Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil
Not a member yet
90 research outputs found
Sort by
Kinerja Bendung Pamarayan Daerah Irigasi Ciujung, Kabupaten Serang
Menurunnya kinerja kondisi dan fungsi jaringan irigasi diakibatkan kurangnya pemeliharaan yang mempengaruhi pendistribusian air ke lahan pertanian kurang optimal sesuai ketersediaan air irigasi. Aliran air dari Bendung Pamarayan dimanfaatkan para petani untuk mengairi sawah Daerah Irigasi Ciujung. Bendung Pamarayan mengalami kerusakan total pada tahun 2004 dan tahun 2017 dua tanggul aliran irigasi di wilayah timur dan barat diperbaiki karena kondisinya kritis yang akan berdampak terhadap penurunan produksi pertanian dan berimbas terhadap kondisi pendapatan petani serta keadaan sosial ekonomi di sekitar lokasi. Tujuan penelitian mengetahui kondisi bangunan Bendung Pamarayan. Metode yang dilakukan yaitu penilaian kinerja bangunan utama dengan analisis deskriptif. Tahapan penilitian pengumpulan data primer dan sekunder antara lain kondisi bangunan data teknis bendung, pengolahan data yang meliputi: klasifikasi data, mengelompokkan kelompok data, analisis data kuesioner, penetapan kondisi bangunan Bendung. Hasil Penelitian Bangunan utama yang dinilai berjumlah 26 buah menunjukkan : 17 bangunan kategori baik atau sebesar 65 %, kategori sedang sebesar 0 % atau tidak ada, dan 9 bangunan kategori rusak atau sebesar 35 %, tidak ada kategori rusak berat
Analisis Biaya dan Waktu pada Proyek Apartemen Dengan Metode Earned Value Concept
Merencanakan serta menganalisis pengendalian waktu dan biaya proyek dalam bentuk struktur kegiatan dan anggaran merupakan suatu tugas pokok yang pertama kali harus dilakukan dalam pelaksanaan proyek. Tujuan penelitian membandingkan kinerja proyek dengan rencana awal proyek dan mengetahui estimasi waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk mengetahui kinerja proyek, dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dan serta biaya atas pekerjaan tersisa. Konsep Nilai Hasil (Earned Value Concept) adalah konsep menghitung besarnya biaya yang memuat anggaran sesuai dengan kegiatan yang telah diselesaikan sehingga dapat menunjukkan prestasi kegiatan. Konsep ini dapat memperkirakan keadaan masa depan proyek. Terdapat tiga indikator dasar yang menjadi acuan proyek dalam menerapkan Earned Value Concept. Metode yang digunakan kuantitatif yang di deskirpsikan untuk menjelaskan keadaan, kondisi atau hal – hal lain yang yang hasilnya dipaparkan dalam hasil penelitian. Object Proyek penelitian adalah Pembangunana Apartemen 31 Lantai dengan nominal RAB Rp 328.846.028.120, Perhitungan konstruksi Bangunan serta Analisa atas Rincaian Anggaran Biaya tidak dilakukan. Hasil Analisa proyek tersebut memiliki masalah cash flow dengan kondisi BCWP < ACWP akibat terlalu besarnya pengeluaran, kinerja proyek tidak sesuai dengan perencanaan dengan index CPI < 1 atau sebesar 0,861, pelaksanaan pekerjaaan mengalami keterlambatan dari jadwal pekerjaan yang direncanakan dengan index SPI < 1, dan untuk perkiraan biaya atas pekerjaan yang tersisa (ETC) adalah Rp.317.277.175.424, dan Untuk perkiraan estimasi waktu penyelesaian proyek (TE) yaitu selama 200 minggu
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Tingkat Pelayanan Moda Transportasi Speedboat Tidore-Sofifi
Speedboat merupakan moda transportasi utama yang digunakan untuk pergerakan orang dari Ibu Kota Kota Tidore Kepulauan ke Sofifi Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, penerapan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia yang ditindak lanjuti oleh pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait dengan pembatasan pergerakan orang untuk memutus penyebaran virus Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelayanan moda transportasi speedboat rute Tidore-Sofifi selama pemberlakuan aturan tersebit di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pengumpulan data primer dan data sekunder. Teknik Analisa data menggunakan metode Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terjadi penurunan jumlah speedboat yang beropersi perhari sebesar 63,64%, penurunan perjalanan speedboat sebesar 87,88% dan penurunan jumlah penumpang sebesar 89,90%. Indeks kepuasan secara keseluruhan 54,87% untuk pengguna moda speedboat. Ini masuk pada indeks kepuasan 51%-65% dengan kriteria cukup puas
