Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Hubungan Kepercayaan Diri Siswa dan Interaksi Teman Sebaya Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa Sekolah Dasar
Studi kasus ini mengkaji korelasi diantara kepercayaan diri dan hubungan teman sebaya terhadap kecerdasan emosional siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Mandah, Provinsi Riau. Studi ini diarahkan untuk mengenali serta menganalisis secara simultan korelasi antara rasa percaya diri dan relasi antar teman sebaya dengan tingkat kecerdasan emosional pada peserta didik. Studi tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional, pengambilan bagian dari populasi dilakukan secara purposif terhadap 210 siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Kuesioner berskala Likert digunakan sebagai alat utama dalam pengumpulan data yang telah dimodifikasi untuk relevansi konteks, pendekatan korelasi yang mengukur hubungan linear antara variabel dengan menggunakan rumus Pearson untuk menganalisis data yang terkumpul, baik parsial maupun ganda. Sebanyak 64,8% siswa tergolong memiliki tingkat kepercayaan diri yang dominan berdasarkan hasil distribusi data, kualitas interaksi dengan teman sebaya mencapai 68,1%, dan kecerdasan emosional sebesar 62,9%, yang seluruhnya berada pada karakteristik menengah atau sedang. Ditemukan koneksis yang bermakna secara positif antara variabel-variabel yang diteliti, berdasarkan hasil analisis statistik dengan signifikansi 0,000 (p < 0,01), yang mengindikasikan bahwa kepercayaan diri dan interaksi sosial secara simultan memberikan kontribusi bermakna pada kecerdasan emosional siswa.Temuan ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan diri serta semakin bagus kualitas hubungan sosial peserta didik, maka semakin besar pula potensi peningkatan kecerdasan emosional yang mereka miliki. Hal ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan program intervensi edukatif yang berfokus pada penguatan karakter dan keterampilan sosial siswa sekolah dasar. Dampak dari penelitian ini dapat berfungsi sebagai pijakan untuk merancang model pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan emosional peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi praktis, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk studi lanjutan yang menelusuri aspek lain dari kecerdasan emosional
The Effect of Integrated STEM Quantum Learning on Mathematical Reasoning and Conceptual Understanding as Viewed from Gender
This study investigates the effect of the Quantum Learning model integrated with STEM Education on students' mathematical reasoning and conceptual understanding, with a focus on gender differences. The research employed a quasi-experimental design with Randomized Block Design involving 50 students of MTs SA Nurul Qona'ah in the academic year 2023/2024, divided into experimental and control groups. The experimental group received instruction through Quantum Learning integrated with STEM, while the control group followed conventional teaching methods. Data were collected using validated essay-type tests measuring higher-order thinking skills. The results showed that students taught with the integrated model achieved significantly higher scores in both mathematical reasoning and conceptual understanding compared to those taught conventionally. Furthermore, male students outperformed female students in mathematical reasoning, while no significant gender difference was found in conceptual understanding. The model also proved effective for both male and female students individually, with male students generally showing greater gains in reasoning and female students demonstrating better conceptual understanding in conventional settings. These findings suggest that integrating Quantum Learning with STEM creates a meaningful and equitable learning environment that supports higher-order thinking and addresses gender-specific learning needs. The implications of this research highlight the importance of adaptive, student-centered instruction supported by schools, and the need for continued teacher innovation in implementing interdisciplinary, project-based mathematics education
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Games Snake Ladder terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Minat Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Games Snake Ladder terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis dan minat belajar siswa Sekolah Menengah Pertama, serta mengevaluasi keterlaksanaan model tersebut dalam pembelajaran IPS. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berpikir kritis dan minat belajar siswa akibat pembelajaran konvensional yang masih mendominasi di sekolah. Model PBL dikenal mampu meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, namun seringkali belum dilengkapi dengan media pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, permainan Games Snake Ladder digunakan sebagai media pendukung untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan siswa kelas IX SMP YAS Bandung yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tes keterampilan berpikir kritis, angket minat belajar siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan model. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor pretest dan posttest keterampilan berpikir kritis, serta peningkatan minat belajar siswa yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dan antusiasme selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa model ini terlaksana dengan baik dan mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pemecahan masalah. Dengan demikian, integrasi model PBL dan media Games Snake Ladder terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di tingkat SMP. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran inovatif yang mampu menjawab tantangan rendahnya keterlibatan dan keterampilan berpikir siswa di kelas
