Thejournalish - Social and Government (E-Journal)
Not a member yet
    262 research outputs found

    Ekonomi Biru: Peluang Implementasi Regulasi Di Indonesia

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan peluang implementasi prinsip ekonomi biru dalam pengaturan tata kelola kelautan Indonesia. Hal ini menjadi penting dikarenakan kebijakan Pemerintah hendaknya selalu berorientasi kepada pembangunan kelautan yang berkelanjutan. Sebagai sebuah negara kepulauan, maka pembangunan bidang kelautan harus dijadikan arus utama dalam kebijakan pembangunannya. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengukur seberapa besar upaya yang telah dilakukan para pemangku kepentingan sehubungan dengan pengelolaan kelautan yang berbasis ekonomi biru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi kelautan yang berbasis ekonomi biru dapat menjadi andalan dalam peningkatan pendapatan Indonesia di masa yang akan depan sehingga dapat mewujudkan diri sebagai Poros Maritim Dunia. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia memiliki kesempatan dan kewajiban untuk menata ulang tata kelola kelautan nasional yang selaras dengan alam. Temuan dari hasil penelitian ini berupa strategi langkah kebijakan yang dapat dijalankan, yaitu dengan cara menselaraskan dan mengutuhkan tatanan hukum laut; menguatkan dan mensinergikan kelembagaan dan kerjasama kelautan; mengutuhkan dan mengintegrasikan data dan informasi laut; dan menumbuh kembangkan riset dan teknologi kelautan

    Digitalisasi Desa Berbasis Aplikasi “Simpeldesa”: Inovasi Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Di Desa Cibiru Wetan

    Full text link
    Digitalisasi desa dapat berkontribusi terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam konteks ketahanan pangan. Melalui pendekatan observasi lapangan dan wawancara dengan berbagai pihak di Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung. Adapun penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana digitalisasi desa dapat berkontribusi terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam konteks ketahanan pangan, sehingga dapat memberikan jawaban bahwa digitalisasi bukan hanya konsep abstrak tetapi dapat diwujudkan dan memberikan manfaat nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi desa berpotensi dalam mendukung pembangunan nasional khususnya mengenai ketahanan pangan melalui peningkatan ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan. Penelitian ini menghasilkan referensi bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mengimplementasikan digitalisasi sebagai salah satu strategi pembangunan, serta memberikan wawasan baru bagi pemerintah daerah dan stakeholder terkait dalam merumuskan kebijakan pembangunan desa yang berorientasi pada ketahanan pangan

    Efektivitas Sistem Controlled Landfill dalam Penanganan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sinjai

    Full text link
    Penanganan sampah sangat penting untuk mencapai kualitas lingkungan yang bersih dan sehat, dengan demikian sampah harus dikelola dengan sebaik-baiknya sehingga hal-hal yang negatif bagi kehidupan tidak sampai terjadi. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Sistem Controlled Landfill dalam Penanganan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sinjai. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu Tempat pembuangan akhir sampah yang ada di Tondong menggunakan sistem Controlled Landfill dalam penanganan sampahnya. Dimana sampah yang telah dikumpulkan di TPA dilakukan proses pemerataan sampah kemudian sampah tersebut ditimbun menggunakan tanah. Akan tetapi, Penanganan sampah dengan sistem controlled landfill atau penimbunan sampah dengan tanah berjalan kurang efektif dikarenakan kondisi tempat pembuangan akhir yang sudah penuh atau full kapasitas sehingga pengelolaan sampah yang dilakukan tidak berjalan sebagaimana mestinya serta masih kurangnya sarana dan prasarana yang ada lalu keterbatasan anggaran yang dimiliki

    Peran Petue Edet Gayo (Orang Yang Ahli Dalam Adat Gayo) Melalui Sosialisasi “Sumang” Untuk Mencegah Kenakalan Remaja di Bener Meriah

