Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil
Not a member yet
    90 research outputs found

    Analisis Biaya Dan Waktu Struktur Rangka Atap Baja Portal Frame Dan Portal Truss

    No full text
    Analisis biaya merupakan bagian penting dari manajemen biaya proyek untuk memastikan bahwa biaya yang digunakan dan dikeluarkan sesuai dengan perencanaan dan anggaran. Berbagai kegiatan dalam proyek dapat dikontrol dan dipantau untuk memastikan bahwa hasil implementasi sesuai anggaran dan akuntansi biaya efektif Semua biaya langsung dan tidak langsung yang terkait dengan pekerjaan konstruksi bangunan biasanya dikategorikan sebagai biaya pekerjaan, biaya material, biaya alat dan peralatan, biaya overhead, dan keuntungan. Anlisis waktu di lapangan diharapkan dapat menjaga waktu dilaksanakannya proyek supaya sesuai dengan rencana waktu yang telah disusun sebelum pelaksanaan dimulai. Hal ini bertujuan agar rencana waktu yang ada dapat digunakan sebagai tolak ukur pelaksanaan untuk menentukan kemajuan pekerjaan. Dalam pengendalian waktu Saat melaksanakan suatu proyek, alat jadwal pelaksanaan seperti Bagan Gantt dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek akan terlambat atau tidak serta formula kontrol perencanaan yang lebih rinci tersedia untuk peralatan, bahan, dan pengguna individual (subkontraktor). pekerjaan struktur rangka atap menggunakan metode portal truss membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan struktur rangka atap baja portal frame. Akan tetapi keuntungan dari waktu pengerjaanya akan lebih cepat dan memiliki bentang yang lebih panjang dibandingkan dengan portal frame.Analisis biaya merupakan bagian penting dari manajemen biaya proyek untuk memastikan bahwa biaya yang digunakan dan dikeluarkan sesuai dengan perencanaan dan anggaran. Berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar ruangan, dapat dikontrol dan dipantau untuk memastikan bahwa hasil implementasi sesuai anggaran dan akuntansi biaya efektif Semua biaya langsung dan tidak langsung yang terkait dengan pekerjaan konstruksi bangunan biasanya dikategorikan sebagai biaya pekerjaan, biaya material, biaya alat dan peralatan, biaya overhead, dan keuntungan. Anlisis waktu di lapangan diharapkan dapat menjaga waktu dilaksanakannya proyek supaya sesuai dengan rencana waktu yang telah disusun sebelum pelaksanaan dimulai. Hal ini bertujuan agar rencana waktu yang ada dapat digunakan sebagai tolak ukur pelaksanaan untuk menentukan kemajuan pekerjaan. Dalam pengendalian waktu Saat melaksanakan suatu proyek, alat jadwal pelaksanaan seperti Bagan Gantt dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek akan terlambat atau tidak serta formula kontrol perencanaan yang lebih rinci tersedia untuk peralatan, bahan, dan pengguna individual (subkontraktor). pekerjaan struktur rangka atap menggunakan metode portal truss membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan struktur rangka atap baja portal frame. Akan tetapi keuntungan dari waktu pengerjaanya akan lebih cepat dan memiliki bentang yang lebih panjang dibandingkan dengan portal frame

    Analisis Struktur Portal Baja Dengan Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus (SRBKK) Dengan Menggunakan Peta Gempa 2017

    Full text link
    Material yang cocok digunakan untuk bangunan tahan gempa adalah baja, karena baja merupakan material yang memiliki kekuatan dan kekakuan yang cukup tinggi dan lebih ringan. Agar bangunan struktur baja menjadi lebih daktail, maka diberikan bresing pada beberapa bagian dari bangunan tersebut. Penelitian ini membahas mengenai kinerja beberapa tipe bresing yang ditempatkan di eksterior tengah dari struktur bangunan 10 lantai di Kota Medan. Adapun struktur terdiri dari 4 model yaitu (1) struktur tanpa bresing, (2) struktur dengan diagonal braced CBF, (3) struktur dengan Inverted V-braced CBF, (4) struktur dengan X-braced CBF. Analisis gempa dilakukan dengan metoda dinamik respon spectrum, dengan asumsi  tanah sedang. Beban gempa desain diperoleh dari Peta Sumber & Bahaya Gempa Indonesia 2017, dengan probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun (gempa 2500 tahun). Analisis struktur dilakukan untuk mengetahui perubahan perpindahan (displacement), simpangan antar lantai (drift) dan drift ratio dari setiap model struktur. Hasil analisis menunjukan tipe X-braced CBF memberikan kontribusi kinerja yang paling baik. Namun, ketiga tipe bresing tidak memiliki perbandingan yang cukup signifikan. Jika dilihat dari segi penambahan material baja, tipe diagonal braced CBF lebih ekonomis dibanding tipe Inverted V-braced CBF, X-braced CBF

