Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Transformasi Literasi Sejarah Lokal: Integrasi Modul Digital 'Sejarah Kesultanan Langkat' bagi Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Langkat
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas transformasi literasi sejarah lokal melalui integrasi e-modul interaktif berbasis digital dengan konten spesifik Sejarah Kesultanan Langkat bagi siswa sekolah dasar di Kabupaten Langkat. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pengetahuan siswa tentang budaya lokal dan dominasi metode konvensional (ceramah dan buku teks) yang menyebabkan pembelajaran sejarah menjadi monoton dan sulit dipahami. Penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) digunakan sebagai metode. Tahap analisis kebutuhan menunjukkan bahwa mayoritas siswa membutuhkan media pembelajaran sejarah yang interaktif, visual, dan berbasis digital. E-modul dikembangkan menggunakan BookCreator, mengintegrasikan multimedia seperti gambar, video, animasi, dan kuis interaktif. Novelitas penelitian ini terletak pada pemanfaatan teknologi digital untuk mengubah penyampaian materi sejarah lokal yang selama ini bersifat naratif-konvensional menjadi pengalaman belajar yang kontekstual, menarik, dan berpusat pada siswa, sekaligus mengatasi kesenjangan media spesifik Kesultanan Langkat. Hasil validasi oleh ahli materi dan media menunjukkan e-modul berada dalam kategori valid dan layak digunakan. Uji efektivitas dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil uji-t berpasangan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa setelah menggunakan e-modul. Temuan ini membuktikan bahwa e-modul ini efektif menunjang transformasi pembelajaran, meningkatkan pemahaman sejarah siswa, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal, dan menjadikan proses belajar lebih menarik. Implikasi penelitian ini adalah menyediakan solusi inovatif untuk memperkuat literasi sejarah dan pelestarian budaya lokal di tingkat pendidikan dasar. Limitasi studi ini terletak pada cakupan sampel yang terbatas , yang menyarankan perlunya pengujian lebih lanjut untuk generalisasi hasil
Teaching Factory As A Model For Maintenance and Repair Learning In Vocational Motorcycle Engineering: A Systematic Review
This study systematically reviews the implementation of the Teaching Factory (TeFa) model in vocational motorcycle engineering education, with a specific focus on maintenance and repair learning. The background of the research lies in the persistent gap between theoretical instruction and practical application in vocational schools, which often leaves graduates underprepared for the demands of the labor market. The objective of this review is to synthesize empirical evidence on how TeFa supports the development of technical and soft skills, while also identifying enabling and inhibiting factors that influence its effectiveness. A Systematic Literature Review (SLR) approach was employed using the PRISMA protocol, analyzing 16 selected articles published between 2018 and 2025 from international and national journals. Data were extracted and analyzed thematically to identify recurring patterns and critical insights. The findings reveal that TeFa enhances students’ diagnostic, servicing, and repair skills, while fostering teamwork, communication, and problem-solving abilities. Supporting factors include adequate facilities, curriculum alignment, and industry partnerships, whereas challenges involve limited equipment, insufficient practice time, and teacher readiness. The study concludes that TeFa not only advances theories of work-based learning and competency-based training but also provides significant implications for policymakers, educators, and industry stakeholders
Pengaruh Media Puzzle Terhadap Minat Baca Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar
Minat baca siswa sekolah dasar masih menjadi persoalan yang cukup serius, terutama karena rendahnya motivasi dan kurangnya inovasi dalam penggunaan media pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat melalui pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media puzzle terhadap minat baca siswa pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas II SDN 012 Bintan Timur. Metode yang digunakan adalah penelitian pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 25 siswa yang dipilih secara total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa lembar angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest baik pada penggunaan media puzzle maupun minat baca siswa. Hal ini membuktikan bahwa media puzzle berpengaruh positif terhadap peningkatan minat baca. Kesimpulannya, media puzzle dapat dijadikan alternatif media pembelajaran kreatif untuk mendorong siswa lebih aktif, termotivasi, dan memiliki minat baca yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia ini
Penerapan Project Based Learning (PjBL) terhadap Aspek Kognitif dan Aspek Psikomotorik Kelas XI Teknik Mesin Pada Materi Gambar Teknik Manufaktur
