Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Implementasi Ekopedagogi melalui Ecoplease untuk Meningkatkan Pemahaman terhadap Bahaya Styrofoam bagi Lingkungan
Pencemaran lingkungan akibat limbah, termasuk styrofoam yang tidak dapat terurai secara hayati dan berbahaya, merupakan perhatian global. Di Indonesia, produksi styrofoam yang tinggi memperburuk masalah ini, mengancam lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi ekopedagogi melalui pengenalan produk kemasan ramah lingkungan Ecoplease untuk meningkatkan pemahaman santri kelas XI di Pondok Pesantren Baiturrahman mengenai bahaya styrofoam. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis komparatif dengan uji t sampel berpasangan terhadap 34 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-tes dan post-tes sebelum dan sesudah sosialisasi produk Ecoplease. Hasil uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,000 < 0,05) dalam tingkat pemahaman santri setelah intervensi, dengan skor rata-rata pemahaman meningkat dari 39,12 menjadi 66,56. Disimpulkan bahwa implementasi ekopedagogi melalui pengenalan alternatif produk berkelanjutan seperti Ecoplease efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya styrofoam konvensional. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan ekopedagogi dalam pendidikan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan
Analisis Kesiapan Peserta Didik dalam Pembelajaran Terhadap Media Literasi Digital Kelas VI Sekolah Dasar
Pemahaman terhadap konsep sains, bukan hanya pengetahuan tentang konsep itu sendiri, diperlukan untuk mencapai tingkat pemahaman. Studi ini akan menganalisis beberapa aspek pengalaman siswa di Sekolah Dasar dalam menggunakan bahan pembelajaran digital. Secara khusus, penelitian ini akan meneliti (1) tingkat kesiapan di antara para siswa dan (2) beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam menggunakan media digital sebagai alat pengajara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan memahami dengan jelas dan ringkas bagaimana siswa kelas enam merespons instruksi yang menggunakan media literasi digital. Teknologi yang terus berkembang telah menjadikan media digital komponen penting dalam pendidikan sains modern di Sekolah Dasar; media ini digunakan dalam ketiga proses pendidikan. Secara rinci, para peneliti mewawancarai beberapa siswa dan beberapa guru dari berbagai sekolah Dasar serta melakukan observasi diam tentang mereka. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kesiapan didik dalam menggunakan media digital. Studi ini menunjukkan kemampuan tiga siswa yang berbeda dalam menggunakan berbagai alat digital, pemahaman mereka tentang beberapa konsep dasar, dan sejumlah faktor yang mendukung atau menghambat penggunaan media digital secara umum. Faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan tersebut meliputi keterampilan siswa dalam menggunakan teknologi, dukungan guru dalam proses pembelajaran digital, ketersediaan sarana prasarana, serta keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak menggunakan media digital secara bijak. Studi ini menyoroti variasi signifikan dalam kesiapan didik. Mayoritas siswa telah terbiasa menggunakan media digital dan menunjukkan tingkat minat yang tinggi. Namun, beberapa siswa lainnya menghadapi kendala karena kurangnya perangkat yang memadai dan dukungan teknis. Peran keluarga juga merupakan faktor penting dalam literasi digital siswa. Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah siswa yang menggunakan sumber belajar digital untuk siswa yang melek huruf dapat dicapai melalui penyediaan fasilitas yang ramah pengguna, instruksi yang komprehensif, dan pembelajaran yang lebih terstruktur
Strategi Manajemen Sekolah untuk Mencegah Perundungan Peserta Didik
Perundungan ((bullying)) di lingkungan sekolah merupakan isu serius yang dapat mengganggu keamanan psikologis peserta didik dan menghambat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen sekolah dalam mencegah perundungan di SMP Negeri di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru BK, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan (bullying) di SMP Negeri Jakarta dilakukan melalui empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dirancang melalui RKS dan RKAS dengan memasukkan program anti-perundungan sebagai bagian dari pembinaan karakter. Pengorganisasian dilakukan dengan membentuk tim khusus dan membagi peran kepada seluruh elemen sekolah, termasuk OSIS. Pelaksanaan program mencakup kegiatan sosialisasi, layanan BK, dan kampanye anti-(bullying). Evaluasi dilakukan secara berkala melalui rapat tim dan kotak pengaduan. Penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan seluruh warga sekolah, komunikasi yang efektif, dan dukungan budaya sekolah yang positif menjadi kunci keberhasilan pencegahan (bullying). Temuan ini memberikan kontribusi dalam praktik manajemen pendidikan, khususnya dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik
Development of Scientific-Based Student Worksheets (LKPD) Using the Discovery Learning Model to Improve Science Skills of Sixth Grade Elementary Students
This research aims to describe: Validity and practicality of scientific-based LKPD using the Discovery Learning model. This research is development research using the ADDIE model which was carried out in class VI of SDN 173662. The research results obtained are: The module developed has been categorized as Valid, Practical and Effective. Based on the validation results of the material expert, the category was "Very Good" with an average percentage of 81.7%, the validation results of the language expert stated that the LKPD developed was in the "Very Good" category with an average percentage of 95%. Furthermore, the learning expert revealed that the LKPD developed was in the "Very Good" category with an average percentage of 86.7%, so it was concluded that the LKPD developed was very valid. Furthermore, based on teacher responses of 90% and student responses of 96%, the LKPD developed was practical to use. So it can be concluded that the student worksheet developed is valid and practical to use in class VI
Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Fikih Berbasis Information and Communication Technologi (ICT)
Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Penggunaan Media pembelajaran fikih berbasis Information And Communication Technology (ICT) di MAS Al-Washliyah 30 Binjai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan empat tahap yaitu : 1) Pengumpulan Data, 2) Reduksi data , 3) Penyajian data dan 3) Penarikan kesimpulan dan Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penggunaan media pembelajaran fikih berbasis ICT dengan media power point, video pembelajaran, dan akses website sebagai pencari materi tambahan. 2) Bentuk penggunaan media pembelajaran fikih yaitu kegiatan pembelajaran mulai dari tahap awal sebagai pembuka, Kemudian, tahap utama dilanjutkan dengan pengajaran materi yang dilakukan oleh guru menggunakan media presentasi seperti PowerPoint. 3) Jenis-jenis media pembelajaran berbasis Information And Communication Technology (ICT) menggunakan infocus, media power point, google form dan video pembelajaran. 4) Manfaat dan kendala yang dihadapi guru dan siswa dengan adanya media pembelajaran berbasis Information And Communication Technology (ICT) yaitu manfaatnya dapat mengaktifkan berbagai jenis alat indra siswa, respon siswa yang antuasias dan memudahkan guru dalam menyampaikan materi. Sedangkan kendala yang di hadapi pemahaman siswa yang kurangnya pemahaman, masalah jaraingan yang tidak stabil
Penerapan Metode Gambar Dua Dimensi Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi pada Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi dengan menggunakan metode pembelajaran gambar 2 dimensi pada siswa kelas V SD IT YPI ”45” Bekasi. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian tindakan kelas melalui tahapan 2 siklus. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan karena ditemukan masalah pada siswa kelas V keterampilan menulis puisi masih rendah dikarenakan dalam penulisan puisi siswa masih belum mampu menyusun rima yang sesuai dengan tema puisi. Siswa kesulitan dalam menuangkan ide pemikirannya menjadi sebuah tulisan. Setelah peneliti menerapkan metode pembelajaran yang diteliti ini dibuktikkan dengan adanya peningkatkan hasil keterampilan siswa dalam menulis puisi. Maka penerapan metode gambar 2 dimensi ini mampu meningkatkan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas V SD IT YPI ”45” Bekasi
Desain dan Implementasi E-Learning untuk Mata Kuliah Pengembangan Bahan Ajar Prodi S1 Pendidikan Tata Rias
Rencana pembelajaran yang terstruktur dan terintegrasi dengan mata kuliah pengembangan bahan ajar menjadi dasar, sementara desain materi pembelajaran mengusung konsep-konsep yang menarik dan sesuai dengan tingkat pemahaman mahasiswa. Kreativitas dalam menyusun konten pembelajaran E-Learning menjadi kunci, memastikan bahwa teknologi digunakan bukan sebagai hiburan semata, tetapi sebagai alat yang membawa dampak nyata terhadap pemahaman dan minat mahasiswa. Tujuan Penelitian ini untuk kelayakan pembaharuan media pembelajaran E-Learning yang mempermudah mahasiswa dalam membuat bahan ajar, dan peningkatan kreatifitas mahasiswa dalam membuat bahan ajar. Hasil penelitian media pembelajaran E-Learning sangat layak digunakan, sudah di validasi oleh ahli media 83,2%, dan ahli materi 80%, sedangkan di nyatakan layak saat melakukan uji coba mahasiswa mudah memahami materi dengan 85,4%, serta kreatifitas mahasiswa mendapatkan hasil 81,2% yang dimana di nyatakan kreatif
