Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
    1371 research outputs found

    Analisis Kenaikan Biaya Pendidikan di Indonesia: Implikasi Sosial Ekonomi

    No full text
    Kenaikan biaya pendidikan di Indonesia menunjukkan pola yang sistematis dan berkelanjutan di seluruh jenjang, sementara alokasi anggaran publik 20% APBN/APBD belum sepenuhnya menahan pergeseran beban pembiayaan ke rumah tangga. Artikel ini mengkaji bagaimana eskalasi biaya Pendidikan, mencakup biaya langsung, biaya tidak langsung, dan biaya digital pasca-pandemi, berkelindan dengan ketimpangan akses, risiko putus sekolah, dan mobilitas sosial, sekaligus mengidentifikasi ruang koreksi kebijakan pembiayaan. Penelitian menggunakan desain systematic literature review dengan pendekatan kualitatif–interpretatif terhadap publikasi dan dokumen kebijakan periode 2019–2025 yang relevan dengan konteks Indonesia. Dari 146 dokumen yang ditelusuri melalui berbagai basis data, 26 publikasi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk mengonstruksi tema dan pola hubungan antar dimensi biaya, kebijakan, dan konsekuensi sosial ekonomi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kenaikan biaya pendidikan menguat dalam tiga rumpun biaya dan meningkatkan proporsi pengeluaran pendidikan dalam struktur belanja rumah tangga, terutama bagi kelompok miskin dan kelas menengah rentan. Eskalasi biaya, termasuk biaya teknologi, berperan sebagai mekanisme seleksi yang memperdalam ketimpangan akses, mendorong berbagai strategi adaptif yang bersifat defensif, serta berkontribusi pada reproduksi kemiskinan dan terhambatnya pembentukan modal manusia. Berbagai skema pembiayaan publik (BOS, BOSDA, PIP, KIP, KIP Kuliah, dan beasiswa daerah) meringankan sebagian biaya langsung, tetapi belum menjangkau biaya terselubung dan biaya digital yang menjadi sumber tekanan utama, sehingga “krisis keterjangkauan” biaya pendidikan tetap bertahan. Artikel ini menegaskan urgensi rekonstruksi arsitektur pembiayaan yang lebih progresif dan berbasis kemampuan bayar, sekaligus memperluas perlindungan bagi kelompok rentan sebagai prasyarat pembangunan sosial ekonomi yang lebih inklusif

    Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Menyimak Bahasa Indonesia bagi Penutur Timor Leste melalui Tugas Audio Kontekstual Berbasis Aktivitas Sehari-hari

    No full text
    Pemahaman menyimak merupakan keterampilan krusial dalam pemerolehan bahasa kedua, namun masih menjadi tantangan bagi pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), terutama dari Timor Leste. Banyak dari mereka kesulitan memahami bahasa lisan karena kurangnya akses terhadap materi menyimak yang autentik dan sesuai konteks. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menyimak melalui tugas audio kontekstual yang diambil dari aktivitas harian siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif berupa penelitian tindakan kelas, studi ini dilakukan dalam dua siklus dan melibatkan siswa BIPA yang tinggal di asrama. Materi pembelajaran berupa rekaman audio berdurasi 1–3 menit tentang aktivitas rutin seperti bangun tidur, sarapan, mengikuti pelajaran, dan kegiatan keagamaan. Data diperoleh melalui observasi, tes menyimak, dan refleksi siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan menyimak, termasuk dalam penguasaan kosakata, pemahaman isi, serta kemampuan menangkap informasi eksplisit dan implisit. Siswa juga menunjukkan motivasi dan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Penelitian menyimpulkan bahwa tugas audio kontekstual berbasis pendekatan Task-Based Language Teaching (TBLT) efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak dan layak diterapkan dalam pembelajaran bahasa asing lainnya

    Implementasi Pendekatan Inkuiri dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan inkuiri dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis kelas IV sekolah dasar. Secara khusus, penelitian ini ingin mengetahui bagaimana implementasi pendekatan inkuiri dalam pembelajaran matematika serta dampaknya terhadap perkembangan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain The Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design yang melibatkan dua kelas IV Sekolah Dasar, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran matematika, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan berpikir kritis berbasis soal cerita operasi hitung dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Information dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji-2 sampel , dan perhitungan gain score untuk mengetahui efektivitas peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil dari uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,003 (<0,05), yang dimana terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Mean Rank  kelompok eksperimen (18,58) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (18,58), dengan ini menunjukkan bahwa pendekatan inkuiri efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa yang dimana sejalan dengan teori Gestalt (Koffa)

