Satya Wacana Christian University
Institutional Repository of Satya Wacana Christian UniversityNot a member yet
14517 research outputs found
Sort by
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas dan Reputasi Auditor Terhadap Audit Delay (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2022-2023)
This study aims to analyze the effect of firm size, profitability, and auditor
reputation on audit delay in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock
Exchange (IDX) during 2022-2023 period. Audit delay is measured as the time gap
(in days) between the fiscal year-end and the audit report issuance date. The
independent variables include firm size (measured by total assets), profitability
(measured by Return on Assets/ROA), and auditor reputation (classified as Big four
or Non-Big four audit firms). The analysis method employs multiple linear
regression using secondary data from company financial reports. The results are
expected to provide empirical evidence on the factors influencing audit delay,
particularly in the manufacturing sector. These findings can serve as a reference
for companies, auditors, and regulators to enhance financial reporting timeliness.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan,
profitabilitas dan reputasi auditor terhadap audit delay pada perusahaan manufaktur
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2023. Audit delay
diukur sebagai selisih hari antara tanggal penutupan buku dan tanggal penerbitan
laporan audit. Variabel independen meliputi ukuran perusahaan (diukur dengan
total aset), profitabilitas (diukur dengan Return on Assets/ROA) dan reputasi auditor
(diklasifikasikan sebagai Kantor Akuntan Publik Big four atau Non-Big four).
Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan data
sekunder dari laporan keuangan perusahaan. Hasil penelitian diharapkan dapat
memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay,
khususnya di sektor manufaktur. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi
perusahaan, auditor dan regulator dalam meningkatkan ketepatan waktu pelaporan
keuangan
Analisa terhadap tato sebagai simbol identitas diri ditinjau dari teori altruisme: studi kasus pemilik tato di yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tato sebagai simbol identitas diri dari
pemiliknya ditinjau dari teori Altruisme. Penelitian ini berangkat dari fenomena tato pada kalangan masa kini yang kerap kali dilabeli negatif dalam pandangan masyarakat awam dimana label yang melekat pada pengguna tato adalah seseorang dekat dengan kriminalitas tanpa memahami bahwa setiap orang memiliki kebebasan penuh atas apa yang menjadi keputusan mereka. Teori yang digunakan penulis sebagai tolak ukur untuk memahami ruang pemikiran pengguna tato serta dalam tulisan ini adalah teori altruime. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam desain penelitian dengan teknik pengumpulan data purposive sampling atau proses pengambilan sampel kemudian dilakukan observasi serta wawancara beberapa narasumber di tempat penelitian yakni Babarsari, Yogyakarta guna menambah informasi dan menganalisa tato sebagai identitas diri dari pemiliknya. Hasil analisa
menunjukan bahwa melalui tato yang bermakna altruistik, pemakainya tidak hanya
mengekspresikan diri, tetapi juga menyampaikan harapan untuk masyarakat yang lebih peduli dan penuh empati. Tato ini mencerminkan ideal bahwa meskipun ekspresi fisik sering kali bersifat personal, makna yang terkandung di dalamnya dapat menjadi bagian dari perjalanan spiritual dan etis seorang individu dalam kehidupan. Sehinga pada kesimpulan tato bukan hanya sekedar ekspresi individual yang hanya berhenti pada konotasi negatif belaka tetapi dapat menjadi pengingat moral dan pengikat ikatan sosial jika baik pengguna tato maupun setiap orang mampu menghidupi konsep altruisme
Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja Berdasarkan Status Pekerja Dan Implikasi Terhadap Pemenuhan Hak-Hak Pekerja (Studi Putusan Nomor 31/Pdt. Sus-PHI/2021/PN.Tjk Juncto Nomor 61 K/Pdt.Sus-PHI/2022)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Putusan Nomor 31/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Tjk terkait status pekerja dan hak-hak pekerja dalam PHK. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan analisis kasus, dengan mengkaji peraturan ketenagakerjaan, doktrin hukum, serta fakta yang terjadi di lapangan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat apa dasar pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial pada Tingkat I dalam Putusan Nomor 31/Pdt. Sus-PHI/2021/PN. Tjk yang menyatakan PHK terhadap 9 (sembilan) pekerja PT 1991 dengan status sebagai pekerja tidak tetap. Peneliti menilai bahwa Majelis Hakim dalam Putusan Nomor 31/Pdt.Sus-PHI/2021/PN.Tjk telah salah dalam mengklasifikasikan status pekerja PT 1991. Putusan Majelis Hakim PHI tersebut menunjukan pendekatan teori utilitarianisme dengan hanya mempertimbangkan manfaat hukum tanpa memperhatikan aspek moral dan keadilan bagi pekerja PT 1991. Pendekatan ini mengabaikan dampak keputusan terhadap kesejahteraan pekerja, yang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam kasus perselisihan hubungan industrial
Kedudukan Hukum Saksi Mahkota Dalam Tindak Pidana Pencurian (Studi Kasus Putusan Nomor 1016/Pid.B/2018/PN Stb)
Hukum pidana formil Indonesia tidak mengatur secara eksplisit mengenai pengaturan penggunaan saksi mahkota. Ketiadaan pengaturan dalam Undang- Undang secara eksplisit tersebut menimbulkan perdebatan-perdebatan terkait keabsahan penggunaannya. Bahkan dalam penerapan yurisprudensi sebagai acuan sumber hukum bagi majelis hakim dalam mengambil keputusan masih terdapat pro dan kontra penggunaannya. Fokus permasalahan dalam penulisan jurnal ini ialah berfokus pada bagaimana pengaturan saksi mahkota dalam hukum pidana formil Indonesia dan bagaimana penggunaan saksi mahkota dalam Putusan Pengadilan Negeri Stabat Nomor 1016/Pid.B/2018/PN Stb. Metodologi Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan yang relevan. Kesimpulan dalam penulisan ini adalah pengaturan penggunaan saksi mahkota dapat ditemui dalam lingkup empirik sebagaimana dalam beberapa yurisprudensi, yang syarat kualifikasi penerapannya ialah 1) Kurangnya alat bukti sehingga harus menggunakan saksi mahkota; 2) dalam perkara delik penyertaan; dan 3) diperiksa dengan mekanisme pemisahan (splitsing)
Upaya Penarikan Harta Warisan Yang Dikuasai Salah Seorang Ahli Waris
Penelitian ini bertujuan menjelaskan upaya yang dapat digunakan ahli waris yang
dirugikan untuk menarik kembali harta warisan yang dikuasai salah seorang ahli
waris akibat adanya surat wasiat yang tidak sah. Penelitian ini merupakan penelitian
hukum normatif, menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan
metode pendekatan konseptual. Kebaruan dalam penelitian ini memberikan upaya
paling tepat dalam penarikan harta warisan yang dikuasai salah seorang ahli waris,
kebaruan ini akan memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan di bidang
hukum waris. Penulis tertarik melakukan penelitian dengan topik, berdasarkan
bahwa sementara ini orang hanya melakukan penarikan harta warisan dengan hanya
menggunakan pendekatan hukum waris. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat
berbagai upaya penarikan harta warisan yang dikuasai seorang ahli waris seperti
hak hereditatis petitio, hak menuntut pembagian harta warisan, dan perbuatan
melawan hukum. Penulis memberikan kesimpulan, dengan memperhatikan
kelebihan dan kelemahan masing-masing upaya, upaya melalui hak hereditatis
petitio merupakan upaya paling tepat untuk menarik kembali harta warisan
Hubungan Fear of Missing Out Dengan Impulsive Buying Produk Fashion Pada Mahasiswi di UKSW
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fear of missing out dengan impulsive buying produk fashion pada mahasiswi UKSW. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian terdiri dari 148 mahasiswi yang diambil dari berbagai macam fakultas di UKSW. Teknik pengambian sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu fear of missing out scale Przybylski (2013) dengan α = 0,90 untuk variabel FoMo dan impulsive buying scale Verplanken dan Herabadi (2001) untuk variabel impulsive buying dengan α = 0,87. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara fear of missing out dengan impulsive buying dengan nilai r = 0,585 dan nilai signifikasi sebesar 0,000 (p<0,05). Artinya semakin tinggi tingkat fear of missing out semakin tinggi tingkat impulsive buying produk fashion pada mahasiswi dan sebaliknya. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya mengontrol fear of missing out agar tidak terjadi impulsive buying produk fashion pada mahasiswi.This study aims to find out the relationship between fear of missing out and impulsive buying of fashion products in UKSW female students. The research method used is to use a quantitative approach with a correlational design. The research participants consisted of 148 female students taken from various faculties at UKSW. The sampling technique in this study uses accidental sampling. The measuring tool used is the fear of missing out scale Przybylski (2013) with α = 0.90 for the FoMo variable and the impulsive buying scale of Verplanken and Herabadi (2001) for the impulsive buying variable with α = 0.87. The results of data analysis showed that there was a significant positive relationship between fear of missing out and impulsive buying with a value of r = 0.585 and a significance value of 0.000 (p<0.05). This means that the higher the level of fear of missing out, the higher the level of impulsive buying of fashion products in female students and in contrast. The implication of this study is the importance of controlling the fear of missing out so that there is no impulsive buying of fashion products in female students
Talenta Unggul : Tugas Akhir Penyusunan Kartu Kuartet Untuk Pengenalan Karir Peserta Didik di Sekolah Dasar
Pengenalan karir merupakan langkah awal dalam rangkaian proses perencanaan karir siswa. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk yaitu media permainan kartu kuartet yang menarik dan mudah untuk digunakan untuk memberikan pengenalan karir pada peserta didik Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tahapan penelitian dan pengembangan R&D. Hasil dari penelitian menghasilkan sebuah produk berupa media kartu karir untuk pengenalan karir siswa sekolah dasar. Dengan hasil penilaian dari ahli media mendapat skor 100 dengan kategori sangat baik, hasil penilaian dari ahli materi mendapat skor 84 dengan kategori baik. Kemudian berdasarkan uji terbatas didapatkan bahwa sebelum diberikan intervensi mayoritas tingkat pengenalan karir siswa berada pada kategori rendah dengan presentase 28,18%, kemudian setelah diberikan intervensi mayoritas tingkat pengenalan karir berubah menjadi sangat tinggi dengan presentase 95,46%. Dari hasil penilaian tersebut disimpulkan bahwa media permainan kartu karir dapat menunjang pengenalan karir siswa di sekolah dasar
Pemanfaatan Random Forest untuk Klasifikasi Serangan pada Jaringan Komputer
Penelitian ini menggunakan Random Forest (RF) untuk klasifikasi
serangan pada Intrusion Detection System (IDS). Training dan testing dilakukan
pada dataset UNSW-NB15 dengan jumlah estimator (decision tree) pada RF yang
bervariasi. Klasifikasi yang dilakukan adalah binary classification di mana classifier
tersebut bekerja untuk menentukan apakah sample data yang diproses dari testing
dataset merupakan serangan (attack) atau bukan serangan (normal). Hasil pengujian
menunjukkan RF dengan jumlah estimator 150 memperoleh nilai detection rate
sebesar 99.96% dan akurasi sebesar 81.02%.This study uses Random Forest (RF) for attack classification on the
Intrusion Detection System (IDS). Training and testing were conducted on the
UNSW-NB15 dataset with varying numbers of estimators (decision trees) on RF. The
classification performed was binary classification, where the classifier worked to
determine whether the data sample processed from the testing dataset was an attack
or not an attack (normal). The test results showed that RF with 150 estimators
obtained a detection rate of 99.96% and an accuracy of 81.02%
KIT IPA AquapartBox: Media Pembelajaran IPA Materi Zat dan Model Partikel Kelas VII
KIT (Komponen Instrumen Terpadu) merupakan media pembelajaran yang terdiri dari kumpulan alat peraga atau set alat praktikum. KIT dikembangkan dengan metode penelitian pengembangan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Berdasarkan analisis kebutuhan, 85% peserta didik tidak pernah melakukan praktikum dan KIT belum pernah digunakan di SMP Kristen Satya Wacana. Berdasarkan analisis, berpotensi untuk dilakukan pengembangan media pembelajaran KIT IPA. KIT AquapartBox didesain untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi zat dan model partikel. Media tersebut mengintegrasikan kepedulian lingkungan melalui pemisahan zat untuk memperoleh air bersih. Pada tahap pengembangan, KIT AquapartBox dan perangkat pembelajaran divalidasi dan uji coba. Validator terdiri dari satu dosen biologi, dosen fisika, dan guru IPA. Validator