IPMAFA Journals (Institut Pesantren Mathali'ul Falah)
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN PARTISIPASI PENDIDIKAN MELALUI PROGRAM KELUARGA HARAPAN
Program Keluarga Harapan (PKH) is a program of conditional aid earmarked for Family Very Poor (KSM) in improving the quality of life through education and health. The government launched PKH aid flows Rp. 950,000.00 - Rp. 3,700,000.00/KSM and followed by counseling and evaluation. This study aims to determine the implementation of the CCT in the District Tayu Pati Regency and the implications of the implementation of the CCT to the participation of children's education PKH aid beneficiaries in the district Tayu Pati regency. This study uses field research is descriptive qualitative. The results showed that PKH in District Tayu Pati regency run in accordance with the targets set by the Central UPPKH. UPPKH District of Tayu participate in the improvement of education of children of KSM by the number of face to face over the number 85%. Such participation has implications for life PKH aid beneficiaries include: the establishment of a responsible society, awareness of the importance of education, increased awareness of higher education and the formation of the educated beneficiaries of PKH.
 
Reduksi Kemiskinan Melalui Sosiopreneurship
Ketika kondisi ekonomi di Indonesia mengalami keterpurukan, adanya kelompok masyarakat yang mengalami situasi kemiskinan hingga tidak berdaya mengatasi kemiskinan mereka sendiri, angka pengangguran tinggi, meningkatnya jumlah kriminalitas di berbagai tempat, maka menjadi kewajiban setiap orang untuk membantu yang lemah. Munculnya sociopreneurship di Indonesia menandai perlu adanya dorongan perubahan sosial dalam masyarakat untuk menghasilkan transformasi bermanfaat yang berkelanjutan. Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia berpeluang besar untuk mengaplikasikan konsep insan kamil, dalam kehidupan kontemporer dapat juga diartikulasikan sebagai sociopreneur. Kehadiran para visioner di bidang wirausaha dan memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama sangat diharapkan untuk dapat memberdayakan potensi-potensi yang dimiliki masyarakat baik di kota maupun desa pada skala sosial ekonomi. Harapannya adalah memberikan jalan keluar agar dapat menguraikan dan mereduksi kemiskinan yang tengah dihadapi masyarakat Indonesia saat ini
PENGUATAN PENDIDIKAN SPIRITUAL INTREPRENEURSHIP DALAM USAHA MENGATASI KEMISKINAN UMAT
Masalah kemiskinan merupakan fenomena sosial kemasyarakatan yang terdapat di berbagai daerah Provinsi, Kabupaten/Kota di Indonesia. Oleh karena itu berbagai upaya penanggulangannya telah dilakukan Pemerintah melalui pelaksanaan berbagai kebijakan pemberdayaan masyarakat yang langsung menyentuh kebutuhan hidup masyarakat miskin. Pendidikan dapat mengubah pola pikir seseorang, dimana melalui pendidikan seseorang memperoleh banyak pengetahuan, ilmu dan informasi yang terus berkembang.
