Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Program CIS Password dan Daily English dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dua program pelatihan Bahasa Inggris, yaitu CIS Password dan Daily English, dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas IV di SD Celebes Islamic School (CIS) Luwu. Program CIS Password berfokus pada hafalan kosakata dengan bantuan media audio-visual, sedangkan Daily English menekankan pembiasaan penggunaan Bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method sequential exploratory, dimulai dengan analisis kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dilanjutkan dengan analisis kuantitatif menggunakan angket. Model evaluasi yang digunakan adalah CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program memiliki kesesuaian dengan visi sekolah dan kebutuhan global siswa. Media digital terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran, sementara guru dinilai cukup siap, meskipun masih ditemukan inkonsistensi dalam penggunaan Bahasa Inggris. Strategi seperti “No English, No Service” serta keterlibatan orang tua turut memperkuat pelaksanaan program. Secara umum, CIS Password dan Daily English memberikan kontribusi positif terhadap keterampilan berbicara, menyimak, dan membaca siswa, namun aspek menulis belum mendapat perhatian yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan integrasi keterampilan menulis dalam pengembangan program selanjutnya serta penguatan pelatihan guru dan peran orang tua
Pengaruh Strategi Pembelajaran PBL, Strategi Pembelajaran Ekspositori dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar IPAS di Sekolah Dasar
Proses pembelajaran yang masih satu arah dan rendahnya motivasi belajar siswa menjadi masalah penting yang turut mempengaruhi hasil belajar siswa di SD Negeri Inpres Nabarua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penerapan strategi pembelajaran (Problem-Based Learning dan Ekspositori) dan motivasi belajar siswa (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa Kelas IV SD Negeri Inpres Nabarua. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan desain factorial 2x2. Populasi dan sekaligus sampel adalah siswa Kelas IV SD Negeri Inpres Nabarua yang terdiri dari 120 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes pilihan ganda dan angket motivasi belajar yang memenuhi standar validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Analisis Varians Dua Jalur (Two-way Anova) dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas Levene. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa berdasarkan penerapan strategi pembelajaran, motivasi belajar, dan interaksi antara keduanya. Penerapan pendekatan PBL lebih unggul dan lebih sesuai untuk meningkatkan hasil belajar siswa, siswa yang motivasi belajarnya lebih tinggi mencapai hasil belajar lebih unggul, lebih aktif, dan lebih mandiri, dan terdapat interaksi yang bermakna antara penerapan PBL dan motivasi belajar siswa-siswa yang diberi penerapan PBL sekaligus memiliki motivasi belajar yang lebih besar memperoleh hasil belajar yang paling maksimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis mengenai penerapan PBL dan motivasi belajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga dapat berguna bagi guru, siswa, dan para pemangku kepentingan terkait. Dengan demikian, proses belajar lebih bermakna, siswa lebih mampu mencapai tujuan pembelajaran, dan kualitas hasil belajar juga lebih maksimal
Pembentukan Sikap Peduli Lingkungan melalui Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar
Sikap peduli lingkungan harus ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus yang akan menjadi agen perubahan. Integrasi pembelajaran sastra dengan pembentukan sikap peduli lingkungan di sekolah dasar sangat penting untuk membentuk karakter dan kesadaran lingkungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pembentukan sikap peduli lingkungan melalui pembelajaran sastra di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan guru dan peserta didik kelas IV dari beberapa sekolah dasar sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik validasi data menggunakan dua jenis triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran sastra dapat membentuk sikap peduli lingkungan peserta didik. Peserta didik yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran sastra dapat menerapkan sikap peduli lingkungan. Peserta didik telah membiasakan diri untuk melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan, keindahan lingkungan, penghijauan dan efisiensi energi. Kegiatan peduli lingkungan telah mencapai tujuan yang diharapkan, peserta didik sudah melaksanakan piket kelas, membuang sampah pada tempatnya, tidak mencorat-coret fasilitas sekolah, mendaur ulang sampah, merawat tanaman disekitar, mengurangi penggunaan plastik, menghemat penggunaan listrik dan air serta menggunakan fasilitas sekolah sesuai kebutuhannya. Peneliti merekomendasikan untuk dilakukannya pembiasaan serta keterlibatan aktif seluruh warga sekolah agar sikap peduli lingkungan peserta didik dapat berkembang secara maksimal
Penggunaan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar terhadap Motivasi Belajar dan Prestasi Akademik Siswa
Motivasi belajar dan prestasi akademik siswa sekolah dasar merupakan dua aspek penting yang menentukan keberhasilan proses pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila yang menekankan pada nilai-nilai karakter bangsa. Namun, rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran menjadi tantangan yang harus diatasi dengan pendekatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media audio visual terhadap motivasi belajar dan prestasi akademik siswa serta menganalisis peran motivasi belajar sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 200 siswa kelas V dari beberapa sekolah dasar dalam satu Dabin. Instrumen berupa angket skala Likert dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Namun, prestasi akademik tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar, dan tidak berperan sebagai variabel mediasi. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi media audio visual yang tepat dan menarik dalam proses pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan keterlibatan dan semangat belajar siswa.
