Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil
Not a member yet
90 research outputs found
Sort by
Perkuatan Pelat Lantai Dengan FRP (Fibre Reinforced Polimer) (Studi Kasus: Gedung Sekolah Siantar)
Perkuatan struktur diperlukan apabila struktur mengalami kerusakan yang berakibat tidak terpenuhinya lagi persyaratan teknis, seperti kekuatan, kekakuan dan daktilitas, kestabilan.. Penelitian ini menghitung perbaikan struktur pelat pada bangunan sekolah, yang mana perbaikan akan menggunakan FRP (Fibre Rainforced Polymer) sebagai bahan utama perbaikannya. Penelitian ini, menganalisis perkuatan pelat dengan cara menghitung momen pelat dengan menggunakan metode Konvensional, Teori Balok, dan juga dengan Teori Papan Catur dengan bantuan SAP2000. Perkuatan pada struktur ini direncanakan sebesar 30% dari kekuatan awal dari struktur pelat bangunan ini. Pelat yang ditinjau hanya pada pelat ruangan kelas. Dari hasil perhitungan diperoleh hasil perhitungan Teori Konvensional adalah Momen Tumpuan sebesar 2134,8 Kgf/m dan Momen Lapangan sebesar 1372,37 Kgf/m. hasil perhitungan Teori Balok adalah Momen Tumpuan sebesar 1174,5 Kgf/m dan Momen Lapangan sebesar 557,25 Kgf/m.Dan hasil perhitungan Papan Catur dengan Momen terbesarnya adalah Momen Tumpuan sebesar 1148,93 Kgf/m dan Momen Lapangan sebesar 485,86 Kgf/m. Momen yang dipakai dalam perhitungan FRP adalah momen konvensional. Berikut adalah perhitungan momen setelah penambahan FRP pada pelat lantai, CFRP 30,92 % atau sama dengan 6601194,61Nmm dengan banyak FRP 5 lembar, AFRP 48,43 % atau sama dengan 10339463.78Nmm dengan banyak FRP 8 lembar, FRP 31,27 % atau sama dengan 6676954.04Nmm dengan banyak FRP 10 lembar.Perkuatan struktur diperlukan apabila struktur mengalami kerusakan yang berakibat tidak terpenuhinya lagi persyaratan teknis, seperti kekuatan, kekakuan dan daktilitas, kestabilan.. Penelitian ini menghitung perbaikan struktur pelat pada bangunan sekolah, yang mana perbaikan akan menggunakan FRP (Fibre Rainforced Polymer) sebagai bahan utama perbaikannya. Penelitian ini, menganalisis perkuatan pelat dengan cara menghitung momen pelat dengan menggunakan metode Konvensional, Teori Balok, dan juga dengan Teori Papan Catur dengan bantuan SAP2000. Perkuatan pada struktur ini direncanakan sebesar 30% dari kekuatan awal dari struktur pelat bangunan ini. Pelat yang ditinjau hanya pada pelat ruangan kelas. Dari hasil perhitungan diperoleh hasil perhitungan Teori Konvensional adalah Momen Tumpuan sebesar 2134,8 Kgf/m dan Momen Lapangan sebesar 1372,37 Kgf/m. hasil perhitungan Teori Balok adalah Momen Tumpuan sebesar 1174,5 Kgf/m dan Momen Lapangan sebesar 557,25 Kgf/m.Dan hasil perhitungan Papan Catur dengan Momen terbesarnya adalah Momen Tumpuan sebesar 1148,93 Kgf/m dan Momen Lapangan sebesar 485,86 Kgf/m. Momen yang dipakai dalam perhitungan FRP adalah momen konvensional. Berikut adalah perhitungan momen setelah penambahan FRP pada pelat lantai, CFRP 30,92 % atau sama dengan 6601194,61Nmm dengan banyak FRP 5 lembar, AFRP 48,43 % atau sama dengan 10339463.78Nmm dengan banyak FRP 8 lembar, FRP 31,27 % atau sama dengan 6676954.04Nmm dengan banyak FRP 10 lembar
Konsolidasi Tanah pada Sistem Saluran Drainase dalam Upaya Penanganan Banjir (Studi Kasus : Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung)
Saluran drainase memiliki peran penting sebagai sarana pengaliran air untuk mencegah luapan genangan air di permukaan tanah, sehingga optimalisasi saluran drainase merupakan salah satu upaya dalam penanggulanagan bencana banjir yang terjadi di Kelurahan Way Dadi.. Upaya tersebut dilakukan dengan cara konsolidasi tanah pada system saluran drainase. Konsolidasi tanah merupakan suatu kebijakan penataan ulang pertanahan untuk meningkatkan kualitas lingkungan seperti sistem saluran drainase pada daerah terdampak banjir yang didasarkan pada analisis hidrologi. Metode yang digunakan