Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
University Students’ Challenges In The Implementation Of Project-Based Learning
Project-Based Learning (PBL) is a key pedagogical approach in higher education, particularly in English Education programs, fostering critical thinking and collaboration. However, students face challenges such as time management, lack of motivation, limited resources, and peer collaboration difficulties. This study used mixed methods, including questionnaires and interviews with English Education students in Jakarta, to explore these issues. Findings indicate a need for clearer project guidelines, enhanced instructor support, and better access to technology. The study highlights the importance of targeted support mechanisms to improve PBL effectiveness. Institutions should prioritize collaboration, structured guidance, and resource availability to help students maximize the benefits of PBL in developing 21st-century skills. The study has several limitations. It focuses only on university students in Jakarta studying English Education, limiting the generalizability of the findings. While questionnaires are efficient, they may yield brief responses, and interviews, though insightful, involve fewer participants
Reproductive Health Education Management Based on Self-Care Module in the Pancasila Student Profile Strengthening Project
The background of this research is driven by the fact that many students have a limited understanding of the importance of maintaining reproductive health and making responsible decisions regarding reproductive behavior. This study aims to describe and analyze the management of reproductive health education based on the self-care module in implementing the Pancasila student profile strengthening project at Sehati Bina Insani IT Junior High School and Al Hasanat IT Junior High School. The approach used is qualitative with a case study method. Data collection techniques include observation, interviews, documentation studies, and data triangulation. The study results show that implementing reproductive health education management based on the self-care module in implementing the Pancasila student profile strengthening project in the two schools is effective. In conclusion, the implementation of the project to improve the profile of Pancasila students through reproductive health education based on self-care modules at Sehati Bina Insani IT Junior High School and Al Hasanat IT Junior High School showed significant success in the planning, organization, and implementation stages. The evaluation showed the effectiveness of this approach despite challenges related to limited resources, integration of Pancasila values, parental involvement, and teacher readiness. To overcome these challenges, the proposed solutions include improving the quality of resources, teacher training, collaboration with parents and the community, and using technology. It is hoped that this project can run optimally and positively impact students
Sosiologi Kritis dan Transformasi Pendidikan: Menggugat Ketidaksetaraan Gender di Indonesia
Ketidaksetaraan gender dalam pendidikan di Indonesia masih menjadi permasalahan yang berakar pada norma sosial, kurikulum, dan kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung sistem edukasi yang inklusif. Pendidikan, yang seharusnya menjadi alat transformasi sosial, seringkali justru mereproduksi bias yang menghambat akses dan kesempatan setara antara perempuan dan laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur, dengan kerangka teori sosiologi kritis, termasuk teori reproduksi sosial Bourdieu dan konsep hegemoni Gramsci, untuk menganalisis bagaimana struktur sosial patriarkal dan bias institusional terinternalisasi dalam praktik pendidikan. Data empiris menunjukkan bahwa partisipasi perempuan di pendidikan tinggi mencapai sekitar 57%, namun hanya 20%–30% yang terlibat secara aktif dalam bidang STEM, yang mengindikasikan kesenjangan signifikan dalam pendistribusian kesempatan akademik. Selain itu, penelitian mengenai stereotip dalam profesi guru pendidikan anak usia dini mengungkapkan bahwa hanya sebagian kecil (kurang dari 40%) calon pendidik laki-laki yang menembus pasar kerja, memperkuat anggapan bahwa profesi tersebut lebih cocok untuk perempuan. Temuan-temuan tersebut diperkuat oleh analisis kritis kebijakan kesetaraan gender yang menunjukkan bahwa implementasi konstitusional untuk melindungi hak-hak gender masih terhambat oleh budaya pendidikan yang cenderung membenarkan ketimpangan. Lebih lanjut, analisis diskursus di sekolah-sekolah mengindikasikan bahwa hanya sekitar 25% institusi yang melaksanakan pelatihan guru berbasis gender secara rutin, sedangkan kurangnya inovasi kurikulum yang responsif gender membuat stereotip sosial tetap bertahan
