Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Pengelolaan Komunitas Belajar Guru: Tantangan dan Peluang dalam Peningkatan Profesionalisme
rendahnya motivasi guru. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk meningkatkan kolaborasi antar guru, faktor-faktor ini menghambat efektivitas komunitas belajar. Di sisi lain, dukungan kebijakan baru dan minat guru terhadap metode pembelajaran inovatif menawarkan peluang untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan rekomendasi strategis untuk memperkuat dukungan struktural dan meningkatkan kapasitas guru melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi informasi. Hasil penelitian menawarkan wawasan praktis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas komunitas belajar, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan
Interpersonal Relationships as a Key Factor In the Successful Implementation of Organizational Culture
This research aims to examine the influence of interpersonal relationships on the implementation of organizational culture. Good interpersonal relationships are one of the keys to implementing organizational culture, one of which is in educational institutions. This research sample involved school principals and junior high school teachers in the Strada Association throughout the Special Region of Jakarta. The research method uses quantitative, data collection is carried out using a Likert scale. The data was then analyzed using Microsoft Excel, the analysis results revealed that the t-count value (5,007) exceeded the t-table value (2,365), leading to the rejection of the null hypothesis (Ho) and the acceptance of the alternative hypothesis (H1), indicating that the path coefficient was significant. These findings indicate that there is a real positive direct influence of interpersonal relationships on the implementation of organizational culture. Interpersonal relationships with autonomy support, competency support, and connectedness support make the implementation of organizational culture better. Support is not only provided by school leaders or management, teachers as colleagues or employees who support school administration. But parents do this as a form of support for connectedness so that the implementation of organizational culture runs well
The Impact of Vocational High School Collaboration with Creative Industries on Graduate Job Readiness in the Digital Era
In the digital era, collaboration between Vocational High Schools and the creative industry is an important factor in preparing graduates who are ready to work. This study aims to analyze the impact of cooperation between SMKN 3 Yogyakarta and the creative industry on students' job readiness, with a focus on technical skills, soft skills, digital technology adaptation, and readiness to enter the world of work. The research method used was quantitative with a case study approach at SMKN 3 Yogyakarta, involving 45 respondents consisting of students, teachers, and industry representatives. Data collection was carried out through a survey with a Likert scale and analyzed using a simple linear regression test and a determination coefficient. The results of the study show that this collaboration has a significant impact on students' job readiness, with the improvement of technical skills and adaptation to digital technology which is considered very good by students and teachers. However, the industry still considers that there is a gap in professionalism and understanding of students' work culture. The determination coefficient (R²) value of 0.78 indicates that this collaboration explains most of the variability of students' work readiness. Thus, this study confirms that the cooperation between vocational schools and the creative industry is an effective strategy in increasing students' job readiness, although improvements are still needed in soft skills training and industrial professionalism
Optimizing Community Learning Center Operations: A Post-Pandemic Perspective
This study explores innovative operational strategies for Community Learning Centers (CLCs) in Indonesia's post-pandemic educational landscape. Using a systematic literature review method, the study analyzed 35 relevant academic and policy sources to investigate how CLCs adapt their organizational frameworks to meet emerging challenges while enhancing operational effectiveness. The findings identify three critical optimization domains: (1) resource mobilization and allocation innovations that combine traditional funding with digital-enabled financial diversification; (2) hybrid service delivery models that strategically integrate physical and virtual learning environments; and (3) adaptive governance structures that enhance organizational resilience. The study emphasizes the importance of context-specific optimization approaches, with urban and rural CLCs facing distinct operational challenges that require tailored strategies. These findings contribute to understanding educational organization management in transitional contexts and provide practical insights for CLC practitioners and policymakers to improve operational sustainability, enhance service accessibility, and ensure long-term institutional adaptability in the evolving educational ecosystem
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Kurikulum Merdeka di Sekolah: Sebuah Tinjauan Tentang Evaluasi
Penelitian ini merupakan kajian literatur dengan pendekatan Systematic Literature Review yang bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka di sekolah. Objek kajian meliputi artikel, jurnal, dan prosiding yang telah diterbitkan sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis, pemahaman siswa, partisipasi aktif dalam pembelajaran, dan motivasi belajar. Penerapannya mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan individu. Namun demikian, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru, minimnya pelatihan, kurangnya dukungan sumber daya, serta belum optimalnya manajemen pelaksanaan di sekolah. Untuk mengoptimalkan pembelajaran berdiferensiasi, diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi guru, evaluasi rutin terhadap praktik pembelajaran, serta peningkatan keterlibatan guru dalam Program Profesi Guru (PPG). Selain itu, pemanfaatan platform digital seperti Merdeka Mengajar dan penguatan koordinasi antara kepala sekolah, guru, dan siswa juga menjadi faktor pendukung keberhasilan implementasi. Kajian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai keberhasilan dan tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, serta menawarkan rekomendasi untuk pengembangan program yang lebih efektif di masa mendatang
Analisis Sikap Kolaboratif Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Menengah Atas
