Rumah Jurnal Kampus Melayu
Not a member yet
593 research outputs found
Sort by
Menuju Dewasa Yang Produktif Dan Berkarakter: Upaya Orang Tua Dalam Membina Karakter Anak Pada Usia Remaja Awal
Viewed from the behavioral aspect, adolescence is an age where there will be many rapid changes, especially early adolescence. This age is the beginning of the child towards adulthood, so the child is still counted as very labile in solving every problem that occurs at his age. So that the role of parents is needed significantly in fostering children in early adolescence so that later children are able to become productive and characterful adults. The method used in this research is a literature review (library research) by collecting reference sources related to the title of the study. From this study, it can be concluded that there are several important roles that become parents' efforts in educating children in early adolescence, namely by being a good role model to children, rewarding achievements and giving appropriate punishment if children make mistakes, communicating well openly and applying good habits in the family environment.
Keywords: parents, character, early adolescenceDilihat dari aspek tingkah laku, remaja merupakan usia dimana akan terjadinya banyak perubahan secara pesat terutama usia remaja awal. Usia ini menjadi masa awal anak menuju masa dewasa, sehingga anak masih dihitung sangat labil dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di usia nya. Sehingga diperlukan peran orang tua secara signifikan dalam membina anak di usia remaja awal agar kelak anak mampu menjadi dewasa yang produktif dan berkarakter. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kajian pustaka (library research) dengan mengumpulkan sumber-sumber referensi terkait dengan judul penelitian. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada beberapa peran penting yang menjadi upaya orang tua dalam mendidik anak di usia remaja awal yaitu dengan menjadi tauladan yang baik kepada anak, memberikan penghargaan atas prestasi yang dicapai dan memberikan hukuman yang sewajarnya apabila anak melakukan kesalahan, melakukan komunikasi yang baik secara terbuka dan menerapkan kebiasaan yang baik dalam lingkungan keluarga.
Kata kunci: orang tua, karakter, remaja awa
Analisis Peran dan Fungsi Bhabinkamtibmas Ditinjau dari Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2015 di Kabupaten Bengkalis
Indonesia adalah negara hukum, sebagaimana tertuang dalam Konstitusi yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hukum yang mempunyai arti penting dalam setiap aspek kehidupan, pedoman dalam tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan manusia yang lain dan hukum yang mengatur segala kehidupan masyarakat Indonesia selain adanya norma-norma yang lain. Kehendak masyarakat dalam memperoleh keadilan terkadang bersebrangan dengan sistem hukum yang berlaku. Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang disingkat Bhabinkamtibmas adalah petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia yang bertugas di tingkat desa / kelurahan mengemban fungsi prevemtif dan bermitra dengan masyarakat. Dalam Peraturan Kapolri nomor 3 tahun 2015 tentang pemolisian masyarakat. Permasalahan penelitian ini bagaimana peran dan fungsi, serta Apa faktor kendala Bhabinkamtibmas melaksanakan peran dan fungsi nya. Adapun Tujuan penelitian yang ingin dicapai untuk mengetahui peran dan fungsi, serta faktor kendala melaksanakan tupoksi Bhabinkamtibmas. kajian teoritis penelitian ini Negara Hukum, Teori Lembaga Negara, Teori Tugas dan Wewenang Bhabinkamtibmas. Metode penelitian Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, Pendekatan adalah pendekatan yang dilakukan dengan melalui penelahanan-penelaahan terhadap teori-teori, konsep-konsep, pandangan-pandangan, serta aspek-aspek yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Setelah mengumpulkan dan pengolahan selesai kemudian dilakukan analisis secara kualitatif dengan pendekatan yurudis normatif, yaitu dengan menguraikan semua hasil penelitian yang diperoleh dari data lapangan, menurut sifat gejala dan peristiwa hukum yang berlaku yang ditautkan dengan teori-teori ilmu hukum, kemudian diambil kesimpulan secara induktif. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa peranan Bhabinkamtibmas dalamTupoksi nya sudah baik, meskipun ada beberapa yang menjadi kendala seperti sumberdaya Manusia, komunikasi dan insfratuktur
CHARACTER FORMATION THROUGH AQIDAH AKHLAK MAPEL IN MI AR-RUHAMA, KARDULUK PRAGAAN VILLAGE, SUMENEP
