Thejournalish - Social and Government (E-Journal)
Not a member yet
    262 research outputs found

    MODEL PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PROGRAM GANDENG GENDONG DI KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Dalam rangka penanggulangan kemiskinan Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan pemberdayaan masyarakat berbasis “Segoro Amarto” dengan menerapkan Program Gandeng Gendong. Sebelum program tersebut berhasil mengurangi kemiskinan, angka kemiskinan meningkat sebagai dampak pandemi Covid-19. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi Program Gandeng Gendong dalam mengatasi masalah kemiskinan sebagai implikasi dari pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode kualitatif eksploratif. Informan berjumlah 9 orang terdiri dari aktor Pemerintah Kota Yogyakarta dan masyarakat yang tergabung dalam Program Gandeng Gendong. Teknik penentuan informan yang peneliti pakai adalah purposive sampling yang diperkuat dengan snowball sampling yang dimulai dari Wakil Wali Kota Yogyakarta yaitu Drs. Heroe Poerwadi, MA yang merupakan pencetus Program Gandeng Gendong di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak Program Gandeng Gendong sebelum pandemi Covid-19 berhasil menggandeng masyarakat secara bertahap dan pada masa pandemi Covid-19 Program Gandeng Gendong semakin dioptimalkan melalui Forum Gandeng Gendong dan masterplan yang diterapkan di semua kelurahan. Prinsip Program Gandeng Gendong telah menggunakan metode jalan tengah yaitu keseimbangan antara sentralisasi dari Pemerintah Kota Yogyakarta dan gotong royong dari masyarakat Kota Yogyakarta. Meskipun demikian masih perlu perbaikan pada Program Gandeng Gendong, yaitu permasalahan kesadaran/mindset masyarakat yang masih kurang dalam memahami program ini dan permasalahan keberlanjutan dalam menindaklanjuti hasil program tersebut di masyarakat

    State and Nonprofit Organizations Relationship Model in South Korea's Response to the COVID-19 Pandemic

    Get PDF
    At the end of 2019, a new category of infectious virus that had never been identified in humans emerged, namely severe acute respiratory syndrome (SARS-CoV-2) or COVID-19. South Korea emerged as one of the few countries that was applauded for their success measurement in the COVID-19 handling. Many analysts and commentators attributed the success to the relations between South Korea’s government and non-profit organizations relations in the country. This article will discuss the supplement, complement, and adversary models in non-profit organizations and state relations in handling COVID-19 in South Korea. Data were taken by using qualitative research methods with a literature study approach derived from books, journals, government and community reports, media, and regulations. The findings show that there is a multilayered relationship between the three models that equip each other and widely found from the first wave of COVID-19 to the fourth wave

    Analisis Implementasi Kebijakan Promosi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan Dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Melalui Media Online Terhadap Pengetahuan Remaja Di Kota Banda Aceh

    Get PDF
    The Family Population and Family Planning Development Program (Bangga Kencana) is a government program mandated through Law number 52 of 2009 concerning Population and Family Development. The Aceh BKKBN has promoted the Proud Kencana program, however, until now the public's understanding, especially the youth's knowledge of the Proud Kencana program, is still lacking. This study focuses on the implementation of the policy of promoting the Proud Kencana program through online media for adolescents. The theory used in this research is the theory of Van Meter and Horn, about the factors that influence policy implementation. This research is a qualitative research, with high school youth and college students as informants. The results of the study indicate that the indicators of basic measures and the objectives of promotion policies play a role in communicating what the public needs in changing the mindset of young people in planning their future (education, work and married life) increasing awareness and understanding of adolescents about population issues, maturing age at marriage. , reproduction health. The source of this program's online promotion policy is carried out by 7 main staff and assisted by 82 BKKBN employees. Social and political factors influence the Proud Kencana program. Socially, almost all of them have cellphones, they support providing opportunities for the implementation of Proud Kencana online. On the other hand, the understanding of teenagers in Bangga Kenca is still limited, so that the interest and access of teenagers in Bangga Kencana is not maximized. Political conditions support the promotion of Proud Kencana Social, economic, and political environmental conditions greatly affect, if conditions are not conducive it can cause problems from the failure of policy implementation performance. The implementer is in accordance with the applicable implementation SOP because the standard of a policy is measured by the extent of planning to the involvement of various competent parties from the beginning of policy formulation to the policy evaluation stage. Keywords : Banda Aceh, BKKBN Aceh, Proud To be Golden

    IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG PENANGKAL COVID-19 (STUDI PADA KECAMATAN SAKO KOTA PALEMBANG)

    Get PDF
    Corona Virus Disease atau Covid-19 merupakan bencana dunia. Kecamatan di Kota Palembang dengan total Kasus mencapai 633. Mengetahui Implementasi Program Kampung Penangkal Covid-19 di Kecamatan Sako. Metode penelitian yang digunakan kualitatif. Hasil pembahasan penelitian ini yaitu; Pertama, Isi Kebijakan :(1) Kepentingan-Kepentingan yang mempengaruhi indikator ini sudah berjalan dengan baik. (2)Tipe Manfaat indikator ini juga sudah berjalan dengan optimal. (3) Derajat perubahan yang ingin dicapai berjalan dengan baik, terlihat dari banyaknya perubahan yang dirasakan. (4) Letak pengambilan keputusan sudah berjalan dengan baik, terlihat dari pembuatan program ini yang dibuat oleh pemerintah pusat. (5) Pelaksana program indikator ini sudah berjalan dengan baik.(6) Sumber-sumber daya yang digunakan Indikator ini sudah berjalan dengan maksimal terlihat dari para pelaksana yang cukup dan saling bahu membahu.; Kedua, Lingkungan Kebijakan. (1) Kekuasaan, kepentingan-kepentingan dan strategi actor yang terlibat sudah berjalan dengan optimal adanya strategi yang dilakukan oleh pihak pelaksana. (2) Karakter lembaga dan razim yang berkuasa Adanya sikap dan karakter yang baik dari pihak pelaksana (3) Tingkat kepatuhan dan adamya respon dari pelaksana. Kesimpulan mengenai Implementasi Program Kampung Penangkal Covid-19 di Kecamatan Sako sudah berjalan dengan baik dan optimal. Saran peneliti diharapkan bagi Pihak Pemerintah agar selalu melakukan penghimbauan penarapan protokol kesehatan

    COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN DIGITALISASI UMKM PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI WILAYAH BANGKA BELITUNG

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi menjadi peluang bagi bidang ekonomi khususnya pada sektor UMKM untuk bertransformasi menjadi UMKM yang berbasis teknologi informasi atau digitalisasi UMKM. Namun keterampilan dan kemampuan masyarakat dalam penggunaan teknologi informasi menjadi tantangan bagi pelaku UMKM untuk go digital. Permasalahan inilah yang kemudian membuat pemerintah harus bersinergi dan berkolaborasi agar pelaku UMKM dapat terlibat dalam pasar digital sekaligus untuk  menghadapi revolusi indutri 4.0. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses kolaborasi yang dilakukan pemerintah dengan stakeholder lainya dalam meningkatkan keterlibatan pelaku UMKM dalam pasar digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan dekriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh melalui wawancara dan data sekunder yang diperoleh melalui dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menununjukan bahwa proses collaborative governance dalam mendorong perkembangan digitalisasi UMKM di wilayah Bangka Belitung secara umum sudah berjalan dengan maksimal. Hal tersebut ditunjukan oleh hasil kajian analisis penelitian melalui 5 tahapan dalam proses collabortive governance menurut Ansell dan Gash yaitu; tahap dialog atau face to face, membangun kepercayaan,  komitmen terhadap proses, saling memahami, dan program yang dijalankan. Kelima tahapan tersebut sudah dijalankan secara mkasimal, sehingga mendapatkan respon positif dari para pelaku UMKM karena menjadi solusi bagi para pelaku UMKM untuk menjawab tantangan menghadapai era revolusi indutri 4.0. Namun meski demikian masih terdapat kendala yaitu kurangnya kemampuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengunakan internet terlebih bagi kelompok para pelaku UMKM yang usianya sudah tua. Rekomendasi bagi pemerintah untuk terus menguatkan literasi digital kepada masyarakat agar perkembangan teknologi mampu dimanfaatkan oleh masyarkat terutama dalam digitalisasi UMKM menghadapi revolusi indutri 4.

