Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil
Not a member yet
90 research outputs found
Sort by
Efek Penggunaan Supplementary Material Pada Beton, Ditinjau Terhadap Susut Dan Induksi Keretakan Akibat Korosi
Kerusakan beton akibat korosi menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan di Indonesia yang merupakan negara maritim. Beton yang terkorosi pada tulangan baja mampu membuat badan beton menjadi rusak dan mengakibatkan daya layan beton berkurang. Inovasi material menjadi salah satu solusi pengingkatan kualitas beton sehingga menghasilkan daya layan yang lebih tinggi. Penggunaan 15% fly ash dan 5% silica fume sebagai bahan subtitusi semen mampu meningkatkan performa beton dari kuat tekan dan ketahanan terhadap retak akibat induksi korosi, yang dinilai dengan corrosion rate. Kekuatan tekan beton dengan supplementary material meningkat rata-rata 15,6% dan ketahanan terhadap retak akibat korosi meningkat kurang lebih sebesar 13% dibandingkan beton tanpa supplementary material
Studi Perencanaan Pondasi Sumuran Pada Pembangunan Gedung Bertingkat Tinggi (Perbandingan Antara Pondasi Tiang Pancang dan Pondasi Sumuran)
Penelitian ini bertujuan untuk memberi sebuah deskripsi alternatif perencanaan struktur pondasi memakai struktur pondasi sumuran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang mana bermaksud menghimpun data dari beberapa sumber referensi, dilanjutkan dengan menghimpun data teknis gedung, serta survei langsung untuk melihat keadaan lapangan. Diperoleh bahwa beban yang harus ditahan < daya dukung pondasi sumuran, sehingga pondasi sumuran sesuai penggunaan. Tipe 1 diketahui Qa = 313,323 ton > Pu = 245,071 ton, tipe 2 diketahui Qa = 200,363 ton > Pu = 125,424 ton, dan tipe 3 diketahui Qa = 200,735 ton > Pu = 19,296 ton. Terhadap hitungan penulangan pile cap pada tulangan tarik memakai tulangan D19 – 200 dan tulangan tekan memakai tulangan D10 – 250, adapun sumuran memakai tulangan spiral Ø 10 – 50 dan tulangan pokok 28 D 25. Tipe pondasi 1 dipakai pada penulangan pondasi sumuran. Sesuai hasil perhitungan, dipakai tulangan pokok, diameter pondasi, jarak antar tulangan pokok, diameter tulangan spiral, jumlah tulangan pokok dan jarak tulangan spiral satu tipe yakni diameter 1 meter. Pada tulangan spiral Ø 10–50 dan tulangan pokok 28 D 25. Ini disebabkan pendistribusian tegangan beban yang harus diterima tiang sumuran dari hasil perhitungan jika dilakukan perencanaan tulangan dan dimensi sama, sesuai penggunaan
Hubungan Kuat Tekan dan Kuat Lentur pada Beton Berpori
Beton berpori merupakan beton yang mempunyai rongga sehingga dapat mengalirkan air dari atas permukaan kedalam tanah. Riset bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat lentur pada beton berpori. Penelitian ini berdasarkan pada metode ACI-522R-10 dengan menggunakan ukuran gradasi agregat kasar sebesar 9.5-19.5 mm, perbandingan semen dan agregat kasar sebesar 1:4 dan faktor air semen sebesar 0.3. Zat aditif yang digunakan berupa MasterGlenium ACE 8595 Concrete Additive dengan penambahan aditif sebanyak 0%, 1% dan 2% terhadap berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder untuk pengujian kuat tekan dan berbentuk balok untuk pengujian kuat lentur. Hasil pengujian terdapat hubungan antara kuat tekan dan kuat lentur. Nilai kuat tekan mengalami penurunan seiring dengan nilai kuat lenturnya. Hal ini terlihat dari nilai kuat tekan rata-rata dan kuat lentur rata rata tertinggi ada pada campuran I dengan nilai kuat tekan rata-rata 5.4 MPa, dan nilai kuat lentur rata-rata sebesar 1.96 MPa. Penggunaan Masterglenium pada penelitian tidak menaikan kuat tekan maupun kuat lentur beton
Evaluasi Perencanaan Pelat Lantai Pada Gedung Yayasan Pendidikan Saffiyatul Amaliyyah Jalan Kemuning Medan