Character building is a process of understanding the relationships experienced by every human being such as relationships with fellow human beings, God, and the environment. Philosopher Aristotle said that the progress of a nation is determined by 2 things, as: thought and character. This research is affirmed by field research study with a qualitative descriptive type. The methods used are observation methods, interview methods, and documentation methods. Data analysis includes data reduction, data presentation, data analysis. The results of this research showed that the teachers of moral faith at the school had implemented learning using a scientific approach.Pembentukan karakter adalah merupakan suatu proses pemahaman dari hubungan yang dialami setiap manusia, yaitu hubungan dengan diri sendiri, dengan lingkungan, dan dengan Allah. Ahli filsuf Aristoteles dan Danang mengatakan bahwa kemajuan bangsa di tentukan oleh dua hal yaitu: 1) Pemikiran dan 2) Karakter. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan dengan jenis metode studi kasus. Adapun metode yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Analisis data yang yng digunakan peneliti adalah reduksi data, penyajian data, menganalisa data. Hasil penelitian adalah . Guru Aqidah Akhlak di sekolah tersebut pelaksanaan pembelajaran guru disana sudah memakai pendekatan saintifik (scientific)
Kurikulum Pendidikan di Indonesia dan Jepang: Sebuah Analisis Komperatif
Japan is recognized as having a superior education system in the world because of its complete facilities and competent human resources. Developing countries often point to Japan as an example for raising educational standards. This research aims to determine the comparison of educational curricula in Indonesia and Japan. The method used in this research is Literature Review, namely by conducting research on scientific articles, books and other sources that are relevant to certain problems, research fields, or theory, as well as several other documents that have been published. The results of this research are: 1) The level of education in Japan is the same as in Indonesia, consisting of nine years of basic education (primary school and junior high school), three years of senior high school (general and vocational tracks), and higher education, 2) The Japanese curriculum is revised every ten years, while the Indonesian curriculum is revised every time there is a change in leadership. 3) The general aim of education in Japan is similar to that in Indonesia, namely developing the potential of students. Japan's goals are more specific and include various characteristics that Japanese children must have. 4) The subjects taught in elementary school classes in Japan and Indonesia have significant differences, especially in terms of language and the variety of lessons taught. Apart from that, the learning approaches and curricula in the two countries also show striking differences, with different emphasis on language and certain skills. 5) The Indonesian curriculum adopts scientific methods and a project-based learning approach with teachers as facilitators, while the Japanese curriculum uses lesson study. with an open approach and problem solving, where the teacher acts as a facilitator with the principle that children must understand, can, and the class must be fun, 6) Both Indonesia and Japan do not apply the National Examination (UN) in assessment.Jepang diakui memiliki sistem pendidikan unggul di dunia karena fasilitas yang lengkap dan sumber daya manusia yang kompeten. Negara berkembang sering mengacu pada Jepang sebagai contoh untuk meningkatkan standar pendidikan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kurikulum pendidikan di Indonesia dan Jepang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review (kajian kepustakaan), yaitu dengan melakukan penelitian terhadap artikel ilmiah, buku, dan sumber lain yang relevan dengan masalah tertentu, bidang penelitian, atau teori, serta beberapa dokumen lain yang telah dipublikasikan. Hasil dari penelitian ini adalah : 1) Jenjang pendidikan di Jepang sama dengan di Indonesia, terdiri dari pendidikan dasar sembilan tahun (sekolah dasar dan sekolah menengah pertama), sekolah menengah atas tiga tahun (jalur umum dan kejuruan), dan pendidikan tinggi, 2) Kurikulum Jepang direvisi setiap sepuluh tahun sekali, sedangkan kurikulum Indonesia direvisi setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan, 3) Tujuan umum pendidikan di Jepang serupa dengan di Indonesia, yaitu mengembangkan potensi peserta didik. Tujuan Jepang lebih spesifik dan mencakup berbagai karakteristik yang harus dimiliki anak-anak Jepang, 4) Mata pelajaran yang diajarkan di kelas SD di Jepang dan Indonesia memiliki perbedaan signifikan, terutama dalam hal bahasa dan variasi pelajaran yang diajarkan. Selain itu, pendekatan pembelajaran dan kurikulum di kedua negara juga menunjukkan perbedaan yang mencolok, dengan penekanan yang berbeda pada bahasa dan keterampilan tertentu, 5) Kurikulum Indonesia mengadopsi metode saintifik dan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dengan guru sebagai fasilitator, sementara kurikulum di Jepang menggunakan Lesson Study dengan pendekatan terbuka dan pemecahan masalah, di mana guru berperan sebagai fasilitator dengan prinsip anak harus mengerti, bisa, dan kelas harus menyenangkan, 6) Baik di Indonesia maupun jepang sama-sama tidak menerapkan Ujian Nasional (UN) dalam penilaian.
