Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
    1371 research outputs found

    Pengembangan Smart Trainer Kit Praktikum Jaringan Komputer Sebagai Media Pembelajaran Modern

    No full text
    Perkembangan teknologi informasi menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran, khususnya pada bidang praktikum jaringan komputer. Kegiatan praktikum sering menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat, media yang kurang interaktif, serta kesulitan siswa dalam memahami konsep jaringan secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan smart trainer kit sebagai media pembelajaran modern yang interaktif, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan praktikum jaringan komputer. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan model pengembangan addie (analysis, design, development, implementation, evaluation). Instrumen penelitian meliputi angket kebutuhan, validasi ahli materi dan media, uji coba produk kepada siswa dan guru, serta observasi langsung dalam proses praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smart trainer kit dinilai sangat layak oleh validator dengan rata-rata skor pada aspek materi dan media berada pada kategori sangat sesuai. Uji coba lapangan dilakukan di SMKN 8 Jeneponto dengan melibatkan 30 siswa kelas xi tkjt dan 2 guru mata pelajaran jaringan komputer. Hasil yang diperoleh adalah respon siswa 93% siswa menyatakan smart trainer kit membantu memahami konsep jaringan lebih mudah. 87% siswa menyatakan lebih termotivasi mengikuti praktikum. 84% siswa dapat melakukan konfigurasi jaringan secara mandiri setelah menggunakan trainer kit. Dengan demikian, smart trainer kit efektif digunakan sebagai media pembelajaran modern pada praktikum jaringan komputer sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan sarana pembelajaran

    Pedagogical Content Knowledge: Validation of Basic Teaching Ability for Mathematics Education Preservice Teacher

    No full text
    Research on Pedagogical Content Knowledge (PCK) of prospective Mathematics Education teachers as an answer to the problems being faced is expected to be one of the evaluation tools for the lecture process in order to improve the quality of graduates and by realizing the importance of good PKP skills, a communicative learning atmosphere will be created and create multi-directional interactions between students and lecturers. The subjects in this study consisted of three prospective teacher students who had participated in Field Experience Practice (PPL) activities. The findings of this qualitative study used a triangulation design based on purposive sampling using several instruments including test questions, interview guidelines, and documents. The results of the study indicate that the Pedagogical Content Knowledge of prospective Mathematics Education teachers is in the insufficient category. If this is allowed to continue, it will impact the mathematics education graduates quality

    Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Analisis Kesiapan, Pelaksanaan dan Hambatan

    No full text
    Penelitian ini mengkaji kesiapan, pelaksanaan, serta hambatan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Magetan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data utama diperoleh melalui wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, sedangkan angket sederhana digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru, kepala sekolah, dan pengawas telah berada dalam kategori siap dalam Implementasi Kurikulum Merdeka, yang diperkuat dengan hasil angket sebesar 64,9% responden memilih kategori siap. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka juga berada dalam kategori baik, didukung oleh temuan angket sebesar 71,9% responden memilih kategori baik. Hambatan utama yang teridentifikasi meliputi: (1) kurangnya pengalaman dalam IKM, (2) rendahnya kesadaran literasi, (3) kurangnya pemahaman terkait IKM, (4) manajemen waktu yang belum optimal, serta (5) keterbatasan referensi. Hasil kajian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi penelitian selanjutnya serta sebagai dasar refleksi untuk perbaikan Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Magetan maupun wilayah lainnya

    Pengembangan Multimedia Interaktif “Smartrepro” dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif SmartRepro dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem reproduksi manusia di kelas IX SMPN 1 Buduran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model DDDE (Decide, Design, Develop, Evaluate) yang dikembangkan oleh Ivers & Barron (2002). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas IX E sebagai kelas eksperimen dan IX F sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, tes berpikir kritis, lembar observasi keterlaksanaan, dan angket respon siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan uji independent sample t-test dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif SmartRepro dinyatakan sangat layak dengan persentase validasi ahli media sebesar 92% dan ahli materi 90%. Aktivitas siswa selama pembelajaran tergolong sangat aktif dengan rata-rata 88%, sedangkan keterlaksanaan pembelajaran mencapai 94%. Hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol, di mana peningkatan rata-rata kemampuan berpikir kritis dari 62,3 menjadi 87,5. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan SmartRepro efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa

    Pengembangan Modul Ajar Kimia Inovatif Berbasis PBL Yang Terintegrasi dengan Kearifan Lokal Gayo Lues-Aceh

    Full text link
    Bahan ajar digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, umumnya yang digunakan peserta didik di sekolah belum inovatif karena belum melibatkan peserta didik untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Keterbaruan pada penelitian ini yaitu pengembangan modul ajar yang berbasis Problem Based Learning dan juga terintegrasi dengan kearifan lokal Gayo Lues-Aceh. Model pembelajaran PBL terintegrasi dengan kearifan lokal dapat membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul ajar berbasis PBL yang terintegrasi dengan kearifan lokal pada materi koloid kelas XI SMA/MA. Metode pengembangan yang digunakan yaitu Research and Development (R & D) model ADDIE. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif dan kuantitaf. Validator dalam penelitian terdiri dari 3 orang dosen kimia dan 2 orang guru kimia. Penilaian terhadap kesesuaian modul ajar inovatif berbasis PBL yang terintegrasi kearifan lokal mengacu pada standart BSNP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata 3,66 dan dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenuhi standart kelayakan BSNP dan layak diimplikasikan disekolah

    Persepsi Guru terhadap Numerasi Geometri sebagai Landasan Pengembangan Model Pelatihan Guru

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru sekolah dasar pada fase A, B, dan C dalam merancang soal numerasi geometri. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menerapkan metode wawancara mendalam dan analisis dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri dari 12 guru sekolah dasar di Gugus 7 Kecamatan Sukun yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan pengalaman mereka dalam mengajar geometri. Data dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih mengalami kendala dalam memahami dan mengajarkan numerasi geometri, terutama dalam merancang soal berbasis konteks nyata. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan model pelatihan yang berfokus pada desain soal numerasi geometri dengan pendekatan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pelatihan guru berbasis numerasi guna meningkatkan kompetensi guru serta kualitas pembelajaran numerasi di sekolah dasar

    Upaya Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an melalui Metode Tutor Sebaya

    Full text link
    Urgensitas kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi faktor utama sebagai seorang muslim dalam mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Perihal tersebut menjadi suatu kewajiban esensial yang tidak dapat diacuhkan, sebab hukum mengaruhi kehidupan seorang muslim bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist. Perihal tersebut menuntut kemampuan seorang guru untuk dapat menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga dapat mempercepat terjadinya peningkatan kemampuan membaca siswa, salah satunya dengan penggunaan metode pembelajaran turor sebaya yang mana rekan sejawat dapat menjadi sumber belajar bagi peserta didik dibawah bimbingan dan pengawasan guru. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan model perencanaan, tata cara pelaksanaan dan desain evaluasi yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti melalui metode tutor sebaya. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi yang diperoleh dari informan penelitian menggunakan teknik purposive. Teknik analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis miles, Huberman dan saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik kevalidan atau keabsahan data dilakukan menggunakan teknik triangulasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu. 1). Pada desain perencanaan, guru menyusun modul ajar serta menentutan peserta didik yang hendak dijadikan sebagai tutor teman sebayanya serta membentuk kelompok-kelompok berisikan kumpulan siswa berskala kecil. 2). Sedangkan pada tahap pelaksanaan, Guru menerapkan beberapa tahapan yang telah direncanakan sebelumnya serta mengawasi aktivitas membaca Al-Qur’an peserta didik secara keseluruhan dalam kelompok, 3). Kemudian pada sesi evaluasi guru melakukan tes bacaan secara langsung terhadap siswa yang ditunjuk secara acak dan terdapat adanya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an Peserta didik dari kebenaraan bacaan hukum serta pelafalan hurufnya dan memahami waqaf serta ibtida’ bacaannya dengan benar dan baik

    Analysis of the Book Ilmu Nahwu untuk Pemula: A Perspective from Mackey and Thu’aimah