Kata kunci: media audio visual, motivasi belajar, prestasi akademik, Pendidikan Pancasila, siswa sekolah dasar
Peran Guru Akidah Akhlak dalam Mencegah Kenakalan Siswa di Madrasah Aliyah
Peran guru Akidah Akhlak dalam mencegah kenakalan siswa di MAN Barito Utara sangat penting karena tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian siswa. Melalui nasihat dan bimbingan yang disampaikan dengan cara yang lembut, siswa di dorong untuk menyadari kesalahan dan berubah ke arah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru akhlak aqidah dalam mencegah kenakalan siswa di MAN Barito Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, lalu prosedur pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak berperan sebagai pendidik, pembimbing dan contoh dalam membentuk sikap dan mental siswa, memberikan perhatian khusus dan mendekati siswa secara personal dengan berbicara dari hati ke hati, tanpa membuat siswa merasa dimarahi. Pendekatan ini membuat siswa merasa nyaman dan menganggap guru sebagai orang terdekat untuk bercerita. Lalu untuk mengatasi kenakalan, guru melakukan pengawasan, bimbingan rutin, dan pendekatan khusus kepada siswa yang bermasalah
Kepemimpinan dalam Pendidikan Kolaborasi Model Salafi (Klasik) dan Khalafi (Modern) di Pondok Pesantren
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pendidikan kolaborasi salafi dan khalafi di Pondok Pesantren Al Muaiwwanah Selatpanjang, Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan kolaborasi ini berada di bawah otoritas penuh seorang kiai sebagai pengasuh pondok pesantren. Kurikulum yang diterapkan merupakan perpaduan antara pendidikan kitab klasik (salafi) dan pendidikan formal (khalafi) dengan standar kompetensi yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Metode pembelajaran menggunakan berbagai teknik, seperti sorogan, bandongan, ceramah, diskusi kelompok, demonstrasi, eksperimen, dan multimedia. Sumber rujukan berasal dari kitab kuning klasik dan buku-buku kontemporer yang relevan. Sistem evaluasi diterapkan secara kombinasi antara sistem pondok dan sistem pendidikan formal, melalui ujian tengah semester dan akhir semester. Penerimaan santri baru dilakukan melalui tes baca Al-Qur’an, kitab, dan praktik ibadah. Sumber daya manusia (SDM) di pesantren terdiri dari ustadz yang memahami kitab kuning meskipun tidak disyaratkan memiliki ijazah formal, sementara pengajar di madrasah minimal berpendidikan S-1. Sarana prasarana yang tersedia mendukung proses belajar mengajar, termasuk ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, masjid, dan asrama santri. Sistem administrasi terintegrasi antara pondok dan madrasah, serta memanfaatkan media sosial dan media cetak untuk publikasi informasi. Implikasi dari penerapan model pendidikan kolaborasi salafi dan khalafi ini adalah peningkatan mutu pendidikan, ditandai dengan berbagai prestasi santri baik di bidang akademik, olahraga, maupun seni. Model ini dinilai mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat
The Effect of Progressive Test Implementation on the Cumulative Grade Point Average (GPA) of Medical Students at FKKGIK, Universitas Prima Indonesia in 2024
Progressive Tests are structured, longitudinal formative assessments used globally to evaluate knowledge retention and cognitive development in medical education. While they are increasingly integrated into curricula, limited empirical data exists regarding their predictive validity within Indonesian private medical institutions. Evaluating their impact on academic performance is essential to refine assessment strategies and promote effective learning. This study investigates the influence of Progressive Test scores on the academic performance of medical students at the Faculty of Medicine, Dentistry, and Health Sciences (FKKGIK), Universitas Prima Indonesia during the 2024 academic year. A quantitative, cross-sectional study was conducted using academic records from 160 randomly selected preclinical students. Progressive Test scores were used as the independent variable, while Cumulative Grade Point Average (CGPA) represented the dependent variable. Pearson’s correlation analysis was conducted using SPSS version 27, with a significance level of p < 0.05. The average Progressive Test score was 40.58 (SD ±10.2), and the mean CGPA was 3.30 (SD ±0.28). A strong, positive, and statistically significant correlation was found between Progressive Test scores and CGPA (r = 0.757, R² = 0.573, p < 0.001). These findings indicate that Progressive Test performance significantly predicts academic achievement, explaining 57.3% of the variance in CGPA. Progressive Tests demonstrate strong predictive value for student performance and serve as an effective tool for curriculum monitoring and early academic intervention. Institutionalizing their use in Indonesian medical schools is recommended. Future multicenter and longitudinal studies are suggested to broaden applicability and assess additional influencing factors
