Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
    1371 research outputs found

    Profil Tes Diagnostik Model Four Tier Diagnostic Test dalam Mengungkap Miskonsepsi pada Pembelajaran Matematika

    Get PDF
    Miskonsepsi dalam pembelajaran matematika adalah salah satu permasalahan utama yang menghambat pemahaman konsep peserta didik. Miskonsepsi yang tidak teridentifikasi dapat berdampak pada kesulitan peserta didik dalam mempelajari konsep-konsep lanjutan. Four-Tier Diagnostic Test hadir sebagai metode diagnostik yang lebih efektif dibandingkan tes konvensional atau three-tier test. Metode ini mengukur jawaban peserta didik, alasan di balik jawaban tersebut, serta tingkat keyakinan peserta didik terhadap jawaban dan alasannya. Artikel ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan profil penggunaan Four-Tier Diagnostic Test dalam mengungkap miskonsepsi matematika, (2) mengidentifikasi faktor-faktor penyebab munculnya miskonsepsi, dan (3) mengusulkan rekomendasi pengunaan instrumen diagnostik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal nasional dan internasional terkait Four-Tier Diagnostic Test dan miskonsepsi matematika. Hasil kajian menunjukkan bahwa Four-Tier Diagnostic Test efektif dalam mendeteksi miskonsepsi klasifikasional, korelasional, dan teoritikal, sekaligus mengukur tingkat keyakinan peserta didik terhadap pemahaman mereka. Solusi yang diusulkan mencakup pengembangan instrumen berbasis konteks lokal dan integrasi Four-Tier Diagnostic Test ke dalam sistem pembelajaran berbasis digital. Artikel ini memberikan manfaat teoretis dalam pengembangan metode diagnostik berbasis empat tingkatan dan manfaat praktis bagi guru untuk mendeteksi miskonsepsi peserta didik secara lebih akurat

    Learning History Through LENS: Critical Analysis of Narratives in Documentary Films

    Get PDF
    History learning in the digital era faces challenges in attracting interest and building students' critical understanding of past events. One innovative approach that can be used is the use of documentary films as a learning medium. Documentaries are not only informative, but also present a narrative that is reflective of historical constructions. This study aims to analyze the use of documentary films in history learning and develop critical analysis strategies through the Learning History through the Exploration of Narratives on Screen (LENS) model. This study uses the Dick and Carey instructional design method which consists of ten systematic steps, namely: identification of learning objectives, analysis of learning and student characteristics, formulation of special learning objectives, development of evaluation instruments, development of learning strategies, development and selection of materials, development of learning media, implementation of learning, and formative and summative evaluation. Historical documentaries are used as the primary source in analytical activities to train students' interpretive, analytical, and reflective abilities against visually presented historical narratives. The results of the study show that the integration of documentary film into history learning through the LENS strategy is able to improve students' active participation, critical thinking skills, and historical awareness. This strategy also encourages students to question dominant narratives, evaluate different perspectives, and develop media and historical literacy in an integrated manner. Thus, this approach can be an effective alternative in creating more contextual, interactive, and meaningful history learning

    Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Self Motivation untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa yang Mengalami Kejenuhan Belajar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik self-motivation dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa yang mengalami kejenuhan belajar di SMPN 3 Galang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sebelum intervensi, kedua kelompok memiliki tingkat kemandirian belajar yang relatif sama, sebagaimana terlihat dari nilai rata-rata pretest yang tidak berbeda secara signifikan. Setelah diberikan intervensi berupa bimbingan kelompok dengan teknik self-motivation, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemandirian belajar dibandingkan kelompok kontrol, sebagaimana dibuktikan oleh nilai rata-rata posttest yang lebih tinggi dan hasil uji t yang menunjukkan nilai p < 0,05. Selain hasil kuantitatif, observasi selama proses bimbingan juga mengungkapkan bahwa siswa yang mengikuti intervensi menunjukkan perubahan perilaku yang positif, seperti meningkatnya motivasi intrinsik, keaktifan dalam menetapkan tujuan belajar, serta tanggung jawab terhadap tugas akademik. Penelitian ini mengindikasikan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik self-motivation dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengatasi kejenuhan belajar dan mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam proses pembelajaran mereka

    Validity and Reliability of Computational Thinking Scales for Undergraduate Students: Indonesian Adaptation

