Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Kreativitas, dan OCB Terhadap Produktivitas Kerja Guru Sekolah Menengah Pertama
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel: kepemimpinan transformasional, kreativitas, dan OCB terhadap produktivitas kerja guru. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan analisis jalur (path analysis) untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional, Organizational Citizenship Behavior (OCB), dan kreativitas terhadap produktivitas kerja guru di 7 SMPN Banjarmasin Timur (N=149). Hasilnya menunjukkan bahwa keempat variabel (kepemimpinan transformasional, kreativitas, OCB, dan produktivitas kerja guru) berada dalam kategori tinggi. Terdapat pengaruh langsung dari kepemimpinan transformasional (0.525), OCB (0.508), dan kreativitas (0.578) terhadap produktivitas kerja guru. Selain itu, kepemimpinan transformasional juga memengaruhi OCB (0.626) dan kreativitas (0.640) secara langsung. Ditemukan pula pengaruh tidak langsung kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja guru melalui OCB (0.371) dan kreativitas (0.497). Kesimpulannya, kepemimpinan transformasional, OCB, dan kreativitas memiliki pengaruh signifikan, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap produktivitas kerja guru
Analisis Kemampuan Computational Thinking dan Science Reasoning Siswa SMP pada Materi Gerak dan Gaya
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan Computational Thinking (CT) dan Science Reasoning (SR) siswa kelas VIII SMP IT PAPB Semarang pada materi Gerak dan Gaya. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penguatan keterampilan berpikir abad ke-21 dalam pembelajaran IPA, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah berbasis sains dan teknologi. Sebanyak 58 siswa dijadikan responden dalam studi ini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa soal tes CT dan SR serta lembar penilaian portofolio siswa yang telah divalidasi oleh ahli dan diuji coba. Data dianalisis menggunakan persentase kategori kemampuan serta korelasi Pearson Product Moment untuk melihat hubungan antara CT dan SR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori sedang dalam kemampuan CT (62,07%) dan SR (65,52%). Pada aspek CT, sedangkan hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara CT dan SR dengan nilai r = 0,642 dan p < 0,01, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kemampuan CT dapat mendukung penguatan kemampuan SR. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya integrasi strategi pembelajaran yang mengembangkan aspek CT dan SR secara seimbang, khususnya dalam materi Gerak dan Gaya di mata pelajaran IPA. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan model pembelajaran inovatif yang mengajak keterlibatan siswa untuk menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa
Pengembangan Instrumen Supervisi Kepemimpinan Transformasional dalam Meningkatkan Kinerja Guru
Transformasi pendidikan kontemporer menuntut kepala sekolah menerapkan supervisi berbasis kepemimpinan transformasional untuk mengoptimalkan kinerja guru. Penelitian bertujuan mengembangkan instrumen supervisi kepemimpinan transformasional yang valid dan praktis dalam meningkatkan kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Sabbang. Metode Research and Development mengintegrasikan model Rattray & Jones dengan pendekatan ADDIE. Subjek penelitian adalah kepala sekolah sekolah dasar negeri di Kecamatan Sabbang. Instrumen dikembangkan berbasis Google Form mengukur empat dimensi kepemimpinan transformasional dan kinerja guru. Validasi ahli menghasilkan validitas isi sangat tinggi: materi 94%, bahasa 93%, digital 96%. Uji validitas konstruk pada 20 responden menunjukkan seluruh indikator memiliki Corrected Item-Total Correlation > 0,30 dengan reliabilitas Cronbach's Alpha 0,841. Praktikalitas instrumen mencapai 98% berdasarkan penilaian kepala sekolah. Instrumen supervisi kepemimpinan transformasional terbukti valid, reliabel, dan praktis untuk meningkatkan kinerja guru sekolah dasar
Transformasi Perencanaan Sekolah: Implementasi Siklus IRB Berbasis Rapor Pendidikan
Penelitian ini mengkaji urgensi transformasi perencanaan sekolah melalui implementasi siklus Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB) berbasis Rapor Pendidikan di Indonesia. Kesenjangan antara ketersediaan data evaluasi dan implementasi program peningkatan mutu mendorong pengembangan model perencanaan yang sistematis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka sistematis, penelitian ini menganalisis 10 artikel ilmiah terbitan 2023-2025 dari database jurnal terakreditasi Sinta 3 melalui teknik meta-sintesis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi siklus IRB memiliki potensi transformatif dalam menggeser paradigma perencanaan sekolah dari pendekatan intuitif menuju pendekatan berbasis bukti empiris. Studi ini mengidentifikasi interkoneksi antara kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kompetensi digital sebagai faktor determinan kesuksesan implementasi siklus IRB. Kerangka implementatif yang dikembangkan tidak hanya mentransformasi proses perencanaan teknis, tetapi juga mereorientasi peran kepala sekolah sebagai fasilitator kolaboratif dan guru sebagai partisipan aktif dalam interpretasi data. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual yang mengintegrasikan teori perencanaan strategis, kepemimpinan transformasional, dan manajemen perubahan dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan
Perencanaan Kerja Sekolah Berbasis Data dengan Identifikasi Rapot Pendidikan
