Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
    1371 research outputs found

    Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Bernalar Kritis dan Kreatif Siswa di Sekolah Dasar

    Get PDF
    Problem based learning merupakan model yang berfokus pada pemberian masalah sehingga melalui penerapan model ini siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan bernalar kritis siswa sekolah dasar; (2) Pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan kreatif siswa sekolah dasar; (3) Pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan bernalar kritis dan kreatif siswa sekolah dasar. Jenis penelitian adalah experimental design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN Teluk Mesjid 2 dan SDN Banyu Tajun Dalam. Kelas eksprimen dilaksanakan pada SDN Teluk Mesjid 2 dan kelas kontrol dilaksanakan pada SDN Banyu Tajun Dalam. Metode pengumpulan data berupa tes dan lembar observasi. Data hasil tes dan hasil observasi dianalisis dengan uji independet samples Test dan MANOVA. Berdasarkan hasil uji independet samples Test ditemukan bahwa: (1) Terdapat perbedaan nilai posttest yang signifikan antara kelas eksprimen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata posttest kelas eksprimen 83,00 dan nilai rata-rata posstest kelas kontrol 68,31; dan  tingkat signifikansi Sig (2-talled) adalah 0,003 < 0,05 sehingga model problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan bernalar kritis siwa (2) Terdapat perbedaan nilai hasil observasi yang signifikan antara kelas eksprimen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata hasil observasi kelas eksprimen 77,68 dan nilai rata-rata hasil observasi kelas kontrol 64,45 dan  tingkat signifikansi Sig (2-talled) adalah 0,000 < 0,05 sehingga model problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan kreatif siswa. Sedangkan berdasarkan uji MANOVA didapatkan bahwa semua tingkat signifikansi Sig (2-talled) < 0,05  sehingga model problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan bernalar kritis dan kreatif siswa sekolah dasar secara simultan. Dengan demikian penggunaaan model problem based learning  berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan kreatif siswa sekolah dasar

    Developing Financial Literacy Storybooks for Junior High School Students: A Fuzzy Delphi Need Analysis

    Get PDF
    This study conducted a needs analysis for the development of financial literacy storybooks for junior high school students on the Story Jumper platform, using the Fuzzy Delphi method. A panel of 10 experts, including financial educators, curriculum developers, educational technologists, and professional storytellers, was formed and consulted through three rounds. The study revealed eight priority content areas in financial literacy: first comes Saving Wisely (93.3%), followed by Managing Expenses (90.0%), and Understanding Money and Credit (86.7%). The most significant expectancies mentioned are elements of storytelling such as interactive decision points (93.3%) and relatable characters: teenage protagonists (86.7%) essential for engaging students and  enhancing learning. Guidelines for implementation stipulated the optimum duration for a story of 15 to 20 minutes, adding interactive elements every 3-4 pages and visual elements such as drawings every 2-3 pages. The compatibility assessment unveiling the extent of Story Jumper found that it is very aligned with visual storytelling (0.92) but limited in as far as complex financial calculations (0.71). While this study offers considerably useful guidelines for the incorporation of financial literacy storybooks into the educational setups, the following isolated limitations require further search. These include reliance on expert opinion, no classroom trials, limited cultural context appraisal, and lack of longitudinal studies. All in all, this study therefore illuminates the potential of digital storytelling as an innovative pedagogical approach for teaching financial literacy and provides practical advice to educators and program developers while setting the stage for future investigations and refinements of these resources

    Application of the Make A Match Learning Model to Develop Student’s Social Skills in Elementary School Grade IV Interview Materials

    Get PDF
    This study aims to analyze the application of the Make A Match learning model in developing students’ social skills in interview materials in grade IV elementary school. The research uses a descriptive qualitative approach with data collection through interviews and documentation involving classroom teachers and students’ social skills, especially cooperation and communication. Card matching activities encourage interaction, critical thinking, and create a fun learning atmosphere. Obstacles such as difficulty conditioning students after physical activity and preparation of complex materials can be overcome with engaging learning strategies and active teacher involvement. This model has the potential to be an effective solution to improve the quality of Indonesian learning and develop social skills of elementary school students

    Penerapan Media Busy Book 5 in 1 untuk Meningkatkan Penalaran Matematis dalam Materi Satuan Waktu Kelas 2 Sekolah Dasar