The Covid-19 Pandemic and its Influence on Murabahah Financing in Indonesian Islamic Banking
In 2019, people around the world, especially in Indonesia, were shocked by the disaster of a pandemic, where this pandemic is an epidemic that spreads, an example of a disease that has become a pandemic is coronavirus disease 2019 (covid-19). This pandemic is a disease that everyone must be very aware of because this disease spreads unnoticed. The impact of this pandemic has great potential for the economic and financial sectors, especially in the banking world, where in a pandemic like this to seek additional capital, it is large companies that can provide loans or financing, such as Islamic banks with all the products provided in these banks. one of them is murabahah financing which is very suitable for those who want to open a business but do not yet have additional capital, this tendency is for murabahah financing, the risk of financing is smaller, the margins are lower, and the administrative costs are also low. This study uses the literature study method by obtaining and collecting data from various previous studies related to the effect of the pandemic on Murabaha financing in Islamic banks. The research method used is literature study, and data collection uses the library study method. For this reason, the authors recommend improving strategies for the risks faced by Islamic banks, especially during a pandemic like this, and making the best possible use of the products owned by the banks themselves and developing them to improve the quality of Islamic banks themselves
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Muslim Dalam Berwakaf Uang Di Kota Jambi
Didalam islam terdapat beberapa bentuk lembaga yang salah satunya diharapkan mampu menunjang kesejahteraan sosial ekonomi yaitu wakaf. Selama ini masyarakat hanya mengenal wakaf dalam bentuk tanah dan bangunan. Sedangkan wakaf berbentuk uang belum tersosialisasikan dengan baik. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai berwakaf uang mengakibatkan sedikitnya masyarakat yang berpatisipasi dalam wakaf uang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh persepsi, akses media informasi, pendapatan, pendidikan, dan religiusitas terhadap minat masyarakat muslim dalam berwakaf uang di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang diperoleh dari kuesioner yang telah di sebarkan kepada masyarakat muslim di Kota Jambi yang berjumlah 100 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat muslim dalam berwakaf uang di Kota Jambi; (2) akses media informasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat masyarakat muslim dalam berwakaf uang di Kota Jambi ; (3) pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat muslim dalam berwakaf uang di Kota Jambi; (4) pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat muslim dalam berwakaf uang di Kota Jambi; (5) religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat masyarakat muslim dalam berwakaf uang di Kota Jambi. Kesimpulan dari penelitian ini dilihat dari tabel koefisien determinasi nilai R Square sebesar 0,708 atau 70,8% yang berarti persepsi, akses media informasi, pendapatan, pendidikan, dan religiusitas berpengaruh sebesar 70,8% terhadap minat berwakaf uang di Kota Jambi, sedangkan 29,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini
Pengaruh Likuiditas, Leverage dan Profitabilitas terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan Manufaktur (Jakarta Islamic Index 2019-2023)
Kebijakan dividen adalah keputusan yang menentukan apakah laba perusahaan akan dibagikan kepada investor sebagai dividen atau akan ditahan sebagai laba ditahan untuk mendukung investasi di masa depan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh likuiditas, leverage dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 sampel perusahaan dengan periode waktu selama 5 tahun yaitu 60 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial likuiditas dan leverage tidak berpengaruh signifikan sedangkan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen. Secara simultan bahwa variabel likuiditas, leverage dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel likuiditas, leverage dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen memberikan pengaruh sebesar 29.1% dan sisanya sebesar 70.9% dipengaruhi variabel lain diluar penelitian ini
