Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
    1371 research outputs found

    Implementasi Pendidikan Agama Kristen Berdasarkan Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Pertumbuhan Spiritualitas dan Peningkatan Prestasi Siswa Sekolah Menengah Atas

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji implementasi Pendidikan Agama Kristen berbasis Kurikulum Merdeka Belajar di SMAN 7 Bekasi, dengan fokus pada dampak terhadap pertumbuhan spiritualitas dan peningkatan prestasi akademik siswa kelas X. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya interaksi yang efektif antara kurikulum dan kebutuhan spiritual siswa, serta tantangan dalam meningkatkan partisipasi aktif dan prestasi akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana Kurikulum Merdeka dapat memfasilitasi pengajaran agama Kristen yang lebih mendalam dan relevan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi kelas, dan analisis dokumentasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan kerohanian, seperti membaca Alkitab dan melakukan doa, serta meningkatkan partisipasi dalam kegiatan praktis yang mendukung soft skills dan karakter. Pembahasan menunjukkan bahwa kendati ada peningkatan partisipasi dan prestasi, tantangan tetap ada dalam hal pelatihan teknologi bagi guru dan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan tujuan pendidikan tercapai. Ditekankan pentingnya strategi pengajaran inovatif yang mengintegrasikan nilai-nilai Kristen dengan teknologi dan sumber daya digital. Kesimpulannya, meskipun implementasi ini menunjukkan hasil positif, penyesuaian dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa kurikulum terus berkembang sesuai dengan kebutuhan siswa dan standar pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan lebih lanjut bagi guru dan keterlibatan orang tua untuk memperkuat penerapan kurikulum

    Penerapan Kurikulum Gabungan Cambridge dan Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Keterampilan Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar

    Full text link
    Kurikulum adalah seperangkat rencana pembelajaran yang digunakan sebagai acuan atau pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Salah satu perkembangan Kurikulum pendidikan yang diterapkan di Indonesia pada saat ini yaitu Kurikulum Merdeka Belajar dan Kurikulum Cambridge. fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penerapan gabungan kurikulum merdeka dan kurikulum Cambridge terhadap keterampilan belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini tahapan penerapan kurikulum Cambridge dan kurikulum merdeka meliputi tiga aspek, perencanaan, penerapan dan evaluasi. Dari penggabungan kedua kurikulum ini terdapat dampak dan hasil yang signifikan, yakni meningkatkan keterampilan belajar peserta didik berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa menjalankan atau menerapkan kurikulum gabungan Cambridge dan kurikulum merdeka juga terdapat kendala, namun ada juga kendala yang terjadi di penelitian sebelumnya, namun tidak terjadi di penelitian ini. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kurikulum di Indonesia, bagi sekolah-sekolah yang ingin menerapkan pembelajaran berbasis Internasional, serta memberikan kontribusi bagi pendidik dalam menerapkan dan menjalankan kurikulum dengan baik sehingga menciptakan peserta didik yang terampil

    Pendampingan Belajar dan Kompetensi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

    Full text link
    Penelitian ini diharapkan mendapatkan bukti empirik tentang Pendampingan Belajar Peserta Didik dan Kompetensi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Lokus penelitian dalam penelitian ini adalah di SDN 003 Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif verifikatif dan analisis regresi linier berganda dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada siswa peserta didik kelas 4, 5, dan 6. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa pendampingan belajar peserta didik, kompetensi guru, dan motivasi belajar siswa pada umumnya tergolong baik. Hasil analisis verifikatif terbukti bahwa pendampingan belajar peserta didik dan kompetensi guru secara parsial dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, namun secara simultan tidak terbukti berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Artinya bahwa antara pendampingan belajar peserta didik dan kompetensi guru harus terpisah tidak dapat dilakukan secara serentak bersamaan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa

    Peningkatan Literasi Numerasi melalui Program Kampus Mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan

    Full text link
    Literasi numerasi adalah kemampuan yang sangat penting karena berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Namun, data yang ada menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa masih berada pada tingkat rendah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam proses pembelajaran agar dapat meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan upaya untuk meningkatkan literasi numerasi siswa kelas XI di SMKS PSM 1 Kawedanan. Penelitian ini menggunakan metode campuran atau mixed methods. Data diperoleh dengan obsevarsi pada siswa, wawancara pada kepala sekolah, serta diadakan pre test dan post test melalui aplikasi AKM Kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai literasi numerasi, namun perubahan tidak signifikan. Faktor yang mempengaruhi hasil merupakan ketidaksesuaian metode baru yang diajarkan, keterbatasan waktu yang tersedia, serta kurangnya minat siswa pada pembelajaran. Saran yang diberikan agar program ini dievaluasi dan diperbaiki dengan menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif. Melibatkan semua pihak agar tujuan peningkatan literasi dan numerasi siswa dapat tercapai secara optimal di masa depan