    Get PDF
    Computational Thinking (CT) is the foundational discipline of informatics. Meanwhile, the Computational Thinking Scale (CTS) is a widely recognized instrument for measuring CT. However, despite its widespread recognition, only a limited number of studies have examined the reliability and construct validity of CTS among Indonesian students. Furthermore, linguistic equivalence across all CTS items is essential to avoid misinterpretation. Therefore, this study aims to adapt the CTS instrument into Bahasa Indonesia and conduct both reliability and validity testing. A total of 551 undergraduate students participated in this research. The statistical methods employed include Exploratory Factor Analysis (EFA) and Confirmatory Factor Analysis (CFA). The results revealed that 9 out of 29 CTS items failed to meet the required criteria. The final model showed strong fit indices (CFI = 0.95, TLI = 0.96, RMSEA = 0.047, SRMR = 0.049), along with acceptable validity and reliability across all dimensions. These findings affirm that the Indonesian version of CTS is a robust and valid tool for assessing students' CT Skills

    Nilai-Nilai Falsafah Sunan Drajat dalam Pembentukan Budaya Sekolah Tingkat Dasar: Kajian Glokalisasi Pendidikan

    Get PDF
    Salah satu upaya untuk membendung ekspansi budaya luar ke dalam kehidupan Masyarakat (sebagai dampak globalisasi)  bisa dilakukan dengan memperkuat identitas budaya dan menanamkannya sejak dini. Glokalisasi nilai-nilai falsafah Sunan Drajat dalam membentuk budaya satuan Pendidikan dasar memberikan kontribusi pada penguatan identitas budaya dan warisan bangsa. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang bertujuan untuk mendeskripsikan aspek glokalisasi penerapan nilai-nilai falsafah Sunan Drajat pada pembentukan budaya sekolah Tingkat dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian ini berkontribusi pada transformasi glokalisasi Pendidikan antara lain; 1. Siswa mendapatkan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan  global dari pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler; 2. Siswa mengenal salah satu budaya bangsa yakni ajaran pepali pitu dalam falsafah Sunan Drajat dan menginternalisasinya dalam bentuk karakter yang menggambarkan kearifan lokal ajaran wali sanga. Temuan dalam artikel ini adalah menghasilkan cara efektif membangun budaya positif disekolah berbasis falsafah Sunan Drajat. Penelitian berikutnya perlu untuk mengeksplorasi secara mendalam dalam bentuk studi kasus tentang nilai-nilai dan implementasi falsafah Sunan Drajat dalam pembentukan budaya sekolah tingkat dasar

    Mewujudkan Sekolah Ramah Anak: Studi Kasus Program Kampanye 3 Dosa Besar Pendidikan Kampus Mengajar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan strategi mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7 dalam melaksanakan Kampanye 3 Dosa Besar Pendidikan di SMP Muhammadiyah 5 Kota Bandung. Kampanye ini berfokus pada upaya pencegahan perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual untuk mendukung terciptanya sekolah ramah anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang divalidasi menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan berdasarkan metode interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampanye 3 Dosa Besar Pendidikan efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual. Pendekatan interaktif yang digunakan, seperti pembuatan poster, diskusi kelompok, dan talkshow, berhasil menciptakan pembelajaran yang relevan dan adaptif. Siswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih menghargai perbedaan, menolak kekerasan, dan berkomitmen menjaga lingkungan yang aman. Keberhasilan program ini juga didukung oleh peran mahasiswa sebagai fasilitator yang mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan fleksibel. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelibatan mahasiswa dalam program berbasis pendidikan karakter untuk mendukung sekolah ramah anak. Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan dosen pembimbing memperkuat implementasi program. Penelitian ini merekomendasikan pelibatan lebih banyak pihak, seperti orang tua, untuk memperluas dampak kampanye, serta pengembangan model kampanye yang dapat diterapkan di sekolah lain. Model ini diharapkan menjadi pendekatan berkelanjutan untuk mendukung pendidikan karakter dan menciptakan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak

    Analisis Hasil AKM Literasi Membaca Pada Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar dan Hubungannya dengan Kemampuan Berpikir Kritis