Motorcycle Riders’ Perception of the Characteristics of Paratransit In Medan, Indonesia
In developing countries, the uncontrolled rise of private vehicle ownership, such as motorcycles, constitutes a great deal of air pollution in the city. While the motorcycle is quite convenient, public transport lacks many qualities, and for some cities, like Medan, they are limited to paratransit. This study aims to reach an understanding of motorcycle riders’ perception of the existing paratransit and its relation to their reasoning to choose the two-wheelers daily. We utilized a structured questionnaire and interviewed 456 daily-commuting riders to assess 13 service aspects of the existing paratransit and their primary reason for using a motorcycle. Our findings suggest that riders collectively agree that affordable fare, easy to find, and short walking distance are the best trait of the existing public transport in Medan. Meanwhile, travel time, time-availability, and hygienic issues are reported to be the most hindering aspects. This perspective is consistent with riders’ reasoning behind their mode choice, which is based primarily on time efficiency. This research highlights the comparison of riders’ need in commuting and their opinion about the existing paratransit. While it is yet interesting to learn how those aspects weigh in with each other, the result of this study still offers prudent recommendations in developing mode-shifting strategic policies to encourage more public transportation use in Medan city
Analisis Penerapan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam Penentuan Daerah Tangkapan Air di Sub DAS Cisadane Hulu
Penetapan daerah tangkapan air merupakan salah satu bagian dari upaya konservasi pada suatu DAS yang penting untuk menjaga keseimbangan air tanah dan air permukaan. Salah satu metode penetapan daerah tangkapan air adalah dengan menggunakan data spasial karakteristik DAS (tata guna lahan, curah hujan dan kemiringan lahan). Faktor karakteristik DAS tersebut diberikan bobot prioritas dengan berbagai pendekatan, salah satunya dengan metode AHP. Metode AHP telah banyak dikembangkan dan memberikan hasil yang cukup baik dalam pemodelan sumber daya air. Penelitian ini menggunakan Sub DAS Cisadane hulu sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik DAS yang bervariasi. Dari analisis dengan metode AHP, diperoleh faktor kemiringan memiliki bobot prioritas lebih besar dari faktor tata guna lahan dan curah hujan. Daerah tangkapan air yang dihasilkan pada Cisadane hulu didominasi oleh daerah tangkapan air rendah-sedang
Review Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer
Beton merupakan salah satu material yang paling banyak digunakan untuk infrastruktur, tetapi menggunakan semen sebagai bahan dasar. Proses produksi semen akan menghasilkan gas CO2 yang dapat meningkatkan pemanasan global. Untuk mengatasi masalah tersebut, sudah seharusnya mencari bahan pengganti sebagai bahan pengikat untuk membuat beton. Bahan pengganti semen yang mengandung silika dan alumina akan berperan penting untuk mengendalikan masalah tersebut. Fly ash merupakan limbah dari pembakaran batu bara yang memiliki sifat pozzolanic. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio alkali Na2SiO3/NaOH, molaritas NaOH, suhu dan waktu curing, umur beton pada beton geopolimer dengan bahan dasar 100% fly ash terhadap nilai kuat tekan. Rasio alkali Na2SiO3/NaOH sebesar 2,5 yang menghasilkan nilai kuat tekan yang optimal, sedangkan semakin besar molaritas NaOH akan menghasilkan kekuatan yang meningkat tetapi akan mempercepat ikat awal.Kuat tekan beton geopolimer yang di curing akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya suhu curing hingga 800C, setelah melewati 800C persentasekenaikan kuat tekan beton pada penelitian ini mengalami penurunan. Selain itu,waktu curing efektif diperoleh pada waktu 24 jam.Kekuatan tekan beton juga semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur beton, peningkatan efektif pada umur beton 7 hari
Perencanaan K3 Pekerjaan Bidang Konstruksi
