Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Pengembangan Multimedia Interaktif “Smartrepro” dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif SmartRepro dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem reproduksi manusia di kelas IX SMPN 1 Buduran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model DDDE (Decide, Design, Develop, Evaluate) yang dikembangkan oleh Ivers & Barron (2002). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas IX E sebagai kelas eksperimen dan IX F sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, tes berpikir kritis, lembar observasi keterlaksanaan, dan angket respon siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan uji independent sample t-test dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif SmartRepro dinyatakan sangat layak dengan persentase validasi ahli media sebesar 92% dan ahli materi 90%. Aktivitas siswa selama pembelajaran tergolong sangat aktif dengan rata-rata 88%, sedangkan keterlaksanaan pembelajaran mencapai 94%. Hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol, di mana peningkatan rata-rata kemampuan berpikir kritis dari 62,3 menjadi 87,5. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan SmartRepro efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa
Membentuk Karakter Disiplin Anak Didik melalui Keteladanan Guru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha dari seorang guru dalam membentuk karakter disiplin anak didik melalui keteladanan. Tidak adanya keteladanan guru bagi murid dapat berdampak negatif pada perkembangan karakter dan nilai-nilai pribadi murid. Dampak negatif tidak adanya keteladanan guru, siswa cenderung meniru perilaku negatif guru, Siswa kurang disiplin, Siswa kurang bertanggung jawab, Siswa kurang percaya diri, Siswa kurang mandiri. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penanaman karakter disiplin peserta anak didik bisa dibentuk melalui pembiasaan dan keteladanan dari seorang seorang guru dengan tujuan untuk mendidik dan membekali mereka agar kelak memiliki perilaku dan moral yang baik untuk dirinya sendiri, masyarakat, ataupun lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Pembiasaan dapat menjadi tingkah laku serta karakter yang bersifat otomatis dan akan menjadi kepribadian yang luhur pada diri siswa dan keteladanan digunakan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan sosial pada anak. Pentingnya pembentukan karakter disiplin sejak dini pada peserta didik agar kelak anak dapat menjadi penerus bangsa yang memiliki moral dan perilaku yang bagus dan menjadi sumber daya manusia yang berkarakter baik. Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa pembentukan karakter disiplin melalului keteladanan dari seorang guru untuk peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai usaha dan upaya seperti mengajarkan, mengedukasi dan memberi contoh kepada peserta didik untuk datang dan pulang sekolah tepat waktu, patuh akan peraturan yang telah disepakati bersama, berucap dengan kata-kata yang baik dan benar, menetapkan aturan kelas, serta memantau perilaku kedisiplinan siswa di rumah melalui buku catatan amal yaumi atau kegiatan harian
Implementing Integrity and Character Education Through Hypnoteaching in Elementary Schools: A Case Study Analysis
The decline in academic integrity, marked by increasing cases of cheating and ethical breaches, underscores the urgency for innovative character education approaches. This study evaluates the application of integrity character education using hypnoteaching methods at SDN Bendo 2 Sukodono. Employing a qualitative case study design, data were collected through participatory observation, self-assessment questionnaires, and in-depth interviews with key stakeholders, including principals, teachers, and students in grades IV to VI. Results show significant effectiveness, with implementation scores averaging 81.7% for teachers and 84.3% for students. The highest performance was noted in positive language use (92.5%), while honest behavior improved as 69.7% of students reported no integrity violations. However, challenges persist, including imitative behavior (51.2%) and low acceptance of collective decisions (15%). This study highlights hypnoteaching's potential to enhance character education and recommends systematic teacher training and continuous evaluation to sustain these positive outcomes
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi melalui Model Project Based Learning dengan Pendekatan Saintifik
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMKN 7 Kota Bengkulu melalui penerapan model project based learning dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dan dilaksanakan dalam dua siklus. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, dan rubrik penilaian keterampilan menulis. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dengan jumlah 26 siswa yang terdiri dari 18 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis teks eksposisi. Waktu pelaksanaan penelitian ini pada semester 1 kelas X SMKN 7 Kota Bengkulu tahun pelajaran 2024/2025. Fokus penelitian ini adalah pada keterampilan menulis berdasarkan struktur teks dan kaidah kebahasaan teks eksposisi. Pada siklus I, hasil observasi menunjukkan bahwa siswa masih kurang tertarik dengan pembelajaran dan mengalami kesulitan dalam menulis teks eksposisi. Nilai rata-rata kelas pada siklus I adalah 75,50 dengan kelemahan utama pada aspek penggunaan konjungsi, tanda baca, dan pengembangan argumen yang kurang tepat dalam kerangka tulisan teks ekposisi. Meski demikian, pendekatan saintifik seperti membaca dan memahami contoh teks, menyusun kerangka tulisan serta proses mengamati, menanya, dan mengomunikasikan proyek saat diskusi kelompok mulai memperlihatkan hasil yang positif. Namun perolehan nilai rata-rata keterampilan menulis di siklus I masih belum maksimal sehingga dilakukan perbaikan pada siklus II. Hasil evaluasi tindakan di siklus II menunjukkan peningkatan secara signifikan dengan nilaai rata-rata menulis teks eksposisi meningkat menjadi dari sebelumnya 75,50 menjadi 84,54. Peningkatan terlihat pada seluruh aspek keterampilan menulis, meliputi isi karangan, struktur teks, pengorganisasian gagasan, penggunaan bahasa, dan mekanik.