dalam penentuan intensitas hujan untuk menghasilkan debit perencanaan dalam analisis hidrologi yaitu metode mononobe dengan distribusi Log Pearson Type III. Penelitian ini menghasilkan sebuah model konseptual konsolidasi tanah berupa perencanaan penambahan dimensi yaitu pada lebar dan kedalaman saluran dengan jenis saluran terbuka. Pelebaran saluran drainase yang dilakukan membutuhkan adanya lahan yang tersedia sebesar 676 m2 dari kedua ruas jalan di Jalan Jambu sepanjang 155 meter dan Jalan Manggis sepanjang 183 meter. Pengadaan tanah dilakukan dengan menggunakan harga nilai tanah per sebesar Rp. 1.000.000 - Rp. 10.000.000 yang menghasilkan total biaya ganti rugi pada pengadaan tanah sebesar Rp. 1.916.000.000 - Rp. 3.832.000.000 dari dua zona nilai tanah
Studi Kelayakan Pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kecamatan X
Permukiman di Kecamatan X termasuk permukiman padat penduduk dan terletak di sepanjang Sungai Kalilo. Sebagian besar penduduk sekitar membuang air besar (BAB) di Sungai Kalilo karena tidak mempunyai jamban, sedangkan sungai Kalilo juga digunakan untuk mencuci kedelai pada home industry tempe. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kecamatan X. Metodologi studi yang digunakan yaitu deskriptif analitis dan metode dalam pengambilan contoh air dengan metode grab. Hasil penelitian menunjukkan nilai Suspended Solid (SS) Sungai Kalilo bagian hilir, tengah, dan hulu masing-masing sebesar 55 mg/l, 66 mg/l, dan 84 mg/l telah melebihi baku mutu Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001. Nilai pengujian total koliform dan Biological Oxygen Demand (BOD) juga menunjukkan nilai yang melebihi baku mutu. Nilai total koliform terbesar ditemukan di bagian hilir Sungai Kalilo sebesar 300.000 MPN/100ml, sedangkan nilai BOD terbesar terjadi di bagian hulu sebesar 16 mg/l O2. Hal ini juga didukung dengan kurangnya kepemilikan jamban keluarga dengan tangki septik sebesar 53,85% dari 60% dan minimalnya layanan IPAL komunal di wilayah padat, kumuh, dan miskin sebesar 10,18% dari 15%.Permukiman di Kecamatan X termasuk permukiman padat penduduk dan terletak di sepanjang Sungai Kalilo. Sebagian besar penduduk sekitar membuang air besar (BAB) di Sungai Kalilo karena tidak mempunyai jamban, sedangkan sungai Kalilo juga digunakan untuk mencuci kedelai pada home industry tempe. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kecamatan X. Metodologi studi yang digunakan yaitu deskriptif analitis dan metode dalam pengambilan contoh air dengan metode grab. Hasil penelitian menunjukkan nilai Suspended Solid (SS) Sungai Kalilo bagian hilir, tengah, dan hulu masing-masing sebesar 55 mg/l, 66 mg/l, dan 84 mg/l telah melebihi baku mutu Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001. Nilai pengujian total koliform dan Biological Oxygen Demand (BOD) juga menunjukkan nilai yang melebihi baku mutu. Nilai total koliform terbesar ditemukan di bagian hilir Sungai Kalilo sebesar 300.000 MPN/100ml, sedangkan nilai BOD terbesar terjadi di bagian hulu sebesar 16 mg/l O2. Hal ini juga didukung dengan kurangnya kepemilikan jamban keluarga dengan tangki septik sebesar 53,85% dari 60% dan minimalnya layanan IPAL komunal di wilayah padat, kumuh, dan miskin sebesar 10,18% dari 15%
Analisis Waktu dan Biaya Erection Girder dengan Metode Perancah dan Launcher pada Proyek Penggantian Jembatan Perningkloji Mojokerto
