Rumah Jurnal Kampus Melayu
Not a member yet
    593 research outputs found

    Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Tepuk Tepung Tawar Pada Adat Pernikahan Melayu Bengkalis

    Get PDF
    Tepuk tepung tawar is a traditional Malay wedding ceremony which aims to ask for protection and safety for the bride and groom as well as the smooth running of the event. It is important to preserve this ancestral heritage, because every material used has a deep meaning, showing the strong connection between the Malay people and nature. This research adopts descriptive qualitative methods through field research. Data was collected by direct observation, interviews, and documentation from traditional leaders in Bengkalis, in order to understand the procession and review of munakahat jurisprudence regarding this custom. As a result, plain flour pats involve the use of natural ingredients and regular traditional processes. Even though it is not in the Qur'an or hadith, the law is mubah (permissible). This is in accordance with the principle of muamalah in Islam, where everything is considered permissible as long as there are no arguments that prohibit it and it does not conflict with religious law.The tepuk tepung tawar is a traditional wedding ceremony practiced by the Malay community, aimed at seeking protection for the continuity of an event and praying for the safety of the bride and groom. The tepuk tepung tawar ceremony is a cultural heritage that has been passed down by our ancestors, and therefore, we should preserve it so that it does not disappear. Each ingredient used in the implementation of the tepuk tepung tawar has its own meaning and is interconnected with one another, demonstrating that the Malay community has a close relationship with nature and its surrounding environment. Therefore, the main issues in this research are: (1) How the process of the tepuk tepung tawar ceremony is carried out in the Malay customs of Bengkalis; (2) How the perspective of fiqh munakahat views the tepuk tepung tawar tradition in Malay Bengkalis. The type of research used is field research, which involves direct observation based on the facts occurring at the research location, as well as data obtained through interviews and documentation from cultural figures knowledgeable about tepuk tepung tawar. The method employed in this study is qualitative with a descriptive approach. The result of this research is that in the implementation of tepuk tepung tawar, there are several materials used, and these materials are sourced from nature. Furthermore, the implementation of tepuk tepung tawar consists of several sequences that must adhere to customs, as customs are in accordance with regulations. Although, fundamentally, tepuk tepung tawar is not explicitly mentioned in the Qur'an or Hadith, and there is no evidence explaining tepuk tepung tawar, the ruling on performing tepuk tepung tawar is mubah (permissible). As long as it does not contradict religion, because in the realm of muamalah, the principle of muamalah is that it is allowed until there is a provision that prohibits it. This means that everything is permissible to do until there is evidence that determines otherwise.

    Analisis Hukum Islam terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga dalam Perspektif Maqashid Syariah

    Get PDF
    Artikel ini membahas analisis hukum Islam terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan menggunakan perspektif maqashid syariah, yaitu tujuan-tujuan dasar yang ingin dicapai oleh syariah dalam kehidupan umat manusia. KDRT, sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia, bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam yang menekankan perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dengan pendekatan maqashid syariah, artikel ini mengkaji bagaimana Islam memandang KDRT sebagai ancaman terhadap keharmonisan rumah tangga dan kesejahteraan keluarga. Selain itu, artikel ini juga menyoroti pentingnya penerapan maqashid syariah dalam memberikan perlindungan terhadap korban, rehabilitasi pelaku, serta pencegahan kekerasan melalui pendidikan, mediasi, dan pembenahan sosial. Meski demikian, terdapat tantangan dalam mengintegrasikan maqashid syariah dengan hukum positif, seperti perbedaan konsep, interpretasi, serta resistensi terhadap perubahan dalam budaya sosial dan hukum. Artikel ini menyimpulkan bahwa penerapan maqashid syariah dalam penanganan KDRT dapat memberikan solusi yang lebih holistik dan berkeadilan, namun memerlukan upaya integrasi yang lebih kuat antara hukum syariah dan hukum positif untuk mewujudkan masyarakat yang aman, adil, dan harmonis

    Persepsi Masyarakat Sulawesi Selatan Terhadap Bank Syriah: Studi Kasus di Kota Makassar

    Get PDF
    Indonesia menempati urutan pertama dalam daftar negara yang mempunyai jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dengan angka persentase sebesar 87,2% atau sejumlah 229 juta penduduk yang bergama muslim. Angka tersebut menjadikan potensi bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia terbuka dengan lebar, salah satunya perbankan syariah. Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, terhadap bank syariah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber utama penelitian ini adalah data sekunder, yakni informasi yang telah dikumpulkan dan tersedia dari pihak lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Makassar secara umum mengetahui keberadaan bank syariah, namun memiliki pemahaman yang terbatas mengenai konsep, tujuan, dan produk yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat dan menawarkan solusi strategis guna meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat terhadap bank syariah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan program edukasi dan sosialisasi yang lebih efektif di masa depan