    Studi Pemanfaatan Curah Hujan Bulanan Satelit GPM di Kawasan Bandung Raya dengan Validasi Silang Monte-Carlo

    Full text link
    Keterbatasan sebaran dan jumlah pos penakar hujan dapat diatasi pengukuran hujan berbasis satelit. Seiring perkembangan teknologi, pengukuran hujan berbasis satelit, seperti GPM menunjukkan akurasi dan cakupan yang semakin membaik. Tentunya penggunaan hujan satelit ini juga perlu disertai dengan proses validasi berupa koreksi yang semakin mampu meningkatkan performanya. Banyak studi evaluasi dan koreksi data satelit telah dilakukan, hanya ada studi terbatas yang telah dilakukan di Indonesia. Oleh karena itu, studi ini bermaksud untuk mengevaluasi performa data hujan berbasis satelit (GPM IMERG) dan melakukan koreksi dengan metode validasi silang Monte-Carlo di Bandung Raya. Secara spesifik, studi ini menitikberatkan pada perbandingan antara data GPM dan pos hujan melalui analisis statistik untuk hujan bulanan. Hasil menunjukkan bahwa, data GPM mampu mendeteksi pola hujan bulanan dengan baik. Data bulanan tersebut dikelompokkan berdasarkan musimnya dan menghasilkan korelasi hujan musim kering yang lebih baik pada musim basah. Koreksi dengan MCCV dengan simulasi 1.000 kali berdasarkan musim tersebut menunjukkan peningkatan performa rata-rata sebesar 70% untuk bias relatif, dan 30% untuk RMSE, di kawasan Bandung Raya

    Studi Ekperimental Kuat Lentur Beton Serat Sisal

    Full text link
    Beton adalah salah satu material konstruksi yang paling diminta karena harganya relatif murah dan dapat dicetak dalam bentuk apapun, meskipun kekurangannya adalah mempunyai nilai kuat tarik dan kuat lentur yang rendah. Pengunaan serat alam berupa serat sisal dalam campuran beton diharapkan dapat meningkatkan nilai kuat tarik dan kuat lentur beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat sisal dalam campuran beton. Metodologi yang digunakan adalah campuran beton yang ditambahkan serat sisal dengan variasi 0%, 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25% dan 1,5% dicetak dalam bentuk balok dengan ukuran 15x15x60 cm yang selanjutnya dibebani secara melintang dengan dua titik pembebanan untuk mendapatkan nilai kuat lentur. Pada balok tersebut juga dipasang strain gauge untuk mengukur nilai regangan beton terhadap beban yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serat sisal dalam campuran beton menyebabkan penurunan nilai kuat lentur beton. Sementara untuk hubungan beban dam regangan pada beton yang campurannya ditambahkan serat sisal menunjukkan peningkatan tingkat daktilitas beton yang semakin baik.Beton adalah salah satu material konstruksi yang paling diminta karena harganya relatif murah dan dapat dicetak dalam bentuk apapun, meskipun kekurangannya adalah mempunyai nilai kuat tarik dan kuat lentur yang rendah. Pengunaan serat alam berupa serat sisal dalam campuran beton diharapkan dapat meningkatkan nilai kuat tarik dan kuat lentur beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat sisal dalam campuran beton. Metodologi yang digunakan adalah campuran beton yang ditambahkan serat sisal dengan variasi 0%, 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25% dan 1,5% dicetak dalam bentuk balok dengan ukuran 15x15x60 cm yang selanjutnya dibebani secara melintang dengan dua titik pembebanan untuk mendapatkan nilai kuat lentur. Pada balok tersebut juga dipasang strain gauge untuk mengukur nilai regangan beton terhadap beban yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serat sisal dalam campuran beton menyebabkan penurunan nilai kuat lentur beton. Sementara untuk hubungan beban dam regangan pada beton yang campurannya ditambahkan serat sisal menunjukkan peningkatan tingkat daktilitas beton yang semakin baik