    Full text link
    Hukum adat yang termasuk pada tatanan adat gayo adalah budaya “sumang”. Sumang adalah sistem nilai adat Gayo yang termasuk kedalam sistem pendidikan sosial kemasyarakatan dalam kehidupan sehari-sehari. Budaya sumang bertujuan  untuk  menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan yang dilakukan untuk ditentukan baik buruknya masyarakat dalam berakhlak,berkarakter, dan beretika. Budaya sumang menjadi ukuran nilai apakah seseorang berperilaku tertib atau tidak dalam kehidupan sosial masyarakat Gayo di Aceh. Aturan budaya biasanya ditentukan oleh tetue gayo (atau orang yang ahli dalam adat) dan mereka memiliki organisasi dan kantor khusus di Gayo per kabupatennya. Sesuai judul peneliti mengambil sampel khusus tetue adat di kabupaten Bener Meriah.Hasil dari wawancara awal dengan wakil ketua adat mengatakan, adat gayo tidak terlepas dari Al- Qur’an dan Sunnah dalam pribahasa Gayo “syariat urum adat, agu zat urum sifat” jadi diartikan kebahasa Indonesia syariat islam dan adat Gayo seperti zat dan sifat yang tidak bisa dipisahkan. Ketua adat juga sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat dalam masalah pencegahan “ sumang” yang mana program  mereka terutama mencegah anak-anak menikah usia dini atau masih sekolah dan melakukan maksiat. Wakil ketua mengatakan terutama yang sangat dilindungi adalah anak perempuan.Hasil dari penemuan dilapangan peran petue edet gayo sangat berperan terlihat dari hasil wawancara yang menyatakan bahwa peran petue gayo terlihat dari mensosialisaikan “sumang” dan memberikan motivasi yang kuat untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama baik dikalanga remaja maupun masyarakat pada umumnya

    Implementasi Kebijakan Absensi Elektronik bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Kota Palembang

    Full text link
    Surat Eidaran Nomor 38/SEi/VIII/2016 teintang peilaksanaan abseinsi eileiktronik bagi Peigawai Neigeiri Sipil dan peigawai non PNSD di lingkungan seikreitariat daeirah kota Paleimbang untuk meiningkatkan keidisiplinan peigawai sudah di impleimeintasikan deingan baik. Peineilitian ini meinggunakan teiori Ripleiy dan Franklin meilalui tiga dimeinsi yaitu tingkat keipatuhan, keilancaran rutinitas fungsi, dan teirwujudnya kineirja dan dampak yang diinginkan. Pada peineilitian ini meinggunakan meitodei peineilitian deiskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari peineilitian ini dapat dilihat dari aspeik yang peirtama yaitu tingkat keipatuhan impleimeintor sudah beirjalan deingan baik, kareina impeileimeintor meilakukan reikam sidik jari peigawai, peimbuatan reicording sidik jari, upload data ID peigawai, peingeilolaan data abseinsi dan reikapitulasi abseinsi seitiap bulannya. Hal ini dapat beirjalan deingan baik kareina peimahaman impeileimeintor akan keibijakan teirseibut sudah baik dan peigawai juga sudah disiplin meimatuhi jam keirja yang teilah di teintukan. Pada aspeik keilancaran rutinitas fungsi, sudah beirjalan deingan baik kareina pada saat peilaksanaan keibijakan teirseibut tidak adanya peirmasalahan yang teirjadi seihingga keibijakan teirseibut beirjalan deingan lancar. Kineirja peigawai yaitu teirlaksananya tugas pokok dan fungsi peigawai sudah baik dan maksimal, hal ini beirdampak pada meiningkatnya disiplin peigawai, meiningkatnya kualitas peigawai dan lancarnya alur birokrasi keirja peigawai

    Effect Of Nitrogen Fertilization And Irrigation Scheme On Growth, Production And Metane (Ch4) Emissions In Paddy Rice Cultivation

