Thejournalish - Social and Government (E-Journal)
Not a member yet
262 research outputs found
Sort by
Konstruk Green Skills dalam pengembangan Teori KAP
Kebutuhan akan konsep teoritis dan konstruksi empiris keterampilan hijau dalam pengembangan pendidikan berkelanjutan sebagai upaya untuk menjaga lingkungan diharapkan dapat menghasilkan strategi baru dalam konteks pendidikan dan pelatihan dalam pendidikan vokasional. Studi ini dilakukan menggunakan teknik diskusi kelompok terfokus (FGD) yang bertujuan untuk mendapatkan kesepakatan para ahli tentang isi pengetahuan dan praktik yang akan dimasukkan dalam Konstruksi Keterampilan Hijau. Selama FGD, diberikan dua pernyataan tertutup dan pertanyaan terbuka. Pernyataan tertutup dianalisis menggunakan rumus Aiken. Temuan menunjukkan bahwa dari tujuh indikator konstruksi, empat indikator telah dikembangkan dan dipelajari hingga tahap pernyataan yang akan digunakan untuk penilaian diri siswa kemudian. Sementara itu, tiga indikator dari model KAP dimasukkan dalam konstruksi keterampilan hijau yang tetap. Sebagai hasilnya, konstruksi keterampilan hijau yang dikembangkan memiliki tujuh indikator utama: pengetahuan, sikap, kemampuan, nilai, kesadaran, pemahaman, dan keterampilan hijau untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam masyarakat (sosial), efisiensi ekonomi, dan lingkungan
Strategi Collaborative Governance Komisi Pemilihan Umum Kota Palembang Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Pemilih Pemula Tahun 2024
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Collaborative Governance Komisi Pemilihan Umum dalam meningkatkan partisipasi Politik Pemilih Pemula Pada M menjelang Pemilu Tahun 2024. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif karena data yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa kata-kata tertulis dan lisan sehingga mampu menggambarkan persoalan yang ada. Pendekatan penelitian kualitatif yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah studi kasus, teknik pengumpulan data secara tiga metode yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, teknik analisis data dengan mengolah, membaca semua data, memulai pengkodean semua data, penerapan proses pengkodean, contoh bagaimana uruian dan Tema tersebut direpreensikan dalam bentuk narasi dan analisis data. Kemudian hasil analisis dan temuan di lapangan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komisi pemilihan umu dalam meningkatkan partisipasi pemilih politik pemula memiliki kendala pada sarana dan prasarana yang belum maksimal yang dianalisis menggunakan teori Collaborative Governance dari Tomkinson, dkk 2007 terdapat 2 indikator yang digunakan yaitu 1. Model Jaringan (Model jaringan), 2. Model Dewan Pemimpin (Model Dewan Pemimpin) Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, maka peneliti mendapatkan kesimpulan mengenai strategi Collaborative Governance Komisi Pemilihan Umum Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Pemilih Pemula Pada Menjelang Pemilu Tahun 2024, Hal ini timbul dari berbagai masalah adapun faktor penghambat dalam meningkatkan partisipasi mulai dari kurangnya sosialisasi ke Sekolah Menengah Atas karna hanya dilakukan di beberapa SMA saja, dan juga kurang memadainya anggaran yang dimiliki KPU, terkendala sumber daya manusia, masih belum optimalnya faktor yang berpengaruh sehingga pemilih pemula tidak serta ikut dalam pemilihan antara lain umum, dari hasil wawancara, kesibukan sehari-hari, kedua pengaruh dari lingkungan keluarga. Saran dalam penelitian ini adalah KPU Kota Palembang hendaknya melakukan usaha-usaha peningkatan kemampuan anggota terutama pada relawan demokrasi sehingga mampu bertindak efektif dan efisien dalam menjalankannya, Dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih harus disiapkan secara efisien dan efektif dan seharusnya dilakukan berkesinambungan, tidak hanya pada saat ada pemilu/pilkada tetapi setiap tahun ,
Kata Kunci: Strategi Collaborative Governance KPU, Partisipasi Politik Pemilih Pemula.
 
One For All Sebagai Solusi Permasalahan Dan Alternatif Peningkatan Rantai Pasok Ketahanan Pertanian Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Pertanian Indonesia berperan penting dalam mencapai berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGS). SDGS merupakan serangkaian tujuan yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencapai pembangunan berkelanjutan global. Sesuai visi dan misi SDGS yang tertuang dalam data Bappenas bahwa tujuan SDGs adalah untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan mengambil data sekunder dari Bappenas, Badan Pusat Statistik dan Media Online. bahwa pertumbuhan produktivitas dari tahun 2020 ke 2022 mengalami penurunan dan diikuti banyak sekali berita gagal panen di tahun 2023 ini serta gagalnya sektor industri pertanian. Selain itu pula identifikasi permasalahan yang sering dibahas dalam media sosial terkait Permasalahan Pertanian 2023 adalah sebagai berikut : 1. Pangan; 2.Pertanian; 3.Petani; 4. Pemerintah; 5. Produksi; 6. Pupuk. Di era 2023 ini kemajuan teknologi sudah pesat, penggunaan aplikasi sudah marak. Kelengkapan fitur dalam sebuah aplikasi merupakan keinginan sebuah individu agar lebih efisien dan efektif dalam pengelolaannya. One For All menyajikan berbagi fitur dari penanaman hingga proses distribusi yang harapannya dalam satu kali akses seluruh pengguna aplikasi dapat memanfaatkan secara maksimal
Dapatkah Akses Listrik Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Indonesia?
