E-Journal UIN SATU Tulungagung
Not a member yet
2388 research outputs found
Sort by
Cyber Religion as a Digital Learning Alternative: Perceptions and Practices of Islamic Studies Students at Muhammadiyah University of Surabaya
Purpose – This study aims to explore how students at the Faculty of Islamic Studies, Muhammadiyah University of Surabaya, utilize cyber religion as an alternative source of Islamic learning in the digital era. It investigates their preferred platforms, motivations, types of content consumed, engagement patterns, and perceptions of online religious authority.
Methods – Employing a qualitative case study approach, the research collected data through non-participatory observation, in-depth interviews with 15 students, and document analysis of digital artifacts. Thematic analysis was used to identify patterns across the data, supported by triangulation to ensure validity.
Findings – The results indicate that students actively use platforms such as YouTube, TikTok, and Islamic websites for religious learning. Their engagement is driven by both academic and personal motives, with fiqh and aqidah being the most frequently accessed topics. Students demonstrate selective trust in digital preachers, forming hybrid models of religious authority. While cyber religion enhances religious understanding, it also raises concerns about information credibility and theological consistency.
Research implications – The study highlights the need for Islamic higher education institutions to integrate digital literacy into their curricula, enabling students to critically evaluate online religious content. It also suggests a reevaluation of how authority and authenticity are framed in contemporary Islamic learning environments.
Value – This research contributes a localized, empirical analysis of cyber religion among university students in Indonesia. It bridges theoretical concepts of digital religion with real-world student practices, offering insights into the transformation of religious learning in a digitally connected society
Penguatan Moderasi Beragama di Pendidikan Islam Indonesia: Perspektif Rasional
This article examines the strengthening of religious moderation in Islamic education in Indonesia through the lens of rationalism, which serves as a conceptual framework for cultivating moderation values. The central questions addressed are how religious moderation can be reinforced in Islamic education and how rationality contributes to shaping a moderate mindset. The study employs a qualitative approach with a library research method, drawing on primary sources such as classical Islamic texts (e.g., works of al-Jabiri, Arkoun, and Fazlur Rahman), secondary sources including books and academic journals, and policy documents issued by the Ministry of Religious Affairs. Data were analyzed using content analysis through stages of data condensation, presentation, and conclusion drawing, validated by source triangulation. The findings reveal that rationalism within Islamic epistemology has the potential to strengthen religious moderation by promoting critical, integrative, and contextual thinking in Islamic education. The implementation of a rational approach is not only relevant for curriculum design but also for developing learning content that emphasizes practical competencies (know-how) and reflective understanding (know-why), beyond mere textual comprehension (know-what). The implications of this study highlight the importance of advancing an Islamic education model grounded in rationalism to foster an inclusive and transformative paradigm, thereby addressing the contemporary challenges of radicalism and blind fanaticism
PENINDAKAN KEIMIGRASIAN TERHADAP PENYALAHGUNAAN IZIN TINGGAL WARGA NEGARA ASING BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN
Dalam Pasal 122 huruf (a) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian menyatakan “Setiap Warga Negara Asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan dipidana denda paling banyak Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah)” . Akan tetapi pada realitanya sering kali terjadi penyalahgunaan izin tingal yang dilakukan oleh Warga Negara Asing. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep keimigrasian terhadap penyalahgunaan izin tinggal oleh Warga Negara Asing dengan berdasarkan atas Hukum Keimigrasian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan banyak Warga Negara Asing yang melakukan penyalahgunaan izin tinggal, yang mana kebanyakan dari mereka diberikan sanksi administrasi daripada sanksi pidana. Mengenai kendala yang sering ditemui dalam menangatasi terjadinya penyalahgunaan izin tinggal yaitu kesulitan bahasa, pembiayaan pemulangan Warga Negara Asing, minimnya sistem keamanan dan petugas imigrasi