Kerjasama Guru dan Orangtua dalam Memperhatikan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui seberapa baik kolaborasi orang tua dan guru di SMK Tamansiswa Sukadamai dalam kaitannya dengan prestasi belajar PAI. Rumusan masalah yang menjadi fokus permasalahan yaitu bagaimana peran keterlibatan guru dan orangtua dalam memperhatikan prestasi belajar PAI di SMK Tamansiswa Sukadamai serta bagaimana tingkat keterlibatan ini mempengaruhi prestasi belajar siswa?, apa strategi yang dapat diperaktikkan oleh guru PAI dan sekolah untuk meningkatkan kerjasama dengan orangtua dalam memantau dan mendukung prestasi belajar siswa dalam pelajaran PAI? dan bagaimana persepsi guru PAI dan orangtua terhadap efektivitas kerjasama dalam memperhatikan prestasi belajar PAI di SMK Tamansiswa Sukadamai serta apa faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kerjasama ini?. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif dan bersifat kualitatif. Tingkat keterlibatan yang tinggi cenderung meningkatkan hasil belajar, dan data yang diperoleh melalui pengamatan secara aktif dan wawancara dengan orang tua dan guru tentang kinerja pembelajaran PAI berdampak besar pada prestasi belajar siswa. Berbagai strategi dapat diaplikasikan oleh guru PAI dan sekolah, termasuk mengadakan pertemuan rutin, mengirimkan laporan kemajuan siswa secara berkala, dan melibatkan orangtua dalam kegiatan pendidikan di sekolah. Persepsi guru PAI dan orangtua terhadap efektifitas kerjasama ini sangat positif, namun implementasinya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti komunikasi yang efektif, dukungan administratif dari sekolah, dan keterbukaan orangtua terhadap partisipasi dalam pendidikan anak-anak mereka
Pengembangan Augmented Reality Sebagai Media Pengenalan Alat Musik Tradisional Gayo
Era globalisasi masa kini menuntut peserta didik untuk dapat menggunakan teknologi. Pemanfaatan teknologi di bidang Pendidikan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran, terutama dalam melestarikan alat musik tradisional. Pengembangan aplikasi pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) diharapkan dapat menjadi langkah inovatif dalam upaya pelestarian alat musik tradisional Gayo yang bersifat sementara dalam pembelajaran di SMA Negeri 1 Takengon. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi pustaka dan metode pengembangan sistem model prototype ini terfokus sampai pada langkah ketiga, yaitu communication, quick plan dan modelling quick design. Metode yang digunakan dalam Augmented Reality berbasis markerbased. Diharapkan aplikasi ini dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan alat musik tradisional gayo di masa depan dan pengembangan aplikasi pembelajaran berbasis AR diharapkan dapat menjadi langkah inovatif dalam pelestarian alat musik tradisional Gayo dalam pembelajaran di SMA Negeri 1 Takengon, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan membantu guru dalam proses pembelajaran dengan penerapan P5 berbasis kearifan lokal
Analisis Faktor Determinan Motivasi Kerja Guru Tidak Tetap (GTT) Pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini: Systematic Literature Review
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja guru tidak tetap pada lembaga PAUD dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Kajian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi penelitian-penelitian yang relevan dalam rentang tahun 2021-2025 dengan menggunakan database Google Scholar melalui aplikasi Publish or Perish. Dari 200 artikel yang ditemukan, dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh lima artikel yang sesuai untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja guru honorer PAUD dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu kesejahteraan subjektif, resiliensi, kompensasi, lingkungan kerja, serta dukungan sosial dari keluarga dan rekan kerja. Meskipun menghadapi tantangan berupa gaji rendah, ketidakjelasan jenjang karir, dan beban kerja yang tinggi, guru honorer tetap bertahan karena adanya motivasi intrinsik, persepsi positif terhadap profesi, serta dorongan sosial dan spiritual. Selain itu, pekerjaan sampingan juga menjadi salah satu strategi yang digunakan guru honorer untuk menopang kesejahteraan mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya perbaikan kebijakan dalam aspek kompensasi, pengembangan karir, serta lingkungan kerja yang lebih kondusif guna meningkatkan motivasi dan kesejahteraan guru honorer PAUD
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation terhadap Hasil Belajar IPAS Ditinjau dari Abilitas Akademik pada Siswa Sekolah Dasar
