Rumah Jurnal Kampus Melayu
Not a member yet
593 research outputs found
Sort by
Implementasi Bangunan Ekonomi Islam pada Produk Pembiayaan Mudharabah di Bank Syariah
Shariah banking has had a strong legal law in the presence of shariah banking Act number 21 of 2008. The presence of shariah banking in Indonesia are increasingly in demand by the public. Currently the market share of shariah banking has translucent 5%, and the asset side continues to rise well. Shariah banking attached profit and loss sharing system, only financing products in shariah banking still dominated by the sale and purchase murabahah financing. Murabahah financing accounted for 60, 725%. While the contract for the results contribute only 39.275%. Shariah banking are part of Islamic economics can not be separated, so that all the products of shariah banking should be in line with the concept of building an Islamic economy. The aim of research to determine the development of financing in shariah banking and Islamic economics implemtasi building on the product of financing in shariah banking. The results of this paper shows the development of financing products in the development of shariah banking was minimal. With an average growth of only about 3,326%. Thus need support in order to continue to be developed. Products of financing has fulfilled the concept of building an Islamic economy, only one thing that does not fit that assurance requirements specified on the product of financing in Islamic banks, is considered unfair to customers funds.[Perbankan syariah telah memiliki payung hukum yang kuat dengan hadirnya UU perbankan syariah nomor 21 tahun 2008. Keberadaan bank syariah di indonesia makin diminati oleh masyarkat. Saat ini pangsa pasar bank syariah telah tembus 5 %, dan sisi aset terus meningkat dengan baik. Bank syariah melekat dengan sistem bagi hasil, hanya saja produk pembiayaan di bank syariah masih didominasi oleh pembiayaan jual beli murabahah. Pembiayaan dengan akad murabahah berkontribusi sebesar 60, 725 %. Sedangkan akad bagi hasil hanya berkontribusi 39,275 %. Bank syariah bagian dari ekonomi islam yang tidak bisa dipisahkan, sehingga semua produk bank syariah harus sejalan dengan konsep bangunan ekonomi islam. Tujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan pembiayaan mudharabah di bank syariah dan implemtasi bangunan ekonomi islam pada produk pembiayaan mudharabah di bank syariah. Hasil dari tulisan ini menunjukkan adanya perkembangan produk pembiayaan mudharabah di bank syariah perkembangannya sangat minim. Dengan rata-rata pertumbuhan hanya sekitar 3,326 %. Sehingga butuh dukungan agar terus dikembangkan. Produk pembiayaan mudharabah telah memenuhi konsep bangunan ekonomi islam, hanya saja ada satu hal yang tidak sesuai yaitu persyaratan jaminan yang ditetapkan pada produk pembiayaan mudharabah di bank syariah, dianggap tidak adil bagi nasabah pengelolah dana.
Urgensi Inovasi Pendidikan Islam: Menyatukan Dikotomi Pendidikan
Education is one of the most important factors in the development efforts undertaken by a government. Because education is an effort to develop human potencies of learners in the form of physic, creativity and initiative for those potencies to be real and functioned for life. History records that a country having high attentions to education will develop higher compared to that of which does not. However, high attention from government is not merely enough; therefore practitioners and academics should strive to create relentless innovations in managing and developing education to improve the quality of education which aims at educating nations and establishing competitive and dignified human beings
Bimbingan Spiritual bagi Jamaah Santri Luwung
This qualitative research is about the phenomenon of contemporary religious life marked by the emergence of new religious movements. This religious phenomenon pared in three ways data collection techniques are observation, interview, and documentation which is analyzed with an interactive analysis model. Pasujudan Santri Luwung Padepokan Bumi Arum is growing rapidly in the regency of Sragen, the province of Central Java, when explored in depth, their teaching is kejawen meeting with Islam. This teaching as a new religious movement phenomenon, able to give a touch of social reality for member of Santri Luwung through spiritual guidance in a wide range of religious activities, namely in da>wah programs, social, educational, health, economics, and the arts.[Penelitian kualitatif ini membahas tentang fenomena kehidupan beragama kontemporer yang ditandai dengan munculnya gerakan agama baru atau lebih sering disebut sebagai new religious movements. Fenomena keagamaan ini dikupas melalui tiga cara teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisa dengan model analisis interaktif. Pasujudan Santri Luwung Padepokan Bumi Arum yang ajarannya berkembang pesat di Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah, bila ditelaah secara mendalam, ajarannya merupakan pertemuan kejawen dengan Islam. Ajaran ini sebagai fenomena new religious movement, mampu memberikan sentuhan realitas sosial bagi jamaah Santri Luwung melalui bimbingan spiritual di berbagai macam aktifitas keagamaan, yaitu dalam program dakwah, sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesenian.