    Pengembangan Asesmen Membaca Bagi Pembelajar BIPA Aras Dasar di Sekolah Essa Baucau Timor Leste

    No full text
    Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Timor Leste masih menghadapi kendala, khususnya dalam asesmen membaca yang belum dirancang secara sistematis dan belum sepenuhnya disesuaikan dengan karakteristik pembelajar. Di Escola Secundária Sant’António (ESSA) Baucau, instrumen asesmen yang digunakan masih memiliki validitas rendah, reliabilitas kurang memadai, dan belum kontekstual dengan latar belakang bahasa siswa yang menggunakan Tetun dan Portugis sebagai bahasa ibu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen membaca BIPA aras dasar yang memenuhi kriteria valid, reliabel, dan praktis untuk digunakan di ESSA Baucau, Timor Leste. Pendekatan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data penelitian bersumber dari dokumen asesmen formatif dan sumatif sekolah ESSA. Subjek penelitian terdiri dari 45 siswa BIPA aras dasar yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respons siswa, dan tes kemampuan membaca. Validasi dilakukan oleh tiga ahli BIPA dan asesmen. Uji coba instrumen dilakukan dalam dua tahap, yakni uji coba terbatas pada 15 siswa dan uji coba luas pada 45 siswa. Analisis data menggunakan Content Validity Ratio (CVR) dan Content Validity Index (CVI) untuk menilai validitas, Alpha Cronbach untuk mengukur reliabilitas, persentase respons positif untuk mengukur kepraktisan, serta uji t-test untuk mengukur efektivitas. Hasilnya, instrumen yang dikembangkan memiliki skor rata-rata validitas 4,17 (skala 5) dari penilaian ahli, dengan 28 dari 30 butir soal (93,3%) memiliki validitas tinggi. Reliabilitas instrumen mencapai 0,87 (Alpha Cronbach), menunjukkan konsistensi internal yang baik. Kepraktisan instrumen memperoleh persentase 83,5% dari respons siswa dan 90,5% dari respons guru. Implementasi instrumen juga terbukti efektif, ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata skor membaca siswa dari 65,2 menjadi 78,4, serta peningkatan motivasi belajar sebesar 23%. Secara keseluruhan, instrumen asesmen membaca BIPA aras dasar yang dikembangkan ini valid, reliabel, praktis, dan efektif untuk mengukur kemampuan membaca siswa, mencakup indikator pemahaman literal, inferensial, dan kritis yang sesuai dengan karakteristik pembelajar di Timor Leste

    Pengembangan Media Video Pembelajaran Bina Diri Self Care Untuk Meningkatkan Kemandirian Siswa Disabilitas Intelektual

    No full text
    Rendahnya media pembelajaran yang dirancang oleh guru pada pembelajaran bina diri mengakibatkan kurangnya minat belajar siswa disabilitas intelektual di Sekolah Luar Biasa Siti Hajar Sidoarjo. Penelitian mengembangkan media video pembelajaran bina diri self care bertujuan untuk: menguji kelayakan materi, kelayakan media video, menguji kepraktisan/kelayakan dari praktisi dan uji keefektifan. Penelitian pengembangan R&D (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluating. Model pengembangan ADDIE digunakan dalam penelitian ini karena pendekatannya sistematis dan tersetruktur untuk memecah proses pengembangan pembelajaran menjadi lima tahapan dan  memastikan tidak ada tahapan yang terlewat. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan tes. Analisis data menggunakan prosentase. Hasil penelitian validasi materi 86% sangat baik, hasil validasi media 88% sangat baik, hasil validasi praktisi 86% sangat baik, dapat diartikan  media video pembelajaran bina diri self care layak digunakan untuk meningkatkan kemandirian siswa disabilitas intelektual. Hasil uji keefektifan dianalisis dengan rumus N-Gain= 0.3 dinyatakan efektif serta efisien dengan  kategori rata-rata. Dapat disimpulkan media video pembelajaran bina diri self care efektif digunakan untuk meningkatkan kemandirian siswa disabilitas intelektual di SLB/B-C Siti Hajar Sidoarjo

