Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil
Not a member yet
    90 research outputs found

    Analisis Parameter Untuk Perencanaan Bangunan Intake

    Full text link
    Untuk kepentingan sistem penyediaan air minum yang melayani Kabupaten Serdang Bedagei dan Kota Tebing Tinggi, maka dimanfaatkanlah Sungai Padang sebagai tempat pengambilan air baku. Dengan mempertimbangkan banyak parameter, model yang dipilih adalah dengan pengambilan bebas. Dari hasil analisis memakai HEC-RAS, jumlah air terpakai masih sangat cukup yakni hanya 2% dari kemampuan debit aliran yang masih bisa dimanfaatkan.Untuk kepentingan sistem penyediaan air minum yang melayani Kabupaten Serdang Bedagei dan Kota Tebing Tinggi, maka dimanfaatkanlah Sungai Padang sebagai tempat pengambilan air baku. Dengan mempertimbangkan banyak parameter, model yang dipilih adalah dengan pengambilan bebas. Dari hasil analisis memakai HEC-RAS, jumlah air terpakai masih sangat cukup yakni hanya 2% dari kemampuan debit aliran yang masih bisa dimanfaatkan

    ANALISIS POTENSI LIKUEFAKSI DENGAN GLOBAL GEOSPASIAL MODEL (GGM) DI KECAMATAN MEDAN BELAWAN

    Full text link
    Gempa bumi merupakan suatu fenomena guncangan pada tanah yang menyebabkan terjadinya kerusakan alam dan infrastuktur serta mampu membahayakan nyawa manusia. Banyak fenomena yang bisa disebabkan dari gempa bumi yang terjadi yaitu kegagalan struktur, gelombang tsunami, longsor pada tanah dan likuefaksi. Likuefaksi merupakan berubahnya kekuatan pada tanah yang mengakibatkan kehilangan daya tahan geser diakibatkan dengan meningkatnya tekanan air pori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi likuefaksi di wilayah yang menjadi lokasi penelitian. Lokasi penelitian dalam studi ini adalah Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Daerah tersebut merupakan wilayah yang memiliki letak geografis dekat dengan perairan, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap kerentanan sifat tanah atau potensi likuefaksi. Penelitian ini menggunakan metode global geospasial model sebagai penentu potensi likuefaksi di suatu wilayah. Dalam menghitung kerawanan potensi likuefaksi dibutuhkan beberapa parameter, diantaranya kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 meter, peak ground velocity (PGV), presipitasi kurun waktu tahunan, jarak dari titik koordinat ke pantai dan juga sungai terdekat. Berdasarkan pemetaan terhadap sebaran Vs30 didapatkan rentang nilai 180 – 599 m/s, ini menunjukkan bahwa sifat tanah yang mendominasi di daerah tersebut adalah tanah sedang, tanah sangat padat dan batuan lunak, dan diperoleh nilai probabilitas likuefaksi berada pada 0,53 (53%)

    Aplikasi Metode Perfomance Based Design dalam Evaluasi Kinerja Struktur Bangunan Beton 6 Lantai