    Full text link
    Nahwu books are essential for understanding Arabic sentence structures, but choosing the wrong one can hinder learning. This study evaluates the book Ilmu Nahwu untuk Pemula based on Mackey’s and Thu’aimah’s theories to assess its quality and effectiveness. Using a qualitative library research approach, the study follows Mestika Zed’s procedures: (1) identifying research variables in the book, (2) searching for supporting information, (3) selecting relevant materials, and (4) analyzing and categorizing data. The analysis reveals that the book meets most of Mackey’s criteria, including selection, gradation, presentation, and repetition, but lacks ostensive and pictorial procedures. According to Thu’aimah, the book offers strong grammatical explanations but less focus on cultural aspects and integrating other language skills. Overall, it is effective for beginner nahwu learners, but improvements in visual elements and cultural integration are needed for a more holistic learning experience

    Persepsi Masyarakat Tentang Keberadaan Lembaga Pendidikan Islam

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi masyarakat terhadap keberadaan lembaga pendidikan Islam yang memiliki corak ideologi berbeda dengan mayoritas masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang mendalam, menggabungkan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Subyek penelitian mencakup Pengurus LPI, pemuka agama, orang tua siswa, dan anggota masyarakat umum yang berinteraksi langsung atau memiliki kepentingan terhadap keberadaan lembaga tersebut. Teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman digunakan untuk mengidentifikasi pola persepsi dan faktor yang mempengaruhi pandangan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dominan masyarakat terhadap LPI dengan ideologi berbeda cenderung positif, terutama ketika lembaga tersebut mampu menunjukkan kualitas pendidikan yang baik, konsistensi dalam nilai-nilai keagamaan, pengelolaan profesional, serta lingkungan yang aman dan beretika. Banyak orang tua merasa lembaga ini menjadi alternatif yang baik bagi pendidikan anak-anak mereka karena menekankan pada pendidikan karakter Islami. Namun, persepsi negatif muncul dalam masyarakat yang kurang terbuka terhadap perbedaan ideologi atau ketika LPI dinilai memiliki nilai yang kurang sejalan dengan budaya setempat. Kekhawatiran terkait stigma radikalisme, ketidaksesuaian nilai, serta kualitas fasilitas dan pengajar juga memperkuat pandangan kritis dari sebagian masyarakat. Oleh karena itu, LPI yang ingin memperkuat persepsi positif di masyarakat perlu menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, berinteraksi secara inklusif, dan transparan mengenai nilai-nilai yang diusung. Temuan ini diharapkan dapat memberi pemahaman mendalam tentang dinamika sosial yang terjalin antara lembaga pendidikan Islam dengan masyarakat, serta memberikan kontribusi pada kajian keberagaman dan toleransi dalam pendidikan

    Ketergantungan Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) pada Tugas Akademik Mahasiswa Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif

    Full text link
    Perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan dampak signifikan terhadap dunia pendidikan. Maraknya kecerdasan buatan membuat mahasiswa terlena akan kecanggihan teknologi yang ada. Untuk itu artikel ini membahas mengenai ketergantungan penggunaan kecerdasan buatan (AI) pada tugas akademik mahasiswa terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Tujuan penelitian ini adalah mengukur ketergantungan mahasiswa pada AI dalam tugas akademik, khususnya dalam berpikir kritis dan kreatif. Penelitian ini juga mengevaluasi potensi AI sebagai alat bantu, apakah dapat mendukung atau justru menggantikan kemampuan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner melalui  Google Form kepada 29 responden yang merupakan mahasiswa UIN Jakarta jurusan Manajemen Pendidikan. Dari jumlah tersebut, peneliti mewawancarai tiga orang guna mengukur tingkat penggunaan dan persepsi mereka terhadap AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan memberikan kemudahan dan efisiensi, tetapi ketergantungan berlebihan dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. Untuk itu, perlu ada keseimbangan antara pemanfaatan AI dan pengembangan keterampilan intelektual agar kemampuan esensial mahasiswa tetap terjaga

    1,214

    full texts

    1,371

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Didaktika: Jurnal Kependidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