    Analisis Faktor Keterlambatan Pekerjaan Preservasi Jalan Weda-Sagea Berdasarkan Persepsi Stakeholder

    Full text link
    Preservasi jalan Weda Sagea diharapkan mampu menghubungkan jalan lintas antarkabupaten kota di daratan Halmahera. Pekerjaan preservasi ruas jalan ini diharapkan dapat selesai sesuai dengan waktu pelaksanaan yang tertuang dalam kontrak. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Halmahera Tengah, pada ruas jalan Weda – Sagea, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku Utara. Lokasi penanganan preservasi jalan Weda – Sagea tepatnya berada dari STA 00+000 sampai dengan STA 53+500 dari Weda. Dalam penelitian ini, dilakukan survei menggunakan kuesioner terhadap tenaga kerja di proyek. Faktor keterlambatan yang dipertimbangkan dalam pengumpulan data diperoleh berdasarkan studi literatur. Analisis faktor dan pemeringkatan dilakukan untuk melihat faktor yang memiliki nilai yang paling signifikan. Hasil analisis menunjukkan 3 faktor dengan peringkat tertinggi penyebab keterlambatan proyek Weda-Sagea adalah perubahan kontrak (Addendum) yang belum selesai; jadwal pelaksanaan yang kurang baik; dan lambatnya gambar review design

    Studi Beton Geopolimer Dengan Bahan Dasar Fly Ash Terhadap Kuat Tekan Beton

    Full text link
    Fly ash memiliki potensi sebagai bahan pengganti semen Portland, dikarenakan termasuk bahan pozzolan yaitu bahan yang memiliki kandungan silika (Si) dan alumina (Al). Bahan pozzolan tidak mempunyai kemampuan pengikat seperti semen pada umumnya, tetapi dikarenakan bentuknya yang halus, dan dapat bereaksi dengan cairan alkali activator NaOH dan Na2SiO3 yang memiliki kemampuan mengikat layaknya semen Portland, campuran ini disebut dengan campuran geopolimer. Penelitian ini menggunakan bahan pengikat campuran beton geopolymer menggunakan fly ash dan cairan alkali activator berupa NaOH dan Na2SiO3 dengan perbandingan sebesar 1,5; 2,0; 2,5; 3,0; 3,5 yang menggunakan metode ekperimental. Metode dalam perancangan campuran beton menggunakan cara DOE di Indonesia dikenal sebagai standar perencanaan oleh Departemen Pekerjaan Umm dan dimuat dalam Standar SNI 03-2834-2000, "Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal”. Secara berurut nilai kuat tekan beton (rata-rata) yang di dapat adalah 3,40 MPa (SS/SH = 1,5) ; 7,11 MPa (SS/SH = 2,0); 10,13 MPa (SS/SH = 2,5); 9,07 MPa (SS/SH = 3,0) dan 8,05 MPa (SS/SH = 3,5). Beton yang menghasilkan kuat tekan beton maksimal ada pada variasi perbandingan SS/SH sebesar 2,5 dengan nilai kuat tekan sebesar 10,13 MPa

    Kinerja Angkutan Bus Damri Bandara Pada Rute Plaza Medan Fair - Kualanamu

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional dan mengevaluasi tarif angkutan umum penumpang berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK), dengan standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (SK 687/AJ.206/DRJD/2002). Berdasarkan hasil analisis kinerja operasional diketahui bahwa kecepatan perjalanan 27 km/jam, waktu tempuh 2,5 menit/km, waktu pelayanan penumpang 12 jam/hari, memenuhi standar Dirjen Hubdat 2002. Faktor beban rata-rata 50,10%, headway 60,2 menit, frekuensi kendaraan 0,99. kendaraan/jam, tidak memenuhi standar Dirjen Hubdat 2002. Tarif didasarkan pada perhitungan Biaya Operasional Kendaraan untuk load factor rata-rata 50,10% (existing) Rp. 31.115/Penumpang dan jika load factor 70% (Kementerian Perhubungan Darat) Rp. 22.670/Penumpang, Karena pembatasan penumpang dan tarif perjalanan yang relatif kecil. Tarif saat ini adalah Rp. 30.000, - dengan jumlah penumpang dalam kondisi normal (365 hari beroperasi) tetap memberikan keuntungan sebesar Rp. 10.583.224. Dapat diartikan bahwa pada masa pandemi covid-19, jika bus Damri beroperasi setiap hari dan tarif saat ini adalah Rp. 30.000 masih menguntungkan dan dapat menutupi biaya operasional kendaraan setiap tahun

    Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Keberhasilan Sebuah Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Gedung The Stature Jakarta)

    Full text link
    Proyek konstruksi akan berjalan dengan baik dan berhasil jika tenaga kerja sebagai sumber daya manusia berperan aktif dan memiliki kinerja yang tinggi, khususnya dalam hal pelaksanaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja. Dilakukan wawancara, observasi, dan penyebaran kuisioner yang dibagikan kepada 50 tenaga kerja konstruksi. Dalam hal ini penelitian dilakukan pada proyek pembangunan gedung The Stature Jakarta. Variabel yang di ukur dalam penelitian ini adalah variabel Keselamatan Kerja (X1), Kesehatan Kerja (X2), dan Keberhasilan Proyek (Y). Analisis hubungan antarvariabel dilakukan dengan regresi linier berganda, yang mana mencakup beberapa pengujian statistik seperti uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, uji F, dan T. Besar pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Keberhasilan Proyek pembangunan gedung The Stature Jakarta adalah sebesar 17,6%, dimana hasil ini diperoleh dari hasil perhitungan Rsquare bahwa nilai pengaruh dari kedua variabel adalah sebesar 0,176. Secara simultan (uji F), kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan proyek. Namun, variabel kesehatan kerja (X2) tidak signifikan secara parsial (uji T, sig. >0,05). Besarnya pengaruh dari masing-masing variabel dibuktikan dengan hasil uji korelasi parsial, yakni variabel Keselamatan Kerja (X1) sebesar 0,139 atau 13,9% dan variabel Kesehatan Kerja (X2) berpengaruh sebesar 0,037 atau 3,7%

    Analisis Pengaruh Pemberian Gaya Prategang Pada Struktur Jembatan Gelagar Baja Komposit

    Full text link
    Pemberian gaya prategang umumnya dilakukan pada jembatan komposit dengan girder beton pracetak dan pelat lantai beton yang di cor secara in-situ. Mengingat berat girder relatif besar maka erection girder membutuhkan alat berat dengan kapasitas besar dan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak mengalami kerusakan dan kegagalan struktur. Mempelajari hal tersebut karya ilmiah ini menganalisis jembatan komposit prategang dengan mengganti girder pracetak dengan profil baja dengan harapan dapat mereduksi berat sendiri girder, mudah dalam pelaksanaan dan lebih ekonomis. Pemberian gaya prategang pada jembatan komposit dimaksudkan untuk memberikan momen balance pada jembatan komposit sehingga dapat mereduksi momen kerja yang bekerja yang dengan sendirinya akan mereduksi tegangan-tegangan yang bekerja pada struktur jembatan. Analisa pemberian prategang pada jembatan komposit dilakukan dengan tegangan ijin kerja atau Allowable Stress Design. Jembatan komposit yang dianalisis adalah jembatan kelas I bentang 30 m dengan lebar jembatan 9 m dengan jarak gelagar 1,25 m, selanjutnya diberi gaya prategang. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas lentur jembatan komposit dengan gaya prategang meningkat sebesar 33,64%, sementara efisiensi profil baja pada jembatan komposit dengan pemberian gaya prategang sebesar 49,74 %

    Pengukuran Seismik Dengan Metode HVSR Untuk Pendugaan Bencana Gempa Bumi

    Full text link
    Berdasarkan sumber dan penyebabnya maka bencana alam dapat dikelompokkan menjadi bencana alam geologi yaitu berupa gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan longsor serta bencana alam hidroklimatologi, yaitu berupa banjir, kekeringan, angin topan, gelombang pasang. Berdasarkan kondisi geologi yang ada, maka di Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebagai lokasi tempat penelitian mempunyai potensi bencana alam geologi berupa bencana longsor, bencana gempa bumi, dan bencana banjir. Dan untuk mengetahui seberapa besar potensi bencana gempa bumi dilakukan pengujian percepatan pada batuan dasar dengan metode HVSR

    87

    full texts

    90

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