Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
    1371 research outputs found

    Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Rational Self-Statements Untuk Mengentaskan Perilaku Self criticism pada siswa Madrasah Aliyah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik rational self-statements dalam mengurangi perilaku self-criticism pada siswa MA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest. Populosi penelitian ini terdiri dari 38 siswa kelas XI MA Mualimin Univa Medan. Sampel penelitian ini terdiri dari 16 siswa yang mengalami tingkat self criticsm tinggi dan sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor self-criticism sebelum dan sesudah diberikan layanan, dengan nilai signifikansi (p-value) < 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik rational self-statements efektif dalam mengurangi perilaku self-criticism pada siswa. Temuan ini didukung oleh pendekatan kognitif seperti REBT dan konsep self-talk positif yang menjadi dasar dari teknik tersebut

    Manajerial Kepala Sekolah, Budaya Organisasi dan Perilaku Inovatif Hubungannya dengan Kinerja Guru di Sekolah Menengah Pertama

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kompetensi manajerial kepala sekolah, budaya organisasi, dan perilaku inovatif terhadap kinerja guru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel yang digunakan terdiri dari 67 guru di SMP Negeri se-Kota Serang. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kompetensi manajerial kepala sekolah berhubungan positif namun tidak signifikan dengan kinerja guru, dengan nilai P-Value sebesar 0.822; 2) budaya organisasi berhubungan positif namun tidak signifikan dengan kinerja guru, dengan nilai P-Value sebesar 0.250; 3) perilaku inovatif guru memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kinerja guru, dengan nilai P-Value sebesar 0.000; dan 4) nilai R-Square menunjukkan hubungan signifikan antara variabel independen (X1, X2, dan X3) secara simultan dengan variabel dependen (Y) sebesar 0.995. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua variabel eksogen memiliki kontribusi hubungan sebesar 95% terhadap kinerja guru. Temuan ini mengindikasikan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah, budaya organisasi, dan perilaku inovatif secara keseluruhan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru

    Hubungan Kecerdasan Emosional dan Perilaku Bullying di Lingkungan Sekolah Dasar: Literature Review

    No full text
    Setiap tindakan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh satu atau lebih siswa secara teratur sebagai akibat dari ketidakseimbangan kekuasaan atau kekuatan dianggap sebagai perilaku bullying. Salah satu penyebab internal dari perilaku bullying adalah kurangnya kecerdasan emosional, yang menyebabkan kurangnya kendali diri. Hal ini mengakibatkan keinginan untuk mengendalikan yang lemah, dan korban ingin membalas dendam atas bullying yang mereka alami agar orang-orang yang lebih lemah juga merasakan emosi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku bullying dan kecerdasan emosional, serta secara teoritis menganalisis hubungan antara keduanya yang muncul di lingkungan sekolah dasar. Metodologi penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif dengan systematic literature review atau penelitian perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal ini mendukung gagasan bahwa anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mampu mengatur, memahami, dan mengekspresikan perasaannya secara konstruktif. Menurut hasil penelitian, bullying mencakup berbagai perilaku yang bertujuan untuk secara konsisten merusak kesejahteraan fisik dan mental seseorang. Bullying memiliki konsekuensi negatif bagi korban maupun pelaku, dan dapat menjadi hasil dari penyalahgunaan kekuasaan atau otoritas terhadap orang yang lebih lemah

    Studi Literatur: Alat Peraga KIT Optik Konsep Dasar Sifat Cahaya di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian mengkaji tentang pengembangan KIT OPTIK sebagai media pembelajaran inovatif yang dirancang meningkatkan pemahaman kosep dasar sifat cahaya di sekolah dasar. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan efektivitas proses kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran IPA, Khususnya materi energi pengenalan sifat cahaya. Konsep dasar sifat Cahaya seperti  pembiasan, pemantulan, merambat lurus, dan menembus benda bening. Metode pada penelitian menggunakan studi literatur, dengan tahapan sistematis dari identifikasi dan pengumpulan referensi ilmiah, penelaah teori yang relevan, analisis objek yang berkaitan dengan media pembelajaran sifat cahaya di jenjang sekolah dasar.  Literatur diperoleh dari berbagai artikel yang terdapat pada jurnal nasional maupun internasional, yang diterbitkan direntang waktu 5-10 tahun terakhir. Sumber data yang difokuskan pada keefektivitas alat peraga, pendekatan visual dalam mengenalkan konsep dasar sifat cahaya, dan pembelajaran sains berbasis eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan dengan alat peraga KIT OPTIK dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang kosep dasar sifat cahaya. Peserta didik dapat bereksplorasi dan mengobservasi langsung untuk membangun pemahaman konseptual dan memperkaya pengalaman belajar melalui kegiatan praktikum sederhana. Alat peraga ini juga berpotensi membangun pembelajaran kolaboratif, Dimana peserta didik dapat bekerjasama melakukan percobaan mengenai sifat cahaya. Pendekatan yang digunakan juga mengembangkan proses berpikir, keterampilan sosial, dan komunikasi ilmiah

    Filsafat Ilmu Pendidikan Dan Pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari Dalam Konteks Pesantren Dan Pengaruhnya Terhadap Pendidikan Indonesia