Struktur bangunan teknik sipil, plat lantai merupakan salah satu komponen penting, baik sebagai lantai bangunan, lantai atap maupun lantai jembatan. Plat beton bertulang adalah struktur tipis yang dibuat dari beton bertulang dengan bidang yang arahnya horizontal, dan beban yang bekerja tegak lurus pada bidang struktur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan pelat lantai dari tebal pelat hingga tulangan pada Gedung Yayasan Saffiyatul Amaliyyah Jalan Kemuning Medan. Nilai tebal plat lantai pada gedung berdasarkan acuan SNI 2847-2013 dan tulangan berdasarkan Peraturan Beton Indonesia 1971. Adapun dalam perencanaan gedung ini digunakan pelat dua arah sehingga ketebalan plat lantai diperoleh setebal 120 cm sesuai SNI 2847-2013 dimana untuk αm ≥2,0 tebal minimum adalah 90 mm, beban yang ditahan sebesar 9,04 kNâ„m2 serta tebal selimut beton 20 mm sesuai peraturan SNI 2847-2013 pada pasal 7.7.1. Untuk perhitungan tulangan plat lantai pada gedung ini, jarak tulangan yang dipakai tidak sesuai dengan PBI 1971 mengingat kemungkinan penghematan bahan yang telah dibuat oleh proyek
Estimasi Besarnya Biaya Proyek Akibat terjadinya Rework pada Pekerjaan Finishing
Salah satu permasalahan yang sering dialami pada tahap pelaksanaan proyek adalah adanya pekerjaan ulang atau rework. Penelitian ini menganalisis pekerjaan arsitektur atau pekerjaan pada tahap finishing. Data-data diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan responden yang terpilih yaitu dari pihak kontraktor dan konsultan manajemen konstruksi untuk memperoleh item-item pekerjaan yang mengalami rework dan penyebabnya. Data lain yang diperlukan adalah gambar shopdrawing. Selanjutnya dilakukan perhitungan volume pekerjaan. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh 20 item pekerjaan yang mengalami rework, yaitu 13 pekerjaan disebabkan oleh kurangnya komunikasi antar kontraktor, 5 pekerjaan disebabkan adanya perubahan desain dari perencana, dan 2 pekerjaan disebabkan oleh kesalahan metode kerja kontraktor. Berdasarkan item tersebut dan gambar shopdrawing dilanjutkan dengan menguraikan pekerjaan yang mengalami rework dengan lebih detail, kemudian dilakukan perhitungan volumenya. Untuk analisa harga satuan digunakan harga kontrak yang telah disepakati antara kontraktor dengan pihak owner. Hasil dari estimasi biaya yang dilakukan diperoleh hasil penyebab rework berturut-turut adalah kurangnya komunikasi sebesar Rp 140, 654, 089 atau 54.4 %, perubahan desain Rp 111,540,625 atau 43.1 %, dan kesalahan metode kerja Rp 6,454,495 atau 2.5 %
Keinginan Menggunakan Angkot di kota Medan dengan Peningkatan Layanan Informasi
Keterandalan dan kenyamanan pengalaman perjalanan dengan angkot dapat ditingkatkan dengan cara modernisasi, khususnya dengan penyediaan layanan informasi. Dalam studi ini, kami memperkenalkan konsep layanan informasi real-time kepada pengguna angkot, dan mengeksplorasi tingkat keinginan pengguna dalam semakin menggunakan angkot setelah dilengkapi layanan informasi tersebut. Baik karakteristik sosio-ekonomi maupun perjalanan dipergunakan untuk memprediksi tingkat keinginan tersebut. Responden yang merupakan pengguna angkot di Kota Medan diwawancarai dengan instrumen kuesioner terstruktur, dan terkumpul sebanyak 385 orang. Model logit ordinal kemudian dispesifikasikan dalam beberapa kombinasi variabel bebas yang memiliki korelasi baik. Terdapat 2 variabel sosioekonomi (ukuran rumah tangga menengah, dan status sebagai pelajar) dan 2 variabel karakteristik perjalanan (frekuensi kategori rendah, dan menengah) yang signifikan mempengaruhi probabilitas menaikkan tingkat keinginan pengguna. Layanan informasi cenderung diinginkan oleh pengguna, dan dapat meningkatkan keinginan untuk menggunakan angkot meskipun hanya berlaku bagi kelompok tertentu. Sekurang-kurangnya, skenario cenderung menguatkan loyalitas pengguna eksisting. Pengguna kendaraan pribadi adalah salah satu yang kemungkinan berpersepsi biasa saja akan penambahan layanan ini.Â
Perbandingan Produktivitas Tenaga Kerja Pembesian dan Bekisting Saat Jam Kerja Normal dan Lembur Menggunakan Metode Productivity Rating
Produktivitas tenaga kerja adalah faktor penting yang mempengaruhi waktu penyelesaian proyek. Lembur sering dilakukan oleh kontraktor untuk mengejar progress proyek. Perlu diukur apakah terdapat perbedaan signifikan produktivitas tenaga kerja saat lembur dan saat jam kerja normal. Productivity rating adalah metode yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan produktivitas tenaga kerja selama jam kerja normal dan jam lembur pada pekerjaan pembesian dan bekisting. Pengamatan dilakukan kepada tenaga kerja terampil di dua proyek gedung di Jakarta. Analisis data dilakukan dengan menggunakan sampel independen T-Test pada program SPSS, ditemukan ada perbedaan yang signifikan dalam produktivitas antara jam kerja normal dan jam lembur pada pekerjaan pembesian dan bekisting. Produktivitas tenaga kerja pembesian saat kerja lembur menurun sebesar 8,04% dari waktu kerja normal. Sementara itu, produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan bekisting saat kerja lembur menurun sebesar 8,89% dari waktu kerja normal
