Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil
Not a member yet
90 research outputs found
Sort by
Studi Stabilitas Lereng Clay Shale di Kalimantan dengan Menggunakan Metode Kesetimbangan Batas dan Pendekatan Probabilistik dan Deterministik
Analisis deterministik dan probabilistik kestabilan lereng tanah clay shale di Kalimantan dilakukan di dalam studi ini dengan menggunakan metode kesetimbangan batas untuk mengestimasikan nilai faktor keamanan dan probabilitas kegagalan lereng sebelum dan sesudah pemasangan perkuatan lereng. Hasil analisis balik mengindikasikan bahwa longsoran translasi terjadi pada tanah clay shale dengan nilai kohesi efektif sebesar 1,5 kN/m2 dan nilai rata-rata sudut geser residu efektif berkisar antara 8,5o hingga 10,3o. Kemudian, penggunaan perkuatan lereng berupa barisan tiang pancang pipa baja dan cerucuk kayu dan penggalian sedalam 3 m dari permukaan tanah eksisting dapat meningkatkan faktor keamanan lereng menjadi 1,25. Hasil analisis probabilistik berbasis simulasi Monte-Carlo dengan jumlah simulasi yang bervariasi antara 2.000 hingga 20.000 simulasi menunjukkan bahwa penggunaan struktur perkuatan lereng dapat menurunkan nilai probabilitas kegagalan hingga ke nilai 0,05%-0,28%. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, elevasi muka air tanah memiliki pengaruh paling signifikan di dalam perhitungan faktor keamanan lereng clay shale
Pengujian Peningkatan Kapasitas Lentur dengan Penambahan Dimensi pada Sisi Bawah dan Atas Balok Beton Bertulang
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui besar peningkatan kapasitas lentur pada balok beton bertulang yang diperkuat dengan menambah dimensi balok pada sisi bawah dan sisi atasnya. Kami menggunakan 3 buah benda uji balok beton bertulang dengan dimensi 150 mm x 200 mm bentang 3000 mm. Benda uji pertama adalah tanpa perkuatan, yang kedua adalah diperkuat dengan menambah dimensi pada sisi bawah, dan yang ketiga adalah diperkuat dengan menambah dimensi pada sisi atas. Dengan penambahan dimensi sebesar 150 mm x 100 mm bentang 3000 mm, dimensi benda uji perkuatan menjadi 150 mm x 300 mm bentang 3000 mm. Pemberian beban untuk benda uji tanpa perkuatan dilakukan dengan jack hidraulic pada tengah bentang dan dibebani hingga benda uji runtuh. Sementara, untuk benda uji dengan perkuatan pemberian beban dilakukan dengan dua tahap. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk benda uji dengan penambahan dimensi pada sisi bawah balok beton bertulang, kapasitas lentur meningkat sebesar 211,84 %. Sedangkan, untuk benda uji dengan penambahan dimensi pada sisi atas kapasitas lentur meningkat sebesar 192,98 % terhadap benda uji tanpa perkuatan. Berdasarkan peningkatan lentur tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan dimensi pada sisi bawah balok maupun pada sisi bawah balok beton bertulang aman untuk dilakukan
Kinerja Operasional Moda Bus Trans Mebidang Trayek Lubuk Pakam-Pusat Pasar Medan di Masa Pandemi Covid-19
Pandemi covid-19 mengubah perilaku manusia yang berakibat menurunnya pergerakan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain untuk tujuan tertentu di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja operasional moda bus trans Mebidang trayek Lubuk Pakam-Pusat Pasar Medan serta menganalisis tarif berdasarkan pendapatan dan biaya operasional kendaraan (BOK) selama pandemi. Metode penelitian ini menggunakan pedoman teknis Dirjen Perhubungan Darat tahun 2002 sebagai indikator kinerja operasional serta perhitungan tarif. Terdapat penurunan kinerja, tetapi cenderung dapat dianggap wajar. Beberapa kinerja operasional Trans Mebidang pada rute ini yang memenuhi standar adalah kecepatan, waktu tempuh, interval waktu tunggu penumpang. Sementara itu, yang tidak memenuhi adalah load factor rata-rata, headway, waktu pelayanan, frekuensi layanan kendaraan. Kinerja operasional Trans Mebidang rute ini dapat dinyatakan “sedangâ€, dengan nilai rata-rata 1,9 (dari 3). Penyesuaian tarif masih dapat dilakukan untuk meringankan masyarakat, tetapi hal ini perlu mempertimbangkan ketika pandemi dan pembatasan semakin parah
Pengendalian Biaya dan Waktu dengan Metode Earned Value (Studi Kasus : Rancang dan Bangun Sistem Penyediaan Air Minum Kota Dumai 450 LPD Tahap 1A)