Kepemimpinan Sekolah Islam Terpadu di Minoritas Muslim Papua Barat
One of obstacle to enjoy ideal Islamic education in the minority Muslim region is there is no excellent educational institution is running in the area. Therefore, some Muslim family should send their children to study outside the city. Unfortunately, not every family could reach the way. One of the initiative to establish Islamic education which to convey integrated education was in Sorong city of West Papua. The case study was conducted in SDIT Al-Izzah, Sorong. Non-participant observation and in-depth interview were conducted to collect data. The primary school was started on 2006. The program is similar with other national school of the nation. In addition, religious subjects were integrated to the curriculum in enhancing Muslim understanding. They launched Quranic Based Green School. This program to accelerate school program with Quranic values rooted. Moreover, the school was supported through leadership and team work. The team work conserve the program from side to side and maintain from the concept to the program. Finally, this paper concludes that Muslim minority enjoy the opportunity to launched educational institution. They have a wide range chance in educating Muslim society. Nowadays, the school lengthens to the senior high school after a countless successful development
Nasionalisme Keagamaan dalam Bina Damai Terorisme
Tulisan ini membuktikan bahwa bina damai terorisme yang dilakukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan di luar Lapas dapat berjalan baik dengan pendekatan nasionalisme keagamaan. Keberhasilan strategi bina damai ditandai kesediaan narapidana terorisme bekerjasama dengan pemerintah untuk memberi informasi jaringan dan kepatuhan terhadap Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Tulisan ini menggunakan pendekatan teori konflik dan teori identitas sosial dalam menganalisis pelaku tindak pidana terorisme dan masyarakat partisipan. Pelaku teror merupakan kelompok minoritas yang mengalami kekecewaan akibat tidak terakomodir kepentingannya
Malay Culture History in the Shots Sharia
“Unknown, therefore unloved”, “Tak Tak Cinta Sayang So”. This phrase became the basis of the author writing a paper about getting to know the culture of the nation itself, especially the Malay culture. Similarly, many generation who do not know even forgetting the culture of his own people. Therefore, this paper tries to remind us all, especially the generation now to get closer to culture. The results showed that the cultured, then someone will come appreciate what has been championed by the heroes and parents earlier. And with the memory of its own culture, customs realize meaningfully participate in accordance with the guidance of the Shari’ah. As the saying goes, “Indigenous jointed Personality Personality” jointed ‘Book of Allah’. Hopefully this article provides benefits to the reader as well
Menggagas Pengembangan Pendidikan Agama Islam Multikultural di Madrasah dan Sekolah Umum
Pendidikan agama Islam (PAI) di madrasah dan sekolah umum hingga saat ini masih cenderung diajarkan untuk memperkuat keimanan tanpa dibarengi dengan kesadaran berdialog dengan komunitas, madzhab dan aliran keagamaan lainnya. Hal tersebut menyebabkan PAI hanya menciptakan sikap eksklusif dan tidak toleran. Padahal seharusnya PAI perlu membangun nilai-nilai yang menciptakan generasi masa depan agar menjadi lebih bersikap toleran, terbuka dan aktif dalam masyarakat yang penuh keberagaman. Pendidikan agama Islam (PAI) semacam itu harus dikembangkan dengan muatan nilai-nilai pendidikan multikultural. Tulisan ini bertujuan untuk menggagas pengembangan pendidikan agama Islam multikultural di madrasah dan sekolah umum. Dalam penelitian ini digunakan studi kepustakaan dalam pengumpulan datanya. Sedangkan teknik analisa datanya menggunakan content analisis dengan memilah-milah data selanjutnya mengelompokkan data yang sejenis lalu menganalisis isinya sesuai dengan tujuan studi. Temuan dalam studi ini adalah pengembangan pendidikan agama Islam multikultural dapat dilakukan dengan mempertimbangkan; (1) prinsip pendidikan multikultural dan PAI; (2) penekanan nilai multikultural dalam PAI; dan (3) pentingnya peran guru PAI dan lembaga pendidikan. Dengan pengembangan pendidikan agama Islam multikultural tersebut dirasakan akan mampu menjadi sebuah sarana dalam membangun peradaban yang lebih substantive, kontekstual, positif dan lebih aktif sosial dalam negara Indonesia yang penuh keragaman
