Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Pengaruh Gamifikasi Quizizz dan Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Matematika
Penelitian ini tujuannya untuk melakukan analisis pengaruh pemakaian gamifikasi Quizizz dan video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika. Model penelitian pengujian hipotesis berupa data kuantitatif model Cluster random sampling. Lokasi penelitian di SMA Negeri Karangpandan dengan sampel 72 siswa dari populasi kelas XI sejumlah 396 siswa. Proses mengumpulkan data memakai angket skala Likert, tes untuk hasil belajar. Instrumen tes yang digunakan mencakup uji validitas serta reliabilitas. Data dianalisis melalui regresi linier berganda, yang melibatkan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi Quizizz memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar, dengan point signifikansi 0,00 yang lebih rendah dari 0,05, sehingga H1 diterima. Besarnya pengaruh tersebut tercermin dari nilai R² sebesar 0,652. Video pembelajaran juga terbukti secara signifikan memengaruhi hasil belajar, dengan point signifikansi 0,00 < 0,05, sehingga H2 diterima. Pengaruh video pembelajaran terhadap hasil belajar sebesar 76,8% ditunjukkan oleh nilai R² sebesar 0,768. Secara simultan, gamifikasi Quizizz dan video pembelajaran memberikan pengaruh terhadap hasil belajar yang besarnya 92,9%, dengan point signifikansi 0,001, sehingga H3 diterima. Maka, bisa diambil kesimpulannya bahwa gamifikasi Quizizz dan video pembelajaran berpengaruh baik dengan parsial maupun simultan terhadap hasil belajar
Implementasi Pembelajaran Kolaboratif Untuk Mengoptimalkan Critical Thinking Siswa Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di Sekolah Menengah Kejuruan
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang penting dimiliki siswa, terutama dalam pendidikan vokasi yang menekankan keterampilan praktis dan analitis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi pembelajaran kolaboratif dalam mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKWU) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan terdiri atas guru dan siswa kelas XI SMK yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif melalui diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan proyek berbasis praktik mendorong peningkatan signifikan dalam lima indikator critical thinking, yaitu mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengevaluasi alternatif, mengambil keputusan logis, dan merefleksi hasil kerja. Proses pembelajaran juga membentuk interaksi sosial yang positif, meningkatkan keterampilan komunikasi dan kerja sama tim siswa. Strategi ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan prinsip Kurikulum Merdeka yang berpusat pada siswa. Meski demikian, kendala seperti partisipasi tidak merata dan keterbatasan waktu perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru serta pengembangan model pembelajaran kolaboratif yang lebih sistematis dan kontekstual guna meningkatkan efektivitas proses pembelajaran di SMK. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam mengembangkan strategi pedagogis yang mampu membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kewirausahaan
Pengelolaan Intervensi Dini Anak Disabilitas Autis
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam terkait pengelolaan intervensi dini anak disabilitas autis di Akasa Center Surabaya dan Eta Niti Sokhas Bojonegoro yang meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian intervensi dini anak disabilitas autis. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi multi situs dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala lembaga, dua terapis dan dua orang tua anak disabilitas autis di Akasa Center Surabaya dan Eta Niti Sokhas Bojonegoro. Sedangkan objek penelitian yang diamati yaitu pengelolaan intervensi dini anak disabilitas autis. Teknik analisis data menggunakan Miles, Huberman, dan Saldana yaitu dengan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini dilakukan pengecekan data dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian melalui wawancara, observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa Akasa Center Surabaya dan Eta Niti Sokhas Bojonegoro telah melaksanakan pengelolaan intervensi dini anak disabilitas autis. Aspek-aspek dalam pengelolaan intervensi dini anak disabilitas autis di kedua lembaga tersebut sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Aspek pengelolaan tersebut meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian intervensi dini anak disabilitas autis di Akasa Center Surabaya dan Eta Niti Sokhas Bojonegoro. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penguatan teori pengelolaan layanan intervensi dini anak disabilitas autis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan fungsi pengelolaan meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian yang berjalan secara sistematis dan efektif dalam dua lembaga yang menjadi lokasi penelitian. Hal ini memperkuat pandangan bahwa pendekatan pengelolaan yang terstruktur sangat penting dalam mendukung keberhasilan program intervensi dini anak disabilitas autis. Pengelolaan intervensi dini anak disabilitas autis yang dilakukan oleh Akasa Center dan Eta Niti Sokhas dapat dijadikan sebagai model atau referensi bagi lembaga lain yang menyelenggarakan layanan serupa. Implikasi praktis ini menegaskan pentingnya sinergi antara pengelolaan yang baik dan kualitas layanan intervensi dini untuk mencapai perkembangan optimal pada anak disabilitas autis
