Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Analysis of Arabic Textbook for Grade VII Merdeka Curriculum Based on Textbook Praxeological Analysis
This study aims to analyze the textbook Semangat Mendalami Bahasa Arab for Grade VII MTs published by Erlangga using a praxeological approach, which evaluates four main components: type of task, technique, technology, and theory. The method employed is qualitative descriptive with a content analysis design focusing on tarkib (syntax) material. The results show that the textbook incorporates 13 types of tasks using an inductive technique, where students are encouraged to analyze sentence or phrase examples to understand grammatical patterns. Visual aids such as tables are effectively used to simplify the relationships between constituents and support practical applications like self-introduction. However, several shortcomings are identified, such as the inconsistency in the sequence of materials, which, while not causing significant ontogenetic conceptual obstacle, and the lack of explanation for technical terms like nakirah and ma‘rifah, may lead to epistemological obstacle. In terms of theory, the textbook supports broader knowledge construction by fostering practical communication skills through structured tasks and contextual applications. Thus, while the textbook has the potential to be an effective learning resource, improvements in material sequencing and theoretical explanations are needed to better support comprehensive Arabic language learning
Penggunaan Metode Mind Mapping dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Retensi Belajar Siswa: Kajian Literatur
Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas metode mind mapping dalam meningkatkan hasil belajar siswa berdasarkan tinjauan literatur yang relevan. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), penelitian ini menganalisis berbagai sumber sekunder, seperti artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mind mapping merupakan metode pembelajaran yang efektif dalam membantu siswa memahami materi pembelajaran secara lebih mendalam, meningkatkan retensi informasi, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta kreatif. Mind mapping juga terbukti meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran melalui pendekatan visual yang interaktif dan menarik. Namun, keberhasilan penerapan metode ini sangat bergantung pada bimbingan guru, kesiapan siswa, dan ketersediaan alat pendukung, baik manual maupun digital. Beberapa tantangan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan waktu pelaksanaan dan kurangnya keterampilan teknis siswa dalam menggunakan aplikasi digital. Penelitian ini memberikan landasan teoritis yang kuat mengenai efektivitas mind mapping, namun disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan pendekatan empiris yang lebih mendalam. Dengan demikian, mind mapping memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu strategi pembelajaran inovatif yang mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21
Pembentukan Nilai-Nilai Toleransi dengan Pembelajaran Kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembentukan nilai-nilai toleransi melalui pembelajaran kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid di Ma’had Aly Imam Bukhari, Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara terstruktur dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Data diperoleh dari dosen, mahasiswa, dan alumni untuk memahami proses pembelajaran dan implementasi nilai toleransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab ini menanamkan nilai-nilai toleransi seperti menghargai perbedaan antar mazhab, bersikap adil dalam menilai pendapat, saling menghormati, keterbukaan terhadap perbedaan, serta memberi uzur terhadap kekeliruan. Mahasiswi diajarkan untuk tidak saling menyalahkan dan menghindari fanatisme, menciptakan suasana belajar yang inklusif dan harmonis. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan pemahaman mengenai batasan toleransi dan sikap fanatisme terhadap mazhab tertentu. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai peran kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid dalam membentuk generasi yang mampu mengelola keberagaman pendapat dengan bijak.