    Full text link
    Indonesia sering mengalami aktivitas gempa bumi karena posisinya yang berada dalam jalur gempa pasifik (Circum Pasific Earthquake Belt) dan jalur gempa Asia (Trans Asiatic Earthquake Belt). Saat terjadi gempa, sangat penting bahwa bangunan dapat menahan gaya-gaya gempa hingga tingkat tertentu tanpa mengalami kerusakan signifikan pada elemen struktural maupun non-strukturalnya. Metode Direct Displacement Based Design (DDBD) merupakan pendekatan baru dalam desain struktural berbasis kinerja untuk ketahanan gempa pada bangunan. Dalam penelitian ini, gedung perkantoran di Medan dievaluasi sesuai kriteria kinerja Life Safety (ATC-40). Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ETABS untuk menentukan gaya-gaya yang bekerja pada elemen-elemen struktural dan untuk mengevaluasi perilaku struktural melalui analisis non-linear pushover. Selain itu, perbandingan respons gempa dilakukan antara metode DDBD dan pedoman peraturan yang diatur dalam SNI 1726:2019. Hasil evaluasi untuk gedung perkantoran menunjukkan tingkat kinerja sebesar 0,022 dalam arah X dan 0,019 dalam arah Y, dengan batasan kinerja life safety ditetapkan pada 0,02. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa gedung-gedung tersebut melebihi batasan kinerja life safety dalam arah X, sementara menunjukkan perilaku yang sesuai dengan target kinerja dalam arah Y.Indonesia sering mengalami aktivitas gempa bumi karena posisinya yang berada dalam jalur gempa pasifik (Circum Pasific Earthquake Belt) dan jalur gempa Asia (Trans Asiatic Earthquake Belt). Saat terjadi gempa, sangat penting bahwa bangunan dapat menahan gaya-gaya gempa hingga tingkat tertentu tanpa mengalami kerusakan signifikan pada elemen struktural maupun non-strukturalnya. Metode Direct Displacement Based Design (DDBD) merupakan pendekatan baru dalam desain struktural berbasis kinerja untuk ketahanan gempa pada bangunan. Dalam penelitian ini, gedung perkantoran di Medan dievaluasi sesuai kriteria kinerja Life Safety (ATC-40). Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ETABS untuk menentukan gaya-gaya yang bekerja pada elemen-elemen struktural dan untuk mengevaluasi perilaku struktural melalui analisis non-linear pushover. Selain itu, perbandingan respons gempa dilakukan antara metode DDBD dan pedoman peraturan yang diatur dalam SNI 1726:2019. Hasil evaluasi untuk gedung perkantoran menunjukkan tingkat kinerja sebesar 0,022 dalam arah X dan 0,019 dalam arah Y, dengan batasan kinerja life safety ditetapkan pada 0,02. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa gedung-gedung tersebut melebihi batasan kinerja life safety dalam arah X, sementara menunjukkan perilaku yang sesuai dengan target kinerja dalam arah Y

    Tantangan Penerapan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Di Era 5.0

    No full text
    Proyek konstruksi ialah industri yang beresiko besar bila dibanding dengan industri yang lain. Angka kecelakaan kerja di Indonesia lumayan besar serta selalu bertambah pada beberapa tahun terakhir. Aspek ’keselamatan’ dan ’kesehatan kerja’ (K3) secara umum di negara Indonesia masih sebagai permasalahan besar yang kerap terjalin dalam proyek konstruksi. Meski pemerintah telah mengeluarkan persyaratan dan peraturan peraturan guna memberikan proteksi pada tenaga kerja, dalam faktanya pelaksana proyek masih kerap melalaikan persyaratan serta peraturan- peraturan pada K3 itu sebab pelaksana proyek kurang sadar akan betapa besar resiko yang wajib ditanggung oleh tenaga kerja serta perusahaannya. Dalam rancangan era society 5. 0 ini, Keselamatan dan Kesehatan Kegiatan (K3) membutuhkan manajemen serta strategi yang lebih efisien, lebih berdaya guna, serta lebih inovatif guna mencegah pekerja dari efek Musibah Kegiatan serta penyakit dampak kerja. Dari perolehan pengkajian tersimpulkan biaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebesar Rp. 47.816.125.12 kemudian untuk nilai kontrak pada proyek tersebut adalah Rp. 13.189.675.910 atau sebesar 0.36% dari nilai kontrak.Proyek konstruksi ialah industri yang beresiko besar bila dibanding dengan industri yang lain. Angka kecelakaan kerja di Indonesia lumayan besar serta selalu bertambah pada beberapa tahun terakhir. Aspek’keselamatan’dan’kesehatan kerja’(K3)’secara’garis’umum’di negara’indonesia’masih sebagai permasalahan’besar’yang kerap terjalin dalam’proyek’konstruksi. Bila dibanding dengan industri lain, industri infrastruktur serta konstruksi merupakan yang sangat kompleks. Industri ini mereproduksi produk akhir berbentuk bangunan serta wujud fisik yang lain, dan alat serta infrastruktur yang menunjang perkembangan serta kemajuan di bermacam aspek, tercantum pembangunan ekonomi, social, serta adat. Meski pemerintah telah mengeluarkan persyaratan dan peraturan peraturan guna memberikan proteksi pada tenaga kerja, dalam faktanya pelaksana proyek masih kerap melalaikan persyaratan serta peraturan- peraturan pada K3 itu sebab pelaksana proyek kurang sadar akan betapa besar resiko yang wajib ditanggung oleh tenaga kerja serta perusahaannya. Dalam rancangan era society 5. 0 ini, Keselamatan dan Kesehatan Kegiatan( K3) membutuhkan manajemen serta strategi yang lebih efisien, lebih berdaya guna, serta lebih inovatif guna mencegah pekerja dari efek Musibah Kegiatan serta penyakit dampak kerja. Dari perolehan pengkajian tersimpulkan biaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebesar Rp. 47.816.125.12 kemudian untuk nilai kontrak pada proyek tersebut adalah Rp. 13.189.675.910 atau sebesar 0.36% dari nilai kontrak