Kajian Literatur : Miskonsepsi Siswa pada Reaksi Redoks
Miskonsepsi merupakan hambatan umum dalam pemahaman konsep kimia oleh siswa, terutama dalam topik seperti reaksi redoks. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektifitas berbagai model pembelajaran dalam mengurangi miskonsepsi siswa tentang reaksi redoks dan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya miskonsepsi tersebut. Dengan menggunakan metodologi tinjauan pustaka, penelitian ii mengidentifikasi, memilih, mengevaluasi, dan merangkum temuan penelitian yang relevan tentang miskonspsi dalam reaksi redoks. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya mengatasi miskonsepsi dalam pendidikan kimia, khususnya dalam topic yang kompleks seperti reaksi redoks. Dengan mengidentifikasi strategi pengajaran yang efektif dan memahami faktor-faktor yang berkontribusi pada miskonsepsi, pendidi dapat meningkatkan kualitas pendidikan kimia dan menciptakan hasil belajar yang lebih baik bagi siswa
Meta-Analisis: Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi dengan PjBL terhadap Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berdiferensiasi dengan Project-Based Learning terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar 2 (dua ) tahun terakhir (2022-2024). Metode dalam penelitian ini menggunakan meta analisis dan instrumen penelitian berupa pedoman observasi (langkah-langkah model pembelajaran Project-Based Learning dan indikator Project-Based Learning) dan rincian sumber data. Prosedur yang dilakukan pada penelitian ini yaitu : 1) Menetapkan domain penelitian yang akan dirangkum. 2) Memilih jenis publikasi yang dikumpulkan. 3) Mengumpulkan hasil penelitian atau literature. 4) Mencatat data-data penelitian. 5) Menghitung effect size setiap sumber atau penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran berdiferensiasi dengan PjBL memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa, dengan rata-rata skor pretest sebesar 60,37 meningkat menjadi 84,40 pada posttest. Nilai effect size sebesar 2,48 menunjukkan efek yang sangat tinggi. Selain meningkatkan rata-rata hasil belajar, pendekatan ini juga mampu mengurangi variasi hasil belajar antar siswa, seperti yang ditunjukkan oleh penurunan standar deviasi dari 12,63 menjadi 6,76. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu pembelajaran berdiferensiasi dan PjBL, dalam konteks pembelajaran matematika. Implikasi praktisnya adalah pentingnya pengembangan pelatihan profesional bagi guru untuk memastikan keberhasilan penerapan strategi ini. Studi lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi efektivitas kombinasi ini pada jenjang pendidikan lain dan mata pelajaran selain matematika
Evaluasi Program Pengimbasan Sekolah Penggerak Menggunakan Model CIPP
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Pengimbasan Sekolah Penggerak yang dilaksanakan oleh SMP Labschool Kebayoran dengan menggunakan pendekatan evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini bersifat kualitatif dan melibatkan subjek penelitian yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru di SMP Labschool Kebayoran serta sekolah sasaran yaitu SMP Islam Assalam, SMP PSKD IV Bulungan, dan SMP Islam At Taufieq. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pengimbasan ini dirancang dengan memperhatikan konteks masing-masing sekolah sasaran, dengan penyesuaian program yang dilakukan berdasarkan kebutuhan spesifik setiap sekolah. Evaluasi input menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan dalam keterbatasan jumlah guru tetap di beberapa sekolah sasaran, program ini berhasil meningkatkan pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka. Pada tahap proses, implementasi program berlangsung efektif melalui workshop dan pendampingan yang berkelanjutan. Hasil program menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran berbasis proyek dan mengelola kurikulum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program ini berhasil mencapai tujuan utamanya, meskipun beberapa tantangan perlu diatasi untuk keberlanjutan program di masa mendatang