Pengelolaan Alat Peraga Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Proses pendidikan di kelas adalah bagaimana para siswa bisa bersemangat, antusias, dan berbahagia dalam mengikuti pelajaran di kelas, bukannya terbebani dan menjadikan pelajaran di kelas sebagai momok yang menakutkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui tindakan bermakna yang dirancang dan diamati secara sistematis oleh guru untuk memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. Penggunaan Media Tiga Dimensi dalam pembelajaran matematika terbukti efektif meningkatkan prestasi belajar siswa, ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata dari 53 (ketuntasan 36%) pada pra siklus menjadi 56,25 (56,25%) pada siklus I, 58,25 (61,75%) pada siklus II, dan mencapai 67,5 (81,25%) pada siklus III. Penggunaan media tiga dimensi dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran Matematika untuk meningkatkan pemahaman konsep abstrak menjadi lebih konkret sehingga hasil belajar siswa meningkat. Selain itu, guru perlu lebih sering memanfaatkan media pembelajaran inovatif agar suasana belajar lebih interaktif, menarik, dan mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan
Multicultural Education Islamic Perspective in Building Intercultural Tolerance: A Systematic Literature Review with a PRISMA Approach
This research investigates the challenges and opportunities in implementing multicultural education within Islamic educational institutions, with a particular focus on integrating inclusivity and diversity into the learning process. The problem addressed in this study is the limited competence of teachers in applying multicultural values, the lack of contextual teaching materials, and the persistence of exclusive cultural resistance among certain local communities. The objective of the research is to identify systemic barriers, analyze their impact on students’ attitudes, and propose practical solutions for fostering a more inclusive educational environment. The study employs a qualitative descriptive method, combining literature review, document analysis, and interviews with teachers and students to capture both theoretical and empirical perspectives. The results reveal that despite existing good practices, significant obstacles remain, such as stereotypes among students due to minimal intercultural interaction and weak policy support for multicultural education. However, the study also highlights effective strategies, including teacher training programs, curriculum contextualization, dialogical engagement with local culture, and the creation of inclusive school environments. These findings underscore the need for comprehensive policy reform and sustainable teacher development to strengthen multicultural integration in Islamic education. The research contributes to the discourse on educational reform by offering practical pathways for promoting harmony and respect for diversity within Islamic schooling contexts
Optimalisasi Lingkungan Sekitar Rumah Sebagai Sumber Belajar Untuk Pengembangan Kosakata Ekologi Anak Usia Dini
Masih terbatasnya sumber belajar berbasis lingkungan di rumah mendorong perlunya eksplorasi terhadap potensi pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sarana pembelajaran anak usia dini. Lingkungan rumah, baik yang bersifat alami maupun buatan, sesungguhnya memiliki kekayaan unsur ekologis yang dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai kosakata dan konsep dasar ekologi secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemanfaatan lingkungan sekitar rumah sebagai sumber belajar dalam pengembangan kosakata ekologi anak usia 5-6 tahun. Metode dalam studi ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orangtua, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengenalan kosakata ekologi pada anak usia 5-6 tahun melalui eksplorasi lingkungan sekitar rumah melibatkan tiga aspek utama, yaitu: (1) pemanfaatan lingkungan rumah sebagai sumber belajar, (2) interaksi anak dan orang tua dalam penguatan kosakata, dan (3) perkembangan kreativitas serta kemampuan observasi melalui aktivitas berbasis alam. Pada aspek pertama, seluruh subjek penelitian memperoleh kosakata baru seperti tanah, daun, batang, bunga, ikan, dan serangga melalui kegiatan langsung di kebun, halaman, dan sungai. Aktivitas multisensori membantu anak memahami dan mengingat kosakata secara lebih bermakna. Pada aspek kedua, interaksi verbal antara anak dan orang tua berperan penting dalam memperkuat pemahaman anak terhadap istilah ekologis. Dialog spontan dalam aktivitas sehari-hari, seperti saat mengamati hewan atau fenomena alam, memperkaya kemampuan anak menggunakan kosakata ekologi secara kontekstual. Pada aspek ketiga, aktivitas berbasis alam terbukti mendorong kreativitas dan kemampuan observasi anak. Anak mengekspresikan pengalamannya melalui bahasa dan kegiatan imajinatif, seperti menyusun daun atau bercerita tentang hewan yang ditemui. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis pengalaman dan kontekstual dalam pendidikan ekologi anak usia dini. Dukungan aktif orang tua diperlukan sebagai fasilitator utama proses belajar di rumah
Implementasi Media Pop-up Book digital dalam Pembelajaran Keberagaman Budaya Indonesia di Sekolah Dasar
