Didaktika: Jurnal Kependidikan
Not a member yet
    1371 research outputs found

    Kajian Etnopedagogi dalam Nilai Karakter Berbasis Filosofi Tallu Lolona

    Full text link
    Kearifan lokal memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya dan karakter masyarakat, salah satunya filosofi Tallu Lolona dari Toraja yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia (Lolo Tau), tumbuhan (Lolo Tananan), dan hewan (Lolo Patuoan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai karakter berbasis filosofi Tallu Lolona melalui pendekatan etnopedagogi di UPT SDN 1 Makale. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Responden penelitian terdiri atas 4 guru dan 4 siswa, dengan data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter Tallu Lolona telah terintegrasi dalam kehidupan sekolah, baik di dalam kelas maupun kegiatan ekstrakurikuler. Karakter religius tercermin dari kebiasaan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, karakter toleransi dari sikap menghargai perbedaan, kejujuran dari kebiasaan tidak mencontek, disiplin dari kepatuhan pada aturan sekolah, peduli lingkungan melalui kegiatan menjaga kebersihan, serta tolong-menolong melalui aksi kasiturusan atau sumbangan bagi warga sekolah yang membutuhkan. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman sebagian siswa terhadap makna filosofi Tallu Lolona dan rendahnya fokus dalam pembelajaran, yang diatasi dengan strategi literasi 15 menit sebelum pelajaran dan pemberian penghargaan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam pendidikan formal. Filosofi Tallu Lolona tidak hanya memperkuat identitas budaya Toraja, tetapi juga membekali siswa dengan karakter yang relevan untuk menghadapi tantangan globalisasi

    An Analysis of Self-regulated Learning in Student Speaking Skill

    Full text link
    Self-regulated learning (SRL) refers to the process by which individuals take control of their own learning. self regulated learning involves forethought phase, performance/ volitional control and self reflection. determining the planning stage in learning speaking, monitoring the process of learning speaking and evaluating what else needs to be improved in speaking. The aims of this study is to analyze how students regulate themselves in speaking learning. Digging deeper into how self-regulated is applied in students and what strategies they do. This study used qualitative methods and Semi-structured interviews by asking 10 vocational high school students. Only 10 students were taken because the study used purposive sampling technique, a technique where researchers deliberately select samples based on the objectives to be achieved, obtaining information from students who have relevant speaking learning experience to answer research questions. The data collection is using audio recordings and the data is processed using thematic analysis. After the interview, the results of the students' answers will be described one by one, coding the data, providing data categories, analyzing the data and developing conclusions from all answers. The results showed that students were better at organizing themselves in the forethought phase. Students have appropriate planning strategies for speaking learning. From the results and discussion that have been described, self-regulated learning is very important in students' speaking learning. It is important for teachers to provide training on how to self-regulate in speaking learning. Provide efficient directions and strategies according to each student's ability

    Tinjauan Pustaka: Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pelajaran IPA Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2019 – 2025

    Full text link
    Dalam pembelajaran IPA terutama di jenjang Sekolah Dasar, sering kali siswa kesulitan dalam mencerna materi pembelajaran yang sifatnya abstrak dan belum memanfaatkan media pembelajaran yang sesuai. Integrasi teknologi dalam pengembangan media pembelajaran digital menjadi salah satu strategi penting untuk menjawab tantangan pendidikan di era global. Penelitian ini menggunakan desain berupa Systematic Literature Review terhadap jurnal yang berkaitan dengan pengembangan media pembelajaran interaktif untuk pembelajaran IPA pada tahun 2019-2025, yang diambil dari google scholar, scopus, maupun crossref. Dari 100 jurnal, kemudian dilakukan seleksi dengan alur PRISMA, dan ditetapkan kriteria inklusi, sehingga didapatkan10 artikel yang masuk ke dalam kriteria inklusi yang ditentukan. Hasil dari telaah jurnal ada beberapa jenis media pembelajaran interaktif yang dikembangkan untuk mata pelajaran IPA pada jenjang Sekolah Dasar, seperti VCD interaktif, Articulate Storyline, PowerPoint, Adobe Flash Professional, Canva, dan Google-Sites. Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan, sebagian besar penelitian berfokus pada peningkatan hasil belajar IPA. Namun belum mengkaji dampak media terhadap aspek kognitif dan non kognitif yang lainnya. Sehingga sangat memungkinkan untuk melakukan penelitian dan pengembangan lebih

