MEDIAPSI
Not a member yet
152 research outputs found
Sort by
Efektivitas Intervensi Berbasis Mindfulness dalam Meningkatkan Resiliensi di Tempat Kerja: Studi Meta Analisis
Every individual should develop resilience to become adapted to the new work challenges that are more complex and competitive in the current era. Resilience is an individual\u27s ability to recover from stress. Mindfulness has been found to increase resilience in the existing research. The goal of our research was to examine the effectiveness of mindfulness-based interventions to increase resilience among working individuals. We reviewed 14 research journals as a source of meta-analysis with 759 participants in total. Data processing was based on sample size (N), mean (M), and standard deviation (SD) using the random effect model through which we obtained the medium heterogeneity (I2) = 32% and Hedges\u27g standardized mean difference (SMD)= .62 (95% confidence interval [Cl] = .43 to .80). These findings imply that mindfulness is less effective in increasing the working individuals’ resilience.Untuk bisa adaptif menghadapi tantangan kerja baru yang semakin kompleks dan kompetitif di era saat ini, setiap indvidu memerlukan daya tahan atau relisiensi. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk pulih dari stres. Dalam riset-riset debelumnya, mindfullness telah ditemukan efektif meningkatkan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas intervensi berbasis mindfulness untuk meningkatkan resiliensi pada individu yang bekerja. Kami mereview 14 jurnal penelitian sebagai sumber dari penelitian meta analisis dengan jumlah partisipan sebanyak 759. Data diolah atas dasar ukuran sampel (N), rata-rata (M), dan deviasi standar (SD) dengan menggunakan random effect model, yang menghasilkan nilai heterogenity (I2) = 32% dan Hedges’g (SMD) 0.62 (95% confidence interval [Cl] = 0.43 sampai dengan 0.80) yang berada dalam kategori sedang. Temuan-temuan tersebut mengimplikasikan bahwa mindfulness kurang efektif untuk meningkatkan resiliensi individu yang bekerja.Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk pulih dari stress. Mindfullness dianggap dapat meningkatkan resiliensi oleh banyak penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas intervensi berbasis mindfulnessuntuk meningkatkan resiliensi pada individu yang bekerja. Penelitian ini peneliti menggunakan 14 jurnal penelitian sebagai sumber dari penelitian meta analisis dengan jumlah partisipan sebanyak 759. Pengolahan data berdasarkan jumlah sample size (N), mean (M), dan standar deviasi (SD) dengan menggunakan random effect model diperoleh nilai heterogenity (I2) = 32% dan hedges’g (SMD) 0.62 (95% Cl = 0.433 sampai 0.797) atau berada dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa mindfulness kurang efektif untuk meningkatkan resiliensiindividu yang bekerja
Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif: Sebuah Tinjauan Sistematis
Along with its development, there are many different understandings of what a case study is and how to conduct scientific research using case study appropriately. The goal of this research was to identify the definitions and types of case study, as well as issues worth considering in designing case study research. Designed as qualitative research using a systematic review method, the data in this study were derived from ScienceDirect, ResearchGate, and Google Scholar. The results showed that there are various definitions and types of case study. The implication of those findings suggests the importance of researchers\u27 capability to understand how to properly conduct a case study, how to determine cases and research boundaries, and how to appropriately analyse data. Â Seiring dengan perkembangannya, banyak pemahaman yang berbeda-beda mengenai apa itu studi kasus dan bagaimana cara melakukan penelitian ilmiah dengan menggunakan pendekatan studi kasus secara tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan sebuah tinjauan sistematis mengenai definisi studi kasus, tipe-tipe studi kasus, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang penelitian studi kasus. Dirancang sebagai riset kualitatif menggunakan metode tinjauan sistematis, data dalam penelitian ini bersumber dari ScienceDirect, ResearchGate, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan adanya definisi dan tipe-tipe studi kasus yang sangat bervariasi. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya kemampuan peneliti untuk memahami bagaimana cara melakukan pendekatan studi kasus secara tepat, bagaimana menentukan kasus dan batasan penelitian, dan bagaimana menganalisis data secara cermat.Case studies are often used in qualitative research from a variety of disciplines, such as psychology, sociology, anthropology, political science, and many more. But along with its development, there are several different understandings about what a case study is and how to conduct scientific research using a case study approach appropriately. In fact, the case study approach with the right procedures has flexibility and high accuracy which allows researchers to be able to take a simple to complex phenomenon and develop theories, program designs, interventions. The purpose of this article is to provide a systematic review about case study definitions, types of case studies, and important points that researcher should know to conduct case studies properly. The review data are also summarized systematically in tabulated form