    Model Panduan Pendidikan Inklusif Berbasis Evaluasi Diri Sekolah (EDS): Sebuah Pengembangan Berorientasi Peningkatan Kompetensi Guru Dan Kepala Sekolah

    No full text
    Peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan inklusif di tingkat SMA memerlukan proses evaluasi yang sistematis agar sekolah mampu menilai kesiapan, pelaksanaan, dan efektivitas layanan yang diberikan kepada peserta didik. Berangkat dari kebutuhan tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan buku panduan penyelenggaraan pendidikan inklusif berbasis Evaluasi Diri Sekolah (EDS) sebagai upaya meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru di SMA Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari dua SMA inklusif di Kab. Nunukan dengan 107 responden yang terdiri dari 2 kepala sekolah dan 105 guru. Instrumen dalam penelitian adalah kuesioner untuk menganalisis kebutuhan pengguna terkait pengembangan produk, menilai kelayakan produk, dan mengukur pemahaman responden terhadap implementasi pendidikan inklusif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik skala kuesioner (survei). Data penelitian akan dianalisis secara deskripstif dengan statististik parametrik dan uji efektivitas melalui uji Paired T-Test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil analisis kebutuhan pengembangan buku panduan penyelenggaraan pendidikan inklusif termasuk kategori tinggi, 2) Hasil uji validasi kelayakan ahli materi, penyajian, bahasa, media, dan manajemen pendidikan termasuk kaegori layak. Begitupun hasil FGD dan uji kelayakan keterbacaan calon pengguna dianyatakan sangat layak, 3) Hasil uji efektivitas produk menunjukkan bahwa nilai t hitung (–28,42) berada di luar daerah penerimaan H₀, karena lebih kecil dari –1,971, dan nilai p-value (0,0000) <0,05. Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima Berdasarkan hal tersebut, buku panduan impelementasi pendidikan inklusif berbasis EDS efektif dalam meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru terhadap implementasi pendidikan inklusif di SMA

    Pengembangan Modul Pembelajaran Kemandirian Tunagrahita Ringan Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan guru terhadap panduan pembelajaran yang sistematis dan sesuai dengan karakteristik peserta didik tunagrahita ringan berfokus pada pengambangan kemandirin di sekolah dasar (SD) inklusif. Tujuan penelitian adalah: 1) Mendeskripsikan kebutuhan guru akan modul pembelajaran kemandirian peserta didik tunagrahita ringan, 2) Menghasilkan modul pembelajaran kemandirian peserta didiktunagrahita yang layak, 3) Menganalisis efektivitas modul dalam meningkatkan kompetensi guru di SD inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R & D) dengan model 4D (define, design, development,disseminate). Populasi penelitian ini berjumlah 54 guru di lima SD penyelenggara pendidikan inklusif yang diperoleh melalui teknik non-probability sampling. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan serta uji N-Gain untuk mengukur tingkat peningkatan kompetensi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil analisis kebutuhan guru terhadap pengembangan modul pembelajaran kemandirian peserta didik tunagrahita ringan termasuk kategori tinggi. Artinya guru membutuhkan pengembangan modul untuk digunakan sebagai acuan dalam merancang pembelajaran bagi peserta didik tunagrahita ringan. 2) Hasil uji kelayakan validasi ahli materi, ahli penyajian, ahli bahasa, ahli kegrafikan, dan uji coba pengguna telah dinyakatan layak untuk digunakan, 3) Hasil analisis efektivitas modul melalui uji-t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest (M = 51,28) dan posttest (M = 70,09), t (53) = 18,438, p < 0,001, yang mengindikasikan peningkatan kompetensi guru setelah menggunakan modul. Selanjutnya hasil rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,637 menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru berada pada kategori sedang. Rekomendasi dalam penelitian ini para guru di SD inklusif dapat memanfaatkan modul ini dalam merancang pembelajaran kemandirian bagi tunagrahita ringan

    Penguatan Civic Engagement Peserta Didik melalui Pendidikan Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Karakter Integritas