Jembatan merupakan bangunan yang menghubungkan dua jalan yang dipisah oleh suatu dataran yang lebih rendah seperti sungai. Proyek penggantian jembatan perningkloji merupakan proyek pembangunan jembatan yang melintasi sungai di desa Perning sebagai penghubung antara Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Gresik. Karena kondisi pilar jembatan dan gelagar komposit terdapat retakan dan guncangan, sehingga semua struktur jembatan salah satunya adalah gelagar diganti menggunakan PCI girder. Terdapat beberapa permasalahan seperti lalu lintas yang padat dan sungai yang dalam sehingga diperlukan metode pelaksanaan erection girder yang baik. Penelitian ini membahas tentang metode erection girder yaitu perancah dan launcher. Hasil penelitian didapatkan biaya pelaksanaan erection girder dengan metode launcher dan gantry perancah yaitu untuk metode perancah sebesar Rp 2.434.742.403,26 dan biaya metode launcher sebesar Rp1.469.797.136,90. serta waktu yang dibutuhkan untuk melakukan erection girder dengan metode perancah lebih cepat yaitu 21,25 hari sedangkan waktu erection girder metode launcher adalah 26,93 hari. Sehingga metode pelaksanaan yang dipilih adalah metode launcher.Jembatan merupakan bangunan yang menghubungkan dua jalan yang dipisah oleh suatu dataran yang lebih rendah seperti sungai. Proyek penggantian jembatan perningkloji merupakan proyek pembangunan jembatan yang melintasi sungai di desa Perning sebagai penghubung antara Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Gresik. Karena kondisi pilar jembatan dan gelagar komposit terdapat retakan dan guncangan, sehingga semua struktur jembatan salah satunya adalah gelagar diganti menggunakan PCI girder. Terdapat beberapa permasalahan seperti lalu lintas yang padat dan sungai yang dalam sehingga diperlukan metode pelaksanaan erection girder yang baik. Penelitian ini membahas tentang metode erection girder yaitu perancah dan launcher. Hasil penelitian didapatkan biaya pelaksanaan erection girder dengan metode launcher dan gantry perancah yaitu untuk metode perancah sebesar Rp 2.434.742.403,26 dan biaya metode launcher sebesar Rp1.469.797.136,90. serta waktu yang dibutuhkan untuk melakukan erection girder dengan metode perancah lebih cepat yaitu 21,25 hari sedangkan waktu erection girder metode launcher adalah 26,93 hari. Sehingga metode pelaksanaan yang dipilih adalah metode launcher
Evaluasi Tingkat Korelasi Data Hujan Satelit GPM terhadap Data Hujan Ground Station di DAS Seluang pada Kawasan IKN
DAS Seluang merupakan salah satu DAS yang masuk dalam Kawasan Ibu Kota Nusantara (KIKN). Kebutuhan data-data penunjang untuk pembangunan IKN akan semakin meningkat termasuk kebutuhan data curah hujan. Pada area Ibu Kota Nusantara sendiri telah dibangun pos curah hujan sebanyak tiga pos, yaitu Pos Curah Hujan Sepaku, Pos Curah Hujan Karang Jinawi dan Pos Curah Hujan Pemaluan. Namun, untuk menggunakan data curah hujan pada pos-pos tersebut untuk analisis hidrologi masih belum dapat digunakan karena rentang waktu data masih kurang dari 5 tahun. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan data curah hujan berbabis citra satelit seperti Global Precipitation Measurement (GPM). Tujuan dari studi ini adalah melakukan uji korelasi dan validasi antara data hujan GPM dan data hujan ground station. Setelah dilakukan uji korelasi (r) data hujan GPM, didapat korelasi paling tinggi sebesar 0,65 (korelasi kuat) dengan Pos Curah Hujan Sepinggan Balikpapan. Dari hasil uji koreksi dan validasi data didapat nilai korelasi (r) menjadi 0,99 (korelasi sangat kuat), nilai Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) sebesar 0,99 (baik), nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0,44 (baik), dan nilai Kesalahan Realtif (KR) sebesar 0,087 (baik). Sehingga, data curah hujan GPM terkoreksi menunjukkan kualitas data yang baik untuk analisis hidrologi pada DAS Seluang
Faktor Komunikasi dan Kolaborasi dalam Integrated Project Delivery
