Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
1371 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-Modul Berbasis TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) Terintegrasi PjBL (Project-Based Learning)
Penelitian ini bertujuan untuk membuat e-modul yang mengintegrasikan TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) dengan PjBL (Project-Based Learning) sebagai media pembelajaran dalam mengajarkan materi jaringan komputer dan internet, menilai kelayakannya untuk kelas X di SMA Negeri 14 Samarinda. Penelitian ini mengadopsi metodologi Research and Development (R&D) berbasis model 4-D, yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Para peserta terdiri dari 181 peserta didik kelas sepuluh, satu guru informatika, satu validator materi, dan tiga validator media. Temuan peneliti menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan mendapat evaluasi kelayakan dari validator pakar materi dan dari tiga validator pakar media, menghasilkan skor rata-rata keseluruhan 114,33, yang tergolong dalam kriteria "Sangat Layak". Setelah penilaian kelayakan, umpan balik dikumpulkan melaui respons dari guru dan peserta didik, menghasilkan skor rata-rata keseluruhan 140,35 dalam kategori "Sangat Baik". Sehingga, dapat disimpulkan bahwa e-modul berbasis TPACK, terintegrasi dengan PjBL dan dirancang menggunakan model 4-D, dikategorikan "Sangat Layak" oleh validator media dan materi dan mendapat respons "Sangat Baik" dari guru dan peserta didik
Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Powtoon dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Spreadsheets di Sekolah Menengah Kejuruan
Penelitian ini memiliki tujuan untuk merancang sekaligus mengevaluasi efektivitas media pembelajaran berbasis PowToon dalam meningkatkan capaian belajar pada mata pelajaran Spreadsheets di SMK Negeri 1 Klaten, khususnya untuk peserta didik kelas X AKL. Metodologi yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) menggunakan pendekatan model ADDIE yang mencakup lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, tes formatif, serta penyebaran angket kepada peserta didik. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas 36 siswa dari kelas X AKL 4 dan 34 siswa dari kelas X AKL 3 yang telah mengikuti pembelajaran mengenai materi spreadsheet. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berbasis PowToon yang dikombinasikan dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar. Hal ini didukung oleh hasil uji-t yang memperlihatkan adanya perbedaan signifikan pada hasil belajar peserta didik yang menggunakan media PowToon, dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional secara luring
Tinjauan Literatur Sistematis: Pengembangan Storybook dalam Pembelajaran Sekolah Dasar (2019-2024)
Literasi menjadi kemampuan penting dalam membangun generasi yang unggul dan adaptif terhadap perubahan zaman. Namun faktanya lapangan menunjukkan kemampuan literasi di Indonesia masih mengandung tantangan yang cukup serius, sehingga baik pemerintah maupun sekolah perlu memberikan dukungan. Untuk mengembangkan kemampuan literasi diperlukan bekal minat baca yang baik dari peserta didik. Untuk itu diperlukan media yang menarik, kontekstual, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Salah satu media membaca yang menarik adalah storybook . Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji studi pengembangan buku cerita pada rentang tahun 2019 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang disusun berdasarkan alur PRISMA (Preferred Reporting Item for Systematic Review and Meta-Analyses) dengan proses pengidentifikasian (identification) , penyaringan (screening) , kelayakan (eligibility) , dan inklusi akhir (included) . Melalui tahapan tersebut sebanyak 107 artikel dieksklusi sehingga menghasilkan sintesis data dari delapan artikel yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan metode R&D yang fokus pada peningkatan kemampuan literasi, minat membaca, nilai-nilai karakter dan keterampilan abad 21. Pengembangan buku cerita masih didominasi media cetak yang memadukan teks, ilustrasi berupa gambar berwarna, aktivitas dan model pembelajaran. Cerita pada buku cerita banyak memuat unsur-unsur budaya lokal, sains, materi pembelajaran, hingga integrasi nilai ketuhanan dan lingkungan. Namun, masih ditemukan berbagai keterbatasan pada pengembangan buku cerita pada aspek konten, desain visual, fitur tambahan dan teknologi dalam diagram fishbone . Melalui kajian kajian literatur sistematis ini dapat ditarik kesimpulan bahwa buku cerita merupakan media pembelajaran yang efektif digunakan dalam pembelajaran Sekolah Dasar, meskipun masih memerlukan penyempurnaan pada penelitian selanjutnya. Penelitian ini memberikan landasan bagi peneliti untuk melakukan pengembangan buku cerita selanjutnya yang lebih inovatif, berdasarkan kebutuhan peserta didik dan mendukung literasi untuk memenuhi tuntutan perkembangan abad 21
Strategi Pencegahan Bullying Berbasis Nilai Akhlak Al-Ghazali di Sekolah Dasar