Pengaruh Faktor UMR, Tingkat Inflasi dan Pengeluaran Per Kapita terhadap Tingkat Kemiskinan di Kota Jambi
Penelitian ini berjudul Pengaruh Faktor UMR, Tingkat Inflasi Dan Pengeluaran Per Kapita Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kota Jambi. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk menjelaskan pengaruh secara parsial UMR, tingkat inflasi dan pengeluaran per kapita terhadap tingkat kemiskinan masyarakat Kota Jambi. 2) Untuk menjelaskan pengaruh secara simultan UMR, tingkat inflasi dan pengeluaran per kapita terhadap tingkat kemiskinan masyarakat Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah: 1) Dari hasil uji regresi ditemukan bahwa secara parsial UMR tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan di Kota Jambi. 2) Dari hasil uji regresi ditemukan bahwa secara parsial Inflasi berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan di Kota Jambi. 3) Dari hasil uji regresi ditemukan bahwa secara parsial Pengeluaran Per Kapita tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan di Kota Jambi. 4) Secara simultan, UMR, Inflasi dan Pengeluaran Per Kapita berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan di Kota Jambi
Hubungan MSDM Dengan Kinerja Lembaga Dakwah
Dakwah adalah proses menuntut tindakan dan usaha terhadap perubahan perilaku manusia, termasuk mental dan sosial terhadap ajarah Allah SWT. Mencoba menyampaikan ajaran Islam sampai pusat kehidupan manusia adalah usaha dakwah dimanapun dan kapanpun umat Islam perlu mengalaminya. Upaya peningkatan kualitas aktivitas dakwah sangat berkaitan dengan upaya perbaikan seluruh komponen terlibat dalam kegiatan dakwah, yaitu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya. Salah satu peluang dakwah yang paling penting untuk ditangani dengan benar adalah sumbernya kekuatan da’i. Manajemen da’i secara alami mengambil bentuk peningkatan kualitas yang berkelanjutan dalam hal konsep teoritis dan manajemen praktis. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif. Menurut John W. Cresswell mengatakan penelitian kualitatif adalah metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang dipegang oleh banyak orang atau kelompok orang bersumber dari masalah sosial atau kemanusiaan. Hasil menunjukkan bahwa da’i dan lembaga dakwah merupakan satu kesatuan yang tidak pernah dapat dipisahkan dengan berbagai program yang ditawarkan oleh da'i kepada masyarakat untuk memajukan lembaga dakwah serta meningkatkan kinerja lembaga dakwah. Kemudian SDM sebagai tolok ukur berdirinya lembaga dakwah, melalui SDM yang terpilih guna ditempatkan ditempat yang sesuai
Peran instagram sebagai media dakwah bagi mahasiswa jurusan dakwah dan komunikasi islam stain bengkalis: Peran instagram sebagai media dakwah bagi mahasiswa jurusan dakwah dan komunikasi islam STAIN Bengkalis
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Peran Instagram sebagai media dakwah di kalangan mahasiswa. Serta untuk mengetahui apa faktor penghambat media dakwah di kalangan mahasiswa Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam dalam memposting konten Dakwah di Instagram yang Berkontenkan Dakwah menggunakan Media Instagram. Jenis penelitian ini adalah Deskrptif Kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampling Jenuh dimana jumlah sampel yang menjadi informan berjumlah 28 orang. Adapun teknik pengumpulan data menggunakanwawancaradandokumentasi.Waktu penelitian3bulan,makaSelanjutnya peneliti mengumpulkan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian peran Instagram adalah sebagai tempat penyebaran informasi, memperkuat eksitensi informasi, dan sebagai penghibur. Kemudian, terdapat pada mahasiswa sangat minim melakukan penyebaran dakwah melalui Media Sosial Instagram. Di lihat dari 28 orang yang mempunyai akunInstagram dakwah hanya 