152 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR DAN UPAYA DALAM MENANGANI STRESS PADA DOKTER DI TENGAH PANDEMI COVID 19

    Get PDF
    The Covid-19 pandemic that occurred in various parts of the world greatly impacted the work of physicians and other health workers. Active cases that continue to rise have resulted in physicians who are directly involved in treating patients at risk of experiencing stress at work. The stress that physicians feel is caused by many internal and external factors. The aim of this systematic review is to identify the causative factors and what efforts can be made to manage stress on the physicians in the midst of a pandemic. Systematic database searches using Springer Link, Scopus, Google Scholar, ScienceDirect, and Mendeley. Keywords to look for relevant research include: "Stress" and "Doctor" and "Covid-19"; "Stress" and "Health workers" and "Covid-19"; "Psychological" and "Covid-19" and "Doctor"; "Health workers" and "Covid-19" and “Psychologists”; “Covid-19” and “Stress” and “Physicians”; "Covid-19" and "Stress" and "Doctor"; "Covid-19" and "Impact" and "Stress" Pandemi Covid-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia sangat berdampak pada kerja dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Kasus aktif yang terus merangkak naik mengakibatkan para dokter yang terlibat langsung menangani pasien beresiko mengalami stress saat bekerja. Stress yang dirasakan diakibatkan oleh banyak faktor internal dan eksternal. Tujuan tinjauan sistematis adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dan usaha yang dapat dilakukan untuk menangani stress pada dokter di tengah pandemi. Pencarian data basis sistematis menggunakan Springer Link, Scopus, Google Scholar, ScienceDirect, dan Mendeley. Kata kunci untuk mencari penelitian yang relevan antara lain: “Stres” dan “Dokter” dan “Covid-19”; “Stres” dan “Tenaga kesehatan” dan “Covid-19”; “Psikologis” dan “Covid-19” dan “Dokter”; “Tenaga kesehatan” dan “Covid-19” dan Psikologis”; “Covid-19” dan “Stress” dan “Physicians”; “Covid-19” dan “Stress” dan “Doctor”;  “Covid-19” dan “Impact” dan “Stress”; “Covid-19” dan “Psychological” dan “Impact” dan “Doctor”; “Psychological” dan “Stress” dan “Doctor.”Pandemi Covid-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia sangat berdampak pada kerja dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Kasus aktif yang terus merangkak naik mengakibatkan para dokter yang terlibat langsung menangani pasien beresiko mengalami stress saat bekerja. Stress yang dirasakan diakibatkan oleh banyak faktor internal dan eksternal. Tujuan tinjauan sistematis adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dan usaha yang dapat dilakukan untuk menangani stress pada dokter di tengah pandemi. Pencarian data basis sistematis menggunakan Springer Link, Scopus, Google Scholar, ScienceDirect, dan Mendeley. Kata kunci untuk mencari penelitian yang relevan antara lain: “Stres†dan “Dokter†dan “Covid-19â€; “Stres†dan “Tenaga kesehatan†dan “Covid-19â€; “Psikologis†dan “Covid-19†dan “Dokterâ€; “Tenaga kesehatan†dan “Covid-19†dan Psikologisâ€; “Covid-19†dan “Stress†dan “Physiciansâ€; “Covid-19†dan “Stress†dan “Doctorâ€;  “Covid-19†dan “Impact†dan “Stressâ€; “Covid-19†dan “Psychological†dan “Impact†dan “Doctorâ€; “Psychological†dan “Stress†dan “Doctor.â

    Studi fenomenologi kepuasan kerja pengemudi ojek online

    Get PDF
    Ojek online (online motorcycle taxi) is a form of transportation service in Indonesia. This business absorbs millions of workers. However, there are indications of a lack of job satisfaction among the drivers. The lack of job satisfaction may hinder the drivers\u27 performance and services. In the present research, we explore what job satisfaction means among online motorcycle taxi drivers. We collected the data by interviewing three drivers. We then analyzed the data using the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) method. The results suggest that the drivers interpret their job satisfaction in terms of freedom, sufficiency, and harmony. Online motorcycle taxi companies can use the current findings when implementing their policy. Ojek online adalah salah satu bentuk layanan transportasi di Indonesia. Bisnis ini menyerap jutaan tenaga kerja. Namun, ada indikasi kurangnya kepuasan kerja di antara para pengemudi. Kurangnya kepuasan kerja dapat menghambat kinerja dan pelayanan pengemudi. Dalam penelitian ini, kami mengeksplorasi apa arti kepuasan kerja di kalangan pengemudi ojek online. Kami mengumpulkan data dengan mewawancarai tiga pengemudi. Kami kemudian menganalisis data menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasilnya menunjukkan bahwa pengemudi menafsirkan kepuasan kerja mereka dalam hal kebebasan, kecukupan, dan keharmonisan. Perusahaan ojek online dapat menggunakan temuan saat ini ketika menerapkan kebijakan mereka

    Persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan masalah eksternalisasi pada remaja

    Get PDF
    Teenagers are vulnerable to experiencing an identity crisis. This crisis encourages some adolescents to externalize their problems by engaging in deviant behaviors. One factor that drives externalizing problems in adolescents is their perception of their father’s involvement. This study aims to determine the role of adolescents’ perception of their father’s involvement in their externalizing problems. The participants in this study were 498 Muhammadiyah Middle School students in several cities in East Java who were selected based on a simple random sampling technique. Adolescents’ perception of their father’s involvement inversely predicted their externalizing problems. Adolescents with a higher perception of their father’s involvement tended to have lower externalizing problems. Keywords: adolescents, father’s involvement, externalizing problemRemaja rentan mengalami krisis identitas. Krisis ini mendorong sebagian remaja untuk mengeksternalisasi masalah mereka dengan melakukan perilaku menyimpang. Salah satu faktor yang mendorong masalah eksternalisasi pada remaja adalah persepsi mereka tentang keterlibatan ayah mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran persepsi remaja terhadap keterlibatan ayah dalam masalah eksternalisasi mereka. Partisipan dalam penelitian ini adalah 498 siswa SMP Muhammadiyah di beberapa kota di Jawa Timur yang kami pilih berdasarkan teknik simple random sampling. Persepsi remaja tentang keterlibatan ayah mereka berbanding terbalik dengan masalah eksternalisasi mereka. Remaja dengan persepsi yang lebih tinggi tentang keterlibatan ayah mereka cenderung memiliki masalah eksternalisasi yang lebih rendah. Kata kunci: remaja, keterlibatan ayah, eksternalisasi masala

    Front Matter

    No full text

    KESULITAN REGULASI EMOSI PADA DEWASA AWAL DENGAN MODERATE DEPRESSION

    Get PDF
    Depression is a common psychological problem that is quite significant in early adulthood. Based on several studies, depression is influenced by difficulty in emotion regulation. Based on existing research, still limited, which explained how difficulties to regulate emotions in early adult individuals with moderate depression. This study aims to describe the difficulties in early adults experiencing moderate depression in regulating emotions. The method used is qualitative with a phenomenological approach. There are 3 participants. Data were obtained through interviews with open questions. The results showed that individuals experiencing moderate depression responded to negative emotions by means of expressive suppression. On the other hand, there is an individual peculiarity, namely the individual\u27s process of perceiving a way of dealing with negative emotions as a problem. Depresi merupakan masalah psikologis umum yang cukup signifikan dialami pada masa dewasa awal. Berdasarkan beberapa penelitian, depresi dipengaruhi oleh kesulitan regulasi emosi. Berdasarkan penelitian yang telah ada, belum ada yang menjelaskan bagaimana kesulitan regulasi emosi individu dewasa awal dengan moderate depression. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesulitan pada dewasa awal yang mengalami moderate depression dalam meregulasi emosi. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Partisipan berjumlah  3 orang. Data didapatkan melalui wawancara dengan pertanyaan terbuka. Hasil menunjukkan bahwa yang mengalami moderate depression menanggapi emosi negatif dengan cara expressive suppression. Di sisi lain, terdapat kekhasan individual, yaitu proses individu dalam mempersepsikan suatu cara menghadapi emosi negatif sebagai suatu masalah.Depression is a common psychological problem that is quite significant in early adulthood. Based on several studies, depression is influenced by difficulty in emotion regulation. Based on existing research, still limited which explained about how difficulties to regulate emotions in early adult individuals with moderate depression. This study aims to describe the difficulties in early adults experiencing moderate depression in regulating emotions. The method used is qualitative with a phenomenological approach. There are 3 participants. Data obtained through interviews with open questions. The results showed that individuals experiencing moderate depression responded to negative emotions by means of expressive suppression. On the other hand, there is an individual peculiarity, namely the individual\u27s process of perceiving a way of dealing with negative emotions as a proble