Kata kunci: keterampiilan menulis, teks eksposisi, project based learnin
Pengembangan Modul Ajar Kimia Inovatif Berbasis PBL Yang Terintegrasi dengan Kearifan Lokal Gayo Lues-Aceh
Bahan ajar digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, umumnya yang digunakan peserta didik di sekolah belum inovatif karena belum melibatkan peserta didik untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Keterbaruan pada penelitian ini yaitu pengembangan modul ajar yang berbasis Problem Based Learning dan juga terintegrasi dengan kearifan lokal Gayo Lues-Aceh. Model pembelajaran PBL terintegrasi dengan kearifan lokal dapat membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul ajar berbasis PBL yang terintegrasi dengan kearifan lokal pada materi koloid kelas XI SMA/MA. Metode pengembangan yang digunakan yaitu Research and Development (R & D) model ADDIE. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif dan kuantitaf. Validator dalam penelitian terdiri dari 3 orang dosen kimia dan 2 orang guru kimia. Penilaian terhadap kesesuaian modul ajar inovatif berbasis PBL yang terintegrasi kearifan lokal mengacu pada standart BSNP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata 3,66 dan dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenuhi standart kelayakan BSNP dan layak diimplikasikan disekolah
Persepsi Guru terhadap Numerasi Geometri sebagai Landasan Pengembangan Model Pelatihan Guru
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru sekolah dasar pada fase A, B, dan C dalam merancang soal numerasi geometri. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menerapkan metode wawancara mendalam dan analisis dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri dari 12 guru sekolah dasar di Gugus 7 Kecamatan Sukun yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan pengalaman mereka dalam mengajar geometri. Data dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih mengalami kendala dalam memahami dan mengajarkan numerasi geometri, terutama dalam merancang soal berbasis konteks nyata. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan model pelatihan yang berfokus pada desain soal numerasi geometri dengan pendekatan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pelatihan guru berbasis numerasi guna meningkatkan kompetensi guru serta kualitas pembelajaran numerasi di sekolah dasar
Upaya Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an melalui Metode Tutor Sebaya
Urgensitas kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi faktor utama sebagai seorang muslim dalam mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Perihal tersebut menjadi suatu kewajiban esensial yang tidak dapat diacuhkan, sebab hukum mengaruhi kehidupan seorang muslim bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist. Perihal tersebut menuntut kemampuan seorang guru untuk dapat menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga dapat mempercepat terjadinya peningkatan kemampuan membaca siswa, salah satunya dengan penggunaan metode pembelajaran turor sebaya yang mana rekan sejawat dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dibawah bimbingan dan pengawasan guru. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan model perencanaan, tata cara pelaksanaan dan desain evaluasi yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti melalui metode tutor sebaya. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi yang diperoleh dari informan penelitian menggunakan teknik purposive. Teknik analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis miles, Huberman dan saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik kevalidan atau keabsahan data dilakukan menggunakan teknik triangulasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu. 1). Pada desain perencanaan, guru menyusun modul ajar serta menentutan peserta didik yang hendak dijadikan sebagai tutor teman sebayanya serta membentuk kelompok-kelompok berisikan kumpulan siswa berskala kecil. 2). Sedangkan pada tahap pelaksanaan, Guru menerapkan beberapa tahapan yang telah direncanakan sebelumnya serta mengawasi aktivitas membaca Al-Qur’an peserta didik secara keseluruhan dalam kelompok, 3). Kemudian pada sesi evaluasi guru melakukan tes bacaan secara langsung terhadap siswa yang ditunjuk secara acak dan terdapat adanya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an Peserta didik dari kebenaraan bacaan hukum serta pelafalan hurufnya dan memahami waqaf serta ibtida’ bacaannya dengan benar dan baik
