Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Rational Self-Statements Untuk Mengentaskan Perilaku Self criticism pada siswa Madrasah Aliyah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik rational self-statements dalam mengurangi perilaku self-criticism pada siswa MA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest. Populosi penelitian ini terdiri dari 38 siswa kelas XI MA Mualimin Univa Medan. Sampel penelitian ini terdiri dari 16 siswa yang mengalami tingkat self criticsm tinggi dan sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor self-criticism sebelum dan sesudah diberikan layanan, dengan nilai signifikansi (p-value) < 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik rational self-statements efektif dalam mengurangi perilaku self-criticism pada siswa. Temuan ini didukung oleh pendekatan kognitif seperti REBT dan konsep self-talk positif yang menjadi dasar dari teknik tersebut
Analysis of the Book Ilmu Nahwu untuk Pemula: A Perspective from Mackey and Thu’aimah
Nahwu books are essential for understanding Arabic sentence structures, but choosing the wrong one can hinder learning. This study evaluates the book Ilmu Nahwu untuk Pemula based on Mackey’s and Thu’aimah’s theories to assess its quality and effectiveness. Using a qualitative library research approach, the study follows Mestika Zed’s procedures: (1) identifying research variables in the book, (2) searching for supporting information, (3) selecting relevant materials, and (4) analyzing and categorizing data. The analysis reveals that the book meets most of Mackey’s criteria, including selection, gradation, presentation, and repetition, but lacks ostensive and pictorial procedures. According to Thu’aimah, the book offers strong grammatical explanations but less focus on cultural aspects and integrating other language skills. Overall, it is effective for beginner nahwu learners, but improvements in visual elements and cultural integration are needed for a more holistic learning experience
Persepsi Masyarakat Tentang Keberadaan Lembaga Pendidikan Islam
Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi masyarakat terhadap keberadaan lembaga pendidikan Islam yang memiliki corak ideologi berbeda dengan mayoritas masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang mendalam, menggabungkan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Subyek penelitian mencakup Pengurus LPI, pemuka agama, orang tua siswa, dan anggota masyarakat umum yang berinteraksi langsung atau memiliki kepentingan terhadap keberadaan lembaga tersebut. Teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman digunakan untuk mengidentifikasi pola persepsi dan faktor yang mempengaruhi pandangan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dominan masyarakat terhadap LPI dengan ideologi berbeda cenderung positif, terutama ketika lembaga tersebut mampu menunjukkan kualitas pendidikan yang baik, konsistensi dalam nilai-nilai keagamaan, pengelolaan profesional, serta lingkungan yang aman dan beretika. Banyak orang tua merasa lembaga ini menjadi alternatif yang baik bagi pendidikan anak-anak mereka karena menekankan pada pendidikan karakter Islami. Namun, persepsi negatif muncul dalam masyarakat yang kurang terbuka terhadap perbedaan ideologi atau ketika LPI dinilai memiliki nilai yang kurang sejalan dengan budaya setempat. Kekhawatiran terkait stigma radikalisme, ketidaksesuaian nilai, serta kualitas fasilitas dan pengajar juga memperkuat pandangan kritis dari sebagian masyarakat. Oleh karena itu, LPI yang ingin memperkuat persepsi positif di masyarakat perlu menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, berinteraksi secara inklusif, dan transparan mengenai nilai-nilai yang diusung. Temuan ini diharapkan dapat memberi pemahaman mendalam tentang dinamika sosial yang terjalin antara lembaga pendidikan Islam dengan masyarakat, serta memberikan kontribusi pada kajian keberagaman dan toleransi dalam pendidikan
Ketergantungan Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) pada Tugas Akademik Mahasiswa Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif
Perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan dampak signifikan terhadap dunia pendidikan. Maraknya kecerdasan buatan membuat mahasiswa terlena akan kecanggihan teknologi yang ada. Untuk itu artikel ini membahas mengenai ketergantungan penggunaan kecerdasan buatan (AI) pada tugas akademik mahasiswa terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Tujuan penelitian ini adalah mengukur ketergantungan mahasiswa pada AI dalam tugas akademik, khususnya dalam berpikir kritis dan kreatif. Penelitian ini juga mengevaluasi potensi AI sebagai alat bantu, apakah dapat mendukung atau justru menggantikan kemampuan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner melalui Google Form kepada 29 responden yang merupakan mahasiswa UIN Jakarta jurusan Manajemen Pendidikan. Dari jumlah tersebut, peneliti mewawancarai tiga orang guna mengukur tingkat penggunaan dan persepsi mereka terhadap AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan memberikan kemudahan dan efisiensi, tetapi ketergantungan berlebihan dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. Untuk itu, perlu ada keseimbangan antara pemanfaatan AI dan pengembangan keterampilan intelektual agar kemampuan esensial mahasiswa tetap terjaga
Studi Literatur Review: Peran Media Game Based Learning terhadap Pembelajaran
Proses pembelajaran yang dilaksanakan didalam kelas seringkali menggunakan metode yang monoton. Hal ini menjadi penyebab banyaknya siswa cepat merasa bosan, jenuh, sehingga materi pembelajaran yang disampaikan tidak dipahami dengan baik oleh siswa. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan penggunaan media Game Based Learning pada pembelajaran. Game Based Learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan permainan (game) sebagai alat utama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media GBL dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, Karena GBL lebih fokus pada proses pembelajaran. Media GBL dirancang untuk melibatkan siswa secara penuh sehingga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, aktif dan interaktif sehingga materi yang dipaparkan lebih mudah dipahami. Metode yang digunakan adalah Literatur Review yang bersumber dari database Publish Or Perish dalam jangka 4 tahun terakhir (2020-2024). Jumlah data jurnal dengan kata kunci Media Game Based Learning dari scholar.com dibatasi sebanyak 100 artikel dan 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dilakukan analisis. Penggunaan media GBL dalam pembelajaran dapat meningkatkan semangat, motivasi, dan hasil belajar siswa. Media GBL memiliki keunggulan mengajak seluruh siswa berperan aktif, menarik perhatian, mempermudah siswa memahami materi karena proses pembelajaran yang menyenangkan.