    Full text link
    Pemanasan global yang ditandai dengan naiknya temperatur permukaan bumi disebabkan oleh kenaikan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) seperti metana (CH4), karbondioksida (CO2), dan dinitrogen oksida (NO2) di atmosfer. Emisi gas metana telah banyak diteliti dan didapatkan bahwa budidaya padi sawah merupakan sumber utama dari emisi metana sektor pertanian. Indonesia sebagai negara dengan beras sebagai makanan pokok sangat perlu melakukan penelitian tentang emisi gas metana dari budidaya padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai dengan Maret 2022 di sawah petani, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh skema irigasi dan dosis pupuk yang berbeda terhadap pertumbuhan, hasil panen dan emisi gas CH4 dalam budidaya sawah. Penelitian ini menggunakan desain faktorial dengan 3 ulangan. Skema  irigasi sebagai faktor pertama dengan 2 taraf yaitu irigasi terputus (IR1) dan irigasi tergenang (IR2) sedangkan faktor nitrogen sebagai faktor kedua dengan 3 taraf yaitu 0 kg N/ha (N0), 50 kg N/ha (N50), 100 kg N/ha (N100. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak percobaan, berat brangkasan dan emisi gas CH4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tunggal perlakuan pemberian pupuk nitrogen menunjukkan pengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman, bobot gabah per rumpun, produksi gabah kering panen (GKP) dan berat brangkasan. Perlakuan skema irigasi terputus dan pemberian pupuk nitrogen dosis 100 kg N/ha berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan dan produksi gabah. Emisi gas metana mengikuti fase pertumbuhan tanaman, dosis pupuk N dan skema irigasi; secara umum perlakuan irigasi terputus menghasilkan emisi metana ( CH4) lebih rendah dibandingkan perlakuan irigasi tergenang

    HIBISC RICE: Beras Analog Berbahan Umbi Garut (Maranta Arundinacea L.) dan Bunga Sepatu (Hibiscus Rosa Sinensis L.) Sebagai Inovasi Makanan Pokok Fungsional

    Full text link
    Tingginya konsumsi beras sebagai bahan makanan pokok sumber karbohidrat memicu terjadinya peningkatan konsumsi dan ketergantungan terhadap beras, sehingga diperlukan upaya diversifikasi pangan. Beras analog merupakan beras tiruan (artificial rice) yang bentuk maupun komposisi gizinya mirip seperti beras padi yang dibuat dengan menambahkan bahan baku dan tambahan dengan formulasi yang tepat untuk mencukupi kebutuhan gizi dan menekan dampak negatif penggunaan beras padi yang tinggi indeks glikemik (IG) sebagai pemicu diabetes melitus (DM). Garut (Maranta arundinacea L.) merupakan tanaman pangan lokal, sumber karbohidrat, kaya serat, dan rendah IG. Penambahan bahan lain yang mendukung sifat fungsional dapat berasal dari bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.), yang terbukti tidak bersifat toksik, meningkatkan aktivitas makrofag penderita DM, dan menurunkan kadar glukosa darah, sehingga kondisi hiperglikemia dapat ditekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menganalisis stabilitas, efektivitas, dan toksisitas formulasi beras analog berbahan umbi garut dan bunga sepatu. Penelitian ini dilakukan secara in vivo pada sampel uji darah manusia (relawan) untuk menentukan IG pada perlakuan konsumsi glukosa murni (standar), nasi padi, dan formula nasi analog. Selanjutnya dilakukan uji identifikasi, evaluasi, dan analisis stabilitas, efektivitas, serta toksisitas formulasi beras analog.  Hasil penelitian membuktikan bahwa F5 (dengan formula umbi garut 57.8%, bunga sepatu 5.1%, mocaf 12.6%, GMS 0.6%, dan air 23.9%) memiliki komposisi dan tekstur beras analog terbaik, serta efektif menurunkan kadar glukosa darah (mg/dL), menekan efek hiperglikemi, tidak bersifat toksik, serta mempertahankan berat badan dan meringankan derajat kerusakan pankreas, hepar, dan ginjal penderita DM. Hal itu terjadi karena adanya mekanisme penghambatan enzim α-amilase oleh α-amilase inhibitor