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Ruas Binjai-Langsa Seksi Binjai-Pangkalan Brandan
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor terpenting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini dilakukan pada proyek Pembangunan Jalan Tol Ruas Binjai-Langsa Seksi Binjai-Pangkalan Brandan. Metode penelitian yang digunakan dalam mencari hubungan antara produktivitas dengan faktor-faktor yang mempengaruhi adalah dengan metode Produktivity Rating, metode  analisis regresi linier berganda, uji t, uji F (ANOVA) dan koefisien determinasi dengan bantuan aplikasi statistik yaitu SPSS versi 26. Adapun metode analisis data lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan realibilitas yang digunakan dalam pengujian kuesioner. Tingkat produktivitas pekerja adalah sebesar 76,70%. Hal ini dapat dikatakan cukup memuaskan, karena Faktor Utilitas Pekerja lebih dari 40%-60%. Faktor-faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi produktivitas ada enam yaitu faktor tingkat upah, adanya insentif, keterbatasan area kerja, kerja lembur, jarak tempat tinggal, dan cuaca yang tidak menentu
Pelaksanaan Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Proyek Kontruksi, Studi Kasus Dikota Jakarta
Pembangunan yang meningkat di Indonesia pada sejumlah wilayah terutama di kota Jakarta yang menyebabkan kontaktor berkompetisi satu sama lain untuk menyelenggarakan pembangunan pada proyek, dimulai dari biaya, kualitas, dan kecepatan. Beberapa kontraktor selalu berkompetisi dalam hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, saat ini tidak sedikit kontraktor yang memandang rendah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi. Riset ini bermaksud melihat tingkat penyelenggaraan sistem manajemen K3 terhadap proyek konstruksi. Penelitian ini memakai metode penelitian kuantitatif melalui observasi, dimana lebih mengarah terhadap hasil yang deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilaksanakan melalui cara purposive. Penelitian ini dilaksanakan terhadap proyek pembangunan Stasiun LRT (Light Rail Transit) Pancoran Jakarta. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa penyelenggaraan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) terhadap proyek konstruksi pembangunan Stasiun Light Rail Transit (LRT) Pancoran Jakarta adalah Baik, yaitu >85% dalam hal pelaksanaan SMK3. Untuk kelengkapan fasilitas K3 terhadap proyek konstruksi, pembangunan Stasiun LRT Pancoran Jakarta bernilai sangat istimewa karena mencapai penilaian 90%, dan tidak ditemukan korban jiwa dalam proyek ini
Pemanfaatan Recycled Concrete Aggregate Pada Beton Porous
Recycled Concrete Aggregate (RCA) adalah agregat kasar yang didapatkan dari limbah beton yang tidak terpakai kemudian dihancurkan kembali dan digunakan sebagai agregat kasar pada campuran beton. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan pada beton porous. Penelitian ini berdasarkan pada metode ACI-522R-10 dengan memvariasikan perbandingan Recycled Concrete Aggregate (RCA) dengan Normal Concrete Aggregate (NCA) yaitu 100% : 0%, 75% : 25%, 50% : 50%, 25% : 75%, 0% : 100%. Ukuran gradasi agregat kasar sebesar 9,5-19,5 mm, perbandingan  semen dan agregat kasar sebesar 1:5 serta faktor air semen sebesar 0,3. Zat aditif yang digunakan berupa Sikacim Concrete Additive dengan penambahan aditif sebanyak 0,7%. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dengan dimensi 150x150x150 mm untuk pengujian kuat tekan. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan rata-rata tertinggi benda uji beton porous pada variasi campuran 25% Recycled Concrete Aggregate (RCA) dan 75% Normal Concrete Aggregate (NCA) yaitu sebesar 5,93 MPa. Nilai kuat tekan rata-rata benda uji memenuhi ke dalam persyaratan kuat tekan beton porous sesuai dengan ACI-522R-10 yaitu berada diantara 2,8 – 28 MPa