URGENSI KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DI DAERAH
Keterlibatan masyarakat dalam pembentukan produk hukum daerah adalah termasuk sesuatu hal yang sangat penting agar terwujudnya regulasi yang aktif serta sesuai dengan keperluan daerah tersebut. Tidak mungkin suatu peraturan undang-undangan dapat di terima dan dilakukan secara baik jika dalam pembentukannya tidak ada partisipasi aktif dari masyarakat. Pada dasarnya, Undang-undang No. 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan telah memberikan masyarakat hak untuk menyuarakan pendapat mereka secara lisan dan/atau tertulis tentang proses legislasi, termasuk diskusi publik, seminar, lokakarya, kunjungan kerja, sosialisasi, dan rapat dengar pendapat umum. artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi partisipasi masyarakat dalam pembentukan suatu produk hukum yang berada di daerah. Hasil dari penelitiaan ini memperlihatkan bahwa keterlibatan masyarakat tidak hanya dapat meningkatkan kualitas produk hukum akan tetapi juga memperkokoh pondasi pemerintahan dalam penerapan peraturan. Kemudian partisipasi masyarakat juga mampu menurunkan penolakan masyarakat terhadap peraturan yang telah diterapkan. Artikel ini menyimpukan bahwasanya keterlibatan masyarakat dalam pembentukan suatu produk hukum di daerah sangat penting untuk melahirkan aturan-aturan atau kebijakan yang lebih peka dan baik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
PROBLEMATIKA YURIDIS PERTANDINGAN DELTRAS SIDOARJO MELAWAN PERSIBO BOJONEGORO DI LIGA 2 DALAM KERANGKA LEX SPORTIVA
Pertandingan Deltras Sidoarjo melawan Persibo Bojonegoro di Liga 2 Indonesia musim 2024/2025 memunculkan kontroversi terkait pembatalan gol Persibo oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI, yang dianggap bertentangan dengan laws of the game. Kontroversi ini memicu kerusuhan yang melibatkan pemain dan suporter, serta memunculkan masalah terkait implementasi asas lex sportiva. Artikel ini menganalisis keputusan Komdis, Komite Banding (Komding), dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) berdasarkan regulasi sepak bola nasional dan internasional. Hasilnya menunjukkan adanya pelanggaran terhadap laws of the game, Statuta FIFA, Statuta PSSI, dan Kode Disiplin PSSI. Keputusan Komdis dan Komding menimbulkan ambiguitas, sehingga memengaruhi kredibilitas PT LIB sebagai eksekutor keputusan. Studi ini merekomendasikan perbaikan regulasi dan sistem penyelesaian sengketa melalui mekanisme arbitrase seperti Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) atau Court of Arbitration for Sport (CAS), guna memastikan keadilan substansial dalam sepak bola Indonesi
DIPLOMASI KOMERSIAL INDONESIA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA MELALUI BALI BEYOND AND TRAVEL FAIR TAHUN 2021-2024
Abstrak: Penelitian ini mengkaji mengenai upaya yang dilakukan pemerintah dan pelaku usaha di sektor pariwisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama periode 2021 hingga 2024. Penurunan jumlah wisatawan mancanegara pasca pandemi COVID-19 menjadi perhatian khusus pemerintah dan pelaku usaha karena berdampak pada ketidakstabilan ekonomi dan popularitas pariwisata di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan, program, dan aksesibilitas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kualitatif terhadap laporan perkembangan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, laporan organisasi pengelola destinasi, dan data-data yang terkait dengan Bali Beyond and Travel Fair (BBTF), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, upaya pengembangan pariwisata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui program pameran dagang internasional Bali Beyond dan Travel Fair, pemerintah dan organisasi serta pelaku bisnis pariwisata telah berhasil melakukan kerjasama untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari berbagai perspektif. Dari segi bisnis, upaya yang dilakukan adalah mengedepankan promosi pariwisata Indonesia, khususnya Bali dan sekitarnya, dengan menciptakan inovasi-inovasi untuk mendukung peningkatan penjualan paket-paket wisata. Dari sisi pemerintah mengupayakan kemudahan akses pasar, koneksi, dan kebijakan-kebijakan yang berlaku selama program berlangsung.