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik media Busy Book 5 in 1 dapat meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa kelas dua sekolah dasar dalam hal satuan waktu. Rendahnya hasil belajar siswa dalam memahami konsep satuan waktu yang abstrak dan kurangnya sumber belajar yang sesuai dengan preferensi belajar siswa secara keseluruhan menjadi dasar penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kemmis dan McTaggart, yang terbagi dalam dua siklus dengan tahapan persiapan, tindakan, observasi, dan refleksi. Sebanyak 29 siswa kelas dua SD dari salah satu sekolah di Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, menjadi subjek penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Busy Book 5 in 1 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah siswa yang mengalami peningkatan nilai dari 0 menjadi 26 siswa (89%), serta jumlah siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yang meningkat dari 8 siswa pada pra-siklus menjadi 26 siswa pada siklus II. Selain itu, media ini dapat menumbuhkan lingkungan belajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan dinamis yang mendorong partisipasi siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa di kelas matematika kelas rendah, media Busy Book 5 in 1 dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran yang efisien

    Pengaruh Media Pembelajaran Youtube dan Instagram Terhadap Pemahaman Anatomi Siswa SMK Keperawatan Dimoderasi Tingkat Partisipasinya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial Youtube dan Instagram sebagai media pembelajaran terhadap pemahaman anatomi siswa SMKN 1 Rejotangan di Tulungagung, dengan mempertimbangkan tingkat partisipasi siswa sebagai variabel moderator. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya pemanfaatan media sosial dalam pendidikan, khususnya pada mata pelajaran yang menuntut visualisasi mendalam seperti anatomi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 267 siswa kelas X–XII yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Google Form untuk mengukur intensitas penggunaan Youtube dan Instagram, tingkat partisipasi siswa, serta pemahaman anatomi. Analisis data dilakukan dengan teknik Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), meliputi uji validitas, reliabilitas, serta pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Youtube dan Instagram berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman anatomi siswa. Selain itu, tingkat partisipasi siswa terbukti memoderasi hubungan antara penggunaan media sosial dan pemahaman anatomi. Siswa dengan partisipasi tinggi memperoleh pemahaman lebih baik dibandingkan siswa dengan partisipasi rendah. Nilai R-square menunjukkan bahwa variabel penggunaan Youtube dan Instagram mampu menjelaskan 61% variasi pemahaman anatomi, sedangkan tingkat partisipasi menjelaskan 31,3% variasi dalam keterlibatan siswa. Simpulannya, integrasi Youtube dan Instagram dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran anatomi, terutama jika didukung partisipasi aktif siswa

    Determinasi Literasi AI pada Siswa Sekolah Menengah: Peran Faktor Demografis dan Psikologis

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hierarkis dari faktor demografis (gender, pendidikan) dan faktor psikologis (efikasi diri, ketertarikan) terhadap literasi Artificial Intelligence (AI) pada siswa sekolah menengah. Studi kuantitatif ini menggunakan desain regresi berganda hierarkis dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner dari 339 siswa SMA dan SMK di Lombok Timur. Hasil analisis data secara konsisten menunjukkan bahwa gender tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap literasi AI. Sebaliknya, latar belakang pendidikan terbukti berpengaruh positif dan signifikan. Temuan utama dari analisis hierarkis menegaskan bahwa faktor psikologis merupakan prediktor yang jauh lebih dominan; efikasi diri muncul sebagai variabel dengan pengaruh positif paling kuat, diikuti oleh ketertarikan pada AI yang juga berpengaruh positif dan sangat signifikan. Model prediksi final yang mengintegrasikan keempat variabel secara kolektif mampu menjelaskan 40,8% dari total varians literasi AI (R2 = 0,408). Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi AI adalah kompetensi multifaset yang dibentuk oleh sinergi kuat antara faktor struktural (pendidikan) dan faktor psikologis (efikasi diri, minat), melampaui determinisme demografis bawaan