The Doctrine of Khiyar al-Ayb in Protecting the Customer’s Rights
Khiyar is a theory of option in Islamic Law of Mu`amalat which made upon protecting the right of related parties in transaction. While, Khiyar Al-`Ayb is one of the components which highlights the caption on option due to defects which give the party at the deficient place or buyers an option to not obliged to the contract as might cause an offend or oppress to them. It is deemed as an important provision to enclose together in the contract term to exercise the Khiyar Al-‘Ayb as the natural right of the buying party. This paper attempts to address challenges endure and its prospects through this doctrine of option in realizing it in today immense transaction. Furthermore, there are some example cases in the real practice which before and after the practicing of Khiyar Al-`Ayb in the stipulated contract terms and condition
Hukum Waris Islam Berbasis Gender
This paper examines the Islamic inheritance laws are examined directly and through fundamental expression directly from the holy texts as agreed upon its existence anyway. It is manifest from the document text and the arrangement has gained a high priority in his role as the fundamental principles of phenomena. Therefore it is not a surprise if inheritance is one of the aspects that are regulated in such a detailed and systematic in Islamic law. This interesting and important aspect is not simply an arrangement of the complexity of the transition between generations of wealth itself, but also concerning the status and rights of women in it vis a vis the position and rights of men. Inheritance is essentially an integral part of the law, while the law is part of the principal aspects of Islamic teachings. Therefore, in the law of inheritance which is actualized in the Qur’an, then its existence should be elaborated in the form of faktualnya practice. In this case the implementation of the law of inheritance should be visible within the family system in force in the community. From the whole of the law, then the law of marriage and the kewarisanlah define and reflect the prevailing family system in the community.[Tulisan ini mengkaji tentang hukum kewarisan Islam yang dikaji secara langsung dan mendasar melalui ekspresi secara langsung dari teks-teks suci sebagaimana pula yang telah disepakati keberadaannya. Ia manifes dari rangkaian teks dokumen suci dan telah memperoleh prioritas yang tinggi dalam keterlibatannya sebagai fenomena prinsip yang fundamental. Oleh karena itu bukan merupakan suatu hal yang mengejutkan jika pewarisan menjadi salah satu aspek yang diatur sedemikian rinci dan sistematis dalam hukum Islam. Aspek ini menarik dan penting bukan semata adanya pengaturan kompleksitas peralihan kekayaan antar generasi itu sendiri, tetapi juga menyangkut kedudukan dan hak-hak perempuan di dalamnya vis a vis kedudukan dan hak laki-laki. Kewarisan pada dasarnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hukum, sedangkan hukum adalah bagian dari aspek ajaran Islam yang pokok. Oleh karena itu, dalam mengaktualisasikan hukum kewarisan yang terdapat dalam Al-Qur’an, maka eksistensinya harus dijabarkan dalam bentuk praktek faktualnya. Dalam hal ini pelaksanaan hukum kewarisan harus kelihatan dalam sistem kekeluargaan yang berlaku dalam masyarakat. Dari seluruh hukum, maka hukum perkawinan dan kewarisanlah yang menentukan dan mencerminkan sistem kekeluargaan yang berlaku dalam masyarakat.
Nilai-Nilai Pendidikan dalam Tradisi Pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis dan Implikasinya dalam Kehidupan Modern
Kabupaten Bengkalis secara formal masih melaksanakan tradisi pernikahan Melayu yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan penutup. Hasil penelitian ini antara lain adalah: pertama nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis adalah nilai keimanan, nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, nilai akhlak dan nilai sosial. Kedua faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi nilai-nilai pendidikan dalam tradisi pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis adalah faktor adat istiadat, faktor lingkungan dan faktor ekonomi. Sedangkan ketiga bentuk-bentuk implikasi dari pernikahan Melayu di Kabupaten Bengkalis antara lain adalah aspek budaya, berkembangnya ilmu dan teknologi serta aspek moral dan etika