Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Peran ICT dalam Pembelajaran pada Program Digital Class: Studi Fungsi, Hambatan, dan Faktor Pendukung Implementasi
Implementasi Information and Communication Technology (ICT) dalam pembelajaran pada program Digital Class menjadi fokus penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk mengkaji implementasi ICT ditinjau dari 1) fungsi utama ICT dalam pembelajaran, 2) faktor penghambat, dan 3) faktor pendukung implementasi menggunakan kerangka kerja Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen selama enam bulan, dari Juli hingga Desember 2024. Subjek penelitian meliputi guru, siswa, dan staf IT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ICT mencakup lima fungsi utama: learning resource, collaboration, personalization, engagement, dan assessment. Analisis menggunakan TPACK mengungkapkan bahwa keberhasilan integrasi teknologi sangat bergantung pada keseimbangan antara pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten yang dimiliki oleh guru. Tantangan utama dalam implementasi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi seperti akses internet yang tidak memadai, kurangnya kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi secara optimal, serta resistensi terhadap perubahan. Sebaliknya, faktor pendukung mencakup penyediaan perangkat keras seperti tablet atau laptop, pelatihan rutin untuk meningkatkan kompetensi guru dalam TPACK, serta dukungan kebijakan sekolah yang proaktif terhadap penggunaan ICT. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi implementasi ICT di sekolah menengah dan menyediakan rekomendasi praktis untuk optimalisasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
 
Peran Strategis Peserta Didik SMA dalam Pembelajaran Holistik untuk Pencegahan Judi Online di Era Digital
Fenomena judi online di Indonesia yang semakin mudah diakses melalui platform digital telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda, termasuk peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran strategis peserta didik SMA Harapan Mandiri Medan dalam pencegahan dan pemberantasan judi online. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali pandangan, motivasi, serta strategi peserta didik dalam menghadapi isu ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang diterapkan di SMA Harapan Mandiri Medan berhasil memberikan siswa pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka. Sebagai contoh, peserta didik menginisiasi kampanye edukasi digital melalui platform media sosial seperti Instagram dan TikTok, dengan menghasilkan konten berupa infografis yang menjelaskan bahaya judi online dan video pendek yang memberikan tips untuk menghindarinya. Salah satu kampanye yang berjudul "Jangan Terjebak Ilusi Judi" berhasil menjangkau lebih dari 5.000 penonton dalam dua minggu pertama setelah diluncurkan. Dengan hasil-hasil konkret ini, penelitian menunjukkan bahwa peserta didik SMA Harapan Mandiri Medan mampu memanfaatkan pendidikan berbasis nilai-nilai agama, kewarganegaraan, teknologi, sosiologi, dan ekonomi untuk berkontribusi nyata dalam pemberantasan judi online. Pendidikan ini tidak hanya membentuk mereka menjadi individu yang kritis, religius, dan bertanggung jawab, tetapi juga memberikan mereka alat untuk berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih bermoral dan bebas dari praktik perjudian
The Implementation of Religious Moderation in Educational Institusions in the Contemporary Era
The digital era has added complexity to this issue. Generation Z, as a generation highly familiar with technology, tends to rely on social media as their primary source of information. This study aims to explore the principles of religious moderation implemented at MAN 1 Bandar Lampung, the challenges faced by MAN 1 Bandar Lampung in applying religious moderation, particularly among Generation Z, and strategies to strengthen the implementation of religious moderation, especially through digital-based approaches. This research employs a descriptive qualitative method. The findings indicate that the application of religious moderation principles at MAN 1 Bandar Lampung reflects the school's serious efforts to teach and instill the values of religious moderation in Generation Z students. Three main aspects of religious moderation— tolerance, balance, and avoidance of radicalization—have been implemented through the Islamic Education (PAI) curriculum, extracurricular activities, and student character- building programs
Evaluating the Impact of Web-Assisted Teaching at the Right Level (TaRL) in Improving Mathematical Problem Solving Skills