    Pembatasan dalam Pemanfaatan Air Hasil Daur Ulang IPAL pada Universitas

    Full text link
    Suatu bangunan memerlukan air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. Di tengah masalah kekurangan air, salah satu solusi yang ada adalah pemanfaatan air yang didaur ulang oleh instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Artikel ini mempelajari seberapa optimal air olahan IPAL dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari pada suatu universitas. Penelitian dilakukan di suatu universitas di DKI Jakarta, Indonesia. Data yang dipakai adalah ketersediaan air dari IPAL dan kebutuhan air total dari PDAM. Data kebutuhan air dipecah berdasarkan tipe penggunaan yaitu untuk penghuni (toilet dan non-toilet), penyiraman tanaman, kebersihan bangunan, dan kolam. Hasil penyelidikan memperkirakan, bila air daur ulang IPAL akan dimanfaatkan, hanya 28,20 % yang bisa dipakai sedangkanya sisa 71,80 % harus dibuang. Ini tidak ideal karena sebaiknya air daur ulang mampu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengurangi pemakaian sumber daya air yang makin terbatas. Ada berbagai faktor penyebab yaitu persepsi publik yang buruk mengenai air daur ulang IPAL, mutu air yang tidak memenuhi persyaratan, dan jaringan pipa eksisting yang mencampur sistem pembilasan toilet dengan air bersih lainnya.Suatu bangunan memerlukan air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. Di tengah masalah kekurangan air, salah satu solusi yang ada adalah pemanfaatan air yang didaur ulang oleh instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Artikel ini mempelajari seberapa optimal air olahan IPAL dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari pada suatu universitas. Penelitian dilakukan di suatu universitas di DKI Jakarta, Indonesia. Data yang dipakai adalah ketersediaan air dari IPAL dan kebutuhan air total dari PDAM. Data kebutuhan air dipecah berdasarkan tipe penggunaan yaitu untuk penghuni (toilet dan non-toilet), penyiraman tanaman, kebersihan bangunan, dan kolam. Hasil penyelidikan memperkirakan, bila air daur ulang IPAL akan dimanfaatkan, hanya 28,20 % yang bisa dipakai sedangkanya sisa 71,80 % harus dibuang. Ini tidak ideal karena sebaiknya air daur ulang mampu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengurangi pemakaian sumber daya air yang makin terbatas. Ada berbagai faktor penyebab yaitu persepsi publik yang buruk mengenai air daur ulang IPAL, mutu air yang tidak memenuhi persyaratan, dan jaringan pipa eksisting yang mencampur sistem pembilasan toilet dengan air bersih lainnya

    Perencanaan Pondasi Setapak Gabungan dan Pondasi Rakit Sederhana pada Proyek Orangutan Haven Sumatera Utara

