Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Sekolah dalam Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka pada Siswa SMK Negeri
Karakteristik utama kurikulum merdeka mendukung pemulihan pembelajaran diantaranya fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam, waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks nyata atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah dalam implementasi P5 kurikulum merdeka pada siswa SMK Negeri di Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah baik secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dalam implementasi P5 kurikulum merdeka di SMK Negeri di Surakarta.
 
Transformasi Pembelajaran Ekonomi: E-Modul Bermuatan Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas
Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas e-modul ekonomi bermuatan kearifan lokal dalam meningkatkan hasil belajar siswa serta membentuk Profil Pelajar Pancasila. Urgensi penelitian ini terletak pada rendahnya hasil belajar ekonomi siswa dan minimnya pengintegrasian nilai-nilai karakter berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran. Kebaruan penelitian meliputi pendekatan pemecahan masalah berbasis kearifan lokal, penggabungan dimensi kognitif dan karakter, serta pelibatan aktif para pemangku kepentingan lokal. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE dengan pendekatan mixed-method. Hasil validasi ahli menunjukkan e-modul sangat layak digunakan, sementara uji implementasi pada 50 siswa SMA menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar, dengan rata-rata skor post-test (79,6) lebih tinggi dibandingkan pre-test (47,6). Dampaknya, e-modul tidak hanya meningkatkan hasil belajar tetapi juga menumbuhkan sikap positif siswa terhadap pembelajaran ekonomi dan pemahaman nilai-nilai Pancasila, memperkuat relevansi pembelajaran dengan identitas budaya lokal
Peran Guru Tahfidz Sebagai Pembimbing dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur'an Santri di Pondok Pesantren
Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran guru tahfidz sebagai pembimbing dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an santri tingkat SMP di Pondok Pesantren Imam Bukhari, Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru tahfidz. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru tahfidz dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an santri meliputi lima aspek utama: (1) sebagai pembimbing dan pengawas, guru menerapkan metode talqin, sabak, sabki, dan manzil; (2) sebagai motivator, memberikan dorongan moral dan dukungan emosional; (3) sebagai teladan, menunjukkan akhlak Qur'ani dan bacaan Al-Qur'an yang benar; (4) memahami karakteristik santri untuk memberikan bimbingan yang sesuai; dan (5) melakukan evaluasi dan perbaikan metode pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam memahami peran spesifik guru tahfidz dalam konteks pondok pesantren, serta menawarkan wawasan praktis untuk pengembangan metode pembelajaran tahfidz
The Concept of Evaluating the Fiqh Learning Process Using the CIPP Model
The quality of education is influenced by many factors, including students, school administrators, the environment and quality of teaching, curriculum and so on. Efforts to improve education can be taken by improving the quality of learning and a good evaluation system. Both are interrelated in the learning system. This study aims to evaluate the Fiqh Akhlak learning process at SDIT Al Madinah Putra Nogosari Boyolali. The method used is qualitative research with the CIPP model which emphasizes the process. The results of the study, namely in learning preparation, found that teachers had prepared RPP consisting of 4 components, namely: Learning Objectives (SPP), Implementation, Learning Achievements (CP), and Assessment. This shows that the RPP prepared by teachers has been in accordance with the minimum component standards because the standards set by the government in Permendikbud Number 16 of 2022 include 3 components. Teachers have also implemented learning in accordance with the standards set in Permendikbud Number 22 of 2022. Namely, fulfilling 7 points out of 10 criteria points in the Permendikbud: 1) Contextual Learning Approach, 2) Utilization of Technology, 3) Utilization of Learning Resources, 4) Diversification of Learning, 5) Collaboration and Interaction. This research is expected to provide a significant contribution to the development of the quality of Islamic education, especially in learning Fiqh Akhlak. An in-depth evaluation of the learning process will produce a comprehensive understanding of the effectiveness of teaching methods, the suitability of the curriculum, and the achievement of student competencies in forming noble morals and characters
Pengaruh Keterampilan Mengajar dan Kreativitas Guru Melaksanakan Pembelajaran Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Tujuan pada penelitian ini merupakan untuk mengkaji pengaruh keterampilan mengajar dan kreativitas guru melaksanakan pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Madrasah Aliyah Daar Ulum Kisaran. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian kuantitatif dengan desain penelitian expost facto. Sampel penelitian yang digunakan adalah 82 siswa. Pengumpulan data mengunggkapan instrumen test, dan teknik analisis data yang digunakan dengan analisis korelasi dan regresi. Hasil analisis hipotesis pertama dengan menggunakan teknik korelasi dan regresi baik sederhana maupun ganda variabel keterampilan mengajar (X1) memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis (Y) sebesar 29.37%. Hipotesis kedua pengaruh variabel kreativitas guru melaksanakan pembelajaran sebesar 79.57%. Hipotesis ketiga pengaruh variabel keterampilan mengajar dan kreativitas guru melaksanakan pembelajaran secara bersama-sama sebesar 82.45%. Dengan demikian, sisanya sebesar17.55% disumbangkan oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini
Implementasi Pembelajaran Berbasis Cerita dan Permainan Edukatif di Kelas 3 SD Sekolah Indonesia Riyadh
