad ijarah dengan penentuan upah
yang jelas,upaya penggunaan bahan yang bersertifikisi halal. Namun, dalam
praktiknya masih ditemukan beberapa kendala, terutama keterbatasan pemahaman
sebagian pelanggan mengenai kewajiban menyampaikan informasi terkait najis
pada pakaian serta keterbatasan observasi peneliti terhadap keseluruhan proses
operasional
Motivasi Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin dalam Memposting Konten Konten Dakwah di Akun Instagram
Perkembangan media sosial membawa perubahan signifikan dalam praktik
dakwah Islam, khususnya di kalangan generasi muda. Instagram sebagai platform
berbasis visual menjadi ruang baru bagi mahasiswa untuk mengekspresikan nilai
nilai keagamaan melalui konten dakwah. Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin memiliki peran strategis sebagai calon
pendakwah dan komunikator Islam yang dituntut mampu beradaptasi dengan
perkembangan media digital. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam
menyebarkan konten dakwah di Instagram menarik untuk dikaji, terutama dari sisi
motivasi yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
motivasi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari
Banjarmasin dalam menyebarkan konten dakwah melalui Instagram.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang aktif atau pernah
membagikan konten dakwah di Instagram. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data
meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa terbagi ke dalam
tiga bentuk utama, yaitu motivasi sebagai pengingat diri sendiri yang bersifat
intrinsik, motivasi untuk berbagi nilai-nilai kebaikan kepada orang lain, serta
motivasi karena adanya keterkaitan emosional dan pengalaman personal dengan isi konten dakwah. Perbedaan frekuensi dan bentuk konten dipengaruhi oleh
kondisi personal dan lingkungan digital.
Penelitian
ini
menyimpulkan bahwa motivasi mahasiswa dalam
menyebarkan konten dakwah di Instagram bersifat kompleks, melibatkan faktor
intrinsik dan ekstrinsik, serta menjadikan Instagram sebagai media dakwah,
refleksi diri, dan ekspresi religius di era digital