Proyek Rancang dan Bangun Sistem Penyediaan Air Minum Kota Dumai 450 LPD Tahap 1A direncanakan selesai dalam waktu 8 bulan. Kinerja bulan Agustus 2020 hanya 87,66%, sedangkan rencana 100%, terjadi deviasi sebesar -12,34%, maka diperlukan pengendalian waktu keterlambatan dan biaya yang dibutuhkan hingga proyek dapat terselesaikan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pengendalian biaya dan waktu. Penelitian ini menggunakan metode Earned Value dibantu dengan Microsoft Project 2016. Hasil penelitian bulan Agustus 2020 menunjukkan biaya yang telah dikeluarkan sebesar Rp 76.494.086.618,00 dimana nilai ini lebih kecil dibandingkan biaya rencana sebesar Rp 77.168.849.034,00. Nilai CPI diperoleh sebesar 1,01 > 1, yang menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan lebih kecil. Namun terjadi keterlambatan pada proyek. Ini juga dibuktikan dengan nilai SPI 0,88 < 1, dimana didapatkan keterlambatan selama 60 hari beserta total denda sebesar Rp 249.224.093,00. Sangat penting dilakukan percepatan agar proyek dapat selesai pada waktu yang disepakati
Pengaruh Tata Guna Lahan terhadap Kinerja Jalan dan Biaya Tundaan Lalu Lintas Koridor Jalan GOR Mustika Kabupaten Blora
Informasi kinerja jaringan jalan akibat bangkitan aktivitas guna lahan kawasan Jl. GOR Mustika diperlukan untuk evaluasi tingkat pelayanan dan antisipasi perkembangan guna lahan. Oleh karena itu, penelitian bertujuan menganalisis bangkitan perjalanan akibat guna lahan dan pengaruhnya terhadap kinerja jalan serta biaya tundaan. Pengumpulan data dilakukan dengan survei lalu lintas dan survei instansional. Analisis kinerja jalan menggunakan MKJI 1997. Sedangkan analisis biaya tundaan menggunakan metode income approach. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas guna lahan menaikkan nilai DS ruas jalan sebesar 28,7% selama kurun waktu 2020-2024. Sedangkan kecepatan rencana turun 4,2% (tanpa perbaikan) dan 2,9% (dengan perbaikan). Aktivitas yang sama menaikkan DS sebesar 25,53% pada simpang Jl. GOR-Jl. Sinto dan 12,41% pada simpang jalan Jl. GOR-Jl. A. Yani. Perbaikan simpang menurunkan DS sebesar 7,84% pada simpang Jl. GOR-Jl. Sinto dan 5,2% pada simpang jalan Jl. GOR-Jl. A. Yani. Perbaikan ruas menurunkan biaya tundaan sebesar 37,6% dari Rp.66.606/org/th menjadi Rp.41.533/org/th serta menurunkan biaya akibat penurunan kecepatan rencana sebesar 49% dari Rp.246.416/org/th menjadi Rp126.777/org/th. Pada saat yang sama, perkembangan guna lahan mengakibatkan kenaikkan biaya tundaan simpang Jl. GOR-Jl. Sinto sebesar 25,76% (tanpa perbaikan) dan 25,53% (dengan perbaikan). Sementara pada simpang jalan Jl. GOR-Jl. A. Yani sebesar 20,81% (tanpa perbaikan) dan 18,79% (dengan perbaikan)
Analisis Geometri Bangunan terhadap Kinerja Seismik Menggunakan Direct Displacement Based Design Method
Evaluasi seismik terhadap perilaku struktur tidak beraturan merupakan parameter penting khususnya untuk mengetahui kegagalan yang terjadi pada struktur. Parameter ketidakberaturan tersebut dapat berupa elevasi struktur yang tidak seragam, denah yang memiliki bentuk tidak umum yang mana memiliki pusat massa dan kekakuan yang berbeda serta jenis dan dimensi dari elemen struktur terpasang. Ketidakberaturan tersebut sering tidak dapat dihindari karena faktor arsitektur. Pada studi ini, akan dievaluasi berbagai bentuk ketidakberaturan struktur bangunan yang dievaluasi secara analitis dan numerik. Evaluasi struktur menggunakan metode direct displacement-based design dengan pendekatan ATC-40 disimulasikan untuk mengetahui parameter kinerja struktur. Satu bangunan regular dan tiga bangunan ireguler akan dievaluasi dan dibandingkan satu sama lain. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, nilai kinerja bangunan secara relatif memenuhi standar acuan DDBD dengan tingkat level kinerja berada pada life safety dan intermediate occupancy untuk pendekatan dengan ATC-40
Studi Kinerja Bandar Udara Binaka Gunungsitoli
Analisis terhadap kebutuhan sisi darat dan sisi udara Bandara Gunungsitoli Binaka diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang semakin tinggi tingkat pertumbuhan penumpangnya. Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah melakukan ekspansi sisi darat dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan sisi darat (penumpang terminal) dan sisi udara untuk 20 tahun ke depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang mengikuti standarisasi ISO, SKEP, FAA dan ICAO. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penumpang yang berangkat tahun 2038 berjumlah 338.732 orang dan penumpang yang datang berjumlah 315.267 orang. Pada jam sibuk (peak hour) jumlah penumpang berangkat sebanyak 440 orang dan jumlah penumpang yang datang sebanyak 410 orang. Untuk pergerakan pesawat berangkat yang terjadi pada 2038 berjumlah 6.241 pergerakan. Dengan diketahui temperatur lingkungan sebesar 29,3°C, Bandara Gunungsitoli Binaka menghasilkan kebutuhan landasan pacu minimum sepanjang 2.637 meter untuk pesawat jenis 737-800, dengan lebar taxiway 18 meter