Pengantar editor-in-chief Mediapsi volume 7 nomor 2 tahun 2021
Mediapsi volume 7, number 2, December 2021 has published seven empirical articles. Each of the articles investigated multifarious topics. The first article is experimentation, which revealed that the career decision-making course (CDMC) was effective in reducing students’ career decision making difficulties. The experiment in the second article demonstrated that self-disclosure training significantly increased the self-acceptance of adolescent students with cerebral palsy. The third article is qualitative research using a systematic review to identify and analyse various definitions and types of a case study. The fourth article examined fear of missing out (FoMO) and found that this variable, controlling for trait self-control, was suboptimal in explaining physical activity among Instagram users. The topic in the fifth article has to do with adolescents’ emotional and behavioural problems. The findings in this article showed that male and female adolescents reported the same emotional and behavioural problems. The sixth article is a quantitative correlational study, which reported that among private school teachers, the lower the tenure, the more negative the relationship between job satisfaction and intentions to leave the organization or workplace. The seventh article is a correlational quantitative study that found how political trust, political efficacy, and candidate orientation played a significant role either simultaneously or partially in explaining political participation. Tujuh artikel empiris telah dipublikasikan dalam Mediapsi edisi Desember 2021, volume 7 nomor 2. Topik yang dibahas dalam masing-masing artikel cukup bervariasi. Topik artikel pertama merupakan studi eksperimen dengan temuan bahwa career decision-making course (CDMC) efektif dalam mengurangi kesulitan siswa dalam menentukan karier mereka. Sementara itu, eksperimen dalam artikel kedua menunjukkan bahwa pelatihan pengenalan diri secara empiris berpengaruh signifikan dalam meningkatkan penerimaan diri siswa remaja dengan cerebral palsy. Artikel ketiga merupakan riset kualitatif yang menggunakan tinjauan sistematis untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai macam definisi dan tipe studi kasus, Artikel keempat meneliti fenomena fear of missing out (FoMO) dan menemukan bahwa variabel tersebut kurang berperan signifikan dibandingkan dengan trait self-control dalam menjelaskan aktivitas fisik di kalangan pengguna media sosial Instagram. Topik dalam artikel kelima berkaitan dengan masalah emosi dan perilaku remaja. Temuan dalam artikel kelima menunjukkan bahwa remaja laki-laki dan remaja perempuan memiliki permasalahan emosi dan perilaku yang relatif sama. Artikel keenam merupakan studi kuantitatif korelasional, yang melaporkan bahwa di kalangan guru sekolah swasta, semakin rendah masa kerja maka hubungan antara kepuasaan kerja dan turnover intentions atau keinginan meninggalkan organisasi atau tempat kerja semakin negatif. Artikel ketujuh sekaligus terakhir merupakan studi kuantitatif korelasional yang menemukan bahwa kepercayaan politik, efikasi politik, dan orientasi kandidat berperan signifikan baik secara simultan maupun secara parsial dalam menjelaskan partisipasi politik
Peran Masa Kerja Pada Hubungan Antara Kepuasan Kerja dan Intensi Meninggalkan Organisasi pada Guru Sekolah Swasta
Job satisfaction has been empirically known to be a strong predictor of turnover intentions. However, previous studies have also found that other variables moderated the relationship between job satisfaction and turnover intentions. Drawing on the side-bet theory, this research aimed to examine the role of the duration of employment at the current school in the relationship between job satisfaction and turnover intentions. Participants were 239 K12 teachers from private schools in Jakarta and its surroundings, who were recruited through convenient sampling. The design of this research was a correlational study and the findings revealed that first, job satisfaction was negatively related to turnover intentions, denoting that the higher the job satisfaction, the lower the turnover intentions. The second finding showed that the duration of employment played a significant moderator in the relationship between the two variables. In particular, the negative correlation between job satisfaction and turnover intentions was more pronounced among participants with a long duration of employment than participants with a short duration of employment. The results of this research imply that in line with the side-bet theory, individuals tend to be unwilling to sacrifice what they get from an organization they work for despite having low levels of job satisfaction.  