memberi saran yang menjadi dasar revisi produk. KIT AquapartBox dan perangkat pembelajaran kemudian diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran. Pada tahap ini peserta didik diberikan pre-test dan post-test. Nilai pretes yang diperoleh yaitu 80,14 dan nilai posttest yang diperoleh 87,6. Kedua nilai tersebut dimasukan kedalam rumus untuk menghitung N-Gain, N-Gain yang diperoleh yaitu 0,38. Selanjutnya dilakukan evaluasi akhir untuk mengetahui respon pengguna yaitu guru dan peserta didik. Kesimpulannya, KIT telah berhasil dikembangkan dengan metode ADDIE dan memperoleh N-gain di tingkat sedang.KIT (Komponen Instrumen Terpadu) is a learning medium that consists of a collection of teaching aids or a set of practical tools. KIT was developed using the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model development research method. Based on the needs analysis, 85% of students have never done practicum and KIT has never been used at Satya Wacana Christian Middle School. Based on the analysis, there is potential for developing science KIT learning media. The AquapartBox KIT is designed to increase students' understanding of substances and particle models. This media integrates environmental concerns through the separation of substances to obtain clean water. At the development stage, the AquapartBox KIT and learning tools were validated and tested. The validators consist of a biology lecturer, a physics lecturer and a science teacher. Validators provide suggestions that become the basis for product revisions. The AquapartBox KIT and learning tools are then implemented in learning activities. At this stage students are given a pre-test and post-test. The pretest score obtained was 80.14 and the posttest score obtained was 87.6. These two values are entered into the formula to calculate N Gain, the N-Gain obtained is 0.38. Next, a final evaluation is carried out to determine the response of users, namely teachers and students. In conclusion, KIT was been successfully developed using the ADDIE method and obtained N-gain at a moderate level
Pengembangan Inventori Perilaku Penerimaan PDBK Berbasis Internet "ACC PDBK" Di SMP Negeri 10 Salatiga
This research is motivated by the gap between laws and regulations on inclusive education and their implementation in the field. Regular students and educators have not fully embraced students with special needs (PDBK), thus an instrument is needed to measure acceptance behavior. The aim of this study is to develop an inventory to measure the acceptance behavior of students with special needs (PDBK) through a website-based tool called ACC PDBK at SMP Negeri 10 Salatiga. The method used is Research and Development (R&D) with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). This inventory was developed based on the Acceptance and Commitment Therapy (ACT) theory, which includes six core aspects: acceptance, cognitive defusion, present moment awareness, self-as-context, values, and committed action. The research results indicate that this inventory is valid and reliable in measuring the level of acceptance of regular students towards PDBK. These findings emphasize the importance of valid and reliable measurement tools to understand and enhance acceptance of PDBK in the school environment.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara Undang-Undang dan peraturan pendidikan inklusi dengan pelaksanaan di lapangan. Peserta didik regular dan pendidik belum menerima sepenuhnya PDBK maka dibutuhkan instrumen untuk mengukur perilaku penerimaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inventori perilaku penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) berbasis website ACC PDBK di SMP Negeri 10 Salatiga. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development / R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Inventori ini dikembangkan berdasarkan teori Acceptance and Commitment Therapy (ACT) yang mencakup enam aspek inti: acceptance, cognitive defusion, present moment awareness, self-as-context, values, dan committed action. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inventori ini valid dan reliabel dalam mengukur tingkat penerimaan peserta didik reguler terhadap PDBK. Temuan ini menegaskan pentingnya alat ukur yang valid dan reliabel untuk memahami serta meningkatkan penerimaan terhadap PDBK di lingkungan sekolah