Pendidikan spiritual intrepreneurship menjadi ikhtiyar bagi lembaga pendidikan, baik lembaga formal, non formal dan informal untuk memperkuat mental intrepreneurship bagi peserta didik dan menumbuhkan kembangkan etos kerja, sehingga diharapkan memunculkan kesadaran bahwa untuk menghilangkan kemiskinan harus ditempuh melalui usaha produktif yang dilakukan oleh mereka sendiri
PERLAWANAN AL-QURAN DAN HADIS TERHADAP KEMISKINAN
There is no doubt, that poverty is great danger of the religious beliefs, Especially extreme poverty severe, who were in front of the eyes of rich egoistic people. More worried, if poor people do not have jobs,and rich people do not want to give their hand. That is when the poverty will invite doubt against sunnatullah (provisions god) above this world. And cangive confidence in the injustice in a division of fortune. That is the dangerous of declining of aqeedah that is caused by poverty. As the word of Rasulullah, “almost poverty make people become atheist.”Sayyidina Ali ra said that if the poverty like a men, I will kill them. Al Quran and Hadis give guidance to against poverty, the guidance has two aspects. The guidance from individual as hard work and simple living, and the guidance from social as management zakat productive, charity productive and infaq.Tidak diragukan lagi, bahwa kemiskinan merupakan bahaya besar terhadap kepercayaan agama. Khususnya kemiskinan yang sangat parah, yang berada di hadapan mata orang kaya yang egoistis. Lebih menghawatirkan lagi, jika orang-orang miskin itu tidak menentu pencahariannya, sedangkan pihak orang-orang yang kaya sama sekali tidak mau mengulurkan bantuanya. Di saat itulah kemiskinanan akan mengundang keraguaan terhadap sunnatullah (ketentuan Allah) di atas dunia ini, serta dapat menimbulkan kepercayaan terhadap adanya ketidak adilan dalam pembagian rizki. Itulah bahaya kegoncangan aqidah yang ditimbulkan oleh kemiskinan dan kemlaratan: sebagaimna sabda Rasullah “hampir kemiskinan itu menjadikan seseorang kufur”. Sayyidina Ali ra dalam pernyataan yang mashur mengatakan:” Seandainya kemiskinan itu berwujud seorang laki-laki maka aku akan membunuhnya”. al-Quran dan Hadis memberikan tuntunan dalam melawan kemiskinan, tuntunan ini terdapat dua aspek, Tuntunan yang berasal dari individu meliputi kerja keras, dan hidup sederhana sedangkan tuntunan yang berasal dari sosial kemasyarakatan yakni meliputi pengelolaan zakat produktif sedekah produktif dan infaq. 
BOOK REVIEW FIQH SOSIAL: PARADIGMA PEMBAHARU DUNIA PESANTREN
Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas masyarakatnya beragama IIslam terbesar dunia selain negara Arab Saudi maupun negara Islam lainnya. Tak ayal jika pemerintah arab saudi memberikan porsi yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya perihal rukun Islam yang kelima yakni ibadah HAJI di Baitullah Makkah. Hal tersebut menjadi identitas yang khas tersendiri di agama Islam, meskipun agama-agama lain juga melakukan peribadatan hal serupa, namun tentunya disesuaikan dengan kadar masing-masing agama tersebut. Negara Islam di belahan timur tengah seperti mesir, sudan terkenal akan intelektual keagamaan yang mendalam seperti fiqh, tasawuf dan lain sebagainya.
Perkembangan fiqh pada zaman Kanjeng Rasul berpedoman pada Nash al-Qur’an dan apa yang dicontohkan oleh Kanjeng Rasul, karena beliau pada saat itu masih Sugeng—Hidup. Fiqh pada zaman tersebut masih terarah dan dipandu oleh Nabi Muhammad sehingga ketika terjadi suatu masalah atau peristiwa cepat diselesaikan dan mendapatkan jalan keluar yang diharapkan oleh individu maupun masyarakat pada saat itu juga. Seiring perkembagan zaman hingga munculnya beberapa ulama besar seperti Imam Syafi’i, Imam Hanafi, imam Ghozali, Imam Junaid al-Baghdadi, dan lain sebagainya, mereka merupakan salah satu dari sebagian besar ulama yang muncul seiring berkembangnya zaman pada saat itu
MELACAK PERAN KYAI-SANTRI DALAM POLITIK KEBANGSAAN DI INDONESIA
Political movement of Kyai in combating colonialism, defending the independence, and Ful Filling and maintening is significant. As noted in the history Kyai plays in many levels and historical moment. At least there are 5 phase for the political movement of Kyai, Movement in the revolution era, movement in the Rising and new order era and reformation era. This article aims to analyze the typology of Kyai’s movement in every phase of time done by Kyai. The result show us that in every historical phase Kyai has implemented nation state politic as spirit of his struggle. And in reformation era, Kyai movement focused on practiced politic and much more bring madharat than goodness. So that it’s bring the image of Kyai be negative in front of his community. So that to giving back the function of Kyai as social power in society Kyai should play in the nation state politic, not the politic of interest
Petuah-Petuah Rasulullah –s|alallahu ‘alaihi wa sallam- dalam Pengentasan Kemiskinan
Kemiskinan merupakan salah satu probem utama yang menjerat kehidupan manusia. Kemiskinan selalu menghantui kehidupan individu maupun negara dari masa kemasa. Islam sebagai agama rahmat bagi alam semesta tidak luput memperhatikan pemasalahan kemiskinan. Dalam literatur Islam kita jumpai istilah kefakiran (kemiskinan) mendekati kekufuran.