Proyek konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja serta kenyamanan dalam bekerja, perlu dilakukan penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap semua pekerja. Hal ini dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan perencanaan program K3. Teori dan peraturan pemerintah juga mewajibkan setiap perusahaan menerapkan prosedur K3 tersebut. Perencanaan program K3 pada pekerja konstruksi dapat memberi pengaruh pada kinerja dan loyalitas pekerjanya pada proyek serta menghindarkan proyek dari tundaan jadwal proyek akibat kecelakaan kerja. Terdapat beragam kecelakaan kerja dalam proyek konstruksi. Dalam hal ini disiplin dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat krusial perannya
Pengaruh Epoxy Terhadap Sifat Mekanik Beton Dengan Bahan Tambah Kaca Sebagai Substitusi Agregat Halus
y concrete consists of cement, water, sand and gravel. To increase the adhesion of concrete materials is adding epoxy to the concrete. While, to make the concrete has a good in water-resistant is adding glass powder which is expected to fill the air cavity in the concrete. This study aims to determine the adhesion of epoxy to glass with aggregates in a concrete ixture. Substitution of fine aggregate with glass powder is 50% by weight of fine aggregate and the use of epoxy is 10% by weight of cement. Test specimens were cylindrical with the size of (150 × 300) mm. Specimens with the size of (500 × 100 × 100) mm were also made. The Tests were carried out at the age of 14 and 28 days of concrete. Three variations were made, namely normal concrete, concrete with glass powder, and concrete with glass powder plus epoxy. The test results show that the substitution of glass powder can improve the mechanical properties of concrete, while the addition of epoxy does not significantly influence the mechanical properties of concrete with glass powder
Adopsi Life Cycle Costing Untuk Bangunan Gedung Diklat Muara Enim
Both initial cost for construction and future costs for operation and maintenance of buildings are very important that must be considered by the building owner. Therefore, estimating Life Cycle Cost (LCC) in long term is a must in determining the amount of money spent for the building projects. The objective of this study is to apply a method for LCC to estimate overall costs starting from initial, maintenance, and operational costs. In this study, the LCC also incorporated inflation and bank interest rates in long-term perspective. In this study, LCC was implemented in a building that functioned as a training facility in a building complex in the Muara Enim District. Southern Sumatera. By using the LCC method for estimating cost for a period of 25 years, result shows that the proportion initial cost of construction is 39.12%, maintenance and replacement cost is 16.28%; and operational cost is 44.61%
Pengaruh Perubahan Kadar Air pada Sifat-Sifat Tanah Organik yang distabilisasi dengan Limbah Karbit dan Abu Ampas Tebu
Research on organic soil stabilization utilizing materials such as cement, lime, rice husk ash, fly ash, bagasse ash to change soil shear behavior has been widely carried out to this date. However, not many researchers have studied the changes in water content in organic soils that have been stabilized with such materials, especially on the changes in soil physical properties. This study aims to find out the effect of changes in water content in physical properties including: volume weight (γ), specific gravity (G), water content (w), void ratio (e), degree of acidity (pH) and content organic (O). A series of tests was conducted, namely the chemical composition of: organic soil test (TO), carbide waste (CCR), and bagasse ash (AAT), and testing for the physical properties of organic soil. Further, additional material (60% CCR and 40% AAT) was added to the soil in proportions: 5, 10, 15, 20, 25 and 30% combined with different initial water contents (498, 548 and 598%) and curing time: 7, 14, 21 and 36 days. Then, we conducted test for physical properties of the soil that has been stabilized. The physical and chemical properties of the soil change subject to added material content and ripening time. At high water content, the change is more significant than at lower water content. The volume weight, specific gravity, and acidity of the soil increases while the void ratio and soil organic content decrease. The optimal content of added material is 20% with an optimal time of curing 21 day