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA PRAIBAKUL

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan uang desa telah berkembang dan untuk mengidentifikasi unsur-unsur yang mendorong dan menghambat partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang bersumber dari observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendeskripsikan peristiwa yang terjadi di Desa Praibakul, khususnya pelibatan masyarakat dalam pengelolaan dana desa. Kehadiran masyarakat dalam forum musyawarah desa menunjukkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan keuangan desa, sesuai dengan temuan penelitian. Dalam musyawarah desa, pemerintah desa menerima semua saran masyarakat untuk pengembangan rencana tersebut. Peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan desa. Masyarakat terwakili dalam tim pelaksana dan pengembangan desa. Keterlibatan masyarakat dalam akuntabilitas pengelolaan dana desa, baik secara teknis maupun administratif Dalam contoh ini, dewan desa telah mengeluarkan program yang mengharuskan desa mengadakan pertemuan rutin untuk membahas program-program yang terkait dengan pengembangan dan pengelolaan dana desa. Kegiatan masyarakat selalu memberikan kontribusi atas partisipasinya dalam pengelolaan dana desa, dan diadakan pertemuan-pertemuan untuk mengkaji setiap anggaran dan bentuk pengelolaan dana desa itu sendiri, sebagai bukti partisipasi masyarakat dalam pengawasan dana desa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam perencanaan dana desa di Desa Praibakul dibuktikan dengan antusiasnya partisipasi masyarakat dalam musyawarah desa, bahwa partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan dana desa di Desa Praibakul dicapai melalui partisipasi dalam pelaksanaan desa dan tim pembangunan, dan bahwa partisipasi masyarakat dalam pertanggungjawaban Dana Desa baik secara teknis maupun administratif, serta peran serta masyarakat dalam pengawasan berjalan dengan baik

    The Implementation Of Critical Educational Program In Improving The Knowledge And Skills For Women In Central Java

    Get PDF
    Issues that will be researched are to know the success and the ability of trainees of critical educational programs in terms of awareness and independence. The formulation of the problem can be determined as follows:  how the implementation of critical education in improving the knowledge and skills for women in Central Java. how the impact of the implementation of critical educational programs towards the awareness of women in Central Java Province. The implementation of critical education in improving the knowledge and skills for women in Central Java is by doing some teaching materials that suit the needs of the trainees, while the material is given on an ongoing basis and is based on the strategic issues that exist, then combined according to their needs, the material given such as workshop planning, assessment and organizing groups, gender training, gender awareness training, workshop planning of the establishment of women service center, training of social analysis, training of cadres/volunteers, advocacy training, training of community organizing, civic education training, management organizations training (community organizations), local resource management training, micro-enterprise management training, household economic management training, management training of Women Financial Institutions (LKP), and institutional strengthening of LKP

    Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Kompetensi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana Di Kabupaten Aceh Besar