39,3 persen atau 11 orang mahasiswa yang Aktif dalam berdakwah menggunakan Akun Instagram. Selain itu, terdapat beberapa Mahasiswa yang mempunyai akun Instagram dakwah, sebagai formalitas dalam perkuliahan. Akun Instagram dakwah yangdimiliki hanya sebagai pelengkap perkuliahan. Adapun faktor penghambat dalam penggunaan akun Instagram dalam menyampaikan konten-konten dakwah ke media sosial Instagram, kurangnya ide-ide kreatif dalam pembuatan konten dakwah, faktor kesetabilan jaringan dankouta internet, kemudian faktor penghambat bagi da‟i sebagai pelaku dakwah adalah menyampaikan pesan dakwah. Seorang da‟i tidakmemiliki konsistensi dalam melaksanakan aktivitas dakwah.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Peran Instagram sebagai media dakwah di kalangan
mahasiswa. Serta untuk mengetahui apa faktor penghambat media dakwah di kalangan
mahasiswa Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam dalam memposting konten Dakwah di
Instagram yang Berkontenkan Dakwah menggunakan Media Instagram. Jenis penelitian ini
adalah Deskrptif Kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampling Jenuh dimana
jumlah sampel yang menjadi informan berjumlah 28 orang. Adapun teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara dan dokumentasi. Waktu penelitian 3 bulan, maka Selanjutnya peneliti
mengumpulkan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian peran
Instagram adalah sebagai tempat penyebaran informasi, memperkuat eksitensi informasi, dan
sebagai penghibur. Kemudian, terdapat pada mahasiswa sangat minim melakukan penyebaran
dakwah melalui Media Sosial Instagram. Di lihat dari 28 orang yang mempunyai akun
Instagram dakwah hanya 39,3 persen atau 11 orang mahasiswa yang Aktif dalam berdakwah
menggunakan Akun Instagram. Selain itu, terdapat beberapa Mahasiswa yang mempunyai akun
Instagram dakwah, sebagai formalitas dalam perkuliahan. Akun Instagram dakwah yang
dimiliki hanya sebagai pelengkap perkuliahan. Adapun faktor penghambat dalam penggunaan
akun Instagram dalam menyampaikan konten-konten dakwah ke media sosial Instagram,
kurangnya ide-ide kreatif dalam pembuatan konten dakwah, faktor kesetabilan jaringan dan
kouta internet, kemudian faktor penghambat bagi da‟i sebagai pelaku dakwah adalah
menyampaikan pesan dakwah. Seorang da‟i tidak memiliki konsistensi dalam melaksanakan
aktivitas dakwah.
Kata Kunci: Peran Instagram, Media Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Peran Instagram sebagai media dakwah di kalangan mahasiswa. Serta untuk mengetahui apa faktor penghambat media dakwah di kalangan mahasiswa Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam dalam memposting konten Dakwah diInstagram yang Berkontenkan Dakwah menggunakan Media Instagram. Jenis penelitian ini adalah Deskrptif Kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampling Jenuh dimana jumlah sampel yang menjadi informan berjumlah 28 orang. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Waktu penelitian 3 bulan, maka Selanjutnya peneliti mengumpulkan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian peran Instagram adalah sebagai tempat penyebaran informasi, memperkuat eksitensi informasi, dan sebagai penghibur. Kemudian, terdapat pada mahasiswa sangat minim melakukan penyebaran dakwah melalui Media Sosial Instagram. Di lihat dari 28 orang yang mempunyai akun Instagram dakwah hanya 39,3 persen atau 11 orang mahasiswa yang Aktif dalam berdakwah menggunakan Akun Instagram. Selain itu, terdapat beberapa Mahasiswa yang mempunyai akun Instagram dakwah, sebagai formalitas dalam perkuliahan. Akun Instagram dakwah yang dimiliki hanya sebagai pelengkap perkuliahan. Adapun faktor penghambat dalam penggunaan akun Instagram dalam menyampaikan konten-konten dakwah ke media sosial Instagram, kurangnya ide-ide kreatif dalam pembuatan konten dakwah, faktor kesetabilan jaringan dan kouta internet, kemudian faktor penghambat bagi da‟i sebagai pelaku dakwah adalah menyampaikan pesan dakwah. Seorang da‟i tidak memiliki konsistensi dalam melaksanakan aktivitas dakwah.Kata Kunci: Peran Instagram, Media