    Pengaruh Fluktuasi Harga Emas, Promosi Serta Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Nasabah dalam Memilih Produk Cicil Emas di Bank Syariah Indonesia KCP Sarolangun 1 di Kabupaten Sarolangun

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Fluktuasi Harga Emas, Promosi, serta Kualitas Pelayanan berpengaruh terhadap Keputusan Nasabah Dalam Memilih Produk Cicil Emas Di Bank Syariah Indonesia KCP Sarolangun 1. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Nasabah Produk Cicil Emas Bank Syariah Indonesia KCP Sarolangun 1, pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan sampel berjumlah 134 responden. Data penelitian diolah dengan cara penyebaran kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, uji t, uji f dan koefisien determinan (R2). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variabel Fluktuasi Harga Emas (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Nasabah dalam memilih Produk Cicil Emas di Bank Syariah Indonesia KCP Sarolangun 1, Promosi (X2) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Nasabah dalam memilih Produk Cicil Emas di Bank Syariah Indonesia KCP Sarolangun 1, serta Kualitas Pelayanan (X3) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Nasabah dalam memilih Produk Cicil Emas di Bank Syariah Indonesia KCP Sarolangun 1

    Tradisi Perahu Baganduang Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi Riau (Analisis Semiotika Roland Barthes)

    Get PDF
    Penelitian ini berangkat dari sebuah kebudayaan khas masyarakat daerah Lubuk Jambi, Provinsi Riau. Penelitian ini menjadi menarik dikarenakan kebudayaan ini terpilih menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi Riau pada tahun 2017. Tradisi parahu baganduang ini sangat dikenal oleh masyarakat Lubuk Jambi dan tetap terjaga kelestariannya. Banyak ornament dan simbol adat yang digunakan pada tradisi parahu baganduang ini, diantaranya adalah lantai dipagar danberjanur, tanduk kerbau, labu-labu, cermin, carano, tuai padi, ani-ani, payung, kubah dan bulan bintang, kain panjang berwarna-warni, marowagh, dan padi dianggik. Kesemua ornament ini tentu sarat akan makna yang menggambarkan kehidupan masyarakat Lubuk Jambi. Penelitian ini ingin melihat dan mengetahui bagaimana pelaksanaan tradisi parahu baganduang dan apa makna dibalik tanda simbol yang ada pada parahu baganduang tersebut dengan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ornament dan simbol yang ada pada tradisi parahu baganduang memiliki makna denotasi, konotasi dan mitos yang melekat. Ornament dan simbol yang digunakan menggambarkan budaya dan kehidupan masyarakat Lubuk Jambi yang sangat kental dengan keIslamannya.Penelitian ini berangkat dari sebuah kebudayaan khas masyarakat daerah Lubuk Jambi, Provinsi Riau. Penelitian ini menjadi menarik dikarenakan kebudayaan ini terpilih menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi Riau pada tahun 2017. Tradisi parahu baganduang ini sangat dikenal oleh masyarakat Lubuk Jambi dan tetap terjaga kelestariannya. Banyak ornament dan simbol adat yang digunakan pada tradisi parahu baganduang ini, diantaranya adalah lantai dipagar danberjanur, tanduk kerbau, labu-labu, cermin, carano, tuai padi, ani-ani, payung, kubah dan bulan bintang, kain panjang berwarna-warni, marowagh, dan padi dianggik. Kesemua ornament ini tentu sarat akan makna yang menggambarkan kehidupan masyarakat Lubuk Jambi. Penelitian ini ingin melihat dan mengetahui bagaimana pelaksanaan tradisi parahu baganduang dan apa makna dibalik tanda simbol yang ada pada parahu baganduang tersebut dengan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ornament dan simbol yang ada pada tradisi parahu baganduang memiliki makna denotasi, konotasi dan mitos yang melekat. Ornament dan simbol yang digunakan menggambarkan budaya dan kehidupan masyarakat Lubuk Jambi yang sangat kental dengan keIslamannya

    Konsep Pendidikan Akhlak Dalam Buku Yang “Yang Hilang Dari Kita: Akhlak” Karya M.Quraish Shihab

