Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Canva as a Creative Digital Learning Media for English Learning: A Student Perception Study
This study investigates students’ perceptions of using Canva as a digital learning tool in English classes. The objective is to explore Canvas impact on students' motivation, interest, efficacy, challenges, and preferences. A quantitative method was employed by distributing questionnaires to 100 10th-grade students at an Islamic high school in East Java, Indonesia. The findings reveal that most students hold positive perceptions of Canva, particularly in enhancing their motivation and engagement in learning. Canvas visual and interactive features also support students' understanding and boost their confidence in learning English. Nevertheless, some challenges, such as limited technology access, were reported. These results suggest that Canva can be an effective tool for fostering student engagement and developing independent learning habits. The study highlights the importance of integrating digital tools like Canva into English instruction to create more meaningful and engaging learning experiences
Exploring The Speaking Anxiety Among English Language Education Undergraduate Students at Universitas Negeri Malang
Speaking anxiety is a prevalent challenge in foreign language learning that can hinder students’ ability to communicate effectively. This study investigates the causes of speaking anxiety among undergraduate students in the English Language Education program at Universitas Negeri Malang. Employing a qualitative descriptive design, data were collected from 11 participants through the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) questionnaire and semi-structured interviews. The data were analyzed using thematic analysis to identify recurring patterns and factors contributing to students’ anxiety. The findings reveal three primary sources of speaking anxiety: communication apprehension, test anxiety, and fear of negative evaluation. Students reported experiencing physiological symptoms such as a rapid heartbeat, nervousness, and fear of being mocked, which significantly influenced their classroom participation and speaking performance. These results highlight the urgent need for supportive pedagogical strategies that not only enhance students’ linguistic competence but also address their psychological and emotional well-being. The study contributes to a deeper understanding of the multidimensional nature of speaking anxiety and provides insights for educators in developing effective interventions to foster more confident English communication among students
Mewujudkan PAUD Berkualitas: Kepemimpinan Kepala PAUD dalam Mengelola Layanan Khusus di Era Modern
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala PAUD dalam mengelola layanan khusus untuk mewujudkan lembaga PAUD yang berkualitas di era modern. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian Kepala PAUD Al Izzah, pendidik, dan orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala PAUD yang visioner, inklusif, dan kolaboratif mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan, terutama dalam pengelolaan layanan khusus seperti layanan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK), layanan deteksi dini tumbuh kembang, layanan kesehatan dan gizi, layanan teknologi, layanan pendidikan karakter, serta layanan konseling. Dengan adanya kepemimpinan yang kuat, PAUD Al Izzah yang sebelumnya biasa saja, kini mampu menjadi lembaga pendidikan yang diakui masyarakat sebagai lembaga berkualitas karena layanan-layanan yang inklusif, ramah anak, dan pendidikan karakter yang kuat. Sehingga, penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala PAUD memiliki peran yang sangat krusial dalam mewujudkan layanan pendidikan yang optimal di era modern saat ini
Analisis Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Keterampilan Kolaborasi Pada Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis keterampilan kolaborasi di SMPN 1 dan SMPN 2 Banyuasin III, menganalisis implikasi pembelajaran PAI terhadap keterampilan kolaborasi peserta didik, serta menjelaskan urgensi pembelajaran PAI berbasis keterampilan kolaboratif dalam konteks pendidikan kontemporer. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyusun modul ajar dengan memprioritaskan kebutuhan siswa dan konteks lokal, sehingga materi menjadi relevan dan menarik. Pelaksanaan menggunakan metode diskusi kelompok dan proyek kolaboratif yang terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, serta keterampilan komunikasi dan kerja sama. Evaluasi dilakukan secara formatif, di mana rubrik keterampilan kolaborasi dan umpan balik konstruktif dari guru meningkatkan motivasi dan perkembangan siswa. Implikasi dari pendekatan ini mencakup peningkatan sikap saling menghargai dan toleransi di antara siswa. Pembelajaran berbasis kolaborasi mempersiapkan siswa dengan keterampilan sosial yang krusial untuk sukses di abad ke-21. Dengan demikian, pembelajaran PAI di kedua sekolah berkontribusi dalam membentuk generasi yang siap berkontribusi positif di masyarakat