    No full text
    Artikel ini menyajikan kajian pustaka (literature review) mendalam mengenai filsafat ilmu pendidikan dengan fokus pada pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari (1871–1947), pendiri Pondok Pesantren Tebuireng dan Nahdlatul Ulama. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kontribusi dan relevansi pemikiran beliau terhadap pendidikan Islam kontemporer di Indonesia. Sumber primer utama adalah kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, dipadukan dengan literatur sekunder berupa artikel jurnal, buku, tesis, dan skripsi terkini. Kajian ini membahas tiga dimensi filsafat ilmu (epistemologi, ontologi, aksiologi) dalam pemikiran Hasyim Asy’ari serta implikasinya pada kurikulum, peran guru–murid, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran beliau tidak hanya memadukan nilai tradisional Islam, sanad keilmuan, dan adab, tetapi juga menegaskan urgensi moral dan spiritual dalam pendidikan. Hal ini tetap relevan di tengah tantangan globalisasi, digitalisasi, dan disrupsi teknologi. Artikel ini memperluas kajian untuk memberikan uraian komprehensif, termasuk analisis kritis, tabel perbandingan, serta rekomendasi bagi kebijakan pendidikan di Indonesia

    Pengembangan E-Modul Contextual Teaching and Learning Based Flipchart (CTL-BF) untuk Meningkatkan Berpikir Kritis pada Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas e-modul berbasis Contextual Teaching and Learning yang dikombinasikan dengan media flipchart (CTL-BF) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket kelayakan dan kepraktisan, serta tes keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul CTL-BF telah sangat layak (95,83%) dan sangat praktis (91,67%) digunakan. Sedangkan tes keterampilan berpikir kritis telah berkategori sangat layak (93,4%), valid (sig>0,306), reliabel, dan baik dalam tingkat kesukarannya. Uji efektivitas dengan uji t-berpasangan menunjukkan adanya perbadaan nilai pretest-posttest (sig<0,05). Uji n-gain juga menunjukkan adanya peningkatan nilai, kategori sedang (0,68) pada SDN 17 Woja, dan tinggi (0,72) pada SDN 25 Woja. Detailnya bahwa efektivitas penerapan e-modul CTL-BF paling efektif menunjang indikator evaluasi dan analisis dari indikator keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merekomendasikan implementasi e-modul CTL-BF sebagai solusi pemenuhan keterampilan abad ke-21. Lebih lanjut bisa meninjau variabel gaya belajar atau karakteristik siswa

    The Three Good Things Intervention to Increase Subjective Well-Being in Students SMK PGRI Jatinangor

    Full text link
    Adolescence is a transitional period that is complex and full of emotional conflicts. This study aims to determine whether the three good things intervention can improve subjective well-being in adolescents. The participants were 38 students of SMK PGRI Jatinangor, Satisfaction With Life Scale (SWLS), and Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) were used to measure the students' subjective well-being and then analyzed using paired sample t-test. The results show that there is no difference in subjective well-being within the experiment group who get the three good things intervention after and before. Thus, it can be inferred that there is no significant effect of the three good things intervention on subjective well-being in adolescents

    Implementasi Pendidikan Literasi Keuangan di Sekolah Dasar

    Full text link
    Literasi keuangan merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi literasi keuangan di sekolah dasar melalui studi literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Study and Review, dengan Langkah-langkah menentukan topik yang spesifik, mencari literatur yang relevan, menyeleksi literatur tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan, menganalisis literatur yang telah dipilih, kemudian menginterpretasikan hasil temuan dan yang terakhir menuliskan laporan penelitian. Studi ini menganalisis berbagai penelitian terdahulu terkait konsep literasi keuangan, metode, program, media dan sarana prasarana yang di kembangkan sesuai dengan kebutuhan siswa di sekolah masing-masing. Pentingnya Pendidikan literasi keuangan ini dapat berdampak di masa depan siswa, karena sangat mempengaruhi pengambilan Keputusan yang baik mengenai keuangan siswa

    Implementasi Culturally Responsive Teaching Pada Pembelajaran Pancasila Untuk Memotivasi Semangat Belajar Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini berlatar belakang pembelajaran pendidikan pancasila ditingkat dasar saat ini terdapat permasalahan kurangnya siswa memahami konsep penerapan nilai-nilai pancasila sehingga semangat belajar siswa rendah. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Kayen Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali. Solusi dalam penelitian ini yaitu guru menggunakan pendekatan culturally responsive teaching yang berkaitan dengan budaya dan pengalaman kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran pendidikan pancasila dengan mengimplementasikan pendekatan culturally responsive teaching di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif bersifat deskripstif. Lokasi penelitian di SD Negeri 2 Kayen, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari penerapan pendekatan CRT dalam proses pembelajaran dapat mempermudah siswa untuk memahami konsep pendidikan pancasila, meningkatkan keaktifan dan kolaborasi antar siswa, meingkatkan antusiasme dan motivasi semangat belajar siswa, serta lebih menghargai keberagaman budaya dan saling toleransi antar sesama. Rekomendasi untuk penelitian ini yaitu guru disarankan untuk lebih sering menerapkan CRT dan mengaitkan materi dengan budaya siswa serta sekolah perlu mendukung dengan pelatihan dan media interaktif agar pembelajaran lebih efektif

    Modernization of Islamic Education in Indonesia Karel A Steenbrink's Perspective Systematic Literature Review

    Full text link
    This research aims to review the Modernization of Islamic Education in Indonesia, the challenges, and how the modernization of Islamic Education develops. The method used in this study is a literature review, the data of which was obtained by reviewing several database sites, namely Google Scholar. The study results show that traditional educational institutions such as Islamic boarding schools that initially only taught religious knowledge have opened themselves up by carrying out general education for students. However, the dualism of the Ministry of Religion and the Ministry of Education is a problem that must be solved. The researcher argues that these two institutions must synergize well and have synchronization in terms of education policies. Kiyai, who became a teacher in the traditional era, now has to collaborate with modern teachers to build a modern Islamic education civilization. The existence of kiyai and teachers is not to be separated but must be synergized to create better competencies (knowledge, skills, and attitude) in the young generation of Islam

    1,214

    full texts

    1,371

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Didaktika: Jurnal Kependidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