    Internalisasi Nilai Falsafah Banjar Waja Sampai Kaputing dalam Pembentukan Etika Keilmuan Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji internalisasi nilai falsafah Banjar Waja Sampai Kaputing (WASAKA) dalam pembentukan etika keilmuan siswa sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Falsafah WASAKA, yang bermakna “bekerja keras hingga tuntas” dan “pantang menyerah sampai akhir”, mengandung nilai-nilai kerja keras, ketekunan, tanggung jawab, dan disiplin yang relevan dengan penguatan karakter ilmiah siswa. Kajian ini dilakukan dengan menganalisis artikel yang telah dipublikasi pada tahun 2021–2025 yang diperoleh dari database melalui Google Scholar dengan bantuan perangkat Publish or Perish 8. Proses seleksi mengikuti protokol PRISMA, meliputi tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi, hingga diperoleh lima artikel yang memenuhi kriteria penelitian. Temuan utama menunjukkan bahwa internalisasi nilai WASAKA berdampak positif terhadap pembentukan etika keilmuan siswa, terutama dalam menumbuhkan sikap ilmiah, rasa tanggung jawab, kejujuran, dan semangat pantang menyerah dalam belajar. Dengan demikian, falsafah lokal Banjar dapat dijadikan dasar penguatan karakter dan integritas ilmiah siswa sekolah dasar, sekaligus memperkaya pendidikan berbasis kearifan lokal di Indonesia

    The Effect of Project-Based Learning in the IPAS Project Subject on Students’ Employability Skills at State Vocational High School 1 Pasuruan

    No full text
    This study investigates the effect of Project-Based Learning (PjBL) in the IPAS Project Subject on the employability skills of students at State Vocational High School 1 Pasuruan. The research was conducted to address the growing demand for vocational graduates who possess not only technical competencies but also essential employability skills such as communication, teamwork, problem-solving, critical thinking, adaptability, responsibility, and time management. A quasi-experimental one-group pre-test–post-test design was employed, involving 30 students selected through purposive sampling. Data were collected using an employability skills questionnaire, observation sheets, and a project assessment rubric. The results revealed a significant improvement in students’ employability skills after the implementation of PjBL. The mean pre-test score of 66.47, which indicated a moderate level of employability skills, increased to 82.63 in the post-test, placing students in the high category. Statistical analysis using a paired-sample t-test showed a significant difference between the pre-test and post-test scores (t = –14.872, p < 0.05), and the effect size calculation (Cohen’s d = 2.86) indicated a very large impact of the intervention. These findings demonstrate that Project-Based Learning is an effective pedagogical approach for enhancing employability skills in vocational education, particularly when integrated into interdisciplinary subjects such as IPAS within the Kurikulum Merdeka framework. Despite limitations related to the absence of a control group, the small sample size, and the short duration of implementation, this study provides empirical evidence supporting the integration of PjBL as a strategic method to strengthen students’ readiness for the world of work

    Evaluasi Model CIPP terhadap Pendidikan Karakter dalam Program Inklusi di Taman Kanak-Kanak Islam

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan karakter dalam program inklusi di TK Islam Athirah 2 Makassar dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Islam Athirah 2 Makassar telah berhasil mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum mereka, meskipun masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan di lapangan. Evaluasi menunjukkan adanya komitmen sekolah dalam menerapkan program inklusi, dukungan orang tua yang signifikan, serta perlunya pelatihan lebih lanjut bagi guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Hasil evaluasi juga menunjukkan dampak positif terhadap perkembangan sosial dan emosional peserta didik, serta interaksi antar teman yang meningkat. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan pendidikan karakter yang lebih efektif dalam konteks inklusi, dengan harapan dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga berkarakter baik

    Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dan Kolaboratif bagi Siswa Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman

    Get PDF
    Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman khususnya pertelevisian membutuhkan kerjasama tim dalam berbagai produksi acara terutama dalam pembelajaran. Hal ini juga sejalan dengan adanya berkembangnya teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah sesuai perkembangan jaman, sehingga penting bagi siswa untuk memiliki kompetensi yang relevan dan up-to-date. Tujuan penelitian untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan kolaboratif pada program keahlian Broadcasting dan Perfilman di SMK Negeri 1 Blitar. Penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif, serta teknik triangulasi untuk validitas data dari pengumpulan data yang diperoleh dari wawancara, dokumen dan observasi di kelas pada saat praktik pembelajaran diferensiasi dan kolaboratif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat dan potensi yang dimiliki siswa sebagai fondasi yang kuat untuk dapat berkolaborasi dalam tim sesuai dengan job description yang dimiliki masing-masing

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Didaktika: Jurnal Kependidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