Bullying di sekolah dasar merupakan masalah serius yang dapat mengganggu perkembangan psikologis dan sosial anak, sehingga diperlukan strategi pencegahan yang efektif berbasis nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pencegahan bullying berbasis akhlak Al-Ghazali yang diterapkan di SD Anugrah Islamic School Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kebijakan sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan berbagai strategi pencegahan bullying, antara lain pembentukan tim anti-bullying, pelibatan perwakilan siswa, sosialisasi rutin, penguatan kegiatan spiritual, pendekatan kekeluargaan, pemasangan CCTV di area sekolah, serta evaluasi berkala. Strategi tersebut mencerminkan nilai akhlak Al-Ghazali, yaitu hikmah (kebijaksanaan), syaja’ah (keberanian), iffah (kesucian), dan ‘adl (keadilan), yang berorientasi pada pembentukan karakter dan penyucian jiwa peserta didik. Kesimpulannya, pencegahan bullying berbasis akhlak Al-Ghazali mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, religius, dan harmonis. Implikasi praktis penelitian ini adalah pentingnya integrasi nilai-nilai akhlak dalam kebijakan sekolah dan program pembinaan karakter untuk menekan kasus bullying sejak dini
Pengembangan E-book Berbasis Kearifan Lokal Budaya Makassar untuk Mendukung Literasi Baca Siswa Sekolah Dasar
Rendahnya literasi baca siswa sekolah dasar serta kurangnya bahan ajar yang mengangkat kearifan lokal mendorong perlunya pengembangan perangkat pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan relevan dengan budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-book interaktif sebagai bahan ajar berbasis kearifan lokal budaya Makassar dan menguji kevalidan, kepraktisan, serta keefektifannya dalam meningkatkan literasi baca siswa kelas V SD. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi sembilan tahap. Produk dikembangkan dalam bentuk e-book digital yang memuat materi berbasis cerita rakyat dan unsur budaya Makassar, disertai elemen interaktif berupa teks, gambar, audio, dan video. Hasil validasi dari ahli materi dan media menunjukkan bahwa e-book tergolong sangat valid dianalisis menggunakan metode Gregory dengan realiabilitas ( ) ≥ 0,77(Borich, 2011). Terlihat rerata skor ≥ 4,00. Uji kepraktisan berdasarkan observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan observer memperoleh skor 1,00, dan respon siswa sebesar 0,93, dengan rerata keseluruhan 0,97 (kategori sangat praktis). bahan ajar ini layak digunakan ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata literasi baca siswa dari 75,83 pada pretest menjadi 93,33 pada posttest dengan nilai g sebesar 0,72. Hasil ini menunjukkan bahwa e-book interaktif berbasis kearifan lokal budaya Makassar layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung peningkatan literasi baca sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran di sekolah dasar
Penggunaan Media Magic Box Interaktif Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar
Di era digital saat ini, penggunaan teknologi menjadi semakin penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Meskipun siswa mungkin tidak menganggap topik Pendidikan Pancasila menarik, namun media magic box interaktif ini memiliki fungsi sebagai alat yang ampuh dalam menarik minat siswa serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penggunaan media Magic Box interaktif berbasis gamifikasi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan subjek 22 siswa kelas IV SDN Bandungrejosari 1 Kota Malang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrumen berbasis skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa yang signifikan. Sebagian besar siswa termasuk kategori “sangat berminat”, serta penggunaan Magic Box dinilai “sangat baik” oleh mayoritas responden. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 70 menjadi 80 setelah penggunaan media. Dengan demikian, Magic Box interaktif berbasis gamifikasi terbukti efektif meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila
Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman (SWOT) Terkait Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik di Sekolah Menengah Atas
Sampah merupakan salah satu masalah besar di Indonesia karena limbah organik dan anorganik selalu dihasilkan dari aktivitas manusia sehari-hari. Sampah dapat berdampak negatif pada lingkungan, kesehatan, bahkan memicu bencana jika tidak dikelola dengan baik. Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kepedulian lingkungan melalui program pengelolaan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan sampah organik dan anorganik di SMA Negeri 1 Bontang dengan menggunakan metode analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT). Fokus penelitian ini adalah menemukan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sehingga dapat dibuat strategi pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi siswa, guru, dan kepala sekolah sebagai data primer. Selain itu, data sekunder berasal dari laporan sekolah dan KLHK. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekolah memiliki kekuatan internal, termasuk status sebagai sekolah Adiwiyata, fasilitas lengkap, dan tenaga pendidik yang sesuai bidangnya. Peluang eksternal lainnya adalah dukungan pendanaan pemerintah dan tingginya kepedulian warga sekolah. Sementara ancaman dari luar sangat kecil, kelemahan seperti lokasi sekolah yang tidak strategis dan keterbatasan sarana penanggulangan banjir masih dapat diminimalkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 1 Bontang berada pada posisi kuadran S-O (agresif), sehingga pendekatan yang paling efektif adalah menggunakan kekuatan internal sekolah untuk mendapatkan peluang dari sumber luar. Studi ini juga menunjukkan SMA Negeri 1 Bontang sebagai model pengelolaan sampah berkelanjutan untuk sekolah lain
