Thejournalish - Social and Government (E-Journal)
Not a member yet
    262 research outputs found

    Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Instansi Pemerintah Kota Yogyakarta

    Get PDF
    Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pemerintah Kota Yogyakarta telah berupaya untuk melindungi hak asasi setiap manusia terutama yang bukan perokok untuk dapat menghirup udara segar dan bersih atau bebas dari asap rokok, serta dalam upaya menyelamatkan generasi muda bangsa dari resiko kematian di usia muda akibat merokok, dengan membuat kebijakan kawasan tanpa rokok yaitu Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017. Namun setelah peraturan tersebut berjalan masih banyak terdapat pelanggaran terhadap kawasan tanpa rokok tersebut, bahkan banyak yang terjadinya di lingkungan instansi Pemerintah Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok di lingkungan instansi Pemerintah Kota Yogyakarta, faktor-faktor yang menjadi penghambat, serta merumuskan strategi untuk mengatasi hambatan dan mengoptimalkan implementasi kawasan tanpa rokok, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Edward III. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok di lingkungan instansi Pemerintah Kota Yogyakarta masih belum maksimal karena masih terdapat 4 (empat) faktor penghambat yaitu (1) komunikasi yang belum optimal, (2) disiplin para kelompok sasaran yang masih rendah, (3) intensitas pengawasan yang masih rendah, dan (4) fasilitas tempat khusus merokok dan sarana mobilitas yang masih minim. Dari faktor-faktor tersebut, peneliti telah berhasil merumuskan 2 (dua) strategi untuk mengatasi hambatan dan mengoptimalkan implementasi yaitu (1) meningkatkan pengawasan melalui penambahan jumlah personil, pengadaan sarana mobilitas berupa kendaraan dan penggunaan CCTV di setiap instansi untuk mengawasi kawasan tanpa rokok secara intensif. (2) menyediakan fasilitas berupa tempat khusus merokok di setiap instansi agar para pegawai yang merokok dapat memenuhi kebutuhan merokoknya tanpa melanggar kawasan tanpa rokok

    THE ENVIRONMENTAL DAMAGE CAUSED BY THE WASTE PROBLEM IN THE BATANGHARI JAMBI RIVER AFFECT ECONOMIC SUSTAINABILITY?

    Get PDF
    This Batang Hari River has an essential role in the Jambi people's lives. Besides the river as a source of public search, the Batang Hari River is also used for the people's daily activities. Uncontrollable garbage dumps due to human activity will impact the beauty of the region, the emergence of the smell of waste decay, air pollution due to the burning of garbage that disrupts public health and becomes a source of disease for human health. There is a habit of people making rivers as a place of garbage dump into waterways. This research aims to study the factors affecting the behavior of people in removing garbage by ethnographic methods. Research with ethnographic approaches in the form of data collection and information through observing the situation that became the object of Research and combining with documentation serving. Research results showing a lack of public understanding of the consequences that can be caused by garbage, lack of government costs to provide/strive for proper waste management and qualify. Therefore, if not handled correctly, it will cause impacts such as water pollution, air, and soil resulting in the source of disease. There is also the relationship between knowledge, education, income, and attitude that affects people's behavior throwing waste

    KEBIJAKAN PELAYANAN PELAYANAN SURAT KETERANGAN TIDAK MAMPU BAGI WARGA NON KMS DI KELURAHAN BRONTOKUSUMAN KEMANTREN MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Pelayanan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Kota Yogyakarta termasuk di Kelurahan Brontokusuman diatur dengan ketentuan Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta. Pelayanan SKTM berkaitan dengan permasalahan ketidakmampuan warga dalam pembiayaan diantaranya biaya pendidikan (sekolah/kuliah) dan biaya kesehatan (berobat di rumah sakit). Surat Edaran mengatur ketentuan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta termasuk didalamnya unit pelayanan di Kelurahan Brontokusuman tidak menerbitkan SKTM kecuali bagi warga yang memiliki KMS. Data pelayanan menunjukkan pemohon SKTM dari masyarakat non KMS. Penelitian ini bertujuan mengetahui kebijakan pelayanan SKTM bagi warga non KMS di Kelurahan Brontokusuman Kota Yogyakarta. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan informan Perangkat Kelurahan, Ketua RT, Ketua RW dan masyarakat pemohon. Informan dipilih dengan teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan Kelurahan Brontokusuman memiliki lima kebijakan pelayanan SKTM untuk warga non KMS yaitu: 1) pengesahan SKTM dengan syarat lampiran pernyataan, 2) perubahan penamaan pelayanan, 3) berbasis kewilayahan 4) pemberian fasilitas, dan 5) proses berjenjang dan prosedural. Kebijakan pelayanan untuk melindungi (proteksi) dan distribusi (penyaluran) akses pendidikan atau akses kesehatan kepada warga yang tidak mampu di luar KMS