    STUDI KUALITATIF GAMBARAN KEPUASAN WANITA INDONESIA ATAS UKURAN PAYUDARA: FAKTOR SOSIAL & DAMPAK PSIKOLOGISNYA

    Get PDF
    Women’s dissatisfaction of body parts adversely affect their quality of life and other psychological problems. One form of dissatisfaction that is experienced by many women is related to their natural breast sizes. The aim of this study is to determine the description of women’s satisfaction on their natural breast size along with social factors that can influence their satisfaction and the psychological impact that is felt as a result. The qualitative approach is used in this study to nine Indonesian women whom were chosen by convenience sampling method. The criteria of the participant is Indonesian women aged 18-24 years old. The data in this research were taken by interviewing the participants regarding social factors that influenced their breast size satisfaction and the psychological impact the satisfaction caused. Data were analyzed by using thematic analysis and coding participants\u27 answers. The results of this study are there are two social factors that affect women’s breast size satisfaction, namely good experiences and social media exposure. The psychological impacts that are felt due to this feeling of satisfaction is increasing level of self-esteem, appearance satisfaction, dan confidence. Meanwhile, social factors that influence women’s breast size satisfaction are bad experiences, social media exposure, beauty standards, and social construct of gender. This dissatisfaction affects several psychological impacts, including self-esteem, insecurity, appearance dissatisfaction, anxiety, and trauma. Ketidakpuasan wanita akan bagian tubuhnya dapat berdampak buruk pada kualitas hidup dan beberapa masalah psikologis lainnya. Salah satu bentuk ketidakpuasan yang dialami oleh banyak wanita adalah terkait ukuran payudara yang secara natural dimilikinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepuasan wanita Indonesia atas ukuran payudara yang mereka miliki secara natural beserta faktor sosial yang dapat memengaruhi rasa kepuasan tersebut dan dampak psikologis yang dirasakan sebagai akibatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif pada sembilan wanita Indonesia yang dipilih dengan metode convenience sampling. Kriteria partisipan yang diambil adalah wanita berusia 18-24 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mengenai faktor sosial yang memengaruhi kepuasan partisipan akan ukuran payudaranya dan dampak psikologis yang dirasakan sebagai akibat kepuasan ataupun ketidakpuasannya. Data pada penelitian ini dianalisis dengan cara mengkoding jawaban partisipan berdasarkan analisis tematik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah terdapat dua faktor sosial yang memengaruhi kepuasan wanita akan ukuran payudaranya, yaitu pengalaman yang baik dan paparan media sosial. Dampak psikologis yang dirasakan karena rasa puas tersebut adalah meningkatnya self-esteem, kepuasan akan penampilan, dan kepercayaan diri. Sedangkan faktor sosial yang memengaruhi ketidakpuasan wanita akan ukuran payudaranya adalah pengalaman buruk, paparan media sosial, standar kecantikan, dan konstruksi sosial terkait gender. Ketidakpuasan tersebut berpengaruh pada beberapa dampak psikologis seseorang, diantaranya adalah rasa keberhargaan diri, rasa tidak percaya diri, ketidakpuasan akan penampilan, kecemasan, dan trauma.Ketidakpuasan wanita akan bagian tubuhnya dapat berdampak buruk pada kualitas hidup dan beberapa masalah psikologis lainnya. Salah satu bentuk ketidakpuasan yang dialami oleh banyak wanita adalah terkait ukuran payudara yang secara natural dimilikinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepuasan wanita Indonesia atas ukuran payudara yang mereka miliki secara natural beserta faktor sosial yang dapat memengaruhi rasa kepuasan tersebut dan dampak psikologis yang dirasakan sebagai akibatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif pada sembilan wanita Indonesia yang dipilih dengan metode convenience sampling. Kriteria partisipan yang diambil adalah wanita berusia 18-24 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mengenai faktor sosial yang memengaruhi kepuasan partisipan akan ukuran payudaranya dan dampak psikologis yang dirasakan sebagai akibat kepuasan ataupun ketidakpuasannya. Data pada penelitian ini dianalisis dengan cara mengkoding jawaban partisipan berdasarkan analisis tematik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah terdapat dua faktor sosial yang memengaruhi kepuasan wanita akan ukuran payudaranya, yaitu pengalaman yang baik dan paparan media sosial. Dampak psikologis yang dirasakan karena rasa puas tersebut adalah meningkatnya self-esteem, kepuasan akan penampilan, dan kepercayaan diri. Sedangkan faktor sosial yang memengaruhi ketidakpuasan wanita akan ukuran payudaranya adalah pengalaman buruk, paparan media sosial, standar kecantikan, dan konstruksi sosial terkait gender. Ketidakpuasan tersebut berpengaruh pada beberapa dampak psikologis seseorang, diantaranya adalah rasa keberhargaan diri, rasa tidak percaya diri, ketidakpuasan akan penampilan, kecemasan, dan trauma