    Profil Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Sumber Energi Kelas V di Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan berpikir kritis siswa kelas V Sekolah Dasar dalam memahami materi sumber energi. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam menghadapi tantangan abad 21, karena keterampilan ini melatih peserta didik untuk menganalisis, mengevaluasi, dan membuat keputusan yang tepat dalam memecahkan masalah. Dalam mendiskripsikan profil keterampilan berpikir kritis siswa pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan pemberian 10 soal evaluasi berbasis pemecahan masalah. Analisis difokuskan pada lima aspek berpikir kritis, yaitu merumuskan masalah, menyampaikan argumen, melakukan deduksi, induksi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa berada pada kategori cukup. Sebagian siswa menunjukkan pemahaman yang baik dalam mengidentifikasi masalah dan menyusun argumen, namun masih terdapat kendala dalam menghubungkan konsep dan menarik kesimpulan. Temuan ini menekankan pentingnya strategi pembelajaran yang mendorong pertanyaan tingkat tinggi serta penguatan budaya diskusi dan refleksi untuk mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis di sekolah dasar

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Problem Based Learning Jenjang SD Rentang Tahun 2019-2025: Studi Literatur

    Full text link
    Pendekatan pendidikan harus bertransformasi dari metode konvensional menuju pembelajaran berbasis digital yang interaktif dan bermakna. Keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan inovasi menjadi elemen kunci dalam proses pembelajaran, di mana pendekatan Problem Based Learning (PBL) memberikan hasil yang positif dalam mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif dan menyelesaikan masalah nyata. Kajian ini bertujuan sebagai upaya mengembangkan bahan ajar berbasis Problem Based Learning (PBL) yang dapat memperdalam daya analisis kritis peserta didik melalui pemecahan masalah konkret dan dapat mengambil keputusan yang bijaksana untuk kehidupan di masa yang akan datang. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis Problem Based Learning (PBL) tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hasil belajar tetapi juga relevan dengan kebutuhan peserta didik yang sesuai dengan kodrat zamannya. Dengan demikian, kreasi penyusunan bahan ajar digital yang menarik serta relevan dengan konteks pembelajaran sangat penting untuk memaksimalkan potensi peserta didik serta membekali mereka agar siap menghadapi tantangan yang akan datang secara lebih baik. Kajian ini diharapkan mampu menyajikan kontribusi inovatif bagi pendidik dalam merancang materi ajar yang mendukung proses belajar mengajar agar lebih bermakna dan menyenangkan dalam membentuk keterampilan abad 21 kepada peserta didik di sekolah dasar. Kajian yang dilaksanakan menggunakan metode studi literatur pada artikel-artikel jurnal yang terkait dengan pengembangan konten ajar berbasis Problem Based Learning (PBL) di sekolah dasar tidak hanya menghasilkan produk yang layak secara akademik tetapi juga berkontribusi positif terhadap proses pembelajaran terbukti efektif mendorong perkembangan keterampilan berpikir kritis pada peserta didik, menjadikannya pilihan strategis bagi pendidik dalam merancang bahan ajar sesuai kebutuhan abad ke-21

    Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik melalui LKPD Berbasis Problem Based Learning pada Materi Larutan Asam-Basa

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui lembar aktivitas peserta didik dalam mempelajari materi larutan asam basa. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode R&D (Penelitian dan Pengembangan) dengan 4D models yang terdiri dari 4 tahapan yaitu define (pendefisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dissiminate (penyebaran). Namun dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap uji coba terbatas.. Partisipan dalam penelitian ini adalah peserta didik fase f kelas XI SMA Negeri di Lamongan. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunkan dalam penelitian ini meliputi lembar validasi, pretest-posttest keterampilan berpikir kritis, dan angket respon peserta didik. Data validasi menunjukkan bahwa lembar aktivitas peserta didik tersebut sesuai untuk pengujian, dengan skor modus 5 yang menunjukkan bahwa lembar aktivitas peserta didik valid. Hasil pretest-posttest dianalisis menggunakan skor N-Gain, yang berada dalam kisaran 0,5 hingga 0,9 yang menandakan peningkatan dalam keterampilan berpikir kritis peserta didik hal ini menunjukkan bahwa lembar aktivitas peserta didik efektif. Angket repson peserta didik mengenai media ini menghasilkan kepraktisan 95%. Maka dapat disimpulkan bahwa Lembar Aktivitas Peserta Didik yang dikembangkan valid, praktis dan efektif dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis

    Pengembangan E-LKPD Berbasis Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia

    Full text link
    Penggunaan teknologi di dunia pendidikan tidak hanya mengoptimalkan pengalaman belajar peserta didik tetapi juga membuka akses terhadap sumber daya dan konten pendidikan yang lebih luas. Berdasarkan hasil observasi di SMPN 11 Kota Jambi, terdapat kendala dalam proses pembelajaran IPA disekolah seperti minimnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi, rendahnya minat dan motivasi belajar peserta didik, dan masih banyaknya peserta didik merasa bosan ketika pembelajaran tidak menggunkan media pembelajaran yang bervariasi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengetahui kelayakan, serta mengetahui respon guru dan peserta didik terhadap media pembelajaran elektronik lembar kerja peserta didik berbasis PBL pada materi peredaran darah manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian (R&D) dan model penelitian yang digunakan yaitu model 4-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu pendefinisian (define), Desain (Design), Pengembangan (Development) dan Penyebaran (Disseminate). Instrumen pengumpulan data mencakup wawancara, angket validasi ahli materi dan media untuk menilai kelayakan produk, angket penilaian guru IPA, dan angket respon peserta didik kelas VIII. Hasil pengembangan menunjukan bahwa produk E-LKPD berbasis PBL dapat digunakan dan dimanfaatkan, karena telah melalui tahapan validasi oleh ahli materi dilakukan sebanyak 3 kali dengan hasil akhir sebesar 95% yang dinyatakan “sangat layak” dan ahli media dilakukan sebanyak 2 kali dengan hasil akhir sebesar 98% yang dinyatakan “sangat layak”. Hasil penilaian guru terhadap produk sebesar 98% yang dinyatakan “sangat layak”. Uji coba dilakukan kepada 8 orang peserta didik (kelompok kecil) dan 26 orang peserta didik (kelompok besar). Hasil uji coba pada kelompok kecil sebesar 83% yang dinyatakan “sangat baik” dan hasil uji coba kelompok besar sebesar 82% yang dinyatakan “sangat baik”. E-LKPD yang dikembangkan menggunakan aplikasi canva dilengkapi dengan teks, video, audio, Qr-code, serta pertanyaan-pertanyaan menggunakan wordwall dan google form. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran elektronik lembar kerja peserta didik berbasis PBL pada materi sIstem peredaran darah manusia untuk SMPN/MTSN layak digunakan dalam proses pembelajaran

    Systematic Literatur Review Peran E-Modul Interaktif untuk Membangun Literasi Siswa

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi secara sistematis pengaruh e-modul interaktif untuk membangun literasi siswa melalui tinjauan literatur selama empat tahun terakhir. Metode yang akan digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) yang melibatkan analisis terhadap 19 artikel ilmiah yang relevan dan terindeks ISSN. Artikel-artikel ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu topik yang membahas peran e-modul interaktif  dalam literasi siswa, publikasi dalam rentang waktu 2021 hingga 2024, serta terbit di jurnal yang terakreditasi. Proses pencarian literatur dilakukan melalui database akademik, seperti Google Scholar dan Publish or Perish, untuk memastikan artikel yang dipilih memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek utama, yaitu (1) jenis aplikasi yang paling sering digunakan dalam membangun e-modul interaktif; (2) jenjang pendidikan yang paling sering mengimplementasikan e-modul interaktif; (3) komponen literasi yang diteliti  melalui penggunaan e-modul interaktif seperti literasi digital, literasi sains, literasi numerasi, literasi budaya, literasi statistik dan lain-lain. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis aplikasi interaktif yang paling banyak digunakan dalam membangun e-modul interaktif adalah Kvisoft Flipbook Maker. Jenjang SMP menjadi tingkat pendidikan yang paling dominan menggunakan e-modul interaktif dan literasi digital  merupakan komponen yang paling sering diteliti dalam penggunaan media ini. E-modul interaktif terbukti efektif  meningkatkan literasi siswa karena karena mampu menyajikan konten yang menarik, interaktif dan memfasilitasi pembelajaran yang mandiri dan bermakna. Penggunaan e-modul interaktif ini juga membantu siswa mengembangkan keterampilan literasi yang diperlukan untuk sukses di era digital. Kata kunci: e-modul interaktif, literasi siswa, media interakti

    Integrasi Seni Budaya dengan Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi seni budaya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah Nurul Islam Ngadimulyo Sukorejo, Pasuruan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan inovasi pembelajaran PAI yang mampu menyentuh aspek afektif dan estetika siswa, serta menjadikan proses belajar lebih menarik, interaktif, dan bermakna. Seni budaya, seperti kaligrafi, puisi islami, drama religi, dan musik bernuansa keagamaan, dinilai sebagai media efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam secara emosional dan menyentuh hati peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru PAI, guru seni budaya, serta hasil karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inovatif seperti project-based learning, experiential learning, contextual teaching, dan inquiry-based learning memberikan dampak positif terhadap pemahaman keagamaan siswa, partisipasi aktif dalam proses belajar, dan keterlibatan emosional yang lebih tinggi. Pendekatan kurikuler menjadi dasar integrasi antara seni budaya dengan materi PAI yang diterapkan secara kontekstual. Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi seni budaya dalam pembelajaran PAI mampu meningkatkan nilai estetika pembelajaran serta memperkuat karakter religius, kreatif, dan toleran pada diri siswa. Integrasi ini juga menjadi solusi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan budaya lokal. Oleh karena itu, strategi ini direkomendasikan sebagai pendekatan alternatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di tingkat madrasah

    1,214

    full texts

    1,371

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Didaktika: Jurnal Kependidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