Research Analysis of Self-Directed Learning to Help Adults in Learning: A Systematic Literature Review
As new learning methods continue to emerge, self-directed learning remains a crucial element in the field of education. This research employs content analysis to explore self-directed learning as a central theme within studies conducted in Indonesia, focusing on publications indexed in the Scopus database from 2019 to 2024. The findings indicate a notable rise in related publications over the past three years, with quantitative research methods being the most commonly applied and students serving as the primary subjects. Key variables closely associated with self-directed learning include online learning, blended learning, motivation, higher education, and self-regulated learning, all showing strong interrelationships. Based on these insights, the researchers suggest several recommendations for future research, such as increasing the variety of research methodologies, broadening the scope of study participants beyond students, and enhancing the number of internationally published studies within the Scopus index
Peran Lingkungan Kampus dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa : Studi Literatur
Motivasi belajar merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan mahasiswa di perguruan tinggi. Salah satu faktor eksternal yang memengaruhi motivasi belajar mahasiswa adalah lingkungan kampus, baik dari segi fisik maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran lingkungan kampus dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020-2025, dengan menggunakan kata kunci “lingkungan kampus” “motivasi belajar mahasiswa”. Hasil dari studi literatur menunjukkan bahwa kualitas fasilitas akademik, seperti laboratorium, perpustakaan, dan koneksi internet, sangat memengaruhi semangat belajar mahasiswa. Selain itu, aspek lingkungan sosial kampus, termasuk hubungan interpersonal antar mahasiswa, interaksi dengan dosen, dan pelayanan akademik yang diberikan institusi, juga berkontribusi signifikan terhadap motivasi belajar. Lingkungan kampus yang kondusif dan pelayanan yang berkualitas terbukti mampu meningkatkan kenyamanan dan kepuasan mahasiswa, sehingga berdampak positif terhadap motivasi belajar mereka
Playful Learning : Proses Pembelajaran Musik Sederhana di Sekolah Luar Biasa
Pembelajaran Musik di Sekolah Luar Biasa memiliki pengaruh yang baik untuk siswa. Namun, dalam implementasi pembelajarannya memiliki tantangan dikarenakan karakter siswa berbeda dengan anak pada umumnya. Oleh karena itu, strategi dan metode yang digunakan haruslah sesuai agar siswa dapat memahami pembelajaran musik dengan baik. Penelitian ini membahas bagaimana proses pembelajaran penciptaan musik sederhana di Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Bunda Kota Bandung. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami metode, strategi dan tantangan yang dihadapi dalam mengajarkan penciptaan musik kepada siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pendekatan berbasis pengalaman dan media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa berperan penting dalam meningkatkan keterampilan dan kreativitas musik mereka. Selain itu, keterlibatan guru dan lingkungan yang mendukung terbukti dapat meningkatkan motivasi serta kemampuan siswa dalam menciptakan musik sederhana. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran musik yang lebih inklusif dan efektif di Sekolah Luar Biasa
The Influence of Principal Supervision on High School Teacher Performance