    Pengembangan modul pembelajaran berbasis pengajaran positif pada mata kuliah Pengembangan Diri

    Get PDF
    Building positive teaching is paramount to increasing learning effectiveness, especially for new students. Students face many problems transitioning from high school to the university (e.g., boredom, low motivation, adaptation process, etc.). Self-Development Courses using project-based learning and positive teaching can become the answer to these challenges. This research aims to develop a Self-Development course module based on the positive teaching paradigm. We employed the research and development approach by defining, designing, and developing the course module. We planned the course activities based on the semester’s learning plan (e.g., self-introduction activities and teaching contracts, “who am I,” strengths and weaknesses, teamwork, etc.). We tested the validity of the module using Aiken’s V. Aiken V results ranged from 0.58 to 0.83, meaning that each activity in the proposed module was valid. Keywords: positive teaching, student, active learning, self-developmentMengembangkan pengajaran positif (positive teaching) sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, terutama bagi siswa baru. Siswa menghadapi banyak masalah transisi dari Sekolah Menengah Atas (SMA) ke Universitas (misalnya, kebosanan, motivasi rendah, proses adaptasi, dll). Mata kuliah Pengembangan Diri dengan memanfaatkan project-based learning dan pengajaran positif dapat menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah modul mata kuliah Pengembangan Diri berdasarkan paradigma pengajaran positif. Kami menggunakan pendekatan research and development dengan mengikuti tahapan pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Kami merancang kegiatan-kegiatan di dalam modul berdasarkan rencana pembelajaran semester (mis., kegiatan pengenalan diri dan kontrak kuliah, “who am I”, strengths and weaknesses, kerja sama di dalam tim, dll.). Kami menguji validitas modul menggunakan Aiken’s V. Hasil Aiken V berkisar antara 0,58 sampai 0,83; yang berarti bahwa setiap kegiatan dalam modul yang kami aju valid. Kata kunci: pembelajaran positif, mahasiswa, pembelajaran aktif, pengembangan dir

    Pengantar editorial MediaPsi 8(2) 2022

    Get PDF
    This introductory section summarizes the contributions in this edition of MediaPsi. The first article discusses the benefits of interpersonal psychotherapy in reducing depression. The subsequent paper provides an overview of the development of cognitive function in preschool children during the Covid-19 pandemic. The third article enhances educators\u27 awareness of the importance of developing positive teaching to increase learning effectiveness. The fourth contribution encourages fathers in Indonesia to be more involved in child-rearing. The final contribution discusses how logotherapy can help promote positive self-esteem. Keywords: interpersonal psychotherapy, cognitive functioning, positive teaching, father involvement, logotherapyBagian pendahuluan ini merangkum kontribusi dalam MediaPsi edisi ini. Artikel pertama membahas manfaat psikoterapi interpersonal dalam mengurangi depresi. Makalah selanjutnya memberikan gambaran tentang perkembangan fungsi kognitif pada anak prasekolah selama pandemi Covid-19. Artikel ketiga meningkatkan kesadaran pendidik akan pentingnya mengembangkan pengajaran positif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kontribusi keempat mendorong para ayah di Indonesia untuk lebih terlibat dalam pengasuhan anak. Kontribusi terakhir membahas bagaimana logoterapi dapat membantu mempromosikan harga diri yang positif.   Kata kunci: psikoterapi interpersonal, fungsi kognitif, pengajaran positif, keterlibatan ayah, logoterap

    Pelatihan Pengenalan Diri untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Siswa SMP LB YPAC Semolowaru