Rasulullah sebagai utusan yang memiliki jargon rahmat bagi alam semesta sangat memperhatikan problematika umatnya, diantaranya persoalan kemiskinan yang telah mendera umat beliau dari saat beliau masih hidup di tengah-tengah mereka secara langsung. Bahkan beliau sendiri selalu memohan perlindungan kepada Allah dari kemiskinan
KRITIK ARKOUN ATAS EPISTEMOLOGI ISLAM
The root of Arkoun's epistemology of thought, originated from Arkoun's life that grew at the rapid development of science, both socio-humanities and the natural sciences of the Western world. This momentum is not wasted and left to pass without meaning. So it is not strange that in each of his writings thick with nuances of modern Western terms. The objective of the criticism raised by arkoun is to revive the dynamic and modern Islamic thought, to suit the development of various sciences. According to Arkoun, the understanding and exposure of Islamic studies, whether in the stage of introducing theory, creating concepts, or applying its teachings, must be explained using an interdisciplinary approach. Thus, Islamology can always be aligned with other scientific and rational modern sciences. Or in other languages, Arkoun aspires to an amalgamation of the most valuable element of Islamic reason and modern reason
RITUAL MAGI DI PADEPOKAN TJIMANDE TARI KOLOT KEBON DJERUK HILIR (TTKKDH) PONTANG DI DESA KESABILAN
Indonesian society is famous as religious society, which is wealthy about religiousness value more than confronted with culture combination with religion. From this matter, futhermore research held to investigate society phenomenon particular in Banten region which is still thick in the mystical and magi science as soon as many people look at Banten as central practical magi science. Many variation magi science most found on and practicable by magi specialist in the Banten. This research on focus to magi phenomenon in the Persilatan Jtimande in the region Banten beach, Pontang. This research process to do with observation method reside magi ritual with cast about a proof along with inquiry data although field collecting. In this research will we can find out Banten history in the mystical and magi science at mentioned padepokan. This matter not loose from physical a proof when enter a field of study and must have historical base in the reference type as base reference
METODE MEMBACA KITAB KUNING ANTARA SANTRI DAN MAHASISWA
The kitab kuning is not a term because the book is yellow only, but is a book term written by ulama’. The kitab kuning is more familiarly spoken by Indonesian ulama even call it a kitab gundul (without a punctuation), but in academia both in Indonesia and overseas the kitab kuning is more popular as turats. Reading the kitab kuning is the ability that should be owned by every syariat seekers and the da’i candidates. The ability to read the kitab kuning gundul will be very helpful every muslim to explore the arguments of the al-Qur’an and al-Hadits. Santri and college student are science seeker whose success its is waiting by the community. They are trusted as the nation’s next generation who are able to transfer Islamic values. Santri has differences with college student in developing the ability to read the kitab kuning, but does not reduce the substance in understanding the contents of the kitab kuning. The method santri uses wetonan, sorogan, mużākarah and takhdim. While college student are use by qirā’ah, simā’ah, takallum and kitābah