Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Strategi Deep Learning melalui Kegiatan Ko-kurikuler di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kegiatan kokurikuler dalam mendukung pembudayaan deep learning di SDN 02 Karang, Karangpandan, Karanganyar, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam pembudayaannya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kokurikuler seperti pramuka, seni tari, dan klub sains berperan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif siswa. Tantangan yang dihadapi termasuk keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan resistensi terhadap perubahan metode. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan pelatihan guru, pengelolaan kegiatan kokurikuler yang lebih terstruktur, dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya deep learning. Penelitian ini memberikan wawasan untuk pengembangan kurikulum yang lebih efektif di pendidikan dasar.
 
Exploring Learner Contexts and Influencing Factors in Language Learning Strategy Research: A Systematic Literature Review
This Systematic Literature Review explores the context, internal factors, and external factors that influence the use of Language Learning Strategies (LLS) in English as a foreign language (EFL) learners. This study aims to: (1) identify EFL learner contexts that have been studied in previous LLS research, and (2) analyze the internal and external factors that influence LLS use by EFL learners in various contexts. A total of 32 empirical articles published between 2021 and 2025 were analyzed using the Systematic Literature Review procedure guided by PRISMA 2020, which includes the stages of identification, screening, eligibility, and inclusion. The literature search was conducted in the Scopus and ERIC databases using a combination of keywords related to language learning strategies, learner contexts, influencing factors, and English language learning. Inclusion criteria included empirical journal articles in English, published between 2021 and 2025, focusing on EFL learners and referring to the Oxford (1990) taxonomy. The analysis revealed variations in learner contexts across five key dimensions: culture, social, educational, identity, and learning environment. The results showed that the majority of research conducted in that year focused on young university students (N=25), in face-to-face learning (N=26), located in Asia or the Middle East. Furthermore, internal factors such as motivation (N=10), language proficiency (N=7), and learning autonomy (N=6) were more influential than external factors such as strategy training (N=6) and academic context (N=4). These findings highlight the importance of extending research to learners at lower levels of education, with more diverse cultural backgrounds, and in online or hybrid learning models, to develop more inclusive and context-appropriate language learning strategies
Analisis Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka dalam Membentuk Karakter Gotong Royong Pada Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka yang berkontribusi terhadap pembentukan karakter gotong royong siswa Sekolah Dasar. Penanaman nilai karakter merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar, terutama dalam membentuk pribadi siswa yang berintegritas dan memiliki semangat kebersamaan. Kurikulum Merdeka yang diterapkan di Indonesia menekankan pada penguatan Profil Pelajar Pancasila, salah satunya adalah dimensi gotong royong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian lima adalah siswa SD Negeri 2 Kemangkon Purbalingga, seorang guru, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter gotong royong dapat terbentuk melalui berbagai kegiatan intrakurikuler dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang menekankan pada kerja sama, tanggung jawab bersama, dan saling tolong menolong. Selain itu, keterlibatan guru dalam membimbing dan memberi keteladanan sangat berperan dalam menumbuhkan nilai gotong royong di lingkungan sekolah. Kendati demikian, masih terdapat tantangan dalam konsistensi pelaksanaan kegiatan dan pemahaman menyeluruh dari seluruh pihak terkait. Secara keseluruhan, Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang besar bagi penguatan karakter gotong royong, namun perlu strategi implementasi yang lebih terarah dan kolaboratif untuk mencapai hasil yang optimal
Penggunaan Media Digital Sebagai Alat Komunikasi Instruksional dalam Pembelajaran Bahasa Jerman
Penggunaan media digital dalam pendidikan mengalami perkembangan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Dalam pembelajaran bahasa asing, termasuk Bahasa Jerman, media digital tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi juga menjadi instrumen instruksional yang memudahkan proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media digital sebagai alat komunikasi instruksional dalam pembelajaran Bahasa Jerman. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan mengkaji penelitian-penelitian sebelumnya mengenai efektivitas media digital dalam pembelajaran bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital, seperti aplikasi pembelajaran, video pembelajaran, dan platform kolaboratif, efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, kemampuan komunikasi, dan keterampilan bahasa siswa. Dengan demikian, media digital menjadi alat yang penting dalam mendukung pembelajaran Bahasa Jerman di era digital
Analisis Tingkat Kepuasan Peserta Ujian terhadap Layanan Seleksi Masuk PTKIN Tahun 2024
Penelitian ini menganalisis tingkat kepuasan peserta ujian terhadap layanan seleksi UM-PTKIN dan SPAN-PTKIN tahun 2024. Fokus penelitian adalah mengukur kepuasan peserta serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan melibatkan 50.000 responden yang dipilih secara stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala likert lima poin dan wawancara mendalam untuk memperoleh perspektif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82% responden merasa puas atau sangat puas dengan layanan seleksi, terutama pada aspek kemudahan penggunaan sistem, kejelasan informasi, kualitas layanan panitia, dan fasilitas pendukung. Analisis regresi menunjukkan bahwa kejelasan informasi, kemudahan akses sistem, kualitas layanan panitia, dan fasilitas pendukung adalah determinan utama kepuasan. Namun, kelemahan seperti aksesibilitas sistem selama waktu puncak dan kurangnya efektivitas komunikasi melalui media sosial memerlukan perhatian. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi dan peningkatan kualitas layanan seleksi untuk meningkatkan pengalaman peserta serta memperkuat citra institusi. Rekomendasi strategis meliputi optimalisasi kapasitas sistem, pelatihan panitia, dan peningkatan komunikasi berbasis digital