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan siswa SMA bersikap kolaboratif saat pembelajaran Pendidikan Pancasila dan mengidentifikasi sikap yang muncul dalam sikap kolaboratif, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat gambaran sikap. Sikap kolaboratif siswa SMA. dimana kategorisasi sikap kolaboratif tersebut mengacu pada skala sikap kolaboratif yang terbagi dalam sikap kerja sama tim, komunikasi, tanggung jawab, kepercayaan, kemampuan beradaptasi, saling menghargai, dan pemecahan masalah bersama. Data dipenelitian ini dilakukan melalui wawancara terhadap 15 siswa SMA Sidoarjo, observasi oleh guru dan pengisian kuesioner oleh 30 siswa. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis dalam penelitian ini memberi 3 simpulan yaitu (1) Sikap Kolaboratif paling banyak siswa bersikap kolaboratif adalah kerja sama tim, komunikatif, dan tanggungjawab, serta kemampuan beradaptasi. Selain itu, kurangnya keterampilan dalam mengelola sikap kolaboratif dan faktor sosial seperti kurang pandai bergaul serta kurang komunikatif akibat sifat yang suka menyendiri dan individu juga menjadi alasan siswa bersikap kurang komunikatif; (2) Guru masih menggunakan metode ceramah dan bahan ajar konvensional saat pembelajaran 3) Diharapkan dengan adanya multimedia pembelajaran interaktif dapat meningkatkan sikap kolaboratif peserta didik pada pelajaran Pendidikan Pancasila, faktor akademik juga memainkan peran penting, terutama terkait dengan kesulitan memahami pelajaran dan tekanan akademik seperti tugas-tugas di rumah dan persaingan dengan teman sejawa
Pengaruh Kepemimpinan Guru dan Partisipasi dalam Komunitas Belajar Terhadap Learning Agility Guru Sekolah Dasar
Perkembangan era digital menuntut guru memiliki kemampuan adaptasi tinggi, namun di wilayah rural seperti Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, tantangan keterbatasan infrastruktur dan akses teknologi menjadi hambatan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan guru dan partisipasi dalam komunitas belajar terhadap learning agility guru SD. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research dan melibatkan 137 guru yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis dengan regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap learning agility (p < 0,05), sedangkan partisipasi dalam komunitas belajar tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Namun, secara simultan, kedua variabel tersebut bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap learning agility, dengan kontribusi sebesar 67%. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan guru menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kapasitas adaptasi pembelajaran di tengah keterbatasan, sementara partisipasi dalam komunitas belajar perlu diarahkan lebih strategis agar berdampak nyata terhadap pengembangan profesional guru. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya literatur pengembangan kapasitas guru di daerah rural sekaligus memberikan arah kebijakan untuk mendukung transformasi pendidikan berbasis digital
Kajian Literatur Sistematis Pengembangan Bahan Ajar IPA Berbasis Learning Cycle 5E
Saat ini, pengembangan bahan ajar IPA berbasis Learning Cycle 5E menunjukkan tren peningkatan dengan variasi tujuan pembelajaran dan jenis bahan ajar yang semakin beragam. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan untuk memetakan arah dan fokus penelitian secara lebih sistematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memetakan tren pengembangan bahan ajar IPA berbasis Learning Cycle 5E berdasarkan jenjang pendidikan, jenis bahan ajar, domain materi, dan fokus penelitian. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan pedoman PRISMA melalui penelusuran artikel menggunakan Publish or Perish pada database Scopus dan Google Scholar. Artikel yang dianalisis dibatasi pada jurnal terindeks SINTA 1–4 dan Scopus Q1–Q4 periode 2020–2025. Dari 144 artikel yang ditelusuri, 25 memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar didominasi jenjang SMA, berbentuk bahan ajar interaktif, dan mayoritas pada domain fisika. Berdasarkan temuan tersebut diketahui bahwa pengembangan bahan ajar IPA berbasis Learning Cycle 5E masih berfokus pada validasi produk dan belum banyak mengkaji uji efektivitas terhadap aspek kognitif dan nonkognitif siswa. Implikasinya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas serta dampak bahan ajar terhadap aspek kognitif dan nonkognitif siswa di berbagai jenjang pendidikan dan domain materi IPA
Studi Literatur: Tren Penelitian Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Untuk Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2020-2025
Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menelaah tren pengembangan media pembelajaran interaktif di sekolah dasar pada periode 2020–2025. Data dikumpulkan melalui Publish or Perish yang terhubung dengan database Google Scholar. Pencarian awal menghasilkan sebanyak 300 artikel yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi hingga diperoleh 100 artikel yang dianalisis lebih lanjut. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar media interaktif dikembangkan untuk kelas tinggi (kelas V dan VI), dengan dominasi pada mata pelajaran IPA, Tematik dan Matematika. Canva menjadi media yang paling banyak digunakan, disusul oleh Articulate Storyline, PowerPoint interaktif, dan beberapa media lain seperti Smart Apps Creator, Google Sites, dan Powtoon. Temuan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang arah dan variasi pengembangan media interaktif yang relevan dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik, partisipatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti dan praktisi pendidikan dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif yang inovatif dan efektif
The Role of Professional Identity in Mediating Self-Directed Learning’s Influence on Teaching Creativity
The purpose of this research is to ascertain how Professional Identity (PI) in mediating the connection between Self-Directed Learning (SDL) and Teaching Creativity (KM). A quantitative method and path analysis were employed to gather data via an online survey from 170 students enrolled in the Teacher Professional Education Program (PPG) at Muhammadiyah University of Surakarta. SDL acted as the independent variable, PI functioned as the mediator, and KM was designated as the dependent variable. The findings indicate that SDL is a strong predictor of PI (0.611, p < 0.001), and PI is a strong predictor of KM (0.697, p < 0.001). Nonetheless, once PI is incorporated into the model, the direct influence of SDL on KM turns statistically insignificant (0.073, p = 0.259), suggesting complete mediation. This indicates that SDL affects KM solely by influencing PI students with strong SDL abilities often cultivate a stronger PI, which subsequently enhances teaching creativity. These results indicate that SDL by itself is inadequate for improving KM establishing a solid professional identity is crucial. Consequently, teacher education programs must not only foster independent learning abilities but also enhance PI to promote innovative and creative teaching methods