Perencanaan kerja sekolah yang disusun secara efektif menjadi landasan utama dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Artikel ini mengulas penerapan perencanaan kerja sekolah berbasis data melalui pemanfaatan Identifikasi Rapor Pendidikan (IRB) di SMP Negeri 3 Tengaran. Pendekatan ini bertujuan untuk menyempurnakan proses perencanaan, mulai dari penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS), Rencana Kerja Tahunan (RKT), hingga Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), agar lebih fokus, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui analisis dokumen Rapor Pendidikan, RKS, RKT, dan RKAS, serta wawancara bersama kepala sekolah dan tim manajemen. Hasil studi menunjukkan bahwa SMP Negeri 3 Tengaran telah mengadopsi pendekatan perencanaan berbasis data dengan menjadikan Rapor Pendidikan sebagai alat utama untuk mengidentifikasi keunggulan dan area yang membutuhkan perbaikan. Proses IRB dilakukan oleh tim sekolah yang menganalisis data, mengidentifikasi akar masalah, serta menyusun program tindak lanjut yang terukur dan terarah. Integrasi hasil IRB terlihat pada dokumen RKS, RKT, dan RKAS, khususnya dalam penetapan sasaran strategis, perencanaan program, serta penyesuaian anggaran berdasarkan kebutuhan nyata sekolah yang tercermin dalam Rapor Pendidikan. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam menganalisis data secara lebih mendalam, serta keberlanjutan proses monitoring dan evaluasi. Kesimpulannya, perencanaan kerja sekolah berbasis data melalui IRB berpotensi besar dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sekolah demi tercapainya mutu pendidikan yang lebih baik
Implementasi Metode PPP (Presentation, Practice, dan Production) dalam Pembelajaran Berbicara BIPA Level Pemula
Penelitian ini mengeksplorasi penerapan metode Presentation, Practice, and Production (PPP) dalam pengajaran keterampilan berbicara bagi pelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat pemula. Penelitian ini menggunakan desain single subject research (SSR) dengan pola A-B-A yang merupakan pola eksperimen tunggal, melibatkan tiga mahasiswa asal Uzbekistan sebagai partisipan. Metode PPP diterapkan melalui tiga tahapan sistematis: tahap presentasi untuk menyampaikan input yang mudah dipahami, tahap praktik untuk membiasakan pola bahasa, dan tahap produksi untuk menerapkan kemampuan secara komunikatif dan autentik. Alat ukur dalam penelitian meliputi tes kemampuan berbicara terstruktur, lembar observasi partisipasi, serta dokumentasi dalam bentuk audio dan video. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan perubahan performa berbicara masing-masing subjek pada setiap fase (A1–B–A2) melalui teknik analisis visual grafik untuk menelaah tren perkembangan, tingkat capaian, dan kestabilan respons pembelajaran selama penerapan metode PPP. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan yang signifikan dalam seluruh aspek kompetensi komunikasi lisan para subjek. Tingkat kefasihan meningkat dari 35 menjadi 58 kata per menit (kenaikan 65,7%), tingkat akurasi bahasa dari 60% menjadi 82%, dan kecocokan pragmatik dari 40% menjadi 75%. Analisis longitudinal menunjukkan bahwa setiap tahap dalam metode PPP efektif dalam mendukung proses pemerolehan bahasa Indonesia. Temuan ini memberikan bukti empiris tentang keunggulan metode PPP dibanding pendekatan tradisional dalam pengajaran berbicara untuk BIPA level pemula. Penerapan metode ini juga berkontribusi pada pengembangan kerangka pembelajaran yang sistematis dan fleksibel untuk diterapkan dalam berbagai konteks lintas budaya. Model ini mendorong pengembangan pembelajaran yang lebih komunikatif, adaptif terhadap perbedaan budaya peserta, serta relevan untuk diterapkan oleh pengajar BIPA di berbagai konteks internasional
Strategi Pendidikan Karakter dalam Mencegah dan Menangani Bullying di Tingkat Sekolah Dasar
Bullying di sekolah dasar merupakan permasalahan yang mengganggu perkembangan mental, sosial, dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis bullying yang terjadi, strategi karakter pendidikan yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pencegahan dan penanganannya di SD Negeri 1 Tatura Palu. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan rencana studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan guru sebagai informan utama, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen sekolah dan literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif melalui proses reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying di sekolah muncul dalam bentuk verbal, sosial, fisik, dan cyberbullying. Strategi pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah meliputi pembiasaan dan pembudayaan, pengajaran nilai-nilai positif, penumbuhan empati, penerapan tindakan nyata, pemberian keteladanan dari lingkungan sekitar, serta pelatihan melalui pendekatan taubat. Faktor yang mendukung strategi ini antara lain menjaga bawaan anak, kebiasaan positif yang dibangun di sekolah, pengaruh keturunan, serta lingkungan yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambatnya berasal dari sifat bawaan anak yang sulit diarahkan, sikap pendidik yang kurang konsisten, serta lingkungan bermain yang tidak mendukung. Secara umum, strategi pendidikan karakter terbukti mampu mengurangi kasus bullying, menumbuhkan rasa empati dan toleransi antar siswa, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan harmonis. Temuan ini menegaskan perlunya kerja sama yang erat antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk memperkuat budaya anti-bullying melalui pengembangan karakter pendidikan secara berkesinambungan.