Analysis Of Potential And Challenges Of Ethnoscience-Based Chemistry Learning In Madrasah Aliyah
This study aims to analyze the potential and challenges of ethnoscience-based chemistry learning in Madrasah Aliyah. The approach used is a quantitative survey type with participants being Madrasah Aliyah chemistry teachers in Surakarta Residency who were taken randomly. The method used is descriptive-quantitative. The data collection tool used is a questionnaire containing statements related to chemistry learning and the ethnoscience approach. Based on the data analysis carried out, both survey results and interviews, that although there is high enthusiasm from chemistry teachers, namely 92.3%, to implement ethnoscience-based learning, their knowledge of ethnoscience is still limited. As many as 50% of teachers admitted to having difficulty integrating ethnoscience with chemistry material, and 57.7% of teachers had never implemented it. The main obstacles in the implementation of ethnoscience include lack of teacher understanding and limited supporting infrastructure. Nevertheless, the ethnoscience approach offers great potential to improve scientific literacy, understanding of local culture, and student learning outcomes. Policy and infrastructure support in madrasahs, including Madrasah Aliyah Negeri Wonogiri, is ready to facilitate further development of ethnoscience-based learning. With increased training and resources, ethnoscience can be effectively integrated to enhance student engagement and understanding in chemistry learnin
Pengembangan Media Video Interaktif Pada Materi Sejarah Perkembangan Fikih
Seiring perkembangan zaman dan dinamika pendidikan yang semakin canggih, menuntut penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Fenomena yang terjadi saat ini, metode pembelajaran konvensional masih banyak digunakan. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut yakni penggunaan media pembelajaran yang masih belum mengikuti perkembangan zamans. Dengan demikian, merubah paradigma pembelajaran menjadi lebih modern dengan penggunaan media digital dan teknologi dalam pembelajaran penting untuk dilakukan. Seperti penggunaan media video interaktif dalam pembelajaran. Sehingga tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan mengembangkan media video interaktif pada materi sejarah perkembangan fikih. Menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang menerapkan model pengembangan 4D, dengan uji coba skala sedang kepada 27 peserta didik kelas X di MA Darul Ulum Palangka Raya. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, Adapun teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video interaktif pada materi sejarah perkembangan fikih yang telah dikembangkan menggunakan aplikasi YouCut termasuk kategori sangat layak, hal ini berdasarkan penilaian ahli materi dengan presentase akhir 93%, dan penilaian ahli media dengan presentase akhir 83%. Serta hasil respon peserta didik terhadap media dengan dengan rata-rata presentase 82% hal ini menunjukkan bahwa media video interaktif termasuk kategori sangat layak dan secara keseluruhan pembelajaraan menjadi lebih menarik dan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi sejarah perkembangan fikih
Hubungan Antara Organizational Citizenship Behavior dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru
Penelitian tentang OCB dan motivasi kerja terhadap kinerja guru telah banyak dilakukan, namun masih ada kesenjangan dari hubungan antara ketiga variabel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan organizational citizenship behavior (OCB) dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di sekolah dasar dalam Gugus 5, Kecamatan Serpong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantiatif, data dikumpulkan dan dianalisis untuk menguji hipotesis penelitian. Populasi sebanyak 443 guru, sampel terpilih sebanyak 82 dipilih menggunakan rumus Slovin dengan margin kesalahan 10 persen. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling dan proporsional sampling sehingga didapatkan sampel representatif, kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OCB secara positif dan signifikan memengaruhi kinerja guru, dengan nilai-t sebesar 4,034. Motivasi kerja memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja guru, tercermin dalam nilai-t sebesar 3,656. Temuan penelitian ini menjelaskan dampak OCB dan motivasi dalam meningkatkan kinerja guru. Dengan demikian secara umum dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kinerja guru dapat dilakukan dengan pembinaan OCB dan motivasi. Implikasi praktis adalah variabel OCB dan motivasi kerja dapat menjadi determinan prioritas dalam meningkatkan kinerja guru