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui peran sekolah terutama guru dalam penguatan partisipasi kewargaan (civic engagement) pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk meningkatkan karakter integritas peserta didik di MTs Muhammadiyah 1 Malang. Fokus penelitian ini mengacu pada aspek partisipasi kewargaan (civic engagement) pada peserta didik melalui kegiatan-kegiatan demokratis di sekolah sebagai wujud praktik sebagai individu untuk  selalu terlibat aktif dalam setiap kegiatan sosial di sekolah dan juga dapat menunjang karakter integritas mulai dari bagaimana pembelajaran kewarganegaraan mampu meningkatkan partisipasi kewargaan (civic engagement)? Apa saja langkah-langkah yang mendukung dalam pembelajaran partisipasi kewargaan (civic engagement) terhadap karakter integritas? dan apa dampak yang dihasilkan melalui pembelajaran kewarganegaraan terhadap partisipasi kewargaan yang berpengaruh pada karakter integritas?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta melibatkan 8 informan sebagai sampel penelitian yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru PKn, dan peserta didik kelas 8. Hasil menunjukan, pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sangat berdampak pada partisipasi kewargaan (civic engagement) peserta didik di MTs Muhammadiyah 1 Malang. Melalui penerapan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan efektif di kelas maupun di lingkup pendidikan, peserta didik akan diajarkan pentingnya partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan gotong royong di sekolah. Terutama mengacu pada karakter integritas yang menjadikan mereka untuk selalu jujur, disiplin, tepat waktu, konsisten, berani, tanggung jawab, mematuhi aturan, dan adil. Penguatan partisipasi kewargaan (civic engagement) ini bertujuan agar setiap peserta didik memahami akan kewajiban untuk turut terlibat aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah sehingga terhindar dari sifat individualis atau mencegah terjadinya kelompok kelompok kecil yang membatasi adanya kerjasama dan partisipasi antara sesama murid di lingkup pendidikan

    Reflective ESP Practice: Teachers' Beliefs, Methods, and Negotiating Institutional Realities

    No full text
    This single-case study explores the belief-practice dynamics of Pippa, an experienced English for Specific Purposes (ESP) teacher in an Economics Development program, utilizing a reflective practice approach. The study investigated the extent to which her pedagogical beliefs align with her classroom practices, and how institutional realities mediate this relationship. Data were triangulated through a pre-observation interview, classroom observation of an academic writing session (biography writing), and a critical post-observation interview. Thematic analysis of the data revealed a complex interplay characterized by conditional alignment and institutional mediation. While Pippa professed a belief in consistently correcting errors and promoting the use of English, her practice demonstrated strategic adaptation: L1 (Indonesian) use was tolerated to maintain student confidence, and pronunciation correction was applied selectively based on task demands (e.g., minimal correction during reading aloud versus stricter application during speaking tasks). Crucially, divergence was found to be largely driven by external constraints that emerged from the data, including the student level mismatch (low-beginner students in an ESP course) and the institutional culture emphasizing "fun but not strict.". These pressures compelled Pippa to assume the role of an adaptive mediator, resulting in a pragmatic redefinition of success (i.e., prioritizing that students "at least learn something" over achieving ideal ESP objectives). This study contributes to the literature by highlighting the conditional and evolutionary nature of experienced teachers’ beliefs, underscoring that belief realization is a constant negotiation between cognitive ideals and the empirical realities of the institutional context

    Literature Review: Implications of Inclusive Education in Indonesia According to the Thoughts of Socrates, Aristotle, John Dewey and J.J. Rousseau

    No full text
    This article was written with the aim of presenting a literature review to understand the thoughts of philosophers related to the implications of inclusive education, equality, participation, and diversity in the time period between 2014-2024. This research uses a literature study method with the Systematic Literature Review (SLR) method. The researcher collected articles from journals relevant to the topic of the thoughts of philosophers related to the implications of inclusive education, equality, participation, and diversity. The literature search was conducted by accessing the online database from Google Scholar with a publication spanning the last 10 years, namely 2014-2024. The results obtained from the search revealed 20 articles relevant to the research topic. The results indicate that inclusive education in Indonesia requires a strong philosophical foundation to realize equality, participation, and respect for diversity. The thoughts of philosophers such as Socrates, Aristotle, Rousseau, Dewey, and Freire demonstrate the relevance of building a just and democratic educational paradigm. However, its implementation still faces challenges, requiring synergy between philosophical theory, policy, and learning practice to achieve the goals of inclusive education

    1,214

    full texts

    1,371

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Didaktika: Jurnal Kependidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