Hubungan antara akses listrik dan ketahanan pangan telah diteliti selama beberapa tahun namun belum seluruhnya didukung dengan bukti empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi peran akses listrik terhadap ketahanan pangan pada tingkat kabupaten/kota di Indonesia antara tahun 2018 hingga 2021. Hasil menunjukkan adanya keterkaitan spasial antara ketahanan pangan kabupaten/kota dengan wilayah sekitaran yang memiliki kesamaan karakteristik. Berdasarkan estimasi Spatial Error Model (SEM), penelitian ini menemukan adanya peran positif kapasitas terpasang pembangkit listrik terhadap indeks ketahanan pangan di Indonesia. Sementara, jumlah gardu tidak secara signifikan memengaruhi ketahanan pangan. Hasil ini diharapkan dapat mendorong pembuat kebijakan untuk memprioritaskan investasi pada infrastruktur ketenagalistrikan, yang dapat meningkatkan ketahanan pangan di kabupaten/kota. Variabel lain seperti share industri terhadap PDRB, PDRB per kapita, dan indeks pembangunan gender juga secara signifikan memengaruhi ketahanan pangan di Indonesia
Cooperative Farming: Sebuah Strategi Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Ketahanan pangan termasuk dalam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) kedua yaitu menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara air, energi, dan pertanian untuk ketahanan pangan berkelanjutan serta mengindentifikasi model cooperative farming untuk strategi ketahanan pangan berkelanjutan. Metode penelitian ini adalah literature review atau kajian kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah 1) Ketahanan pangan berkelanjutan dibutuhkan sinergi antara air, energi dan pertanian. Tiga komponen tersebut memiliki hubungan ketergantungan satu sama lain. Proses produksi pangan membutuhkan air dan energi untuk mencapai produksi pertanian dengan kualitas yang baik. Air berperan penting dalam pertumbuhan tanaman dan energi berperan sebagai teknologi yang menunjang proses persiapan hingga pemanenan sehingga tercipta produksi pertanian yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pangan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang atau disebut dengan ketahanan pangan berkelanjutan. 2) Mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan diperlukan ketahanan dalam kestabilan air, energi, pertanian, dan ketersediaan akses distribusi untuk menghasilkan produk dengan kuantitas dan kualitas. Dengan menerapkan model cooperative farming melalui aspek sosial, ekonomi, dan teknologi diharapkan dapat mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia
Pertumbuhan Dan Kandungan Lipid Mikroalga Yang Dikultur Menggunakan Pupuk Walne Dan Ekstraksi Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction Sebagai Bahan Baku Biofuel Yang Berkelanjutan
Mikroalga adalah salah satu bahan baku bio-fuel generasi ketiga yang potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kandungan lipid mikroalga yang dikultur menggunakan pupuk Walne dan diekstraksi menggunakan metode microve assisted extraction. Kultur mikroalga terdiri dari 3 perlakuan yaitu mikroalga jenis Chlorella vulgaris, Nannochloropsis sp. dan Tetraselmis chuii dalam media Walne dengan 3 kali ulangan. Kepadatan sel awal kultur mikroalga adalah 10 x 104 sel.mL¯¹. Kultur dilakukan selama 8 hari dengan menghitung kepadatan setiap 2 hari sekali menggunakan improved neubeur haemocytometer. Salinitas media kultur adalah 32 psu dengan intensitas cahaya 19.03 µmol m−2 s−1, pH 8 dan 12:12 fotoperiod. Pemamanen dilakukan dengan menambahkan etanol 10 mL ke dalam kultur mikroalga kemudian dikeringkan selama 1 hari, selanjutnya ditimbang beratnya dan dilakukan analisis lipid menggunakan microwave dengan daya 450 watt. Pertumbuhan dari ketiga jenis mikroalga yang tertinggi pada Nannochloropsis sp. sebesar 165,1 x 104 sel.mL¯¹, sedangkan pertumbuhan sel terendah pada C. vulgaris 31,01 x 104 sel.mL¯¹. Kandungan lipid mikroalga yang tertinggi terdapat pada T. chuii sebesar 37,44 %, sedangkan kadar lipid terendah terdapat pada C. vulgaris sebesar 23,07%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstraksi mikroalga hijau menggunakan microwave dengan daya rendah mampu menghasilkan lipid yang cukup tinggi
Election Risk Management during the COVID-19 Pandemic in Indonesian General Election
The 2020 Pilkada implementation leaves many problems in COVID-19 pandemic. Many election participants did not comply with health protocols. This study explains evaluation of Pilkada during pandemic. In this evaluation, extent of risk management that has been carried out and its impact will be seen. This study also describes risk management model that can be carried out in future election governance in Indonesia based on SVA. Method used in this study is a literature study using systematic review model. Results of this study indicated that there is a problem of inadequate legal umbrella in organizing elections in crisis. Increased budget added new problems due to challenging discussions between organizers and local government. Also, coordination between institutions and violations’ handling related to health protocols has not been maximized yet. Use of SVA in voting method can significantly reduce the risk of virus transmission in an outbreak or other crisis-induced risk