    STRATEGI DIPLOMASI ENERGI TIONGKOK TERHADAP IRAN DALAM RANGKA PEMENUHAN KEAMANAN ENERGI 2011-2015

    Full text link
    Upaya diplomasi energi yang dilakukan oleh Tiongkok terhadap Iran bertujuan untuk menstabilkan keamanan energi negaranya sebagai negara maju, yakni membentuk hubungan yang baik melalui diplomasi energi dengan Iran. Jika dilihat dari kerja sama Iran dan Tiongkok dewasa ini, kedekatan kedua negara tersebut didasarkan pada kepentingan nasional Tiongkok terkait dengan energi. Dalam karya ilmiah ini, penulis menggunakan teori diplomasi energi beserta tiga elemen turunannya yakni kebijakan perdagangan, kebijakan investasi, serta kebijakan energi untuk menganalisis lebih dalam terkait dengan isu yang dibahas di dalam tulisan ini. Penulis menggunakan metode pengumpulan data melalui orientasi dan eksplorasi bacaan, serta studi literatur melalui metode penelitian kualitatif yang dapat membantu penulis dalam menyelesaikan rumusan masalah di dalam karya ilmiah ini, dan mengkaji lebih dalam terkait strategi diplomasi energi yang dilakukan oleh Tiongkok terhadap Iran untuk memenuhi kepentingan keamanan energinya

    Implementasi Photovoltaic Terintegrasi Battery Storage guna Menunjang Penerangan pada Kebun Buah Naga Desa Sukorejo

    Full text link
    Kabupaten Banyuwangi merupakan produsen buah naga terbesar. Sekitar 80% pasokan buah naga di Indonesia berasal dari Banyuwangi. Desa Sukorejo yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, sebagai salah satu penghasil buah naga, memanfaatkan lahan pertanian seluas 273 hektar khusus untuk budidaya buah naga. Dalam melakukan budidaya, inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi. Salah satunya penggunaan lampu neon berwarna kuning yang dinyalakan pada malam hari untuk meningkatkan frekuensi jumlah panen. Akan tetapi, jumlah lampu neon yang banyak akan mengonsumsi listrik yang besar dan penggunaan listrik yang besar juga mengonsumsi biaya yang besar pula. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ITS menerapkan sistem panel surya yang terintegrasi battery storage guna menunjang penerangan lampu pada lahan pertanian buah naga. Dengan adanya sistem ini, penggunaan listrik dari PLN akan berkurang karena sebagian akan disediakan oleh panel surya dan battery storage. Pelaksanaan pengabdian terbagi menjadi 4 tahap, yaitu tahap persiapan peninjauan lokasi, tahap pengadaan alat-alat, tahap instalasi PLTS yang terintegrasi dengan battery storage, dan tahap penyuluhan kepada masyarakat Desa Sukorejo terkait sistem yang digunakan. Dampak yang diberikan kepada masyarakat adalah pengurangan biaya operasional melalui penggunaan energi baru terbarukan, sekaligus menjadi model pertama dalam pemanfaatan energi baru terbarukan mengingat besarnya potensinya di Desa Sukorejo

    Integrating Water Indicators In A Data-Driven Artificial Intelligence Model For Food Security Classification

    Full text link
    Penelitian ini menjelaskan integrasi indikator air dalam pengklasifikasian ketahanan pangan provinsi di Indonesia. Pentingnya topik ini terkait dengan hubungan yang signifikan antara air, pangan, dan energi dalam mencapai ketahanan pangan berkelanjutan. Penggunaan kecerdasan buatan, khususnya dalam bentuk algoritma XGBoost, merupakan langkah cerdas dalam mengolah data dan melakukan pengklasifikasian ketahanan pangan. Data indikator air dan cut-off point Indeks Ketahanan Pangan digunakan dalam mengembangkan model XGBoost yang bertujuan mengklasifikasikan provinsi-provinsi sebagai high food vulnerability atau "high food security. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data, preprocessing data, serta penerapan algoritma XGBoost dengan tuning parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memiliki akurasi sebesar 91%, dengan variabel proporsi rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum yang aman (X1) sebagai faktor paling berpengaruh dalam pengklasifikasian ketahanan pangan. Penelitian ini bukan hanya memberikan wawasan penting terkait ketahanan pangan provinsi di Indonesia, tetapi juga menunjukkan potensi besar kecerdasan buatan dalam mengatasi permasalahan kompleks seperti ketahanan pangan. Dengan hasil yang diperoleh, dapat diperkuat argumen pentingnya penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung kebijakan dan tindakan nyata dalam upaya mencapai ketahanan pangan yang lebih baik dan berkelanjutan

    256

    full texts

    262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Thejournalish - Social and Government (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