Implementasi Komunikasi Interpersonal Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi komunikasi interpersonal kepala madrasah dalam meningkatkan motivasi kerja guru di MAS Muallimin UNIVA Medan. Komunikasi interpersonal dipandang sebagai faktor strategis dalam membangun relasi kerja yang harmonis dan meningkatkan semangat serta loyalitas guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menjalankan komunikasi interpersonal secara terbuka, empatik, dan konsisten melalui interaksi formal dan informal, seperti rapat, sapaan harian, dan pesan motivatif. Guru merasa diperhatikan dan termotivasi dalam menjalankan tugas. Penelitian ini juga menemukan empat faktor yang memengaruhi efektivitas komunikasi interpersonal, yaitu: dukungan yayasan, iklim organisasi yang terbuka, budaya kolaboratif, dan kepemimpinan transformasional. Komunikasi yang dibangun secara personal dan humanis terbukti mampu menciptakan iklim kerja yang mendukung, meningkatkan kelekatan emosional, dan mempengaruhi kinerja guru secara positif. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya komunikasi interpersonal sebagai fondasi dalam kepemimpinan pendidikan yang efektif dan transformatif
Kemitraan Pesantren dengan Alumni dalam Peningkatan Kapabilitas Dinamis Yayasan Pondok Pesantren
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi model kemitraan pesantren dengan alumni pesantren dalam upaya peningkatan kapabilitas pesantren dengan menggunakan 3 aspek dari teori D.J, Teece yaitu Sensing Capabilities, Seizing Capabilities dan Transforming/Reconfiguration Capabilities. Pendekatan penelitian yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti mengeksplorasi dan memahami makna dari permasalahan sosial melalui pengumpulan data yang kaya dalam setting alamiah. Hasil Penelitian kemitraan pesantren Al-Ma'arif dengan alumni menunjukkan hubungan strategis kompleks melalui lima komponen: keselarasan visi-misi, sasaran bersama, trust historis-emosional, asas timbal balik, dan optimalisasi wakaf lewat "Waqf Land Synergy Partnership". Alumni efektif berperan sebagai sensor eksternal mendeteksi peluang dan tren pendidikan, serta sukses memobilisasi beragam sumber daya untuk program-program inovatif. Namun meski unggul dalam sensing dan seizing, terdapat gap signifikan pada kemampuan transforming dimana kerjasama untuk perubahan organisasi dan transfer teknologi masih terhambat resistensi internal dan kompleksitas identitas ganda pesantren sebagai institusi akademik-spiritual. Adapun keterbaruan dalam penelitian ini Adalah konteks kapabilitas dinamis yang biasanya sering di gunakan atau di sandingkan dengan Perusahaan namun pada penelitian ini mencoba untuk melihat dari dunia pendidikan
Pengaruh Kegiatan 15 Menit Pintar Terhadap Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar
Literasi merupakan hal penting yang mempengaruhi siswa pada pembelajaran jenjang selanjutnya, sehingga diperlukan kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbandingan nilai pretest dan posttest untuk melihat pengaruh kegiatan 15 menit pintar terhadap kemampuan literasi siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian Pre-experimental melalui tipe penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Munggangsari dengan jumlah populasi 10 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) yang diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan 15 menit pintar. Data dianalisis menggunakan analisis deskritif, uji normalitas, uji homogenitas dan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan niai pretest dan posttest. Analisis deskriptif untuk melihat hasil rata-rata nilai pretest dan posttest. Uji normalitas dipakai untuk melihat apakah data yang digunakan terdistribusi normal atau tidak normal. Uji homogenitas dipakai untuk mengetahui sama atau tidaknya varian populasi. Uji paired sample t-tes dipakai untuk melihat apakah kegiatan 15 menit pintar memiliki pengaruh terhadap kemampuan litrasi siswa. Kemampuan literasi siswa meningkat dilihat dari hasil rata-rata tes, rata-rata nilai pretest 44.50 sedangkan rata-rata nilai posttest 52.00. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai Sig.(2-tailed) 0,038 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh antara kemampuan literasi siswa sebelum dan sesudah kegiatan 15 menit pintar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan 15 menit pintar berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan literasi siswa kelas V SDN Munggangsari
Enhancing Multicultural Values Through Pedagogical Approaches in Islamic Education for Senior High Schools