    Full text link
    Restoran Ouh adalah sebuah restoran dengan struktur bambu satu lantai yang terletak di dalam area konservasi Orangutan Haven. Akses jalan menuju restoran tersebut hanya dengan jalan setapak berbukit sehingga pemilihan pondasinya juga harus mempertimbangkan metode pelaksanaan pondasinya., Dalam jurnal ini penulis akan merencanakan dimensi, penulangan pondasi setapak gabungan dan pondasi rakit sederhana berdasarkan SNI 2847-2019. Daya dukung tanah menggunakan teori meyerhoff dan uji sondir. Perhitungan tulangan dilakukan dengan perhitungan konvensional dan menggunakan metode numerik dengan menggunakan bantuan program MIDAS. Hasil dari desain konvensional dan MIDAS akan dibandingkan untuk selanjutnya, digunakan desain yang paling optimum untuk menggambar penulangan pada pondasi restoran Ouh. Dari hasil penelitian didapatkan untuk pondasi setapak gabungan dimensinya adalah 1500 x 1000 x 300 mm dengan tulangan yang digunakan berdasarkan hasil pertimbangan analisis konvensional dan menggunakan program MIDAS adalah 6 D10, untuk arah memanjang dan memendek bagian bawah pondasi setapak gabungan. Sementara dimensi dari pondasi rakit sederhana yang didapat adalah 1050 x 1050 x 300 mm. Tulangan yang digunakan berdasarkan hasil pertimbangan dari analisis konvensional dan program MIDAS adalah 6 D10, untuk arah memanjang dan memendek bagian atas dan bawah pondasi rakit sederhana.Restoran Ouh adalah sebuah restoran dengan struktur bambu satu lantai yang terletak di dalam area konservasi Orangutan Haven. Akses jalan menuju restoran tersebut hanya dengan jalan setapak berbukit sehingga pemilihan pondasinya juga harus mempertimbangkan metode pelaksanaan pondasinya., Dalam jurnal ini penulis akan merencanakan dimensi, penulangan pondasi setapak gabungan dan pondasi rakit sederhana berdasarkan SNI 2847-2019. Daya dukung tanah menggunakan teori meyerhoff dan uji sondir. Perhitungan tulangan dilakukan dengan perhitungan konvensional dan menggunakan metode numerik dengan menggunakan bantuan program MIDAS. Hasil dari desain konvensional dan MIDAS akan dibandingkan untuk selanjutnya, digunakan desain yang paling optimum untuk menggambar penulangan pada pondasi restoran Ouh. Dari hasil penelitian didapatkan untuk pondasi setapak gabungan dimensinya adalah 1500 x 1000 x 300 mm dengan tulangan yang digunakan berdasarkan hasil pertimbangan analisis konvensional dan menggunakan program MIDAS adalah 6 D10, untuk arah memanjang dan memendek bagian bawah pondasi setapak gabungan. Sementara dimensi dari pondasi rakit sederhana yang didapat adalah 1050 x 1050 x 300 mm. Tulangan yang digunakan berdasarkan hasil pertimbangan dari analisis konvensional dan program MIDAS adalah 6 D10, untuk arah memanjang dan memendek bagian atas dan bawah pondasi rakit sederhana

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Resiko Pada Proyek Konstruksi Infrastruktur

    Full text link
    Infrastruktur adalah seluruh struktur dan juga fasilitas dasar, baik itu fisik maupun sosial seperti bangunan, pasokan listrik, irigasi, jalan, jembatan, dan lain sebagainya yang dibutuhkan untuk operasional aktifitas masyarakat maupun perusahaan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat risiko tersebut maka perlu dilakukan identifikasi terhadap variabel risiko pada proyek konstruksi infrastruktur di wilayah Summarecon Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko yang menjadi penyebab terhadap proyek infrastruktur, serta untuk mengetahui alokasi risiko berdasarkan identifikasi risiko adanya kendala dalam pembebasan lahan pada proyek. Pengumpulan data dengan metode kuesioner yang disebarkan kepada responden. Jumlah responden sebanyak 60 responden.Infrastruktur adalah seluruh struktur dan juga fasilitas dasar, baik itu fisik maupun sosial seperti bangunan, pasokan listrik, irigasi, jalan, jembatan, dan lain sebagainya yang dibutuhkan untuk operasional aktifitas masyarakat maupun perusahaan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat resiko tersebut maka perlu dilakukan identifikasi terhadap variabel resiko pada proyek konstruksi infrastruktur di wilayah Summarecon Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui resiko yang menjadi penyebab terhadap proyek infrastruktur, serta untuk mengetahui alokasi resiko berdasarkan identifikasi resiko adanya kendala dalam pembebasan lahan pada proyek. Pengumpulan data dengan metode kuisioner yang disebarkan kepada responden. Jumlah responden sebanyak 60 responden

    Analisis Struktur Beton Bertulang dengan Sistem Flat Slab Dilengkapi Drop Panel pada Bangunan Bertingkat