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi karena berkurangnya akhlak yang menjadi tuntutan di dalam hidup bersosial di masyarakat baik sesama makhluk hidup. Ada beberapa akhlak yang berkurang yaitu terjadinya tuntutan oleh anak terhadap orang tuanya, tidak akur sesama tetangga, kasus didalam rumah tangga dan masih banyak lainya. Tujuan di dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan akhlak dalam buku “yang hilang dari kita: akhlak” karya M.Qurasih Shihab dan juga untuk mengetahui akhlak apa saja yang telah hilang menurut M.Quraish Shihab. Penelitian ini bersifat (Library Research) yaitu kajian pustaka yang mengambil data-data tertulis dari berbagai literatur yang tedapat didalam perustakaan maupun media sosial. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Analisis yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan secara sitematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan bersifat populasi tertentu dengan pristiwa-pristiwa yang telah terjadi guna menemukan generalisasi-generalisasi. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwasanya konsep pendidikan akhlak yang ada didalam buku yang hilang dari kita : akhak karya M.Quraish Shihab yaitu mengajarkan kita apa itu akhlak, bagaimana penempatan akhlak yang baik dan benar. Sedangkan akhlak-akhlak yang hilang menurut M.Quraish Shihab yaitu akhlak baik, sopan santun yang dimana menjadi poin penting didalam terjadinya suatu pendidikan akhlak yang baik di lingkungan sekitar maupun antar sesama makhluk.Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi karena berkurangnya akhlak yang menjadi tuntutan di dalam hidup bersosial di masyarakat baik sesama makhluk hidup. Ada beberapa akhlak yang berkurang yaitu terjadinya tuntutan oleh anak terhadap orang tuanya, tidak akur sesama tetangga, kasus didalam rumah tangga dan masih banyak lainya. Tujuan di dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan akhlak dalam buku “yang hilang dari kita: akhlak” karya M.Qurasih Shihab dan juga untuk mengetahui akhlak apa saja yang telah hilang menurut M.Quraish Shihab. Penelitian ini bersifat (Library Research) yaitu kajian pustaka yang mengambil data-data tertulis dari berbagai literatur yang tedapat didalam perustakaan maupun media sosial. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Analisis yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan secara sitematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan bersifat populasi tertentu dengan pristiwa-pristiwa yang telah terjadi guna menemukan generalisasi-generalisasi. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwasanya konsep pendidikan akhlak yang ada didalam buku yang hilang dari kita : akhak karya M.Quraish Shihab yaitu mengajarkan kita apa itu akhlak, bagaimana penempatan akhlak yang baik dan benar. Sedangkan akhlak-akhlak yang hilang menurut M.Quraish Shihab yaitu akhlak baik, sopan santun yang dimana menjadi poin penting didalam terjadinya suatu pendidikan akhlak yang baik di lingkungan sekitar maupun antar sesama makhluk. Kata Kunci : Konsep Pendidikan Akhlak, Yang hilang Dari Kita: Akhlak

    Islamic Education Marketing Management in Review of the Al-Qur'an; Analysis of Islamic Ethics in Educational Marketing

    Get PDF
    Education marketing management is very important for the sustainability of any educational institution, especially for Islamic educational institutions. The interests and desires of consumers (society) must be prioritized in marketing management in education so that excellent service can be successful and efficient. This research aims to determine the Islamic ethical values included in educational marketing management in terms of Al-Quran verses so that it is hoped that it can increase the effectiveness of academic marketing. This type of research is qualitative, using a literature review. The data collection technique in this research was carried out by taking and reviewing literature related to the topic in the form of commentaries, books, and journal articles and combining them to reach a finding. Then the data analysis technique used to compile this research is content analysis. As a result, this research found that the Islamic ethical values used to increase the effectiveness of educational marketing are: (1) justice (just), (2) honesty (Siddiq), (3) responsibility (Amanah), (4) humility (tawadhu), and (5) patience (sabr). This research concludes that when carrying out marketing activities, you must apply ethics by Islamic ethics: justice by Surah Al-Maidah verse 9, honesty by Surah At-Taubah verse 119, responsibility by Surah Al-Anfal verse 27, humility by Surah Al-Hujurat verse 11, and patience by Surah Al-Baqarah verse 153Education marketing management is very important for the sustainability of any educational institution, especially for Islamic educational institutions. The interests and desires of consumers (society) must be prioritized in marketing management in education so that excellent service can be successful and efficient. This research aims to determine the Islamic ethical values included in educational marketing management in terms of Al-Quran verses so that it is hoped that it can increase the effectiveness of academic marketing. This type of research is qualitative, using a literature review. The data collection technique in this research was carried out by taking and reviewing literature related to the topic in the form of commentaries, books, and journal articles and combining them to reach a finding. Then the data analysis technique used to compile this research is content analysis. As a result, this research found that the Islamic ethical values used to increase the effectiveness of educational marketing are: (1) justice (just), (2) honesty (Siddiq), (3) responsibility (Amanah), (4) humility (tawadhu), and (5) patience (sabr). This research concludes that when carrying out marketing activities, you must apply ethics by Islamic ethics: justice by Surah Al-Maidah verse 9, honesty by Surah At-Taubah verse 119, responsibility by Surah Al-Anfal verse 27, humility by Surah Al-Hujurat verse 11, and patience by Surah Al-Baqarah verse 153