    No full text
    Adolescent students who have a physical disability oftentimes have difficulty to be able to accept themselves. This problem may then hinder adolescent students to see objectively their strengths and potentials. Through an experiment with a one-group pretest-posttest design, this study aimed to examine the effect of self-disclosure training on the self-acceptance of adolescent students with cerebral palsy. Participants were four adolescent students from ages 14 to 16 with cerebral palsy, who were selected based on purposive sampling. The results showed that self-disclosure training significantly increased self-acceptance. Self-disclosure training is thus an effective intervention in promoting the self-acceptance of adolescent students with cerebral palsy. This finding implies that, regardless of their physical deficiencies, it is important for adolescent students to realize and appreciate the strengths and weaknesses they have.  Siswa remaja yang memiliki kekurangan fisik seringkali mengalami kesulitan untuk mampu menerima diri mereka. Kesulitan dalam menerima keadaan diri sendiri ini selanjutnya bisa menjadi penghambat siswa remaja dalam melihat secara objektif kelebihan-kelebihan dan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Melalui eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan pengenalan diri terhadap penerimaan diri siswa remaja yang mengalami cerebral palsy. Subjek penelitian ini berjumlah empat siswa remaja dengan rentang usia 14-16 tahun yang mengalami cerebral palsy, yang diseleksi atas dasar purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pengenalan diri berpengaruh signifikan dalam meningkatkan penerimaan diri subjek penelitian. Pelatihan pengenalan diri dengan demikian merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan penerimaan diri siswa remaja dengan cerebral palsy. Implikasinya, terlepas dari adanya kekurangan fisik yang mereka alami, adalah hal penting bagi siswa remaja untuk menyadari dan menghargai kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan pengenalan diri terhadap penerimaan diri siswa SMP LB YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Semolowaru. Berdasarkan data awal yang dilakukan oleh peneliti, beberapa siswa di yayasan tersebut masih lebih terfokus pada kelemahan mereka, masih belum bisa mengenal kekuatan dirinya, serta belum mampu mengeksplorasi kelebihan-kelebihannya. Hal ini berkaitan dengan penerimaan diri, yang berhubungan dengan keterbatasan yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling. Subjek penelitian ini berjumlah empat orang  remaja dengan rentang usia 14-16 tahun yang mengalami cerebral palsy. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala penerimaan diri yang dikembangkan oleh Ryff (1989). Teknik analisa data menggunakan teknik non parametrik, yakni wilcoxon signed rank test. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan pengenalanan diri terhadap penerimaan diri siswa (0.046 < 0.05).  Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pelatihan pengenalan diri memberikan efek yang besar dalam meningkatkan penerimaan diri subjek penelitian (effect size = 0.17). Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan pengenalan diri merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan penerimaan diri subjek penelitian

    Efektivitas Musik Terapi Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur: Studi Meta analisis

    Get PDF
    Sleep constitutes a basic need that determines human physical and psychological health, which makes identifying and examining factors that contribute to the improvement of sleep quality an important research step. To this end, this research aimed to empirically test how much music therapy has a significant effect on improving sleep quality. Using meta-analysis, we collected data from 14 international research literature reviews that involved 720 participants in total. Data were analyzed based on the mean (M), standard deviation (SD), and the number of participants (n). The results revealed the effectiveness of music therapy in improving sleep quality, as can be seen on the effect size hedges\u27 g of 0.89 obtained from the random-effects model with an I² (inconsistency) value of 94%. What can be derived from this finding is that music therapy is an effective intervention technique to improve sleep quality.Tidur merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kesehatan fisik maupun psikologis manusia, yang membuat identifikasi dan pengujian faktor-faktor yang bisa meningkat kualitasnya menjadi langkah penelitian yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana musik terapi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur. Menggunakan meta analisis, penelitian ini mengumpulkan data berupa 14 kajian literatur yang dipublikasikan di jurnal international yang secara keseluruhan melibatkan 720 partisipan. Data dianalisis atas dasar nilai rata-rata (M), deviasi standar (SD), dan jumlah partisipan (n). Hasil menunjukkan efektivitas terapi musik dalam meningkatkan kualitas tidur, sebagaimana bisa diketahui atas dasar effect size hedges’ g yang diperoleh dari random effect model sebesar 0.89  dengan nilai I² (inconsistency) sebesar 94%. Pemberian musik terapi dengan demikian merupakan salah satu teknik intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.Pada penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas musik terapi untuk meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan meta analisis melalui analisis empat belas kajian literatur penelitian international dengan melibatkan 720 partisipan. Berdasarkan pengolahan data telah didapatkan nilai rata-rata (mean), Standar Deviasi, dan nilai n, dapat diketahui hasil effect size hedges’ g yang diperoleh dari random effect model = 0.89 (95% Cl = 0.224 sampai dengan 1.549, dan nilai p-value = 0.008723) dengan nilai I² (inconsistency) = 93.89% . Berdasarkan hasil meta analisis dapat mengindikasikan bahwa pemberian musik terapi merupakan salah satu teknik pemberian intervensi yang efektif, hal tersebut karena memiliki efektivitas yang tinggi untuk intervensi pada meningkatkan kualitas tidurKata kunci:    Terapi Musik, Kualitas Tidu

    105

    full texts

    152

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MEDIAPSI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