    Model Problem Based Learning untuk Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar: Systematic Literature Review

    Full text link
    Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar masih menghadapi permasalahaan rendahnya motivasi dan prestasi belajar siswa. model Problem Based Learning (PBL) diusulkan sebagai pendekatan pembelajaran inovatif yang berorientasi pada pemecahan masalah dunia nyata untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan beberapa Langkah utama, yakni identifikasi literatur relevan, seleksi studi berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi, analisis data dari hasil penelitian terdahulu, dan sintesis temuan untuk memperoleh kesimpulan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan konsistensi bukti bahwa penerapan Problem Based Learning (PBL) secara signifikan meningkatkan motivasi belajar dan prestasi akademik siswa. Penelitian ini merekomendasikan Problem Based Learning (PBL) sebagai model pembelajaran yang efektif, inovatif dan layak untuk diimplementasikan secara luas di sekolah dasar

    Evaluasi Program Kursus Daring pada Lembaga Kursus dan Pelatihan di Kemendikdasmen

    Full text link
    Direktorat Kursus dan Pelatihan, Kemendikdasmen mengembangkan program Kursus Daring untuk menghadapi tuntutan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi, serta kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya partisipasi, keterbatasan teknis, dan belum adanya evaluasi menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program Kursus Daring di LKP. Evaluasi ini ditinjau dari empat aspek model CIPP: (1) konteks, dinilai dari analisis kebutuhan, sasaran, dan kebijakan program; (2) masukan, dinilai dari kualitas sistem teknis, kualitas desain instruksional, kompetensi instruktur, kualitas manajemen, kesiapan peserta, serta sarana dan prasarana; (3) proses, dinilai dari kualitas pelaksanaan, penyelesaian masalah, dan sistem pemantauan; (4) hasil, dinilai dari kebermanfaatan program, dan ketercapaian kompetensi peserta. Penelitian ini melibatkan 378 responden yang terdiri dari 74 orang instruktur, 115 orang pengelola, dan 189 peserta kursus dan pelatihan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket, studi dokumentasi, dan wawancara. Instrumen angket divalidasi melalui expert judgement dan validasi konstruk dengan Pearson’s Product Moment, serta diuji dengan teknik Cronbach’s Alpha dengan tingkat reliabilitas sangat baik. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan aspek konteks memperoleh persentase rata-rata sebesar 93,51% yang termasuk dalam kategori baik, aspek masukan memperoleh nilai persentase rata-rata sebesar 87,77% yang termasuk dalam kategori baik, aspek proses memperoleh persentase rata rata sebesar 81,41% yang termasuk dalam kategori baik, dan aspek hasil memperoleh persentase rata rata sebesar 78,05% yang termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan agar program Kursus Daring dilanjutkan dengan sejumlah perbaikan terutama dalam aspek sarana dan prasarana, sistem pemantauan, dan ketercapaian kompetensi peserta yang memperoleh nilai rendah. Perbaikan dapat dilakukan dengan penyusunan regulasi dan kebijakan yang komprehensif, serta pemantauan program yang sistematis. Selain itu, perlu bermitra dengan industri untuk penyediaan akses internet dan alat praktik mandiri, serta sertifikasi kompetensi sebagai penjamin mutu lulusan yang terstandar

    Pengaruh Beban Kerja Guru dan Kompetensi Guru terhadap Kinerja Guru di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

    Full text link
    Pendidikan merupakan dasar untuk pembangunan suatu bangsa. Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia terutama guru. Guru merupakan jembatan ilmu bagi peserta didik. Oleh karena itu, kinerja guru yang maksimal sangat diperlukan di satuan pendidikan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui beban kerja guru dan kompetensi guru terhadap kinerja guru. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner model skala Likert dan observasi. Analisis data ini menggunakan analisis deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini adalah (1) beban kerja guru berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja guru dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 6,386 > 2,020. (2) kompetensi guru secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 11,911 > 2,020. (3) Secara simultan beban kerja guru dan kompetensi guru berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai f hitung 70,142 > 3,2