 
The Role of Islamic Boarding Schools in Strengthening the Tauhid Values of Students
Islamic educational institutions in Indonesia, such as families, schools, and Islamic boarding schools, have an important role in conveying Islamic teachings. Islamic religious education plays an important role in shaping the character and morals of the Muslim generation. This education not only aims to provide an understanding of religious knowledge, but also to instill noble morals and strengthen faith. This study aims to examine the role of Tauhid education in shaping the character of students in Islamic boarding schools, with a focus on teaching Tauhid through traditional methods and classical text-based curriculum. The research method used is a literature study, analyzing various sources related to the teaching of Tauhid in Islamic boarding schools, including classical books that are the main references in Islamic religious education. The research findings show that Tauhid education in Islamic boarding schools has a significant impact on strengthening the understanding of faith and shaping students into individuals who are devout, have noble morals, and have deep spirituality. The teaching of Tauhid through classical texts, such as the Book of Al-Tauhid, and its direct application in structured worship practices has proven effective in internalizing the values of Tauhid in everyday life. Traditional teaching methods, such as sorogan and bandongan, have proven to be effective tools for deepening practical understanding of tauhid. The practical implications of these findings suggest that pesantren can serve as an effective educational model for maintaining the purity of Islamic faith, preventing doctrinal deviations, and equipping the younger generation with a comprehensive understanding of religion
The Three Good Things Intervention to Increase Subjective Well-Being in Students SMK PGRI Jatinangor
Adolescence is a transitional period that is complex and full of emotional conflicts. This study aims to determine whether the three good things intervention can improve subjective well-being in adolescents. The participants were 38 students of SMK PGRI Jatinangor, Satisfaction With Life Scale (SWLS), and Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) were used to measure the students' subjective well-being and then analyzed using paired sample t-test. The results show that there is no difference in subjective well-being within the experiment group who get the three good things intervention after and before. Thus, it can be inferred that there is no significant effect of the three good things intervention on subjective well-being in adolescents
Implementasi Pendidikan Literasi Keuangan di Sekolah Dasar
Literasi keuangan merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi literasi keuangan di sekolah dasar melalui studi literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Study and Review, dengan Langkah-langkah menentukan topik yang spesifik, mencari literatur yang relevan, menyeleksi literatur tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan, menganalisis literatur yang telah dipilih, kemudian menginterpretasikan hasil temuan dan yang terakhir menuliskan laporan penelitian. Studi ini menganalisis berbagai penelitian terdahulu terkait konsep literasi keuangan, metode, program, media dan sarana prasarana yang di kembangkan sesuai dengan kebutuhan siswa di sekolah masing-masing. Pentingnya Pendidikan literasi keuangan ini dapat berdampak di masa depan siswa, karena sangat mempengaruhi pengambilan Keputusan yang baik mengenai keuangan siswa
Implementasi Culturally Responsive Teaching Pada Pembelajaran Pancasila Untuk Memotivasi Semangat Belajar Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini berlatar belakang pembelajaran pendidikan pancasila ditingkat dasar saat ini terdapat permasalahan kurangnya siswa memahami konsep penerapan nilai-nilai pancasila sehingga semangat belajar siswa rendah. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Kayen Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali. Solusi dalam penelitian ini yaitu guru menggunakan pendekatan culturally responsive teaching yang berkaitan dengan budaya dan pengalaman kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran pendidikan pancasila dengan mengimplementasikan pendekatan culturally responsive teaching di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif bersifat deskripstif. Lokasi penelitian di SD Negeri 2 Kayen, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari penerapan pendekatan CRT dalam proses pembelajaran dapat mempermudah siswa untuk memahami konsep pendidikan pancasila, meningkatkan keaktifan dan kolaborasi antar siswa, meingkatkan antusiasme dan motivasi semangat belajar siswa, serta lebih menghargai keberagaman budaya dan saling toleransi antar sesama. Rekomendasi untuk penelitian ini yaitu guru disarankan untuk lebih sering menerapkan CRT dan mengaitkan materi dengan budaya siswa serta sekolah perlu mendukung dengan pelatihan dan media interaktif agar pembelajaran lebih efektif
Modernization of Islamic Education in Indonesia Karel A Steenbrink's Perspective Systematic Literature Review
This research aims to review the Modernization of Islamic Education in Indonesia, the challenges, and how the modernization of Islamic Education develops. The method used in this study is a literature review, the data of which was obtained by reviewing several database sites, namely Google Scholar. The study results show that traditional educational institutions such as Islamic boarding schools that initially only taught religious knowledge have opened themselves up by carrying out general education for students. However, the dualism of the Ministry of Religion and the Ministry of Education is a problem that must be solved. The researcher argues that these two institutions must synergize well and have synchronization in terms of education policies. Kiyai, who became a teacher in the traditional era, now has to collaborate with modern teachers to build a modern Islamic education civilization. The existence of kiyai and teachers is not to be separated but must be synergized to create better competencies (knowledge, skills, and attitude) in the young generation of Islam