This study explores how Islamic Religious Education enhances multicultural values among junipr high school students through thoughtful pedagogical approaches. This research method using a qualitative with case study design, the research delves into how teachers and the school communitywork together to nurture tolerance and respect for diversity. Data were gathered through semi-structured interviews with 17 informants, including 5 ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION teachers, school principal, vice principal for curriculum, and 10 student representatives. These were complemented by classroom observations, deep-interviews, and an analysis of relevant documents, such as lesson plans and student activity reports. The data analysis followed Miles and Huberman's interactive model, focusing on reducing, displaying, and verifying the data to uncover meaningful patterns. To ensure the validity of the findings, triangulation methods were applied, including cross-referencing different sources, member checks with participants, and maintaining detailed research documentation. The results highlight that teachers actively incorporate multicultural values into Islamic Religious Education lessons through group discussions, interfaith dialogues, and culturally inclusive examples. They also create a safe and open classroom atmosphere that encourages students to appreciate diversity and share their unique perspectives. These efforts have led to noticeable changes, including improved interactions across cultural and religious groups, reduced biases, and stronger bonds within the school community.This study emphasizes the essential role of educators in fostering students' understanding of diversity and demonstrates how Islamic Religious Education can become a powerful tool for building a more tolerant and inclusive society
Environmental Leadership of Ecopesantren Supports Sustainable Development Goals
This study aims to explore how environmental leadership in Islamic boarding schools plays a role in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) through the integration of Islamic spiritual values, sustainable education, and technological innovation. The global environmental crisis and the urgency of implementing the SDGs demand educational innovations that can combine ecological awareness, spirituality, and environmentally friendly technology. Pesantren, as a community-based Islamic educational institution, has great potential in shaping the character of students who are not only religious but also care about environmental sustainability. However, research on the role of pesantren in supporting the sustainability agenda is still limited. Using a qualitative approach and an exploratory descriptive design, this study collects data through semi-structured interviews, direct observation, and documentation involving leaders, teachers, and students at Al Ashriyyah Nurul Iman Ecopesantren. The results of the study show that environmental leadership in Islamic boarding schools contributes to SDG3 through organic agriculture and ecology-based sanitation, SDG4 with a spiritual and environment-based curriculum, and SDG5 through women's empowerment in environmental leadership. In addition, SDG6 and SDG7 are realized with environmentally friendly technologies such as biogas, solar panels, and reverse osmosis systems, while SDG17 is strengthened by global and local collaborations. Although this study has limitations in geographical scope and long-term impact exploration, the results enrich the discussion on the integration of environmental education in pesantren and provide recommendations for the Islamic education system in supporting sustainable development
Pengaruh Perceived Usefulness terhadap Behavioral Intention Mahasiswa dalam Menggunakan Moodle untuk Pembelajaran Bahasa Jerman
Integrasi teknologi dalam pendidikan telah mendorong penggunaan Learning Management System (LMS) untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, termasuk dalam pengajaran bahasa asing. Studi ini mengkaji pengaruh persepsi kebergunaan (perceived usefulness) terhadap niat perilaku (behavioral intention) mahasiswa terhadap Moodle dalam perkuliahan bahasa Jerman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey, melibatkan 246 mahasiswa yang telah menggunakan Virtuelles Klassenzimmer (VKZ), sebuah LMS berbasis Moodle di Prodi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Pendidikan Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji korelasi serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kebergunaan berpengaruh signifikan terhadap niat mahasiswa dalam menggunakan Moodle dengan kontribusi sebesar 34,9% (R² = 0,349; β = 0,679). Temuan ini menegaskan relevansi Technology Acceptance Model (TAM) dalam konteks pembelajaran bahasa, serta memberikan wawasan bagi institusi pendidikan dalam meningkatkan adopsi LMS guna mendukung pembelajaran digital yang lebih efektif
Pengaruh Model Joyful Learning Untuk Meningkatkan Kreativitas Belajar Matematika Materi Bangun Datar di Madrasah Ibtidaiyah
Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah ada pengaruh model joyful learning untuk meningkatkan kreativitas belajar matematika materi bangun datar. Metode yang dimanfaatkan pada kajian ini yakni kuantitatif, dengan jenis penelitian menggunakan eksperimen semu (quasi eksperimen). Kajian ini dijalankan selama 2 bulan mulai bulan juli – september 2024 dengan melakukan penelitian lapangan di MIN 3 Kota Palangka Raya. Data dikumpulkan dari 50 siswa, dengan 25 siswa kelas III A sebagai kelas kontrol dan 25 siswa kelas III B sebagai kelas eksperimen. Dalam ini uji yang dipilih yakni uji t dengan dukungan aplikasi IBM SPSS Statistics 25. Hasilnya analisis data uji independent sample t test yang dilakukan dengan data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan uji whitney test menyatakan bahwa uji t hipotesis dalam perhitungan dilihat pretest serta posttest kelas eksperimen bahkan control sesuai dalam kriteria uji apabila ditolak bahkan diterima artinya adanya pengaruh. Dengan skor Sig. (2-tailed) sebanyak 0,001 < 0,05, sehingga bisa ditarik kesimpulan adanya perbedaan kreativitas belajar matematika peserta didik dengan model joyful learning dengan model konvensional