Keberagaman budaya merupakan salah satu identitas fundamental bangsa Indonesia yang perlu dikenalkan sejak pendidikan dasar. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital telah mengubah karakteristik belajar peserta didik. Guru dituntut untuk beradaptasi dengan kebutuhan tersebut melalui pemanfaatan media pembelajaran inovatif. Salah satu media yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah pop up book berbasis digital. Tujuan dari penelitian ini adalah pengimplementasian media Pop-up book digital dalam pembelajaran keberagaman budaya Indonesia. Penelitian ini memberikan penguatan konsep bahwa media Pop-up book digital dapat menjadi bagian dari media pembelajaran interaktif dan efektif dalam meningkatkan atensi, pemahaman visual, dan pengalaman belajar siswa sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan Literature Review dengan jenis Narrative literature review. Pengumpulan data dilakukan terhadap 15 artikel yang terpilih dengan mengambil dari database Google Sholar, Harzing’s Publish or Perish dan situs web termuka lainnya dalam rentang waktu 2019-2025. Melakukan kategorisasi berdasarkan topik yaitu peran media Pop-up book digital dalam pembelajaran keberagaman budaya Indonesia. Hasil temuan memiliki peran yang positif, yaitu memudahkan pemahaman konsep pada siswa terkait materi keanekaragaman budaya Indonesia, seperti rumah adat, pakaian adat, lagu daerah dan suku bangsa yang kesemuanya tentu berbeda karena dipengaruhi oleh kondisi alam dengan menggabungkan teks dan gambar tiga dimensi sehingga pemahaman materi keanekaragaman budaya Indonesia yang awalnya sulit dipahami oleh siswa dapat terbantu dibandingkan hanya dengan menggunakan teks dan secara lisan saja. Hasil penelitian ini berimplikasi pada penguatan konsep bahwa media digital interaktif berbasis visual 3D seperti Pop-up book digital dapat menjadi bagian penting dalam perkembangan teori media pembelajaran modern, terutama di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini mendukung dan memperluas teori pendidikan multikultural, bahwa penanaman nilai keberagaman budaya akan lebih efektif jika dikemas melalui media yang kontekstual, atraktif, dan visual-eksploratif
Environment-Based Horticulture Learning: The Effect of Fertilizer Usage Variation on Students’ Environmental Literacy
This study investigates the influence of various fertilizer types—NPK, organic, granulated, and block compost—on students’ environmental literacy within an environment-based horticulture learning context. The research aims to determine whether fertilizer-based practical activities contribute to measurable improvements in students’ environmental literacy. A quantitative approach was employed by comparing students’ environmental literacy levels before and after participating in horticultural practicum activities. Data were collected using standardized questionnaires and assessment instruments designed to evaluate environmental literacy. The improvement scores were analyzed using the N-Gain technique, and an independent sample t-test was conducted to assess the significance of the observed differences.The results show an average pre-practicum score of 55, which increased to 74 following the practicum. The independent sample t-test produced a significance value of 0.000, which is lower than 0.05. This indicates that the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (H1) is accepted, demonstrating that the fertilizer-based practicum had a significant impact on students’ environmental literacy. The findings suggest that integrating diverse fertilizer applications into horticulture learning can effectively enhance students’ environmental literacy. This supports the use of environment-based, hands-on learning strategies as a pedagogical approach for fostering environmental awareness and responsible behavior among students
Pengaruh Pembelajaran Membatik Ecoprint terhadap Kreativitas Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar
Kreativitas sangat penting bagi peserta didik karena memiliki berbagai manfaat yang mendukung perkembangan holistik mereka, baik secara akademis maupun personal. Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui pengaruh kegiatan membatik ecoprint terhadap kreativitas peserta didik kelas V SD, 2) mengetahui pengaruh kegiatan membatik jumputan terhadap kreativitas peserta didik kelas V SD, 3) mengetahui perbedaan pengaruh kegiatan membatik ecoprint dan jumputan terhadap kreativitas peserta didik kelas V SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest kontrol group. Ada dua sampel yaitu kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menggunakan kegiatan membatik ecoprint, sedangkan kelompok kontrol menggunakan kegiatan membatik jumputan. Pengumpulan data dengan teknis wawancara, observasi, dan rubrik hasil karya membatik. Teknik analisis data terdiri dari uji pra-syarat (uji normalitas dan uji homogenitas) dan Uji hipotesis (anava satu jalan dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 22). Hasil penelitian menunjukkan 1) ada pengaruh kegiatan membatik ecoprint terhadap kreativitas peserta didik kelas V SD, 2) ada pengaruh kegiatan membatik jumputan terhadap kreativitas peserta didik kelas V SD, 3) kegiatan membatik ecoprint lebih berpengaruh dari membatik jumputan terhadap kreativitas peserta didik kelas V SD. Simpulan penelitian ini batik ecoprint tepat untuk pengembangan ide bebas, sementara batik jumputan efektif melatih ketelitian. Ada perbedaan pengaruh kegiatan membatik ecoprint dan jumputan terhadap kreativititas peserta didik kelas V SD
Strategi Pembentukan Karakter Sehat dan Berakhlak Mulia Melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Kajian Literatur
Pembentukan karakter anak sejak dini merupakan fondasi penting dalam mewujudkan generasi yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi pembentukan karakter sehat dan berakhlak mulia melalui pendekatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai model penguatan pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan, baik berupa buku, jurnal ilmiah, maupun kebijakan pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai kesehatan, kedisiplinan, empati, tanggung jawab, serta akhlak mulia kepada anak-anak. Setiap kebiasaan yang ditanamkan mengandung muatan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan profil pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Dengan penerapan yang konsisten dan kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, strategi ini berpotensi memperkuat pembangunan karakter generasi muda Indonesia secara holistik