    Get PDF
    Abstract:  The performance of Family Planning Extension Workers (PKB) has not been able to provide maximum service to family planning participants in Aceh District to obtain information and various services related to family planning, especially in Aceh Besar District.The purpose of this research isanalyze the influence of education and competency training and work motivation simultaneously or partially on the performance quality of Family Planning Extension Workers in Aceh Besar District.The population in the study were 61 people. In this study the entire population was sampled.The research results show thatjointly prove that competency education and training and work motivation jointly have an influence on improving the quality of PKB performance in Aceh Besar District, this is evidenced by the Fcount value of 50.242 and Ftable of 3.155 thus Fcount > Ftable, so the alternative hypothesis (Ha) which was proposed to get the results accepted and rejected the null hypothesis (Ho). While the partial results of the research on competency education and training have had an impact on improving the quality of PKB performance in Aceh Besar District, in this case the tcount is 3.679, so that the hypothesis (Ha) that has been proposed is accepted and rejects the null hypothesis (Ho). Then for the work motivation variable it also has an impact on improving the quality of PKB performance in Aceh Besar District.     &nbsp

    KENDALA DALAM PENYEDERHANAAN BIROKRASI DI PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu wilayah yang menjadi barometer pelayanan publik memandang bahwa visi Gubernur DIY yang digambarkan dalam lima kemuliaan, untuk kemuliaan martabat manusia Yogja sebagai sebuah pedoman. Dalam pelaksanaan penyederhanaan birokrasi dimungkinkan adanya kendala yang dihadapi Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kendala ini dimungkinkan terjadi karena adanya adaptasi dan transisi dari kebijakan lama ke kebijakan baru yang belum ada pada era sebelumnya. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Penulis ingin membahas tentang kendala dalam pelaksanaan penyederhanaan birokrasi di Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Riset ini diselenggarakan di kantor Biro Organisasi Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu Aparatur Sipil Negara yang Organisasi Perangkat Daerahnya mengalami penyederhanaan birokrasi di tingkat Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian mengemukakan bahwa pertama, ialah adaptasi yaitu sebuah proses penyesuaian diri Organisasi Perangkat Daerah beserta sumber daya manusia dengan tugas baru terutama dalam mendistribusikan tugas kantor kepada para staf. Kedua, budaya kerja ini sebenarnya muncul pada individu sumber daya manusia. Aparatur Sipil Negara masih bekerja dengan gaya dan ritme sebagai pejabat eselon IV yang disandang sebelumnya. Ketiga, budaya lokal ialah pengaruh lingkungan sekitar atau institusi lokal yang sudah lama masuk kedalam sendi-sendi birokrasi. Hal-hal baru yang masuk kedalam lingkungan birokrasi harus beralkulturasi dengan budaya setempat supaya dapat diterima oleh semua pihak

    IMPLEMENTASI PROGRAM MANAJEMEN TALENTA DI PT PLN (PERSERO) INDUK PEMBANGUNAN SUMATERA BAGIAN SELATAN

    Get PDF
    Manajemen Talenta sangat penting di lingkungan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Manajemen Talenta dalam organisasi tidak hanya untuk menarik orang-orang terbaik dari industri yang bersangkutan tetapi juga merupakan proses berkelanjutan yang melibatkan pencarian sumber, perekrutan, pengembangan, penahanan dan mempromosikan karyawan berbakat tersebut untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menerapkan program Manajemen Talenta yaitu PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan memalui surat Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor : 387.K/DIR/2008 tentang Sistem Pembinaan Kompetensi dan Karir Pegawai. Pelaksanaan program Manajemen Talenta di PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan belum berjalan dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori manajemen talenta General Elektik melalui empat dimensi yaitu Attract, Develop, Manage, dan Retain. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu yaitu latar belakang pendidikan pegawai, grade pegawai, kriteria talenta, hasil penilaian pegawai, dan pengalaman atau riwayat jabatan pegawai. Terdapat beberapa kekurangan dalam penempatan pegawai melalui program manajemen talenta yaitu masih banyak yang belum sesuai dan masih terdapat beberapa jabatan yang belum terisi. Hal ini disebabkan karena beberapa pegawai di PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan belum mempunyai syarat kompetensi dan kemampuan yang cukup

    256

    full texts

    262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Thejournalish - Social and Government (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