Analisis Proyeksi Jadwal Dan Biaya Akhir Dengan Konsep Nilai Hasil Pada Proyek Konstruksi
Perencanaan jadwal dan biaya pada proyek konstruksi disusun agar dalam pelaksanaan berjalan dengan lancar. Pengendalian jadwal dan biaya senantiasa dilakukan supaya proyek tidak terjadi penyimpangan. Metode untuk pengendalian biaya dan waktu sekaligus memperlihatkan prestasi kegiatan digunakan Metode Konsep Nilai Hasil (Earned Value Concept). Dengan menggunakan metode konsep nilai hasil maka dapat dikembangkan untuk membuat perkiraan atau proyeksi keadaan proyek pada masa depan yang merupakan masukan yang sangat berguna bagi pengelola hingga minggu ke-10 Schedule Varians hasilnya positif artinya proyek berjalan lebih cepat dari rencana dan Cost Varians hasilnya negatif artinya biaya proyek lebih besar dari rencana. Pada saat proyek ditinjau, biaya yang digunakan adalah Rp10.565.790.975,- dari yang seharusnya hanya Rp9.563.051.476,-. Hasil perkiraan estimasi waktu untuk penyelesaian proyek atau Estimated At Completion Date (ECD) adalah 35 minggu dan perkiraan kebutuhan biaya untuk menyelesaikan proyek atau Estimate At Completion (EAC) sebesar Rp41.645.151.595,- dibandingkan anggaran rencana hanya sebesar Rp37.689.873.000,00
Walkability; The Relationship of Walking Distance, Walking Time and Walking Speed
Walking is cheap and healthy. It is the main transportation for the majority of students exploring their daily life in their campus area. Different types of people will have various types of walking behavior. To develop a better knowledge of the walkability of built environment, it is important to understand the complexity behind walking behavior. There are many possible factors in measuring walking behavior. Walking behavior can be measured by walking speed, walking directions, walking experiences, group formation, and density. In this research paper, only three factors are going to be used to testify the descriptive study of walking behavior on the campus of UNIKA St Thomas University; which are walking distance, walking time and walking speed. The method used in this study is known as walking distance test, and the data were analyzed using the comparative approach. The findings show that walking speed, walking time and walking speed are deeply related to each other. The results of the observation study of walking behavior revealed that the condition of the campus built environment related to the density, connectivity, and land-use diversity seem to influence the amount and variety of walking activities that occur in the given environment and also affect how the walking activities conducted. The researcher concluded that walking speed, walking time and walking distance the pedestrian in campus UNIKA St.Thomas are comfortable based on the related theories
Analisa Perilaku Balok Beton Bertulang dengan Menggunakan Simulasi VecTor2
Kegagalan struktur dapat berdampak buruk pada tingkat kenyamanan struktur. Penting untuk mengetahui perilaku struktur akibat beban yang ditopang karena dapat membantu memprediksi kekuatan struktur dan kenyamanan struktur yang sedang dikerjakan. Salah satu cara untuk mengetahui dan memprediksi kekuatan dan kenyamanan struktur akibat beban yang diterima adalah dengan melakukan pengujian laboratorium dan simulasi. Simulasi VecTor2 digunakan untuk memprediksi gaya geser, retak, dan displacement yang terjasi pada balok beton bertulang pada saat diberikan beban perpindahan. Tegangan ikatan (bond-slip) memberikan pengaruh yang besar terhadap kekuatan dan respon histeris pada balok tipe A1 dan A2. Oleh karena itu, penelitian ini juga mengkaji pengaruh bond-slip terhadap kekuatan balok beton bertulang. Seluruh hasil simulasi VecTor2 dengan menggunakan bond stress-slip effect akan dibandingkan dengan hasil pengujian eksperimen untuk melihat keakuratan simulasi VecTor2. Pada penelitian ini diperoleh nilai bond-slip 0,08 dan perbandingan nilai rasio untuk semua beban puncak antara 1,05 dan 1,06