Pendidikan vokasi memerlukan metode pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Penelitian ini menerapkan Project Based Learning (PjBL) dengan menggunakan aspek kognitif dan aspek psikomotorik siswa pada Program Keahlian Teknik Mesin di SMKN 1 Blitar. Model PjBL dipilih karena mampu memberikan hasil dengan efektif melalui empat tahap: Tahapan 1 - Penyampaian Awalan dan Pertanyaan Pendorong (Communication), Tahapan 2 - Membangun Pengetahuan, Pemahaman, dan Keterampilan (Creativity), Tahapan 3 - Mengembangkan dan Mengkritisi Produk (Critical Thinking), Tahapan 4 - Mempresentasikan Produk dan Jawaban atas Pertanyaan Pendorong (Collaboration). Penerapan PjBL ini bertujuan menilai sejauh mana PjBL dapat meningkatkan kompetensi siswa, khususnya dalam mata pelajaran Gambar Teknik Manufaktur. Hasil penelitian menunjukkan dengan penerapan model PjBL pelajaran Gambar Teknik Manufaktur dapat meningkatkan keefektifan dalam meningkatkan hasil belajar siswa, baik dari aspek kognitif maupun aspek psikomotorik. Selain itu, model PjBL menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan melalui umpan balik di setiap tahapan yang dilaksanakan dalam penerapannya. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan model pembelajaran yang lebih tepat sasaran bagi siswa SMK
The Effectiveness of the Team Teaching Method in Improving Conceptual Understanding and Learning Motivation of Grade VII Junior High School
This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design (non-equivalent control group) to analyze the effect of the team teaching method on students' conceptual understanding and learning motivation at SMP Negeri 4 Sentani. The research sample consisted of two groups, namely the experimental group (27 students) who participated in learning using the team teaching method and the control group (28 students) who participated in conventional learning. Data collection was conducted through a five-point Likert scale questionnaire, student engagement observation sheets, and assignment scores as supporting data. The instruments were tested for content and construct validity as well as reliability using Cronbach's Alpha, with all values meeting the standard of >0.70, so the instruments were declared valid and reliable. Data analysis using SmartPLS included factor loading, AVE, cross loading, correlation, composite reliability (rho_c), and R-squared. The results of the study indicate that the team teaching method has a significant effect on students' conceptual understanding and learning motivation. The factor loading values of the team teaching method indicators are very high (0.941–0.959), while the conceptual understanding and learning effectiveness indicators also show high values (0.865–0.979), indicating the success of this method in increasing student engagement and understanding. The AVE value above 0.5 and composite reliability >0.9 indicate that the instrument used is valid and consistent. Correlation analysis shows a strong relationship between the team teaching variable and conceptual understanding (0.991), learning effectiveness (0.989), and learning motivation (0.984). These results confirm that the application of team teaching not only improves material comprehension but also significantly encourages student learning motivation. In conclusion, the team teaching method is effective in improving students' conceptual understanding and learning motivation at SMP Negeri 4 Sentani. This study recommends the routine application of collaborative methods and the exploration of other external factors that can further improve student learning motivation
Identifikasi Faktor Penentu Keberhasilan Hafalan Al-Qur’an Pada Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan hafalan Al-Qur'an pada mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Isy Karima. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian dilakukan dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan hafalan mahasiswa. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan metode pembelajaran tahfidz Al-Qur'an di perguruan tinggi berbasis pesantren, serta menjadi referensi bagi para penghafal Al-Qur'an dan musyrif dalam meningkatkan efektivitas program hafalan Al-Qur'an
Evaluasi Program Komunitas Belajar Guru dengan Pendekatan Responsive Model
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Program Komunitas Belajar Guru di UPT SPF SD Inpres Baraya I menggunakan pendekatan Responsive Model. Evaluasi ini dilakukan untuk memahami dampak program terhadap peningkatan profesionalisme guru. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Partisipan terdiri atas 10 guru, 1 ketua komunitas belajar,1 kepala sekolah, 1 pengawas, dan 10 siswa. Analisis didasarkan pada 12 elemen Responsive Model, yakni: (1) komunikasi dengan pihak terkait, (2) penentuan cakupan program, (3) deskripsi aktivitas utama, (4) identifikasi tujuan dan masalah, (5) analisis isu utama, (6) kebutuhan data, (7) pemilihan pengamat dan alat ukur, (8) pemantauan pelaksanaan, (9) pembuatan deskripsi dan studi kasus, (10) validasi temuan, (11) format laporan, dan (12) penyusunan laporan akhir. Hasilnya menunjukkan model ini efektif untuk mengevaluasi keberhasilan program dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk perbaikan ke depan. Temuan ini relevan bagi kebijakan pengembangan guru yang adaptif terhadap kebutuhan lokal. Disarankan agar program komunitas belajar guru diperkuat dengan peningkatan pelatihan berbasis kebutuhan yang berfokus pada pengembangan kompetensi pedagogik dan kompetensi professional serta teknologi selain itu perlu peningkatan dalam mengatur jadwal kegiatan agar lebih fleksibel sehingga tidak mengganggu tugas mengajar, menyediakan pelatihan tambahan dan pendampingan terkait pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, mengalokasikan sumber daya yang mencukupi untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program merancang panduan yang lebih rinci untuk mendukung guru dalam menerapkan metode pembelajaran baru, memperkuat komunikasi dan koordinasi di antara pemangku kepentingan untuk menyelaraskan tujuan program, meningkatkan partisipasi aktif seluruh guru melalui diskusi yang lebih inklusif dan terarah
Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Jumat Ibadah Menggunakan Model CIPP
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Jumat Ibadah di UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Jumat Ibadah memiliki relevansi tinggi terhadap penguatan nilai-nilai spiritual siswa, meskipun terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti optimalisasi sumber daya dan efektivitas pelaksanaan. Pada komponen Context, program ini selaras dengan visi sekolah dalam membentuk siswa religius dan berkarakter, tetapi diperlukan variasi metode pelaksanaan untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Input menunjukkan bahwa tenaga pendidik, khususnya guru agama, memiliki kompetensi yang memadai, meskipun fasilitas pendukung, seperti media pembelajaran interaktif, masih kurang. Pada komponen Process, kegiatan rutin berjalan sesuai rencana, meliputi shalat Dhuha berjamaah, ceramah, dzikir, dan laporan infaq, tetapi metode ceramah yang monoton menurunkan antusiasme siswa. Evaluasi Product menunjukkan dampak positif pada kedisiplinan, tanggung jawab, dan pemahaman nilai-nilai agama siswa, meskipun aspek empati dan kerja sama antar siswa masih perlu ditingkatkan. Kegiatan ini memberikan dampak positif pada pembentukan karakter siswa dan pemahaman agama, meskipun pengukuran dampaknya secara terstruktur belum konsisten. Penelitian ini merekomendasikan inovasi metode pembelajaran, peningkatan keterlibatan siswa, serta evaluasi berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Hasil penelitian diharapkan menjadi acuan untuk pengembangan dan perbaikan program keagamaan serupa di sekolah dasar lainnya
Analisis Strategi Guru Dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Karakter Sopan Santun dan Disiplin Positif Siswa Sekolah Dasar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar khususnya nilai-nilai kesantunan dan disiplin positif, serta strategi yang digunakan guru untuk menanamkan nilai-nilai tersebut pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, metode observasi, dan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data dari guru wali kelas V dari 24 siswa SDN Turus. Teknik validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan hasil. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif seperti reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi antara lain memberikan keteladanan yang baik, mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran, menerapkan disiplin positif, dan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler berbasis karakter. Guru menjadi teladan langsung bagi siswa dengan menunjukkan perilaku sopan dan disiplin dalam pergaulan sehari-hari. Disiplin positif diterapkan dengan memperkuat aturan secara konstruktif dan memberi penghargaan pada perilaku yang baik, menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter siswa. Kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat juga berperan penting dalam keberhasilan pendidikan karakter di sekolah dasar. Ringkasnya, pendidikan karakter yang efektif memerlukan pendekatan yang komprehensif, keterlibatan seluruh warga sekolah, dukungan keluarga, dan harapan agar siswa mengembangkan karakter yang baik dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari
Mapping Multiple Intelligences of 7th Grade Junior High School Students: A Study Based on Paulus Winarto's Talent Test and Howard Gardner's Theory
This study aims to map the multiple intelligences profile of seventh-grade junior high school students based on Paulus Winarto's Talent Test and Howard Gardner's multiple intelligences theory. The research employs a descriptive quantitative approach with a purposive sample of 30 students. Multiple intelligence data were analyzed based on the overall intelligence average category (high, medium, low), dominant intelligence, and non-dominant intelligence in each category. Results reveal that most students (60%) fall into the medium category, with musical intelligence as the most prominent. Meanwhile, 23% of students are in the high category, dominated by interpersonal and naturalist intelligences. Additionally, 17% of students are in the low category, with logical-mathematical intelligence frequently appearing as non-dominant. These findings highlight the importance of personalized learning approaches to optimize students' dominant intelligences and develop their non-dominant ones. Learning strategies emphasizing exploration, collaboration, and multisensory activities are recommended to support holistic student development