This study aims to analyze the influence of principal supervision on teacher performance at SMAN 1 Cikarang Pusat, Bekas Regency, West Java. In the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) era, the world of education is facing rapid changes that require continuous adaptation to improve the quality of teachers as a key factor in achieving effective learning. However, preliminary studies show gaps in teacher performance, especially in learning planning, learning delivery, interpersonal relationships, and assessment methods. This study uses a quantitative approach with a correlational regression method to test the relationship between principal supervision and teacher performance. Data was collected through a questionnaire involving 63 teachers as respondents. The results showed that the supervision of the principal had a significant effect on teacher performance, with a positive correlation coefficient of 0.869 and an R-Square value of 55.8%, which showed that more than half of the variation in teacher performance could be explained by supervision. However, there are still gaps in implementation, especially in the implementation and follow-up of supervision. This research highlights the importance of a structured supervision program, continuous professional development, and active involvement of teachers in the supervision process. These findings contribute to the development of a more effective supervision model to improve teacher performance and ultimately improve the quality of education in Indonesia
Nilai-Nilai Akhlak dalam Kitab Hadits Arba’in An-Nawawi: Relevansi dan Integrasinya terhadap Pembelajaran Akhlak di Madrasah
Pendidikan akhlak bertujuan membimbing individu kepada perilaku yang baik hingga menjadikannya kebiasaan. Sekolah berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai akhlak bagi peserta didik. Al-Quran dan hadits menjadi sumber utama dalam membangun akhlak mulia, salah satunya kitab hadits Arba'in An-Nawawi. Penggunaan kitab hadits Arba'in An-Nawawi dalam pembelajaran akhlak dapat menjadi salah satu cara untuk menanamkan karakter siswa sesuai ajaran Rasulullah saw. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab hadits Arba'in An-Nawawi, relevansi serta integrasinya dalam pembelajaran akhlak yang fokusnya pada Madrasah Tsanawiyah (MTs). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis dengan teknik analisis isi, berupa pengumpulan, klasifikasi, dan interpretasi data untuk mengkaji nilai-nilai akhlak dalam Hadits Arba'in serta relevansi dan peluang integrasinya dalam pembelajaran akhlak di madrasah. Temuan penelitian mengidentifikasi terdapat 14 nilai akhlak dalam Hadits Arba'in An-Nawawi yang sebagian besarnya relevan dengan materi Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah, dan mengindikasi bahwa nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan dalam pembelajaran akhlak melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penilitian ini dapat menjadi dasar kuat dalam pembentukan karakter peserta didik sesuai ajaran Rasulullah saw. serta menjadi landasan pengembangan kurikulum pembelajaran di sekolah
Peran Guru ISMUBA dalam Penanaman Karakter Religius untuk Mencegah Dekadensi Moral Siswa
Penelitian ini mengkaji peran guru ISMUBA di SMP Muhammadiyah Sewon Bantul Yogyakarta dalam mencegah dekadensi moral siswa melalui penanaman karakter religius. Permasalahan yang diangkat meliputi lemahnya internalisasi nilai keagamaan dan meningkatnya perilaku yang menyimpang pada kalangan peserta didik. Tujuan penelitian adalah memahami strategi dan praktik guru ISMUBA dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam (akidah‑akhlak, Al‑Qur'an‑Hadis, fikih, dan Bahasa Arab) serta membentuk kebiasaan keagamaan siswa. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan satu guru ISMUBA dan 15 siswa, observasi partisipan dalam proses pembelajaran dan rutinitas keagamaan, serta analisis dokumen ISMUBA dan RPP. Hasil penelitian menunjukkan tiga pendekatan utama: (1) integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran formal; (2) penerapan program pembiasaan keagamaan seperti sholat berjamaah dan tadarus Al-Qur'an; dan (3) keteladanan guru dalam perilaku islami. Secara sinergis memperkuat dimensi pengetahuan, praktik, pengalaman, dan konsekuensi religiusitas siswa menurut Glock & Stark. Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan ibadah dan sanksi edukatif juga menjadi indikator peningkatan kedisiplinan dan kesadaran moral. Implementasi kurikulum ISMUBA yang holistik meliputi intrakurikuler, Faktor pendukung meliputi komitmen sekolah, dukungan orang tua, dan fasilitas ibadah, sedangkan faktor penghambatan, keterbatasan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran umum serta pengaruh negatif lingkungan eksternal menjadi tantangan. Rekomendasi meliputi penguatan literasi digital berbasis moral dan kolaborasi lintas mata pelajaran serta dengan lingkungan eksternal. Meskipun terbatas pada satu sekolah dan fokus mata pelajaran akidah‑akhlak, penelitian ini memberikan model implementasi karakter religius yang dapat dijadikan acuan pengembangan program karakter di sekolah berbasis Islam