    Kerangka Hadits Tarbawi Dalam Pendidikan Di Era Digital

    Get PDF
    This study aims to explain hadith related to Education in the Digital Era and explain according to current conditions and their implementation. This paper uses a Qualitative Descriptive Approach. Data collection techniques carried out by collecting data through literature from journals and books The results of the study showed that; Islamic education covers all ages and its implementation is based on the Morals exemplified by the Prophet Muhammad SAWThis study aims to explain hadith related to Education in the Digital Era and explain according to current conditions and their implementation. This paper uses a Qualitative Descriptive Approach. Data collection techniques carried out by collecting data through literature from journals and books The results of the study showed that; Islamic education covers all ages and its implementation is based on the Morals exemplified by the Prophet Muhammad SA

    Pendidikan Keluarga Dalam Budaya Melayu: Telaah Dari Perspektif Al-Qur’an dan Hadits

    Get PDF
    The importance of family education is a sentence that always comes to mind every time we see various cases and problems that occur in this era. Starting from cases of divorce, murder, suicide, bullying, to juvenile delinquency. It is not uncommon for various cases of these problems to occur as a result of a lack of family education. Therefore, this research aims to find out how family education is in Malay culture, and whether family education in Malay culture is in accordance with the Koran and hadith which are the basis of Malay cultural customs. This research uses a library research method which uses reading references from both libraries and online media to obtain the required information data. The results of this research include the obligation of husbands to educate their wives and the obligations of parents to educate their children. Through proper understanding and implementation of the values ​​of the Qur'an and hadith, it is hoped that family education in Malay culture can become a strong foundation for building a harmonious family and preventing cases of detrimental problems in society.The importance of family education is a sentence that always comes to mind every time we see various cases and problems that occur in this era. Starting from cases of divorce, murder, suicide, bullying, to juvenile delinquency. It is not uncommon for various cases of these problems to occur as a result of a lack of family education. Therefore, this research aims to find out how family education is in Malay culture, and whether family education in Malay culture is in accordance with the Koran and hadith which are the basis of Malay cultural customs. This research uses a library research method which uses reading references from both libraries and online media to obtain the required information data. The results of this research include the obligation of husbands to educate their wives and the obligations of parents to educate their children. Through proper understanding and implementation of the values ​​of the Qur'an and hadith, it is hoped that family education in Malay culture can become a strong foundation for building a harmonious family and preventing cases of detrimental problems in society

    Pengaruh Religiusitas dan Word Of Mouth terhadap Keputusan Mayarakat dalam Menggunakan Layanan Bank Syariah (Pada Kelompok Majelis Taklim Ibu-Ibu Di Kecamatan Jambi Luar Kota)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari religiusitas dan word of mouth terhadap Keputusan Masyarakat dalam menggunakan layanan bank syariah (studi kasus pada kelompok majelis taklim ibu-ibu di kecamatan jambi luar kota). Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan yaitu dengan menyebarkan kuesioner terhadap 67 responden yaitu ibu-ibu majelis taklim yang sudah menggunakan bank syariah untuk mengetahui tanggapan responden terhadap variabel yang ada. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan masyarakat dalam menggunakan layanan bank syariah. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung variabel religiusitas (X1) sebesar 3.816 dengan ttabel sebesar 1.669 maka terlihat bahwa thitung>ttabel (3.816>1.669) dengan taraf signifikansi 0,003 lebih kecil dari 0,05 (0,003<0,005). Dan nilai thitung pada variabel word of mouth (X2) sebesar 3.466 dengan ttabel 1.669 maka terlihat  bahwa (3.466>1.669) dengan taraf signifikansi 0,003 lebih kecil dari 0,05. Selanjutnya, nila koefesien determinan (R Square) sebesar 0,637. Ini berarti pengaruh variabel religiusitas dan variabel word of mouth terhadap keputusan pengguaan layanan bank syariah sebesar 63,7%, sedangkan sisanya 36,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini

    471

    full texts

    593

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal Kampus Melayu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