Pengaruh Kompetensi, Kualifikasi, Kepemimpinan, Disiplin Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, kualifikasi, kepemimpinan, disiplin kerja dan motivasi kerja, baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini diadakan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data diambil dengan menggunakan kuesioner terhadap 85 responden sebagai sampel dan sumber data primer. Dalam penelitian ini terdapat 5 (lima) variabel independen, yaitu variabel kompetensi (X₁), kualifkasi (X₂), kepemimpinan (X₃), disiplin kerja (X₄) dan motivasi kerja (X₅) serta kinerja pegawai (Y) sebagai variabel dependen.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Data di analisisdengan metode regresi linier berganda menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16.0.Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t variabel kompetensi (3,536) artinya koefisien regresi padavariabel kompetensi (X₁) secara parsial (individu) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y), kualifikasi ((2,008) artinya variabel kualifikasi (X₂) secara parsial (individu) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y), kepemimpinan (2,032) variabel kepemimpinan (X₃) secara parsial (individu) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y), displin kerja (2,441) artinya variabel disiplin kerja (X₄) secara parsial (individu) berpengaruh positif dan signifikanterhadap kinerja pegawai (Y) dan motivasi kerja (9,281) artinya variabel motivasi kerja (X₅) secara parsial (individu) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Dimana nilai signifikansi kelima variabel independen sebesar 0,001, 0,048, 0,046, 0,017 dan 0,003 < 0,05. Secara simultan, nilai F hitung kelima variabel independen tersebut adalah (93,071) dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Berarti secara parsial dan simultan kelima hipotesis dalam penelitian ini seluruhnya diterima.Hasil analisa regresi Uji R2, didapatkan hasil bahwa kompetensi, kualifikasi, kepemimpinan, displin kerja dan motivasi kerja memberi sumbangan pengaruh terhadap kinerja pegawai dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal ini dibuktikan dengan angka R² (R Square) 0,855 atau 85,50 % dan sisanya 14,50 % dipengaruhi oleh faktor – faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Navigating Digital Deception: Unmasking Propaganda and Disinformation in the 2024 Elections
This research aims to understand the dynamics of disinformation and digital propaganda in the 2024 Indonesian Elections. Disinformation, often appearing as hoaxes or fake news, has emerged as a primary concern, widely disseminating through social media, threatening the integrity of the election process, and targeting specific individuals or institutions with propaganda or hate speech. The research utilizes a qualitative descriptive method. The findings from this study show that the spread of these hoaxes is exacerbated by distrust towards mainstream media, affinity towards news supporting personal views, and low levels of digital and media literacy. Initiatives like Turnbackhoax.id have played a pivotal role in assisting the community in identifying and verifying fake news. In facing the 2024 Elections, significant challenges include the dominance of first-time voters who may have low digital literacy. Consequently, there is a necessity for enhanced efforts in digital literacy education and collaboration between various parties to fight disinformation and support a fair and transparent election process. This research highlights the crucial role of Turnbackhoax.id and similar initiatives in confronting disinformation challenges leading up to the 2024 Elections
Dinamika Pelayanan Publik Di Indonesia dalam Perspektif Responsibility Masyarakat Melalui Media Sosial
Public service implementation is a crucial process in every country, as it involves direct interaction between citizens and government. The quality of public service providers is a reflection of the quality of government. Efficiency and responsiveness are important traits for success. Social media platforms can be used by governments to disseminate information about public services, regulations, and policy changes, increasing accessibility and enabling direct interaction with government entities. The focus and objectives in this study focus on the dynamics of public services in Indonesia in the perspective of community responsibility through social media. Sources of data obtained come from journals, web sites, Twitter, and other social media. The data analysis technique uses the NVivo 12 Plus analysis technique. The results showed that the utilization of social media in public services is very actively responded by the community because using social media platforms to convey public responses regarding public services can increase openness, involvement, and effectiveness of communication between the government and the community regarding the implementation of public services in Indonesia.