Kepuasan kerja secara empiris telah diketahui sebagai prediktor kuat dari intensi meninggalkan organisasi. Namun, penelitian terdahulu juga menemukan peran variabel lain sebagai moderator hubungan antara kepuasaan kerja dan intensi meninggalkan organisasi tersebut. Menggunakan teori side-bet, penelitian ini bertujuan untuk menguji peran lama kerja di sekolah saat ini dalam hubungan antara kepuasan kerja dan intensi meninggalkan organisasi. Jumlah partisipan adalah 239 guru tingkat TK, SD, SMP, dan SMA dari sekolah swasta di Jakarta dan sekitarnya, yang direkrut menggunakan teknik convenience sampling. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, kepuasan kerja berhubungan secara negatif dengan intensi meninggalkan organisasi dimana semakin tinggi kepuasan kerja maka semakin rendah intensi meninggal organisasi. Temuan kedua menunjukkan bahwa lama kerja berperan secara signifikan sebagai moderator dalam hubungan antar kedua variabel tersebut. Korelasi negatif antara kepuasan kerja dan intensi meninggalkan organisasi lebih kuat pada partisipan dengan tingkat lama kerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan partisipan dengan tingkat lama kerja yang lebih rendah. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa individu cenderung tidak bersedia mengorbankan apa yang mereka dapatkan selama bekerja di organisasi meskipun tingkat kepuasan kerja yang dimilikinya cenderung rendah. Kepuasan kerja telah dikenal sebagai prediktor kuat dari intensi meninggalkan organisasi. Namun, penelitian terdahulu juga menemukan peran variabel lain sebagai moderator hubungan kedua variabel tersebut. Menggunakan teori side-bet, penelitian ini bertujuan untuk menguji peran lama kerja di sekolah saat ini dalam hubungan antara kepuasan kerja dan intensi meninggalkan organisasi. Survei ini melibatkan guru tingkat TK, SD, SMP, dan SMA dari sekolah swasta di Jakarta dan sekitarnya (N = 239). Pengukuran yang digunakan adalah kuesioner Job Satisfaction Survey yang diadaptasi (Desriyanto, 2015), dan Turnover Intention oleh Mobley et al. (1978), yang diadaptasi oleh Anindita (2018), dan lama kerja diukur dalam tahun berdasarkan masa kerja di organisasi saat ini, yang dikategorisasi menjadi beberapa kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kepuasan kerja dengan intensi meninggalkan organisas, dan lama kerja memoderasi hubungan antar variabel. Studi saat ini mengkonfirmasi teori side-bet di mana individu cenderung tidak bersedia mengorbankan apa yang mereka dapatkan selama bekerja di organisasi meskipun tingkat kepuasan kerja yang dimilikinya cenderung rendah
Resiliensi Komunitas di Tengah Pandemi Covid-19
Values and behaviours denote cultural strengths that help communities effectively adapt and succeed in dealing with disasters. The present work used a qualitative approach and was designed as a case study, to identify social values and behaviours in the context of community resilience during the Covid-19 pandemic. We recruited five informants and obtained data through interviews and observation. The results showed that community resilience emerged from a sense of belonging to the group (i.e., the residents) and its members. The residents have inherited social values and behaviours that have long lived in the community, which render them resilient against the Covid-19 pandemic. Such values include cooperation, deliberation, and harmony with nature, whereas the social behaviours manifest in obedience and prosocial neighbourhood. The implication of these findings is a hope that the residents can build community resilience. The residents may initiate such joint effort from the hamlet or village environment where they can build community resilience by developing social values and behaviours that grow in the community.Masyarakat memiliki kekuatan budaya berupa nilai-nilai dan perilaku yang berfungsi secara efektif untuk beradaptasi dan berhasil dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan didesain sebagai studi kasus, dengan tujuan mengidentifikasi nilai dan perilaku sosial dalam konteks resiliensi komunitas di tengah pandemi Covid-19. Responden adalah lima informan dan data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi komunitas bersumber dari rasa memiliki terhadap kelompok (yaitu warga lokal) dan anggota di dalamnya. Para warga lokal mewarisi nilai-nilai dan perilaku-perilaku sosial yang sudah sejak lama hidup di dalam masyarakat, yang membuat mereka mampu bertahan di masa pandemi Covid-19. Nilai-nilai tersebut mencakup nilai gotong royong, musyawarah, dan keselarasan dengan alam, sementara bentuk-bentuk perilaku sosial mencakup kepatuhan dan ketetanggaan yang prososial. Implikasi dari temuan-temuan tersebut adalah harapan bahwa warga lokal bisa membangun resiliensi komunitas. Warga lokal bisa mengawali upaya bersama tersebut dari lingkungan dusun ataupun desa dimana mereka membangun resiliensi dengan mengembangkan nilai-nilai dan perilaku-perilaku sosial yang tumbuh dalam masyarakat.Masyarakat memiliki kekuatan budaya berupa nilai-nilai dan perilaku yang berfungsi secara efektif untuk beradaptasi dan berhasil dalam menghadapi bencana. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta desain penelitian studi kasus, peneliti ingin mengidentifikasi nilai dan perilaku sosial dalam konteks resiliensi komunitas di tengah pandemi Covid-19 di Dusun Tempurejo, Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Dalam penelitian ini ada lima informan yang terdiri dari seorang perangkat desa dan empat orang warga asli Dusun Tempurejo. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi komunitas di Dusun Tempurejo lahir dari adanya rasa memiliki (sense of belonging) terhadap kelompok dan para warga yang ada di dalamnya. Para warga mewarisi nilai-nilai dan perilaku-perilaku sosial yang sudah sejak lama hidup di dalam masyarakat sebagai kebertahanan di masa pandemi covid-19. Beberapa nilai yang ada di Dusun Tempurejo terkait resiliensi komunitas adalah nilai gotong royong, musyawarah, dan keselarasan dengan alam. Sedangkan beberapa perilaku sosial selama menghadapi pandemi Covid-19 adalah kepatuhan (obedience), Neighborhood yang sehat, dan prososial. Dengan temuan di penelitian ini, diharapkan masyarakat bisa membangun resiliensi komunitas dimulai dari tingkatan terkecil terlebih dahulu yaitu di lingkungan dusun ataupun desa. Di mana resiliensi komunitas dapat dibangun dengan mengembangkan nilai-nilai dan perilaku-perilaku sosial yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat
Pengantar editor-in-chief Mediapsi volume 7 nomor 1 tahun 2021
Mediapsi published 7 empirical articles for its new edition, i.e., volume 7 issue 1, 2021, which cover multifarious topics and research methods. The first article is qualitative research aimed at investigating the self-adjustment of a postgraduate who works while studying. The second article focuses on undergraduate students’ academic burnout and explained quantitatively this phenomenon based on various forms of social support. The third article is meta-analysis research to synthesize the extent to which mindfulness-based interventions are effective in increasing resilience at the workplace. The fourth article applied a qualitative method that also touches upon the topic of resilience but within a different context, that is, community resilience amid the COVID-19 pandemic. The fifth article, the same as the third article, is meta-analysis research to examine to what extent music therapy has a significant effect as an intervention in improving sleep quality. The sixth article is an experimental research that tested the effect of virtual reality on the induction of negative emotions. The seventh, last article also examined the phenomenon of social support explained its role in explaining subjective well-being among a sample of ethnic Minang adolescents.Dalam volume 7 nomor 1 tahun 2021 ini, Mediapsi mempublikasikan tujuh artikel empiris dengan topik dan metode penelitian yang bervariasi. Artikel pertama menerapkan metode kualitatif untuk meneliti adaptasi atau penyesuaian-diri mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Artikel kedua mengangkat tema atau topik tentang academic burnout di kalangan mahasiswa yang dijelaskan secara kuantitatif atas dasar berbagai bentuk social support. Artikel ketiga merupakan studi meta-analisis untuk menguji sejauh mana intervensi berbasis mindfulness efektif untuk meningkatkan resiliensi di tempat kerja. Artikel keempat menerapkan metode kualitatif yang juga membahas topik tentang resiliensi tetapi dalam konteks yang berbeda, yaitu resiliensi komunitas di tengah pandemi COVID-19. Artikel kelima, seperti artikel ketiga, adalah studi meta-analisis yang bertujuan untuk menyimpulkan sejauh mana musik terapi berpengaruh signifikan sebagai intervensi dalam meningkatkan kualitas tidur. Artikel keenam merupakan riset eksperimen yang menguji sejauh mana virtual reality berpengaruh dalam menginduksi emosi-emosi negatif. Artikel ketujuh sekaligus terakhir juga meneliti dukungan sosial atau social support dan menguji perannya terhadap subjective well-being di kalangan remaja etnis Minang
Penyesuaian diri mahasiswa yang kuliah sambil bekerja
Oftentimes, some students should work while studying, which poses certain challenges for them to undergo such a dual role. This study aimed to investigate the forms of self-adjustment experienced by master students who work while studying. Designed as qualitative research, we used an interview to collect data, which were analyzed by grouping the informant’s responses into several themes or topics. The participant or informant in this research is a master student who is working while studying. The results indicated that the informant has made some self-adjustments in his life, be they emotional or cognitive. Despite this attainment, there are still some aspects of self-adjustment that have not been carried out by the informant. These results overall imply that self-adjustment is a psychological dynamic that accompanies students who should work while studying.Kuliah sambil bekerja merupakan fenomena yang sering terjadi, yang memberikan tantangan tertentu bagi mahasiswa yang menjalani peran ganda tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penyesuaian diri yang dilakukan oleh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitafif. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan respon informan ke dalam beberapa tema atau topik. Informan dalam penelitian ini adalah seorang mahasiswa yang sedang menjalani studi di program magister yang sekaligus seorang karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan telah melakukan penyesuaian diri dalam kehidupannya baik sebagai mahasiswa dan juga sebagai karyawan. Bentuk penyesuaian diri yang dilakukan oleh informan yaitu penyesuaian diri secara emosional dan penyesuaian diri secara kognitif. Terlepas dari capaian tersebut, masih terdapat beberapa aspek dalam penyesuaian diri yang belum secara efektif dilakukan oleh informan. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa penyesuaian diri merupakan dinamika psikologis yang mengiringi mahasiswa yang kuliah sambil bekerja