Integrated Project Delivery (IPD) merupakan sebuah metode pelaksanaan proyek yang didasari oleh proses kolaborasi terstruktur dan melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan yaitu pemilik proyek, desainer, dan kontraktor. Salah satu alasan pemilik proyek menggunakan metode IPD yaitu untuk meminimalisir perselisihan dan konflik antara pihak saat proyek berlangsung. Untuk mewujudkan hal tersebut, komunikasi dan kolaborasi yang efektif menjadi kunci keberhasilan dalam metode Integrated Project Delivery. Komunikasi dan kolaborasi antar pihak dengan bekerja sama dalam menggabungkan pemikiran dan pengetahuan dari proses desain awal hingga penyerahan proyek. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan kajian literatur terkait komunikasi dan kolaborasi dalam metode IPD serta penerapannya melalui studi kasus yang sudah ada. Metode penelitian yang digunakan yaitu Systematic Literature Review dengan melakukan kajian terhadap literatur terpilih yang diperoleh dari Google Scholar. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa komunikasi dan kolaborasi merupakan hal penting dalam keberhasilan metode IPD. Komunikasi yang didasari oleh saling menghormati, saling percaya, dan transparansi dapat mendorong kolaborasi pada tim IPD. Kolaborasi dalam IPD dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak berkepentingan untuk mencapai tujuan bersama.Integrated Project Delivery (IPD) merupakan sebuah metode pelaksanaan proyek yang didasari oleh proses kolaborasi terstruktur dan melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan yaitu pemilik proyek, desainer, dan kontraktor. Salah satu alasan pemilik proyek menggunakan metode IPD yaitu untuk meminimalisir perselisihan dan konflik antara pihak saat proyek berlangsung. Untuk mewujudkan hal tersebut, komunikasi dan kolaborasi yang efektif menjadi kunci keberhasilan dalam metode Integrated Project Delivery. Komunikasi dan kolaborasi antar pihak dengan bekerja sama dalam menggabungkan pemikiran dan pengetahuan dari proses desain awal hingga penyerahan proyek. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan kajian literatur terkait komunikasi dan kolaborasi dalam metode IPD serta penerapannya melalui studi kasus yang sudah ada. Metode penelitian yang digunakan yaitu Systematic Literature Review dengan melakukan kajian terhadap literatur terpilih yang diperoleh dari Google Scholar. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa komunikasi dan kolaborasi merupakan hal penting dalam keberhasilan metode IPD. Komunikasi yang didasari oleh saling menghormati, saling percaya, dan transparansi dapat mendorong kolaborasi pada tim IPD. Kolaborasi dalam IPD dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak berkepentingan untuk mencapai tujuan bersama
Perbandingan Biaya, Durasi, dan Kerugian Pendapatan Operasional Metode Perkuatan Struktur Kolom Beton Bertulang Gedung Pabrik
Perkuatan struktur kolom beton bertulang pada gedung pabrik memiliki pengaruh pada kegiatan operasional, secara khusus pendapatan dari pabrik. Pada pemilihan metode perkuatan pada pabrik, estimasi kerugian pendapatan perlu dipertimbangkan selain kriteria umum lainnya. Studi ini bertujuan mendapatkan perbandingan metode perkuatan kolom beton bertulang antara metode steel jacketing (SJ) dan penggunaan carbon fiber reinforced polymers (CFRP) pada gedung pabrik berdasarkan aspek biaya, durasi pekerjaan, dan dampak kerugian pendapatan operasional pabrik. Studi kasus dilakukan pada fasilitas gedung pabrik di Provinsi Lampung, dengan 2 kolom yang akan diperkuat hasil analisis tahapan studi sebelumnya. Analisis biaya dan durasi dilakukan mengacu Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) PerMen PUPR No.28/PRT/M/2016 dan harga satuan daerah pada wilayah Provinsi Lampung. Estimasi kerugian operasional pendapatan (YLOSi) pabrik dikalkulasi melalui pendekatan model HAZUS. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek biaya, metode CFRP memiliki biaya yang lebih besar dengan selisih 37,02% dibandingkan metode SJ. Pada aspek durasi pelaksanaan, metode CFRP memiliki durasi yang lebih singkat dengan selisih 2 hari (40,00%) dibandingkan metode SJ. Pada aspek YLOSi pabrik menunjukkan metode CFRP memiliki estimasi kerugian lebih kecil dengan selisih 40,00% dibandingkan metode SJ. Namun pada total biaya tanggungan (biaya pelaksanaan dan estimasi kerugian), metode CFRP memiliki nilai lebih besar 24,28% dibandingkan metode SJ