    Get PDF
    Program ANBK yang salah satu aspeknya adalah AKM Literasi Membaca, diadakan setahun sekali untuk mengukur tingkat literasi peserta siswa. Melalui program ini siswa sekolah dasar diukur aspek kognitifnya. Salah satu cara melihat kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah dasar yaitu saat menjawab soal AKM Literasi Membaca yang dikerjakan secara daring. Kemampuan siswa dalam berpikir kritis sangat diperlukan dalam menjawab soal-soal AKM Literasi membaca yang memakai level HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa peserta ANBK dalam menyelesaikan soal AKM terutama pada Literasi Membaca dan bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa berperan dalam menyelesaikan soal AKM Literasi. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan tiga teknik utama: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman, yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Subyek penelitian adalah siswa kelas 5 SD yang menjadi peserta ANBK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 masih tergolong rendah. 10 siswa tergolong sangat rendah, 11 siswa tergolong rendah dan hanya 2 siswa yang tergolong sedang. Guru dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dengan sering memberi siswa soal literasi berbasis HOTS dan melatih kesiapan siswa dengan melakukan simulasi AKM Literasi

    Supervisi Pembelajaran dalam Penjaminan Mutu: Persepsi Guru, Strategi Pelaksanaan, dan Komponen yang Disupervisi

    Get PDF
    Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi guru terhadap pelaksanaan supervisi kepala madrasah dalam rangka penjaminan mutu pembelajaran. Selain itu, penelitian ini, akan mengekplorasi bagaimana cara supervisi yang sebaiknya dilakukan dan mengidentifikasi komponen-komponen yang disupervisi dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di MTsN 6 Cianjur. Responden adalah seorang guru dan wakil kepala bidang kurikulum dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara dan analisis dokumen. Kemudian analisis data menggunakan reduksi data, display (penampilan data), dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi guru adalah positif terhadap pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran. Sedangkan cara pelaksanaan supervisi yang diinginkan oleh guru adalah supervisi yang terencana, sistematis, objektif, dan berkelanjutan dengan memberikan feedback dan tindak lanjut dalam rangka memotivasi guru untuk terus mengembangkan kompetensinya dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, guru tidak mengharapkan supervisi yang hanya memenuhi kewajiban kepala sebagai supervisor dan mencari kesalahan guru, akan tetapi supervisi yang konstruktif dan kooperatif dalam meningkatkan mutu pembelajaran untuk menggapai tujuan pendidikan nasional. Komponen-komponen yang disupervisi oleh kepala madrasah dalam pembelajaran adalah supervisi administrasi pembelajaran dan proses pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup

    Pendidikan Islam dalam Perspektif World Conferences on Muslim Education: Tela'ah Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan Islam dalam perspektif World Conferences on Muslim Education (WCME) melalui pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini mengeksplorasi kontribusi WCME terhadap pengembangan pendidikan Islam dalam konteks global. Kajian ontologis menyoroti pandangan WCME tentang hakikat pendidikan Islam, sedangkan aspek epistemologis membahas prinsip-prinsip keilmuan yang menjadi dasar kurikulum pendidikan Islam. Dari sisi aksiologis, artikel ini menganalisis nilai-nilai yang ditanamkan dalam pendidikan Islam sesuai rekomendasi WCME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WCME memberikan kerangka holistik untuk pendidikan Islam yang berakar pada prinsip-prinsip tauhid, integrasi ilmu, dan pengembangan nilai-nilai universal. Artikel ini memberikan wawasan bagi para pendidik, akademisi, dan pengambil kebijakan dalam memahami dan mengimplementasikan pendidikan Islam secara komprehensif

    Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kemampuan Mengajar Guru Pendidikan Agama Islam Melalui Supervisi Klinis

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan mengajar guru Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui supervisi klinis di SMK Ma’arif NU 2 Boyolali serta dampak positif yang ditimbulkan dari pelaksanaan supervisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan supervisi klinis secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut, yang melibatkan komunikasi dua arah antara supervisor dan guru. Supervisi klinis terbukti memberikan dampak positif, di antaranya peningkatan kompetensi pedagogik guru, peningkatan efektivitas pembelajaran, serta peningkatan motivasi guru dalam mengembangkan strategi mengajar yang inovatif. Dengan demikian, supervisi klinis menjadi instrumen yang efektif dalam meningkatkan kualitas pengajaran guru PAI di SMK Ma’arif NU 2 Boyolali

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Didaktika: Jurnal Kependidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