Pembelajaran IPA di sekolah dasar masih didominasi metode konvensional yang kurang melibatkan siswa aktif, sehingga literasi sains, berpikir kritis, dan pemecahan masalah masih rendah. Hasil belajar IPA siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Banjar juga rendah, dengan hanya 28,78% mencapai KKTP. Penelitian ini menguji pengaruh model Group Investigation terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari abilitas akademik siswa kelas V Semester II di Gugus IV Kecamatan Banjar. Penelitian quasi eksperimen ini menggunakan desain faktorial 2x2, dengan populasi 139 siswa dan sampel 95 siswa yang dipilih secara random sampling. Data dianalisis dengan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Group Investigation meningkatkan hasil belajar IPA secara signifikan dibandingkan metode konvensional, dengan interaksi antara model pembelajaran dan abilitas akademik. Siswa berabilitas tinggi lebih unggul pada Group Investigation, sementara siswa berabilitas rendah lebih baik dengan model konvensional
Penerapan LKPD untuk meningkatkan Keterampilan Critical Thinking dan Collaboration
Penelitian ini bertujuan untuk menerapakan LKPD dalam meningkatkan Keterampilan Critical thinking dan Collaboration. Hal tersebut didasari oleh pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru masih belum optimal dikarenakan guru belum pernah menggunakan LKPD sehingga keterampilan 4C yang dimiliki oleh siswa khusunya pada aspek critical thinking dan collaboration menjadi terhambat. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian adalah dengan pendekatan diskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini yakni siswa-siswi SD Swasta Kota Probolinggo dengan jumlah 16 siswa. Instrumen yang digunakan menggunakan pendekatan observasi dan wawancara. Teknik analisis datanya menggunakan langkah-langkah analisis data penelitian kualitatif yang dimulai dari reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan LKPD dalam pelaksanaan pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan critical thinking dan collaboration siswa sekolah dasar. LKPD terbukti efektif dalam memfasilitasi pembelajaran baik secara individu maupun kelompok, membantu siswa mengidentifikasi masalah, menyusun langkah penyelesaian secara sistematis, serta memahami konsep melalui kegiatan percobaan dan diskusi
Studi Peran Desain Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang dalam Mendorong Aktivitas Fisik Mahasiswa: Pedekatan Active Design Guidelines Untuk Mengurangi Gaya Hidup Sedentari
Perkembangan teknologi yang ada saat ini memiliki dampak seperti gaya hidup sedentari. Gaya hidup ini rentan dialami oleh mahasiswa pada lingkungan pendidikan. Hal ini ditandai dengan aktivitas monoton seperti duduk berjam-jam di ruang kelas atau terpaku pada layar perangkat elektronik. Hal ini akan berbahaya jika seseorang mempertahankan perilaku gaya hidup sedentari. Oleh karena itu, diperlukan intervensi untuk mendorong seseorang supaya lebih aktif secara fisik, salah satunya melalui desain bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan konsep desain aktif pada Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang (GKB UM), untuk mendukung pengurangan gaya hidup sedentari pada mahasiswa. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rekayasa desain yang diperlukan pada GKB UM berdasarkan Active Design Guidelies untuk meningkatkan aktivitas fisik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk meneliti perspektif gedung GKB UM berdasarkan “Active Design Guidelines: Promoting Physical Activity and Health in Design”. Data diperoleh melalui observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Adapun hasil penelitian ini yaitu peran desain GKB UM dalam mendorong aktivitas fisik mahasiswa, yang menunjukkan bahwa GKB UM telah menerapkan prinsip-prinsip desain aktif. Namun, masih ada beberapa hal yang dapat dilakukan rekayasa desain untuk meningkatkan aktivitas fisik mahasiswa, seperti menyediakan fasilitas untuk penyandang disabilitas, memberikan penanda atau rambu-rambu informasi, dan menggabungkan instalasi seni publik di lingkungan sekitar GKB UM. Selain itu, perlu dilakukan rekayasa desain bangunan pada lingkungan tangga GKB UM supaya lebih menarik, aman, dan nyaman saat digunakan
Profil Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Energi pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil peningkatan hasil belajar siswa kelas IV pada materi energi dalam pembelajaran IPA, berdasarkan indikator capaian pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum nasional. Pendekatan yang digunakan adalah mixed-method, dengan kombinasi analisis kuantitatif (pretest–posttest, gain score) dan analisis kualitatif (observasi dan wawancara guru serta siswa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata gain score siswa sebesar 0,66 yang termasuk dalam kategori sedang, dengan indikator perubahan bentuk energi sebagai aspek yang paling meningkat. Selain itu, siswa menunjukkan keterlibatan aktif terutama saat kegiatan eksperimen dan diskusi kelompok. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan media digital terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi pembelajaran berbasis indikator capaian untuk mendukung pengambilan keputusan instruksional di sekolah dasar