Tadabbur Alam sebagai Sarana Integrasi Kearifan Lokal Untuk Pengembangan Akhlak dalam Pembelajaran Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah
Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal sebagai sarana pengembangan akhlak siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Terpadu Berkah Palangka Raya. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan guru PAI, siswa, dan kepala madrasah sebagai subjek utama, serta orang tua siswa sebagai informan pendukung. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran dan dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian kearifan lokal, seperti gotong royong, penghormatan terhadap alam, dan toleransi, memperkuat relevansi pembelajaran dengan kehidupan siswa. Kegiatan tadabbur alam menjadi salah satu inovasi yang efektif dalam menghubungkan ajaran agama dengan nilai-nilai budaya setempat. Namun, tantangan seperti minimnya bahan terbuka yang relevan dan kurangnya pelatihan guru memerlukan perhatian. Kesimpulannya, kearifan lokal berperan penting dalam meningkatkan kualitas karakter pendidikan dan melestarikan budaya lokal, yang diharapkan dapat membentuk siswa menjadi individu yang beriman dan berakhlak mulia
Pembentukan Karakter Santri dengan Metode Pemahaman, Pembiasaan, dan Keteladanan di Pondok Pesantren
Pendidikan karakter merupakan upaya strategis dalam membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas metode pemahaman, pembiasaan, dan keteladanan dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Permata Budiharjo Plaosan Magetan. Penelitian kualitatif ini menggunakan observasi, wawancara, dan kajian dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga metode tersebut saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai agama, pembiasaan melalui rutinitas positif, serta keteladanan dari pengajar berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter santri yang religius dan bertanggung jawab. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi pengelola pendidikan dalam mengimplementasikan metode pendidikan karakter
Strategi Optimalisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Untuk Meningkatkan Daya Saing: Studi Kasus di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar
Penjaringan siswa baru merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi efektif dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), dengan fokus pada pelaksanaannya di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data diperoleh dari dokumen presentasi, wawancara dengan panitia PPDB, dan observasi terhadap kegiatan promosi sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti pembentukan panitia khusus PPDB, promosi berbasis media sosial, silaturahmi ke sekolah mitra, dan excellent service memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap sekolah. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi institusi pendidikan untuk meningkatkan efektivitas program PPDB
Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg & Gall. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, angket, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Instrumen yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah instrumen angket analisis kebutuhan guru dan peserta didik, instrumen angket validasi ahli (materi, media, dan desain pembelajaran), instrumen angket uji coba (perorangan, kelompok kecil, dan lapangan). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data uji kelayakan produk dan analisis data uji keefektifan produk dengan uji-t (uji normalitas, uji homogenitas, dan pengujian hipotesis). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Barumun dengan populasi penelitian adalah peserta didik kelas VII dan subjek penelitian sebanyak 29 orang peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Melalui hasil validasi oleh ahli materi pembelajaran diperoleh rata-rata sebesar 91.40% dengan kategori sangat layak, hasil validasi oleh ahli media pembelajaran diperoleh rata-rata sebesar 85.20% dengan kategori sangat layak, hasil validasi oleh ahli desain pembelajaran diperoleh rata-rata sebesar 89% dengan kategori sangat layak. Kemudian hasil uji coba perorangan memperoleh skor rata-rata sebesar 83.74% dengan kategori layak, hasil uji coba kelompok kecil memperoleh skor rata-rata sebesar 88.73% dengan kategori sangat layak, dan hasil uji coba lapangan memperoleh skor rata-rata sebesar 91.21% dengan kategori sangat layak. (2) Melalui hasil percobaan menggunakan media pembelajaran Augmented Reality (AR) pada mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah menengah pertama pada kelas eksperimen memperoleh skor rata-rata sebesar 86.80% sedangkan peserta didik yang belajar menggunakan media PPT Canva pada kelas control memperoleh skor rata-rata 75.68%. Uji hipotesis nilai signifikansi (2- tailed) 0.001 < 0.05 Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelas yang menggunakan media pembelajaran Augmented Reality pada mata pelajaran bahasa Inggris dengan media PPT Canva pada mata pelajaran bahasa Inggris
Analisis Kepemimpinan Kolaboratif dalam Fungsi Pengorganisasian Manajemen Pendidikan Islam: Systematic Literature Review
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis integrasi kepemimpinan kolaboratif dalam fungsi pengorganisasian manajemen pendidikan Islam berdasarkan literatur terkini. Lembaga pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan kompleks yang membutuhkan pendekatan manajerial adaptif, namun terdapat kesenjangan literatur mengenai penerapan kepemimpinan kolaboratif dalam fungsi pengorganisasian pendidikan Islam. Menggunakan metode systematic literature review dengan protokol PRISMA, penelitian ini menganalisis artikel ilmiah pada lima database elektronik (Scopus, Web of Science, ERIC, DOAJ, dan Google Scholar) yang diterbitkan pada tahun 2024-2025. Dari 11.600 artikel yang diidentifikasi, 4 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian mengidentifikasi empat model pengorganisasian berbasis kepemimpinan kolaboratif yang relevan untuk pendidikan Islam: model partisipatif yang menekankan keterlibatan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan; model berbasis teknologi yang berfokus pada integrasi teknologi dan tim lintas fungsi; model integratif yang memadukan prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai Islam; dan model fungsional yang menekankan aspek struktural pengorganisasian. Penelitian ini juga mengungkapkan adanya keselarasan antara prinsip kepemimpinan kolaboratif dengan nilai-nilai Islam seperti syura (musyawarah) dan ta'awun (kerjasama), yang memperkuat relevansinya dalam konteks pendidikan Islam. Meskipun terbatas dalam jumlah artikel dan cakupan geografis, penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan kerangka konseptual integratif yang dapat menjadi landasan transformasi manajemen pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan kontemporer