This research was motivated by the observed low ability of students to solve mathematical problems effectively. To address this issue, the Teaching at the Right Level (TaRL) approach, which adapts instruction based on students’ current learning levels, was applied in combination with web-assisted learning tools to enhance engagement and accessibility. The web-assisted TaRL approach integrates adaptive teaching with online materials such as concept maps, interactive videos, and assessments tailored to student needs. The study aimed to evaluate the effect of this approach on students’ mathematical problem-solving skills. Using a posttest-only control group design, 70 students were purposively sampled and divided into an experimental group (34 students) receiving the web-assisted TaRL intervention, and a control group (36 students) undergoing conventional learning. The assessment consisted of three validated descriptive questions measuring problem-solving ability. Results showed that the experimental group achieved a higher average score (82.45) compared to the control group (65.65). Both groups met assumptions of normality and homogeneity, confirming the appropriateness of parametric testing. The independent samples t-test revealed a statistically significant improvement (p < 0.05) in the experimental group’s problem-solving skills. While these findings support the effectiveness of the web-assisted TaRL approach, limitations include the relatively small sample size and short intervention duration. Future research should consider larger, more diverse populations and explore long-term effects to strengthen generalizability and further optimize the integration of technology in adaptive learning
Analisis Keaktifan Belajar Siswa Sekolah Dasar Pada Materi Sifat Bunyi melalui Penerapan Model RADEC dan SAVI
Pembelajaran IPA di sekolah dasar sering kali bersifat teacher-centered, sehingga mengakibatkan rendahnya keaktifan belajar siswa. Hal ini berdampak pada kurang optimalnya hasil belajar siswa dalam memahami konsep-konsep IPA, khususnya materi sifat bunyi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan model pembelajaran SAVI dan RADEC terhadap keaktifan belajar siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas V di salah satu sekolah dasar di Kota Bandung. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keaktifan belajar siswa yang mencakup aktivitas membaca, menjawab, berdiskusi dalam kelompok, serta menjelaskan dan menciptakan karya terkait materi yang dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model RADEC mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam setiap tahap pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif membaca materi, menjawab pertanyaan, berdiskusi dengan kelompok, serta menjelaskan dan menciptakan karya terkait materi yang dipelajari. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa, serta memberikan rekomendasi untuk penerapan model pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pendidik dan peneliti dalam merancang strategi pembelajaran yang inovatif dan menarik bagi siswa. Kesimpulannya, model RADEC efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada materi sifat bunyi di sekolah dasar
Analisis Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) di Sekolah Menengah Atas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) di SMA IT Nurul Fajri Bekasi, dengan fokus pada integrasi kedua sistem tersebut untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian mencakup kepala sekolah, guru, dan tim mutu internal sebanyak 12 orang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA IT Nurul Fajri berhasil menerapkan SPMI melalui siklus PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), yang selaras dengan prinsip continuous improvement dalam Total Quality Management (TQM). Sementara itu, hasil evaluasi eksternal dari BAN-S/M digunakan secara strategis untuk memperkuat rencana mutu internal. Integrasi antara SPMI dan SPME mencerminkan prinsip holistic management, di mana evaluasi internal dan eksternal saling melengkapi untuk menciptakan sinergi yang efektif. Faktor-faktor seperti kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan aktif guru, fasilitas yang memadai, dan dukungan stakeholder eksternal menjadi pendorong keberhasilan, meskipun tantangan seperti resistensi terhadap perubahan budaya kerja dan kendala administratif tetap dihadapi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi SPMI dan SPME dapat menjadi model penjaminan mutu yang efektif bagi sekolah lain, dengan memanfaatkan hasil evaluasi eksternal sebagai dasar untuk perbaikan internal. Implikasi praktisnya, sekolah lain dapat mengadopsi pendekatan ini untuk menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan, sementara pembuat kebijakan dapat menggunakan temuan ini untuk merancang pelatihan yang lebih relevan bagi kepala sekolah dan guru
Perspektif Pendidikan dan Pengajaran dalam Meningkatkan Kualitas Lulusan Pendidikan Dasar Militer di Indonesia