    Upaya Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Melalui Media Roda Baca dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meingkatkan kemampuan membaca permulaan siswa melalui pendekatan tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Fokus utama penelitian adalah pada empat aspek kemampuan membaca, yaitu, menyebutkan huruf-huruf abjad, membedakan huruf vokal dan konsonan, membaca suku kata, dan membaca kalimat sederhana. Subjek dalam penelitian ini adalah 24 siswa yang diamati kemajuannya selama pelaksanaan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil Siklus I menunjukkan bahwa rata-rata nilai untuk setiap aspek membaca masih tergolong sedang, dengan tingkat ketuntasan hanya mencapai 62,5%. Berdasarkan temuan tersebut, dilakukan perbaikan pada strategi pembelajaran, antara lain penggunaan media pembelajaran yang lebih variatif, penerapan metode fonetik, dan pembelajaran kelompok kecil. Hasil Siklus II menunjukkan peningkatan signifikan pada semua aspek membaca, dengan ketuntasan mencapai 83,33%. Peningkatan ini menandakan bahwa tindakan yang dilakukan terbukti efektif dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan membaca dasar. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif dalam pembelajaran, dan rasa percaya diri saat membaca di depan kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis tindakan kelas dengan pendekatan fonetik dan kontekstual dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa sekolah dasar

    Bridging Heritage and Modernization: Contextual Project-Based Learning for Indonesian Papuan Student Identity Formation

    Full text link
    This study examines the implementation and impact of the Papuan Cultural Studies and Modernization (PBPM) contextual project-based learning model at Sekolah Anak Indonesia (SAI), a boarding school serving indigenous Papuan students. The background of this research is Papua’s low Human Development Index, largely due to educational disparities and culturally unresponsive curricula. This study aims to analyze PBPM’s implementation, its effects on regional identity, motivation, and student engagement, as well as key enabling and inhibiting factors. A qualitative case study design was used, with purposive sampling involving 32 students, 10 teachers, and 4 foundation structural members. Data collection involved semi-structured interviews, observations conducted in classrooms, and analysis of relevant documents, which were then examined using thematic analysis. The findings reveal that institutional support, curriculum flexibility, and community involvement are critical to PBPM’s success. The model strengthens students’ cultural identity, motivation, and practical skills, but faces challenges such as a shortage of culturally sensitive teachers, language barriers, and limited resources. PBPM offers an innovative framework that can be adapted to other indigenous educational contexts, with future research prospects including the development of bilingual instruction and alumni tracking. &nbsp

    Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Berdasarkan Bakat Visual dan Numerik pada Mata Kuliah Matematika Diskrit

    Full text link
    Mahasiswa Gen Z cenderung adaptif terhadap pembelajaran kolaboratif dan teknologi interaktif, namun kurang tertarik pada metode konvensional. Penelitian ini mengkaji pengaruh metode pembelajaran kelompok kolaboratif dan kelompok konvensional terhadap prestasi belajar Matematika Diskrit dengan mempertimbangkan bakat visual dan numerik. Subjek penelitian berjumlah 80 mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi, dibagi ke dalam dua kelompok. Hasil uji-t menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok konvensional (t = 13,99; p = 0,0051) dan kelompok kolaboratif (t = 8,04; p = 0,0151). Analisis kovarian (ANAKOVA) menunjukkan metode pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (F = 8,717; p = 0,004), sedangkan pengaruh bakat visual dan numerik tidak signifikan (F = 2,829; p = 0,096). Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi metode pembelajaran memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan prestasi belajar dibandingkan perbedaan bakat awal mahasiswa

    Pemahaman Guru Terhadap Manajemen Supervisi Akademik oleh Kepala Madrasah: Studi Kasus di MAS Al-Zaytun Indonesia

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman guru terhadap manajemen supervisi akademik oleh kepala madrasah di MAS Al-Zaytun Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 15 guru yang terlibat langsung dalam supervisi akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan instrumen pedoman wawancara, lembar observasi, dan format  telaah dokumen. Analisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman komprehensif terhadap: (1) perencanaan berbasis SWOT, regulasi, dan prinsip 5M; (2) pengorganisasian dengan struktur formal dan pembagian tugas jelas; (3) pelaksanaan tiga tahap dan umpan balik konstruktif; serta (4) monitoring dan evaluasi berkelanjutan yang menindaklanjuti temuan dengan pembinaan dan pelatihan. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman guru yang kuat mendorong supervisi akademik yang kolaboratif, reflektif, dan berkelanjutan, sehingga memperkuat budaya mutu dan profesionalisme di madrasah

    1,214

    full texts

    1,371

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Didaktika: Jurnal Kependidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