Continuance Intention Pengguna MOOC pada Pendidikan Tinggi di Negara Maju dan Berkembang: Tinjauan Sistematis
Tinjauan sistematis ini menelaah tren penelitian dalam beberapa aspek dari 135 riset empiris mengenai fenomena pada continuance intention pengguna MOOCs di pendidikan tinggi yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025. Pemetaan literatur sistematis dilakukan berdasarkan klasifikasi negara sebagai negara maju maupun berkembang. Proses tinjauan meliputi perumusan pertanyaan menggunakan kerangka PICOT, penetapan kriteria inklusi dan eksklusi, strategi pencarian literatur, penilaian kualitas artikel, ekstraksi dan analisis data, serta penyajian temuan secara sistematis dengan kerangka kerja PRISMA. Dari analisa secara deskriptif dan kuantitatif dengan mengacu pada pendekatan analisis sistematik terhadap hasil tinjauan menunjukkan bahwa tren penelitian di negara berkembang terfokus pada tantangan kontekstual dan retensi pengguna, sementara negara maju menekankan teknologi dan pengalaman pengguna. Penelitian MOOC masih bersifat eksploratif dengan banyak variabel unik dan minim studi replikasi. Adanya aspek psikologis, sosial, dan teknologi yang perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan keterlibatan pengguna. Penelitian selanjutnya disarankan menguji integrasi faktor-faktor tersebut dalam model teoritis komprehensif dan memperhatikan aspek sosial serta empati guna mendukung keberlanjutan penggunaan MOOCs dalam pendidikan tinggi
Integrasi Kearifan Lokal Gusjigang dalam Pembelajaran IPS untuk Menumbuhkan Keterampilan Social Entrepreneurship
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi nilai-nilai kearifan lokal Gusjigang ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk menumbuhkan keterampilan social entrepreneurship pada peserta didik di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Gusjigang, yang berasal dari budaya kearifan lokal masyarakat Kudus, mencakup tiga nilai utama: Bagus (akhlak), Ngaji (pembelajaran), dan Dagang (kewirausahaan). Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method concurrent embedded design dengan metode utama studi kasus kualitatif dan survei (angket) kuantitatif sebagai metode pendukung. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap tokoh budaya dan guru IPS, sementara data kuantitatif diperoleh dari angket (survei) yang disebar ke 28 peserta didik menggunakan angket skala Likert. Hasil menunjukkan bahwa integrasi nilai Gusjigang berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter moral, berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) peserta didik. Integrasi ini membentuk model pembelajaran kontekstual yang mampu melokalkan nilai-nilai global dalam pendidikan IPS secara bermakna sesuai budaya kearifan lokal. Temuan ini relevan bagi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan kebijakan pendidikan yang mendorong integrasi nilai-nilai lokal dalam sistem pendidikan formal
Project Based Game Learning Effectiveness In 21st Century Classrooms: A Literature Review
21st century education demands a learning model that can foster critical thinking, creativity, collaboration and communication skills. One of the emerging models to answer this challenge is Project-Based Game Learning (PjGBL), which integrates a project-based approach with elements of educational games. This study aims to examine the application of PjGBL through the Systematic Literature Review (SLR) method on 13 selected articles in the range of 2020-2024. Articles were analyzed based on research subjects, education levels, subjects, learner characteristics, focus of learning outcomes, and approaches used. The review results show that PjGBL is most commonly applied at the higher education level (S1), especially in Mathematics and Science subjects, and is dominantly applied to students with visual kinesthetic characteristics. The focus of the most frequently developed outcomes are critical thinking (7 articles), collaboration and creativity (5 articles). In terms of approach, constructivism is the most dominant approach because it is aligned with the principles of active and participatory learning. This model is also most effective in middle grades with between 30 and 60 students. This study illustrates that PjGBL is a potential innovative learning model in supporting the development of 21st century competencies holistically