Kata Kunci: Strategi, Pendidikan Karakter, Bullyin
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Lembaga Pendidikan Islam
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Ahmad Dahlan Boarding School Sukoharjo. Fenomena rendahnya kinerja guru dalam aspek pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian menjadi latar belakang utama penelitian ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, penelitian ini menggali secara mendalam praktik kepemimpinan berbasis nilai Islam. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, guru, yayasan, dan wali murid, observasi partisipatif terhadap kegiatan pembelajaran dan kepemimpinan, serta studi dokumentasi berupa laporan supervisi, visi-misi sekolah, dan program kerja. Partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan 12 informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama yang dijalankan kepala sekolah, yaitu: (1) perumusan visi-misi integratif yang menggabungkan nilai keislaman dan kebutuhan masyarakat; (2) pelaksanaan supervisi akademik yang humanis dan berorientasi pembinaan; serta (3) pembentukan budaya kerja melalui keteladanan spiritual. Strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, profesionalisme, serta etos kerja guru. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas literatur kepemimpinan pendidikan Islam dengan menekankan integrasi aspek manajerial dan spiritual dalam satu kerangka strategis. Secara praktis, penelitian ini menawarkan model kepemimpinan yang relevan bagi kepala sekolah dalam merancang strategi peningkatan mutu guru. Keterbatasan penelitian ini terletak pada lingkup studi yang terbatas pada satu sekolah. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk dilakukan dengan pendekatan mixed methods dan pada konteks sekolah yang lebih beragam agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif
Attitude Toward Behavior, Subjective Norms, and Perceived Behavioral Control as Determinants of Accounting Students’ Career Decision-Making in the Digital Era
The digital era requires accounting education students to develop technological competence, analytical abilities, and self-confidence in making career choices. Nevertheless, many students continue to experience uncertainty in their career decisions due to limited understanding and the influence of social environments. This research aims to examine the effects of attitude toward behavior, subjective norms, and perceived behavioral control on the career decision-making of accounting education students at Universitas Muhammadiyah Surakarta, based on the Theory of Planned Behavior (TPB). Using a quantitative approach with a survey method was applied, and the data were analyzed using multiple regression through SmartPLS 3. The findings show that perceived behavioral control strongly predicts students’ career decision-making, with a path coefficient of 0.473 (p < 0.000), followed by attitude toward behavior with a coefficient of 0.422 (p < 0.000). In contrast, the effect of subjective norms is relatively weak, although still statistically significant, with a path coefficient of 0.095 (p < 0.030), indicating that social influences play a limited role compared to personal and cognitive factors. Collectively, the three variables explain 76.9% (Adjusted R² = 0.761) of the variance in students’ career decision-making, emphasizing that both internal and external factors jointly shape their choices. Overall, the results underscore the necessity of strengthening students’ competencies, technological adaptability, and digital self-confidence as primary factors influencing the career decision-making process. The practical implications suggest that higher education institutions should design curricula and career development programs aimed at enhancing students’ readiness to navigate the evolving labor market
Internalisasi Nilai Trilogi Ki Hajar Dewantara: Paradigma Pendidikan dalam Falsafah Gerak Tari Guel Gayo
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai budaya lokal dalam pendidikan nasional melalui seni tari tradisional. Fokus penelitian ini adalah menelaah relevansi Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani dalam falsafah ragam gerak Tari Guel Gayo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi, melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis deskriptif-interpretatif digunakan untuk mengungkap makna simbolik gerak dan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Guel Gayo merepresentasikan nilai kebersamaan, kesopanan, penghormatan terhadap leluhur, keseimbangan spiritual, dan keteguhan hidup yang sejalan dengan prinsip keteladanan, pemberdayaan, serta pendampingan dalam Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian paradigma pendidikan berbasis budaya lokal, sedangkan secara praktis memberikan implikasi pada pengembangan model pembelajaran seni berbasis nilai karakter dan kearifan lokal