    Full text link
    Flat slab adalah pelat beton bertulang yang tidak memiliki balok atau girder, sehingga beban langsung diteruskan ke kolom. Dalam perencanaan flat slab dengan drop panel untuk struktur bangunan beton bertulang, perlu mematuhi pedoman yang terdapat dalam SNI 2847:2019. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem perkuatan flat slab, perkuatan drop panel, dan kapasitas strukturalnya dalam menanggung beban, terutama fokus pada tegangan geser pons (punching shear) yang terjadi pada bagian kritis. Dalam pelaksanaan penelitian ini, kita akan mengandalkan penelitian literatur sebagai sumber referensi. Penulis akan melakukan analisis struktural tiga dimensi pada sistem flat slab menggunakan perangkat lunak Etabs V18 dan memasukkan beban sesuai dengan ketentuan SNI 1727:2020, juga akan memasukkan beban akibat gempa dengan mengacu pada analisis respons spektrum sebagaimana yang diatur dalam SNI 1726:2019. Setelah analisis struktural selesai dan hasilnya telah diperoleh, maka dilakukan desain perkuatan pada pelat di setiap bagian dan desain perkuatan pada drop panel. Selanjutnya, perhitungan tegangan geser pons (punching shear) pada pelat akan dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, diperkirakan bahwa luas perkuatan lentur yang dibutuhkan pada pelat dan drop panel, serta tegangan geser pons yang dialami oleh pelat, akan lebih kecil daripada kapasitas tegangan geser yang dapat ditanggung oleh beton itu sendiri.Flat slab adalah pelat beton bertulang yang tidak memiliki balok atau girder, sehingga beban langsung diteruskan ke kolom. Dalam perencanaan flat slab dengan drop panel untuk struktur bangunan beton bertulang, perlu mematuhi pedoman yang terdapat dalam SNI 2847:2019. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem perkuatan flat slab, perkuatan drop panel, dan kapasitas strukturalnya dalam menanggung beban, terutama fokus pada tegangan geser pons (punching shear) yang terjadi pada bagian kritis. Dalam pelaksanaan penelitian ini, kita akan mengandalkan penelitian literatur sebagai sumber referensi. Penulis akan melakukan analisis struktural tiga dimensi pada sistem flat slab menggunakan perangkat lunak Etabs V18 dan memasukkan beban sesuai dengan ketentuan SNI 1727:2020, juga akan memasukkan beban akibat gempa dengan mengacu pada analisis respons spektrum sebagaimana yang diatur dalam SNI 1726:2019. Setelah analisis struktural selesai dan hasilnya telah diperoleh, maka dilakukan desain perkuatan pada pelat di setiap bagian dan desain perkuatan pada drop panel. Selanjutnya, perhitungan tegangan geser pons (punching shear) pada pelat akan dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, diperkirakan bahwa luas perkuatan lentur yang dibutuhkan pada pelat dan drop panel, serta tegangan geser pons yang dialami oleh pelat, akan lebih kecil daripada kapasitas tegangan geser yang dapat ditanggung oleh beton itu sendiri

    Analisis Karakteristik Curah Hujan Kota Medan Bagian Utara dengan Menggunakan 3 Data Stasiun Hujan