Manajerial Kepala Sekolah, Budaya Organisasi dan Perilaku Inovatif Hubungannya dengan Kinerja Guru di Sekolah Menengah Pertama
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kompetensi manajerial kepala sekolah, budaya organisasi, dan perilaku inovatif terhadap kinerja guru. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel yang digunakan terdiri dari 67 guru di SMP Negeri se-Kota Serang. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kompetensi manajerial kepala sekolah berhubungan positif namun tidak signifikan dengan kinerja guru, dengan nilai P-Value sebesar 0.822; 2) budaya organisasi berhubungan positif namun tidak signifikan dengan kinerja guru, dengan nilai P-Value sebesar 0.250; 3) perilaku inovatif guru memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kinerja guru, dengan nilai P-Value sebesar 0.000; dan 4) nilai R-Square menunjukkan hubungan signifikan antara variabel independen (X1, X2, dan X3) secara simultan dengan variabel dependen (Y) sebesar 0.995. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua variabel eksogen memiliki kontribusi hubungan sebesar 95% terhadap kinerja guru. Temuan ini mengindikasikan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah, budaya organisasi, dan perilaku inovatif secara keseluruhan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru
Hubungan Kecerdasan Emosional dan Perilaku Bullying di Lingkungan Sekolah Dasar: Literature Review
Setiap tindakan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh satu atau lebih siswa secara teratur sebagai akibat dari ketidakseimbangan kekuasaan atau kekuatan dianggap sebagai perilaku bullying. Salah satu penyebab internal dari perilaku bullying adalah kurangnya kecerdasan emosional, yang menyebabkan kurangnya kendali diri. Hal ini mengakibatkan keinginan untuk mengendalikan yang lemah, dan korban ingin membalas dendam atas bullying yang mereka alami agar orang-orang yang lebih lemah juga merasakan emosi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku bullying dan kecerdasan emosional, serta secara teoritis menganalisis hubungan antara keduanya yang muncul di lingkungan sekolah dasar. Metodologi penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif dengan systematic literature review atau penelitian perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal ini mendukung gagasan bahwa anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mampu mengatur, memahami, dan mengekspresikan perasaannya secara konstruktif. Menurut hasil penelitian, bullying mencakup berbagai perilaku yang bertujuan untuk secara konsisten merusak kesejahteraan fisik dan mental seseorang. Bullying memiliki konsekuensi negatif bagi korban maupun pelaku, dan dapat menjadi hasil dari penyalahgunaan kekuasaan atau otoritas terhadap orang yang lebih lemah
Studi Literatur: Alat Peraga KIT Optik Konsep Dasar Sifat Cahaya di Sekolah Dasar
Penelitian mengkaji tentang pengembangan KIT OPTIK sebagai media pembelajaran inovatif yang dirancang meningkatkan pemahaman kosep dasar sifat cahaya di sekolah dasar. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan efektivitas proses kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran IPA, Khususnya materi energi pengenalan sifat cahaya. Konsep dasar sifat Cahaya seperti pembiasan, pemantulan, merambat lurus, dan menembus benda bening. Metode pada penelitian menggunakan studi literatur, dengan tahapan sistematis dari identifikasi dan pengumpulan referensi ilmiah, penelaah teori yang relevan, analisis objek yang berkaitan dengan media pembelajaran sifat cahaya di jenjang sekolah dasar. Literatur diperoleh dari berbagai artikel yang terdapat pada jurnal nasional maupun internasional, yang diterbitkan direntang waktu 5-10 tahun terakhir. Sumber data yang difokuskan pada keefektivitas alat peraga, pendekatan visual dalam mengenalkan konsep dasar sifat cahaya, dan pembelajaran sains berbasis eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan dengan alat peraga KIT OPTIK dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang kosep dasar sifat cahaya. Peserta didik dapat bereksplorasi dan mengobservasi langsung untuk membangun pemahaman konseptual dan memperkaya pengalaman belajar melalui kegiatan praktikum sederhana. Alat peraga ini juga berpotensi membangun pembelajaran kolaboratif, Dimana peserta didik dapat bekerjasama melakukan percobaan mengenai sifat cahaya. Pendekatan yang digunakan juga mengembangkan proses berpikir, keterampilan sosial, dan komunikasi ilmiah