Penelitian ini bertujuan untuk menggali inovasi dalam pengajaran literasi di kelas 3 Sekolah Indonesia Riyadh. Permasalahan utama dalam pengajaran literasi adalah kurangnya minat baca siswa, serta kurang efektifnya penggunaan metode yang mampu mengintegrasikan keterampilan membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis implementasi inovasi pengajaran literasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik pengajaran yang berbasis pada permainan edukatif dan literasi berbasis teknologi dapat meningkatkan minat baca siswa serta kemampuan mereka dalam memahami teks
Filosofi dan Prinsip Dasar Pendidikan Inklusi: Implikasi terhadap Masalah Sosial Masyarakat
Pendidikan inklusi merupakan pendekatan strategis untuk mengatasi diskriminasi dan ketimpangan dalam akses pendidikan, terutama bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Filosofi pendidikan inklusi yang berlandaskan keadilan sosial, penghargaan terhadap keberagaman, dan kesetaraan hak menunjukkan relevansinya dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya infrastruktur ramah disabilitas, minimnya pelatihan bagi guru, dan stigma sosial terhadap ABK. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan filosofi pendidikan inklusi dalam membangun sistem pendidikan yang adil dan inklusif di Indonesia. Dengan metode kualitatif berbasis studi pustaka, data diperoleh dari artikel ilmiah dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusi memiliki dampak positif dalam meningkatkan partisipasi dan prestasi akademik ABK, membangun empati sosial, dan mengurangi stereotip negatif terhadap keberagaman. Namun, keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan berupa investasi pada infrastruktur, pelatihan guru, serta kampanye kesadaran publik. Integrasi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi landasan penting dalam mendukung keberagaman sebagai kekuatan. Dengan upaya kolaboratif dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan, pendidikan inklusi dapat menjadi alat strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan berkeadilan
Pengaruh Art Therapy untuk Menanggulangi Kecemasan Sosial Mahasiswa Tingkat Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh art therapy terhadap kecemasan sosial pada mahasiswa tingkat akhir. Kecemasan sosial merupakan masalah yang sering dialami oleh individu, terutama mahasiswa yang berada pada tahap akhir studi, yang dihadapkan pada tekanan akademik, keputusan karier, dan transisi kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mengikuti sesi art therapy dan kelompok kontrol yang tidak mengikuti sesi terapi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecemasan sosial adalah Skala Kecemasan Sosial (Social Anxiety Scale) yang diadaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengikuti art therapy mengalami penurunan signifikan dalam tingkat kecemasan sosial dibandingkan dengan kelompok kontrol. Art therapy memberikan ruang ekspresi diri melalui seni yang dapat mengurangi ketegangan mental, meningkatkan rasa percaya diri, serta membantu mahasiswa dalam mengatasi kecemasan yang mereka rasakan. Temuan ini menunjukkan bahwa art therapy dapat menjadi pendekatan efektif untuk menanggulangi kecemasan sosial pada mahasiswa tingkat akhir, yang diharapkan dapat diterapkan sebagai intervensi psikologis di lingkungan pendidikan
Technology-Based Islamic Religious Education Learning Innovation in the Independent Curriculum
It’s very important for education to answer the challenges of the times to prepare a generation that is able to face global change and the complexity of the future. The challenges of this era include social, economic, technological, and environmental changes that are developing rapidly. Innovation in the use of learning media is very necessary as an effort to maximize the learning process in the classroom. This is more directed at the cognitive dimension, namely mastery and understanding of Islamic Religious Education material, plus the progress of information and communication technology is currently increasingly rapid. This research is a library research with a descriptive-analytical approach. In collecting data, it is carried out through sources related to the research subject, such as books, journals, and the internet, analyzed and concluded. The results of this study are: First, Use of Applications: Interactive applications such as Kahoot, Quizizz, and Google Forms, as well as the Canva platform can be used to create interactive quizzes related to Islamic Religious Education material, Second, Learning Videos and animations: Content that tells the story of the prophet, Islamic history, or Islamic moral values can convey messages visually well and videos like this can be uploaded on platforms such as YouTube, and Third, Educational games with Islamic themes: Games with Islamic themes, such as quizzes about Islamic morals or adventures about the story of the prophet, can make students learn in a fun way. and play videos with ablution practices and prayer procedures, adjusted to the theme of Islamic Religious Education lessons
Integrating Character Education in English Learning to Develop Student Character in Senior High School
This study explores the integration of character education into academic programs as a strategy to promote holistic student development. Through approaches such as experiential learning, role modeling, community service, and the cultivation of a positive school culture, core values—including respect, responsibility, empathy, integrity, and resilience—can be effectively instilled. Findings indicate that character education positively impacts academic achievement, reduces behavioral issues, and fosters the development of emotionally intelligent and socially responsible individuals. However, implementation faces challenges such as aligning academic and character goals, preparing educators, and adapting to diverse cultural contexts. The study highlights the importance of collaboration among schools, families, and communities in designing sustainable character education programs that are relevant to the demands of a globalized society