‘Welas Asih Diri’ dan ‘Bertumbuh’: Hubungan Self-Compassion dan Flourishing pada Mahasiswa
College students face various challenges, strains and failures, which could prevent them from achieving a higher state of flourishing. The purpose of this study was two-fold. The first was to describe students’ self-compassion and flourishing, whereas the second was to examine the correlation between self-compassion and flourishing among a sample of students from the State University of Malang. The sample consisted of 160 students from eight faculties who were selected through cluster sampling. Self-compassion and flourishing were both self-developed by the authors. The main finding demonstrated that in line with the hypothesis, high levels of self-compassion are associated with high levels of flourishing. Mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan, tekanan dan kegagalan yang dapat menghalangi mereka untuk mencapai flourishing yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-compassion dan flourishing, serta hubungan antara self-compassion dan flourishing pada mahasiswa Universitas Negeri Malang. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 160 mahasiswa dari 8 fakultas yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan skala self-compassion dan skala flourishing yang dikembangkan oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sesuai dengan hipotesis yang ditetapkan, tingginya self-compassion berasosiasi dengan tingginya flourishing pada mahasiswa
Pola Perilaku Hidup Sehat tidak hanya Berlaku bagi Pasien Melainkan juga Caregiver
In this work, we aimed to examine the effectiveness of a counselling program to improve cancer patient caregivers’ health behaviours at Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur (the Indonesian Cancer Foundation, East Java). Caregivers oftentimes experience pressures and demands that make it difficult for them to meet their personal physical and psychological needs. As a consequence, caregivers suffer from stress easily, resulting in their lack of ability to maintain a healthy lifestyle and, ultimately, their proneness to illness. The present research was designed as an experimental study involving 15 caregivers. Substantiating the hypothesis specified, the results showed that the health behaviours of caregivers of cancer patients were significantly improved after they took part in the counselling program.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penyuluhan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat pada para caregiver pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur. Adanya tekanan dan tuntutan yang dialami oleh caregiver seringkali membuat diri mereka sulit untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis pribadi. Caregiver menjadi rentan mengalami stres hingga berdampak pada kurangnya kemampuan mereka dalam menjaga pola perilaku hidup sehat, yang menyebabkan mereka mudah mengalami sakit. Penelitian ini didesain sebagai penelitian eksperimen yang melibatkan 15 caregiver. Mendukung hipotesis yang diajukan, hasil eksperimen menunjukkan bahwa penyuluhan dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan pola hidup sehat pada caregiver pasien kanker. In this work, we aimed to examine the effectiveness of a counselling program to improve cancer patient caregivers’ health behaviours at Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur (the Indonesian Cancer Foundation, East Java). Caregivers oftentimes experience pressures and demands that make it difficult for them to meet their personal physical and psychological needs. As a consequence, caregivers suffer from stress easily, resulting in their lack of ability to maintain a healthy lifestyle and, ultimately, their proneness to illness. The present research was designed as an experimental study involving 15 caregivers. Substantiating the hypothesis specified, the results showed that the health behaviours of caregivers of cancer patients were significantly improved after they took part in the counselling program.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penyuluhan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat pada para caregiver pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur. Adanya tekanan dan tuntutan yang dialami oleh caregiver seringkali membuat diri mereka sulit untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis pribadi. Caregiver menjadi rentan mengalami stres hingga berdampak pada kurangnya kemampuan mereka dalam menjaga pola perilaku hidup sehat, yang menyebabkan mereka mudah mengalami sakit. Penelitian ini didesain sebagai penelitian eksperimen yang melibatkan 15 caregiver. Mendukung hipotesis yang diajukan, hasil eksperimen menunjukkan bahwa penyuluhan dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan pola hidup sehat pada caregiver pasien kanker.Â