Pendidikan dasar militer berperan strategis dalam membentuk prajurit yang kompeten secara teknis, mental, dan karakter, sejalan dengan tuntutan operasional lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi di Pusat Pendidikan Infanteri, dengan analisis tematik untuk mengidentifikasi strategi pendidikan dan pengajaran yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis kebutuhan lapangan, metode pengajaran interaktif, penggunaan teknologi pendidikan, serta pelatihan pengajar secara rutin mampu meningkatkan kualitas lulusan. Kendala utama seperti keterbatasan sarana, beban administrasi, dan tekanan psikologis peserta dapat diatasi melalui dukungan sistemik, pembaruan kurikulum, dan pendekatan pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini merekomendasikan strategi integratif antara teori dan praktik, dengan evaluasi berkelanjutan, sebagai kunci peningkatan mutu pendidikan dasar militer
EFL Preservice Teacher Perception Toward The Use of Mobile Assisted Language Learning (MALL) in Teaching English
Mobile-Assisted Language Learning (MALL) has developed as a promising approach in English language education, offering flexibility, accessibility, and enhanced digital engagement. This study seeks to investigate preservice teachers’ perceptions toward MALL during their teaching practice through a quantitative research method. A Likert-scale questionnaire was administered to 112 preservice teachers at Universitas Brawijaya to assess their views on the usefulness of MALL in English instruction. The results reveal that preservice teachers generally hold positive attitudes toward the integration of MALL. Approximately 96% of respondents agreed that MALL enhances task efficiency, and 95% believed it contributes to improved teaching outcomes. The highest-rated item indicated that MALL is particularly helpful in completing instructional tasks. However, the lowest-rated item, though still positive, reflected some uncertainty about MALL’s impact on more complex aspects of teaching. Despite these minor concerns, 91% of participants expressed a willingness to integrate MALL into their future classrooms. These findings suggest that MALL is widely viewed as an effective instructional tool that aligns with modern educational goals. Based on the results, the study recommends incorporating more MALL-focused training within teacher education programs to better equip preservice teachers for the demands of digital instruction.
Keywords: Mobile-assisted Language Learning (MALL), Perceptions, Preservice English Teachers, Mobile Device
Menyelisik Implementasi Slogan Sepintu Sedulang dalam Kultur Sekolah: Studi Etnografi
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi slogan lokal “Sepintu Sedulang” dalam kultur sekolah, khususnya di SD Muhammadiyah Sungailiat, Bangka Belitung. Slogan ini merupakan representasi nilai gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan dalam masyarakat Bangka. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun belum terintegrasi secara utuh dalam kurikulum, nilai-nilai slogan tersebut telah diinternalisasi melalui praktik simbolik dan kegiatan sekolah seperti makan bersama, pengenalan budaya lokal, dan kerja sama antarwarga sekolah. Dukungan dari orang tua dan masyarakat juga menjadi penguat dalam pelestarian nilai tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan etnografi dalam pendidikan karakter berbasis budaya lokal, serta peran kepemimpinan sekolah dalam mendorong inklusivitas dan harmoni sosial. Dengan demikian, “Sepintu Sedulang” bukan sekadar semboyan, tetapi menjadi landasan etis dan pedagogis yang kontekstual dalam membangun kultur sekolah yang partisipatif dan relevan secara budaya
Implementasi Project Based-Learning (PjBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Adaptasi Siswa SMK Kompetensi Tata Rias
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan adaptasi siswa pada kompetensi Tata Rias di SMK Negeri 8 Surabaya. Kemampuan adaptasi menjadi keterampilan penting dalam industri kecantikan yang dinamis, di mana siswa dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan tren, kebutuhan klien, serta teknologi yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Subjek penelitian adalah 46 siswa kelas XII yang dipilih secara purposive. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner PjBL dan kemampuan adaptasi yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan adaptasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam proyek pembelajaran mampu meningkatkan keterampilan sosial, kolaboratif, dan kemampuan menghadapi tantangan dunia nyata. Oleh karena itu, penerapan PjBL dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk kesiapan siswa menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang tata rias