Systematic Literature Review: Peranan metode BIM dalam Integrated Project Delivery (IPD) untuk Mencapai Triple Constraint
Kemajuan teknologi informasi pada saat ini, berpengaruh pada efisiensi dan efektifitas hasil kerja dengan menggunakan metode baru yaitu IPD (integrated Project Delivery). Dalam metode ini semua multidisiplin bekerja secara bersamaan dari awal-akhir pekerjaan. Untuk mempermudah dalam kolaborasi antar disiplin maka dibantu dengan BIM (Building Information Modelling). BIM dianggap mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta potensial untuk mengurangi biaya dibandingkan dengan cara konvensional. Penggunaan BIM dapat terintegrasi antar software, sehingga mengakselerasi proses kerja juga mengurangi durasi waktu dan menghasilkan sumber daya manusia yang lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini. yaitu dengan melakukan kajian literatur terkait manfaat kedalaman penggunaan BIM pada proyek IPD untuk mencapai triple constraint (mutu, biaya dan waktu). Metode penelitian yang digunakan yaitu systematic literature review, dengan melakukan analisis menggunakan literature terpilih. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan BIM pada proyek IPD memiliki efisiensi kerja dan menghemat waktu hingga 50% serta menghemat biaya pekerjaan. Perencanaan yang matang dengan visualisasi 3D-10D pada tahap awal sangat menguntungkan dikarenakan semua hal telah diperhitungkan dengan seksama dan terperinci, hingga fase pemeliharaan bangunan yang dapat dianalisis menggunakan BIM.Kemajuan teknologi informasi pada saat ini, berpengaruh pada efisiensi dan efektifitas hasil kerja dengan menggunakan metode baru yaitu IPD (integrated Project Delivery). Dalam metode ini semua multidisiplin bekerja secara bersamaan dari awal-akhir pekerjaan. Untuk mempermudah dalam kolaborasi antar disiplin maka dibantu dengan BIM (Building Information Modelling). BIM dianggap mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta potensial untuk mengurangi biaya dibandingkan dengan cara konvensional. Penggunaan BIM dapat terintegrasi antar software, sehingga mengakselerasi proses kerja juga mengurangi durasi waktu dan menghasilkan sumber daya manusia yang lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini. yaitu dengan melakukan kajian literatur terkait manfaat kedalaman penggunaan BIM pada proyek IPD untuk mencapai triple constraint (mutu, biaya dan waktu). Metode penelitian yang digunakan yaitu systematic literature review, dengan melakukan analisis menggunakan literature terpilih. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan BIM pada proyek IPD memiliki efisiensi kerja dan menghemat waktu hingga 50% serta menghemat biaya pekerjaan. Perencanaan yang matang dengan visualisasi 3D-10D pada tahap awal sangat menguntungkan dikarenakan semua hal telah diperhitungkan dengan seksama dan terperinci, hingga fase pemeliharaan bangunan yang dapat dianalisis menggunakan BIM
Kinerja Operasional Kereta Api Siantar Ekspres Rute Medan - Pematang Siantar Menurut Penumpang Masa Pasca Pandemi Covid-19
Kebijakan Pemerintah Sumatera Utara menghapuskan hasil pemeriksaan COVID-19 negatif untuk menggunakan kereta api berpotensi mengembalikan dan meningkatkan kondisi jumlah penumpang. Untuk itu, penting bagi pengelola KA, dalam hal ini KA Siantar Ekspres, untuk mengevaluasi layanannya pasca COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan penumpang terhadap kualitas layanan kereta api pasca-COVID-19 pada rute Medan-Pematang Siantar, dengan fokus pada standar pelayanan minimum (SPM) serta parameter kenyamanan seperti tempat duduk, waktu tempuh, dan faktor muat. Metode IPA digunakan untuk mengkategorikan sebelas indikator layanan ke dalam prioritas peningkatan layanan. Sebanyak 342 responden penumpang telah disurvei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan penumpang KA Siantar Ekspres pasca-pandemi cukup baik, dengan indikator waktu keberangkatan dan waktu tempuh perjalanan yang perlu dipertahankan. Namun, prioritas peningkatan utama adalah kenyamanan bangku penumpang, penyediaan informasi, dan kecepatan layanan Customer Service di gerbong KA