Kata Kunci: pemerintah; bisnis; diplomasi komersial; bali beyond dan travel fair; pariwisata.
Abstract: This study examines the efforts made by the government and business actors in the tourism sector to increase the number of foreign tourist visits during the period 2021 to 2024. The decline in the number of foreign tourists after the COVID-19 pandemic is of particular concern to the government and business actors because it has an impact on economic instability and tourism popularity in Indonesia. This study aims to analyze policies, programs, and accessibility to increase foreign tourist visits. The research methods used in this study include qualitative analysis of reports on the development of the number of foreign tourist visits, reports of destination management organizations, and data related to the Bali Beyond and Travel Fair (BBTF), the number of foreign tourist visits, tourism development efforts. The results of this study show that through the Bali Beyond and Travel Fair international trade show program, the government and tourism organizations and businesses have successfully cooperated to increase the number of foreign tourist visits from various perspectives. In terms of business, the efforts made are prioritizing the promotion of Indonesian tourism, especially Bali and its surroundings, by creating innovations to support the increase in sales of tour packages. From the government side, it seeks easy access to markets, connections, and policies that apply during the program.
Keywords: government; business; commercial diplomacy; bali beyond and travel fair; tourism
POTENSI PENGEMBANGAN PARIWISATA SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT STUDI KASUS WISATA BEKAS LUBANG TAMBANG DI KALIMANTAN TIMUR
Abstrak: Penelitian ini melihat potensi pengembangan pariwisata syariah dan juga menjadi sarana peningkatan perekonomian masyarakat sekitar bekas lubang tambang di beberapa kabupaten dan kota yang tersebar di Kalimantan Timur.Karya tulis ini mengisi kekosongan penelitian pada pemanfaatannya khususnya potensi pengembangan dalam wisata syariah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana wisata bekas lubang tambang dapat berpotensi menjadi pariwisata syariah serta meningkatkan perekonomian di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data didapatkan melalui wawancara dengan pengelola wisata yang tersebar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kota Samarinda yaitu Bukit Durian Villa Ich 4, Taman Gubang, Danau Danurdana, Naureen Mini Garden, Telaga Batu Arang, dan Lake View dilanjutkan observasi lapangan, dan analisis dokumen untuk memperoleh data yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua destinasi wisata bekas lumbang tambang yang ada sangat berpotensi menjadi wisata syariah. Dikarenakan keseluruhan tempat wisata sudah menyedikan tempat ibadah khususnya muslim yang sangat memadai, juga tidak menyediakan makanan dan minuman yang haram, serta menyediakan toilet yang bersih serta selalu menjaga keamanan dan keselamatan bagi para pengunjung. itu sejalan dengan fatwa DSN Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan syariah. Pada hubungannya dengan peningkatan perekonomian masyarakat, hampir keseluruhan tempat destinasi wisata memperkerjakan atau bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Seperti pengelolaan lahan parkir bagi pengunjung, tempat makan yang dikelola terpisah oleh masyarakat serta karyawan yang dipekerjakan pada tempat wisata dengan memprioritaskan warga sekitar. Penelitian ini dapat menjadi data awal pengelola untuk melanjutkan pada legal sistem menjadi objek wisata syariah.