Kata kunci: pembentukan nilai-nilai toleransi, Bidayatul Mujtahid, Ma’had Aly Imam Bukhari
Model Etnopedagogi dalam Budaya Wayang Klithik untuk Membentuk Karakter Good Citizenship
Kebudayaan Indonesia mulai kehilangan eksistesinya di era kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Hal ini juga beriringan dengan turunnya karakter bangsa secara signifikan. Sehingga, dibutuhkan media pendidikan karakter yang relevan dengan budaya lokal. Penelitian ini mengkaji model etnopedagogi pada kebudayaan wayang klithik yang menjadi bentuk representasi konservasi budaya Jawa sekaligus membentuk karakter good citizenship. Pada penelitian ini, teori eksperensial milik Kolb digunakan sebagai landasan dalam menganalisis dan menginterpretasikan budaya wayang klithik dalam pembentukan karakter good citizenship di Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitaif-partisipatoris jenis etnografi. Metode kualitatif-partisipatoris digunakan untuk menganalisis etnopedagogi pada pementasan wayang klithik dalam pembentukan karakter good citizenship dan potensi implementasinya di sekolah formal. Ditemukan tiga siklus etnopedagogi dalam kebudayaan wayang klithik. Dari siklus tersebut muncullah nilai-nilai karakter good citizenship yang dimulai dari partisipasi dalam kegiatan resik sendang, pementasan wayang kltithik, dan pelatihan pagelaran wayang yang membentuk karakter generasi konservatif akan budaya lokal. Wayang klithik juga dapat menjadi media pembelajaran berkelanjutan berbasis budaya loka
Efficiency of Education Budget Allocation for High School Level in Indonesia
The efficiency of the education budget is important to measure how optimally the use of limited resources has been used to improve the quality of education. Over the last decade, there has been an increase in education budgets, but this is not in line with increases in educational attainment. Regarding to see the extent of the success of budget management carried out by local governments, it is necessary to measure efficiency by looking at the increase in output from the education budget input. This study uses the Data Envelopment Analysis to measure the success of this efficiency. The results of the efficiency values are then used in Tobit Regression to identify factors that influence the efficiency of education budget at the provincial level. The data used is data from 33 provinces during 2016-2019. DEA results show that there are 9 provinces that have a perfect average efficiency score from 2016-2019. Meanwhile, there are 16 provinces with efficiency values below the average from 2016-2019. From the Oslack analysis, this research also shows the identification of inefficiencies in each output. For example, Central Sulawesi has the potential to increase 6,03 points National Examination Scores and Papua has the potential to increase 12,4% Pure Participation. Meanwhile, through Tobit analysis, this study also shows that the factors that influence the efficiency of the education budget are GRDP, Density, Underdeveloped Province, and Program Indonesia Pintar
Strategi Pendidikan Kesantrian dalam Penanganan Pelanggaran Santri di Pondok Pesantren
Penelitian ini merupakan jenis deskriptif fenomenologis dengan pendekatan kualitatif, yang mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, bertujuan untuk menggali strategi-strategi yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Imam Bukhari dalam mengatasi pelanggaran yang dilakukan oleh santri. Fokus penelitian ini mencakup upaya pencegahan, pengawasan, serta penanganan pelanggaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus pesantren, ditemukan beberapa strategi utama yang digunakan, yaitu: (1) Rekrutmen santri yang ketat, (2) Sosialisasi yang intensif melalui apel bulanan, nasehat di kelas, asrama dan khutbah Jumat untuk menanamkan pemahaman tentang tata tertib dan norma pesantren; (3) Pengawasan yang ketat, mulai dari asrama hingga izin keluar pondok, (4) Tindakan tegas dan pemberian sanksi sebagai bentuk pertanggungjawaban dan untuk memberi efek jera (5) Peran orang tua yang diintegrasikan dalam proses pembinaan, dengan komunikasi intensif antara pesantren dan orang tua, (6) Pemasangan CCTV. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan dalam mengatasi pelanggaran santri tidak hanya bergantung pada sanksi yang diberikan, tetapi juga pada langkah-langkah preventif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk santri, orang tua, dan pengurus pesantren, dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan santri
Perbandingan Pengembangan Soft Skill Kerja Sama Tim Mahasiswa Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi melalui Pembelajaran di Kelas dan Program Magang
Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh pembelajaran di kelas dan program magang terhadap pengembangan soft skill kerja sama tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi (PSTI) di Universitas Pendidikan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 31 mahasiswa. Kuesioner tersebut dirancang untuk mengukur persepsi mahasiswa terhadap efektivitas kedua metode pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan kerja sama tim. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif untuk menggambarkan data, serta uji normalitas dan uji homogenitas untuk memastikan kelayakan data sebelum dilakukan uji inferensial. Uji paired t-test diterapkan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara pembelajaran di kelas dan program magang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kerja sama tim dalam pembelajaran di kelas sebesar 18,0323, sedangkan dalam program magang sebesar 20,5484. Uji paired t-test menghasilkan nilai t(30) = 5,107 dengan signifikansi p = 0,000, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode. Program magang terbukti memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan soft skill kerja sama tim mahasiswa. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, dengan menekankan pentingnya pengalaman praktis untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja
Pengaruh Lagu-Lagu Nasional terhadap Nasionalisme Peserta Didik di Sekolah Indonesia Riyadh
Penelitian ini mengkaji pengaruh lagu-lagu nasional terhadap nasionalisme peserta didik di Sekolah Indonesia Riyadh. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara , dan dokumentasi dengan peserta didik jenjang SD, SMP, SMA dan guru. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik mengenal lagu-lagu nasional hanya untuk kegiatan formal seperti upacara bendera, namun tidak merasa lagu tersebut relevan dengan kehidupan sehari-hari. Lagu-lagu yang populer di sosial media lebih menarik perhatian peserta didik dibandingkan lagu nasional. Sekolah secara rutin memutar lagu nasional dalam kegiatan upacara, namun penerapan lagu nasional di luar kegiatan formal masih terbatas. Faktor penghambat utama adalah rendahnya minat peserta didik dan seringnya konsumsi media digital melalui gawai yang menyajikan konten hiburan populer. Melalui pembiasaan dan pemahaman lagu-lagu nasional, peserta didik dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang kuat. Hal ini akan membentuk karakter peserta didik yang cinta tanah air, persatuan, toleransi, gotong royong, serta sikap santun, sehingga akan tercermin citra Indonesia yang positif di dunia internasional
Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya dan Pelaksanaan Tata Tertib Sekolah Terhadap Akhlak Siswa
Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk akhlak siswa, terutama melalui pengaruh teman sebaya dan penerapan tata tertib sekolah. Permasalahan yang ditemukan di SMA Negeri 1 Tiga Dihaji menunjukkan adanya indikasi perilaku kurang baik di kalangan siswa, seperti kurangnya kesopanan dan pelanggaran tata tertib. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap akhlak siswa, menganalisis seberapa besar pengaruh pelaksanaan tata tertib sekolah terhadap akhlak siswa, serta menguji pengaruh kedua variabel tersebut secara simultan terhadap akhlak siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan kajian pendidikan karakter, serta menjadi referensi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembinaan akhlak siswa melalui pengelolaan lingkungan sosial dan disiplin sekolah yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Sampel penelitian terdiri dari 142 siswa yang dipilih menggunakan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergaulan teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap akhlak siswa dengan nilai signifikansi 0,048 < 0,05 dan kontribusi sebesar 29,9%. Pelaksanaan tata tertib sekolah juga berpengaruh signifikan terhadap akhlak siswa dengan nilai signifikansi 0,037 < 0,05 dan kontribusi sebesar 15,1%. Secara simultan, kedua variabel ini memiliki pengaruh terhadap akhlak siswa dengan nilai Fhitung 8,730 lebih besar dari Ftabel 3,06 dan tingkat signifikansi 0,011 < 0,05. Koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa pergaulan teman sebaya dan pelaksanaan tata tertib sekolah secara bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 37,4% terhadap akhlak siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pergaulan teman sebaya yang positif dan penerapan tata tertib sekolah yang konsisten dapat membantu membentuk akhlak siswa yang lebih baik. Oleh karena itu, diperlukan strategi efektif dalam membangun lingkungan pergaulan yang baik dan menegakkan tata tertib sekolah secara optimal
Gratitude as the Foundation of Educational Values in Contemporary Times: A Perspective from Surah Al-Fatihah
This research focuses on contemporary Islamic education which faces many challenges, especially due to the influence of foreign cultures that are contrary to Islamic principles with information obtained from social media. The main fact in this study is the importance of the value of Gratitude contained in the letter of alfatihah as an important foundation for the formation of students' character. To understand this issue more deeply, the author applies a qualitative method with a literature research approach, including a study of academic literature, the Qur'an, and relevant hadith to expand the author's understanding of gratitude in education.The results of the study show that the integration of the value of gratitude in the educational process can help students not only in developing good morals and appreciating knowledge, but also in increasing the desire to learn through the understanding and application of the value of Gratitude, as well as in increasing their social responsibility. These findings conclude that an effective approach in teaching the value of gratitude has the potential to produce a generation that has faith, noble character, and is ready to face the challenges of the times. In addition, this generation is expected to make a positive contribution to society, creating a beneficial impact on the surrounding social environment