Analisis Tingkat Kepuasan Penyedia Jasa Konstruksi/Konsultansi terhadap Pelaksanaan Pengadaan Secara Elektronik (e-Procurement) pada ULP Kabupaten Halmahera Selatan
Pengadaan barang/jasa merupakan kegiatan lelang yang dilakukan lembaga pemerintah atau institusi swasta guna menjalankan proses kelancaran pembangunan di suatu daerah. E-procurement merupakan proses pengadaan barang atau jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik dan berbasis web/internet yang diselenggarakan oleh layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Pelaksanaan e-Procurement di Kabupaten Halmahera Selatan sebagai sistem pengadaan barang atau jasa dilakukan sejak tahun 2012. Pelaksanaan e- procurement di Kabupaten Halmahera Selatan terbilang sudah cukup lama, tetapi tentunya akan terdapat beberapa keluhan dari pihak penyedia barang atau jasa terhadap pelaksanaannya.tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan dan tingkat kinerja penyedia jasa kosntruksi/konsultansi terhadap pelaksanaan pengadaan secara elektronik (e-Procurement) di kabupaten Halmahera Selatan. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan survey berupa wawancara langsung dan pengisian kuesioner di unit layanan pengadaan kabupaten Halmahera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah customer satisfaction index (CSI) dan importance performance analysis (IPA). Dari hasil penelitian menggunakan metode CSI didapatkan nilai kepuasan penyedia barang/jasa secara keseluruhan terhadap pelaksanaan pengadaan secara elektronik (e-procurement) sebesar 80,01%, yang artinya penyedia jasa puas dengan kualitas dari pelaksanaan pengadaan tersebut. Dan berdasarkan hasil analisis IPA ada beberapa atribut prioritas yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi kinerjanya yaitu atribut-atribut yang terdapat pada kuadran I.Pengadaan barang/jasa merupakan kegiatan lelang yang dilakukan lembaga pemerintah atau institusi swasta guna menjalankan proses kelancaran pembangunan di suatu daerah. E-procurement merupakan proses pengadaan barang atau jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik dan berbasis web/internet yang diselenggarakan oleh layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Pelaksanaan e-Procurement di Kabupaten Halmahera Selatan sebagai sistem pengadaan barang atau jasa dilakukan sejak tahun 2012. Pelaksanaan e- procurement di Kabupaten Halmahera Selatan terbilang sudah cukup lama, tetapi tentunya akan terdapat beberapa keluhan dari pihak penyedia barang atau jasa terhadap pelaksanaannya.tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan dan tingkat kinerja penyedia jasa kosntruksi/konsultansi terhadap pelaksanaan pengadaan secara elektronik (e-Procurement) di kabupaten Halmahera Selatan. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan survey berupa wawancara langsung dan pengisian kuesioner di unit layanan pengadaan kabupaten Halmahera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah customer satisfaction index (CSI) dan importance performance analysis (IPA). Dari hasil penelitian menggunakan metode CSI didapatkan nilai kepuasan penyedia barang/jasa secara keseluruhan terhadap pelaksanaan pengadaan secara elektronik (e-procurement) sebesar 80,01%, yang artinya penyedia jasa puas dengan kualitas dari pelaksanaan pengadaan tersebut. Dan berdasarkan hasil analisis IPA ada beberapa atribut prioritas yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi kinerjanya yaitu atribut-atribut yang terdapat pada kuadran I