    PENERAPAN COMMUNITY BASED TOURISM DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT

    No full text
    Pariwisata yang memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk mengontrol dan terlibat dalam manajemen dan pembangunan pariwisata merupakan konsep Community Based Tourism (CBT). Dilatarbelakangi dari melihat sebuah objek wisata baru dengan konsep desa wisata yang unik, yaitu Desa Wisata Kebon Ayu. Desa wisata tersebut berada di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Kuliner khas tradisional hasil pertanian, keindahan alam pedesaannya, hingga agrowisata petik buah merupakan ikon utama dari desa wisata ini. Desa Wisata Kebon Ayu masuk dalam kategori desa wisata berpotensi yang masyarakatnya memiliki antusias tinggi dalam mengelola daya tarik wisata yang ada di dalamnya. Pengelolaan Desa Wisata Kebon Ayu banyak melibatkan peran dari masyarakat lokal. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan CBT dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan sebagai upaya pemberdayaan social ekonomi masyarakat di Desa Wisata Kebon Ayu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBT dari aspek ekonomi dan social pada Desa Wisata Kebon Ayu memberikan manfaat dan dampak positif, seperti terciptanya lapangan pekerjaan, adanya pendapatan baru bagi masyarakat, peningkatan kualitas hidup, peningkatan kebanggaan pada komunitas, dan kesediaan serta kesetiaan masyarakat untuk terlibat dalam tiap kegiatan di Desa Wisata Kebon Ayu sehingga pengembangan Desa Wisata dapat berkelanjutan

    Implementasi Transparansi Publik di Biro Umum Humas dan Protokol Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta

    Get PDF
    Era reformasi membawa perubahan pada posisi tawar masyarakat dihadapan negara. Dulu masyarakat merupakan obyek pembangunan dan kini menjadi subyek pembangunan. Perubahan posisi tersebut mengilhami lahirnya istilah transparansi publik. Di era keterbukaan informasi publik seperti saat ini pertanggungjawaban menjadi point penting yang dinginkan oleh setiap elemen masyarakat. Tuntutan masyarakat kepada pemerintah untuk terbuka menjadi tuntutan wajib yang harus diikuti dan bukan hanya gertak sambal belaka. Penulis ingin melihat media komunikasi yang dipergunakan oleh Biro Umum, Humas dan Protokol Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka mewujudkan transparansi publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Penelitian eksplorasi hanya sebatas mengeksplorasi pertanyaan penelitian dan tidak bermaksud untuk menawarkan solusi akhir dan konklusif untuk masalah yang ada. Hasil penelitian mengemukakan bahwa pertama, transparansi publik yang dilaksanakan oleh Biro Umum, Humas dan Protokol Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan melalui media sosial yang dikelola biro. Kedua, media informasi yang digunakan meliputi pertama, Sengguh. Kedua, Sisminkada, Ketiga, Instagram. Keempat, You Tube. Kelima, Website biro UHP. Keenam, website Pemda DIY. Ketujuh, Facebook. Kedelapan, Twitter

    PELAKSANAAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN BENCANA DI KALURAHAN SRIMARTANI, PIYUNGAN, BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembangunan berwawasan bencana di Kalurahan Srimartani dan untuk mengetahui 4 fungsi dasar manajemen yang meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Untuk menemukan kendala yang dihadapi pada pelaksanaan pembangunan berwawasan bencana di Kalurahan Srimartani. Metode Penelitian yang digunakan: Deskriptif Kualitatif dengan Obyek Penelitian pelaksanaan pembangunan berwawasan bencana di kalurahan srimartani, kapanewon piyungan, kabupaten bantul, daerah istimewah yogyakarta. Subjek Penelitian pemerintah desa, FPRB, dan masyarakat. Teknik Pengumpulan Data, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis Data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pelaksanaan pembangunan berwawasan bencana sudah di laksanakan namun belum berjalan secara maksimal dapat di lihat dari empat hal yaitu;1) Perencanaan, proses dan mekanisme menyusun perencanaan sudah di laksanakan dengan menjaring aspirasi masyarakat melalui musyawarah dusun (musrembangdus) yang dilaksanakan satu kali dalam satu bulan lebih tepatya 35 hari. 2) Pengorganisasian sudah dilaksanakan dengan adanya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), yang di bentuk oleh pemerintah desa dengan tujuan untuk memberi informasi, perlindungan dan pendidikan kepada masyarakat terhadap ancaman bencana. 3) Pelaksanaan dapat dilihat dari tiga hal yaitu; pelaksanaan penanggulangan bencana, partisipasi masyarakat dan lumbung sosial. 4) Pengawasan sudah di lakukan oleh pemerintah desa melalui keterlibatan secara langsung dalam kegiatan-kegiatan dan pada pelaksanaan penanggulangan bencana. 5) Kendala, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan penanggulangan bencana yaitu; kondisi geografis yang rawan akan bencana alam, (gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor, pohon tumbang), terbatasnya anggaran dari kabupaten dan kendala lainnya

    EVALUASI KEBIJAKAN PPKM DARURAT COVID-19 DALAM PERSPEKTIF LHKP PP MUHAMMADIYAH

    Get PDF
    Pemerintah pada masa pandemi sudah mengalami beberapa perubahan kebijakan. Diawali kebijakan social distancing, PSBB, PPKM Mikro, hingga PPKM Darurat. Kebijakan PPKM Darurat menuai berbagai pro dan kontra. LHKP dalam hal ini merupakan lembaga di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mempunyai fokus kerja di kebijakan publik ikut meresponnya. Penelitian ini akan mengkaji tentang evaluasi kebijakan PPKM Darurat Covid-19 dalam perspektif LHKP PP Muhammadiyah. Tujuannya untuk mengetahui, menganalisis evaluasi kebijakan PPKM Darurat dalam perspektif LHKP PP Muhammadiyah dan memberikan rekomendasi kebijakan yang akan diterapkan kedepannya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Efektiftivitas kebijakan PPKM Darurat ini dinilai efektif, (2) Efisiensi dalam indikator ini dinilai tidak efisien. Hal ini dilihat dari lima faktor yang mempengaruhi; manusia, dana, metode, sarana dan prasarana, serta mesin, (3) Kecukupan kebijakan PPKM Darurat ini dinilai cukup, (4) Perataan kebijakan PPKM Darurat nasional dalam perspektif LHKP dinilai belum merata dalam penerapannya, (5) Responsifitas kebijakan PPKM Darurat dinilai tidak responsif, terakhir (6) Ketepatan kebijakan dinilai sudah tepat. Pemerintah dalam kebijakan PPKM Darurat belum bersungguh-sungguh menjalankan peraturan dan respon pemerintah pun agak lambat

    Studi Implementasi Feeder Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang

    Get PDF
    Masalah klasik perkotaan seperti kemacetan, polusi yang tinggi menjadikan solusi angkutan massal berkelanjutan yang baik menjadi sesuatu yang harus segera diwujudkan. Kota Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia merealisasikan angkutan massal perkotaan dalam bentuk Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang sejak tahun 2009, lalu tahun 2019 meluncurkan feeder BRT sebagai bentuk optimalisasi BRT jalur utama. Realitas pelaksanaan feeder masih banyak ditemui masalah diantaranya okupansi penumpang feeder minim, masalah dengan pihak ketiga, dan beberapa masalah teknis seperti kualitas pelayanan serta keamanan, kenyamanan penumpang. Masih adanya masalah yang menyelimuti pelaksanaan feeder BRT ini menjadi menarik untuk di lakukan kajian lebih lanjut. Dengan menggunakan metode kualitatif, pendekatan studi kasus dan teori implementasi kebijakan Van Meter & Van Horn, penulis akan mengkaji bagaimana proses implementasi feeder dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian ini mengungkapkan proses implementasi feeder bisa dikatakan berjalan dengan dengan baik dalam hal komunikasi dengan kelompok kepentingan yang terdampak. Sedangkan implementasi belum optimal, dikarenakan kurangnya sosialisasi masif kepada masyarakat dan adanya pandemi Covid-19 setelah feeder ini launching

    Analisis Terhadap Kampanye Persuasif Zero Waste Indonesia Terhadap Pemahaman Ideologis Komunitas #Tukar Baju di Instagram

    Get PDF
    Abstract The #TukarBaju campaign is a social movement initiated by the Zero Waste Indonesia community to invite Indonesian society to care about the fashion industry waste threatens the environment and contributes greatly to global warming. Through a questionnaire distributed to 100 respondents, this paper aims to analyze the communication effectiveness of Zero Waste Indonesia through the #Tukar Baju campaign program that impacted @tukarbaju_ followers’ behaviour. This study uses an argumentative qualitative method based on the campaign perspective in persuasive communication by Robert M. Parloff (2003) and elements of persuasive advocacy communication from Charles Larson (2009. The result shows that respondents of the #TukarBaju campaign already know the purpose of the campaign and accept it as their way of life that can be implemented in their daily lives as their concrete contribution to maintaining the sustainability of the earth and environment.   Keywords: textile waste, community, campaign, effective communication   Abstrak Kampanye #TukarBaju adalah sebuah gerakan sosial yang diinisiasi oleh komunitas Zero Waste Indonesia untuk mengajak masyarakat Indonesia peduli terhadap limbah industri fesyen yang mengancam lingkungan ini, yang memberikan kontribusi besar terhadap pemanasan global. Melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 orang responden pengikut akun Instagram Zero Waste Indonesia, tulisan ini bertujuan untuk dapat menganalisis bagaimana komunikasi yang efektif yang dilakukan oleh Zero Waste Indonesia melalui program kampanye #TukarBaju memberikan adanya perubahan perilaku dari para pengikut @tukarbaju_. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif argumentatif dengan berlandaskan pada perspektif kampanye di dalam komunikasi persuasif Robert M Parloff (2003) dan elemen-elemen wajah komunikasi persuasif advokasi dari Charles U Larson (2009) dengan metode pengumpulan data berbasis data sekunder dan primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang telah mengetahui tujuan dari kampanye #TukarBaju, dapat menerima gagasan ini sebagai suatu cara hidup yang dapat diimplementasikan dalam keseharian hidup sehingga dapat berkontribusi konkret dalam menjaga keberlangsungan bumi dan lingkungan. Kata kunci: limbah tekstil, komunitas, kampanye, komunikasi efektif

    The Impact of COVID-19 Pandemic on Educational Activities in Obafemi Awolowo University Ile-Ife Nigeria

    Get PDF
    This paper examines the impact of the COVID-19 pandemic on educational activities in the Obafemi Awolowo University (OAU) community during and after the lockdown era. The pandemic affected almost all the facets of life including the educational sector. Though, the school closure during the lockdown is intended to control the spread of the virus but had widespread socio-economic impacts. Primary and secondary data were used for the study. The study revealed that the COVID-19 pandemic is a major factor of disruption in academic calendar this was as a result of the world being faced with the COVID-19 pandemic, which has held the economy at ransom not exempting the educational sector. Hence, the study conclude that the during COVID-19, educational activities in OAU was faced with many challenges as in other higher institution in Nigeria, such as school closure, loss of academic session, poor learning and limited social ties. The study recommended among others; government and the institution`s management should be proactive in ameliorating the negative impact identified in this study and develop measure to improve educational activities. &nbsp

    256

    full texts

    262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Thejournalish - Social and Government (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