    Full text link
    Penelitian ini membahas mengenai karakteristik curah hujan yang berada di wilayah administrasi Kota Medan bagian Utara, dengan menggunakan beberapa Stasiun periode 2000 s/d 2019. Adapun Stasiun terdiri dari 3 dan 1 Stasiun tambahan yaitu (1) Stasiun BMKG Belawan, (2) Stasiun BMKG Helvetia, (3) Stasiun BMKG Sampali dan (4) Stasiun BMKG Pancur Batu. Analisa karakteristik curah hujan dilakukan dengan menganalisa pola distribusi hujan setiap stasiun dan secara keseluruhan keempat stasiun. Kemudian dilakukan analisa karakteristik curah hujan dengan perhitungan intensitas periode ulangnya dan mengetahui pola kurva IDF (Intensity Duration Frekuensi) Kota Medan bagian Utara. Hasil analisa menunjukkan bahwa curah hujan Kota Medan bagian Utara jika diambil dari keempat stasiun memiliki pola yang hampir sama yaitu sama berpola ekuatorial. Adapun hasil pola kurva IDF menunjukkan bahwa intensitas hujan yang tinggi berlangsung dalam durasi pendek. Hal tersebut berarti bahwa hujan deras pada umumnya berlangsung dalam waktu singkat namun hujan tidak deras bisa berlangsung dalam waktu lama.Penelitian ini membahas mengenai karakteristik curah hujan yang berada di wilayah administrasi Kota Medan bagian Utara, dengan menggunakan beberapa Stasiun periode 2000 s/d 2019. Adapun Stasiun terdiri dari 3 dan 1 Stasiun tambahan yaitu (1) Stasiun BMKG Belawan, (2) Stasiun BMKG Helvetia, (3) Stasiun BMKG Sampali dan (4) Stasiun BMKG Pancur Batu. Analisa karakteristik curah hujan dilakukan dengan menganalisa pola distribusi hujan setiap stasiun dan secara keseluruhan keempat stasiun. Kemudian dilakukan analisa karakteristik curah hujan dengan perhitungan intensitas periode ulangnya dan mengetahui pola kurva IDF (Intensity Duration Frekuensi) Kota Medan bagian Utara. Hasil analisa menunjukkan bahwa curah hujan Kota Medan bagian Utara jika diambil dari keempat stasiun memiliki pola yang hampir sama yaitu sama berpola ekuatorial. Adapun hasil pola kurva IDF menunjukkan bahwa intensitas hujan yang tinggi berlangsung dalam durasi pendek. Hal tersebut berarti bahwa hujan deras pada umumnya berlangsung dalam waktu singkat namun hujan tidak deras bisa berlangsung dalam waktu lama

    Perencanaan Pondasi Mesin Pabrik Kelapa Sawit PT. Brau Agro Asia P.O.M

    No full text
    Pondasi adalah bagian dari struktur bangunan yang memiliki fungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari stuktur atas ke tanah dasar. Pondasi harus cukup kuat menahan beban struktur atas tanpa terjadinya penuruanan pada sistem strukturnya. Untuk analisa beban dinamis menentukan besarnya amplitudo yang terjadi dan menentukan supaya getaran yang terjadi tidak menggangu manusia dan lingkungan di sekitarnya dengan menggunakan metode lumped parameter system, serta merencanakan penulangan dari pondasi mesin generator set tersebut. Dari hasil perencanaan didapatkan desain pondasi mesin dengan ketebalan 1,5 meter dengan panjang 5,225 meter dan lebar 2,21 meter. Digunakan tulangan D22-75 mm untuk tulangan lentur dan untuk tulangan geser memakai tulangan minimum D8-300 mm. Mesin generator set ini memiliki frekuensi 5000 rpm dan besarnya amplitude vertikal yang terjadi sebesar 0,00010 in, masuk dalam kategori “Easily Noticeable to person”, yang berarti : sedikit terasa terhadap lingkungan sekitar. Besarnya amplitude horizontal 0,077 masuk dalam zona “Good”. Kedua kategori masuk dalam syarat aman persyaratan perencanaan pondasi mesin.Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari stuktur atas ketanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadinya penuruanan pada sistem strukturnya. Untuk analisa beban dinamis menentukan besarnya amplitudo yang terjadi dan menentukan supaya getaran yang terjadi tidak menggangu manusia dan lingkungan disekitarnya dengan menggunakan metode lumped parameter system, serta merencanakan penulangan dari pondasi mesin generator set tersebut. Dari hasil perencanaan didapatkan desain pondasi mesin dengan ketebalan 1,5 meter dengan panjang 5,225 meter dan lebar 2,21 meter. Digunakan tulangan D22-75 mm untuk tulangan lentur dan untuk tulangan geser memakai tulangan minimum D8-300 mm. Mesin generator set ini memiliki frekuensi 5000 rpm dan besarnya amplitude vertikal yang terjadi sebesar 0,00010 in, masuk dalam kategori “Easily Noticeable to person”, yang berarti : sedikit terasa terhadap lingkungan sekitar. Besarnya amplitude horizontal 0,077 masuk dalam zona “Good”. Kedua kategori masuk dalam syarat aman persyaratan perencanaan pondasi mesi

    87

    full texts

    90

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