Kata Kunci: potensi wisata syariah; wisata bekas lubang tambang; ekonomi masyarakat
Abstract: This study examines the potential for developing sharia tourism and also as a means of improving the economy of the community around former mining pits in several districts and cities spread across East Kalimantan. This paper fills the gap in research on its utilization, especially the potential for development in sharia tourism. The main objective of this study is to understand how former mining pit tourism can potentially become sharia tourism and improve the economy in the community. This study uses a qualitative method with a field study approach. Data were obtained through interviews with tourism managers spread across Kutai Kartanegara Regency, East Kutai and Samarinda City, namely Bukit Durian Villa Ich 4, Taman Gubang, Danau Danurdana, Naureen Mini Garden, Telaga Batu Arang, and Lake View, followed by field observations and document analysis to obtain comprehensive data. The results of the study indicate that all former mining pit tourist destinations have great potential to become sharia tourism. Because all tourist attractions have provided places of worship, especially for Muslims, which are very adequate, also do not provide food and drinks that are forbidden, and provide clean toilets and always maintain security and safety for visitors. This is in line with the DSN fatwa Number 108 / DSN-MUI / X / 2016 concerning guidelines for organizing tourism based on sharia. In relation to improving the community's economy, almost all tourist destinations employ or cooperate with the surrounding community. Such as parking lot management for visitors, eating places managed separately by the community and employees employed at tourist attractions by prioritizing local residents. This research can be initial data for managers to continue the legal system to become a sharia tourist attraction.
Keywords: sharia tourism potential; former mining pit tourism; community econom
PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI
Abstrak: Penelitian ini mengkaji pariwisata edukasi dan konservasi satwa liar di Kabupaten Blitar dengan fokus pada kawasan hutan dan kawasan konservasi satwa, khususnya Maliran Deer Feeding dan Kesambi Trees Park yang terletak di Alas Maliran Blitar. Lokasi ini dipilih sebagai objek penelitian karena Maliran Deer Feeding dan Kesambi Trees Park merupakan destinasi pariwisata edukasi serta tempat konservasi rusa yang menerapkan konservasi ex-situ, yaitu upaya pelestarian satwa di luar habitat alaminya. Selain itu, dalam pengembangan usaha pariwisata, terdapat kawasan hutan produksi seperti pohon kesambi, mahoni, dan trembesi yang dapat dinikmati wisatawan sebagai tempat berteduh dan fasilitas edukasi, serta berbagai wahana permainan dan aktivitas fisik seperti playground, double track, dan wahana permainan dewasa yang dapat digunakan oleh wisatawan atau pengunjung dan dikembangkan oleh pengelola objek wisata. Masalah yang muncul dalam penelitian ini adalah kurang optimalnya pengelolaan objek wisata Maliran Deer Feeding dan Kesambi Trees Park, seperti kondisi tempat yang kurang terawat, kekurangan tenaga kerja untuk menjaga kelestarian kawasan wisata ini, promosi yang belum maksimal, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan lokasi wisata sebagai ladang penghidupan. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT yang menganalisis bentuk, struktur, dan fungsi dalam masyarakat. Pendekatan ini memberikan pemahaman tentang cara masyarakat berkembang atau terbentuk melalui elemen-elemen yang saling terhubung dan dinamis untuk memenuhi kebutuhan individu. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan melakukan observasi langsung di lapangan, wawancara dan dokumentasi. Pada Penelitian ini penting untuk menciptakan strategi pengembangan potensi pariwisata yang melibatkan masyarakat, pengelola, dan pemerintah. Hal ini membantu membangun pariwisata berkelanjutan dengan mengembangkan pariwisata alternatif, produk wisata yang berfokus pada minat konsumen, melibatkan komunitas lokal, mempromosikan citra destinasi, dan menggali keaslian destinasi tersebut.
Kata Kunci: Wisata Edukasi; Konservasi Satwa Liar; Pariwisata Berkelanjutan.
Abstract: This study examines educational tourism and wildlife conservation in Blitar Regency, focusing on forest areas and wildlife conservation sites, particularly Maliran Deer Feeding and Kesambi Trees Park located in Alas Maliran Blitar. These locations were chosen as research objects due to their roles as educational tourism destinations and conservation sites for deer, implementing ex-situ conservation efforts that preserve wildlife outside their natural habitats. Additionally, the development of tourism businesses includes production forest areas featuring kesambi, mahogany, and trembesi trees that serve as shaded spots and educational facilities for visitors. Various recreational facilities such as playgrounds, double tracks, and adult activity zones are also available and managed by tourism operators. Challenges identified in this study include suboptimal management of Maliran Deer Feeding and Kesambi Trees Park, such as poor maintenance, insufficient manpower to maintain conservation efforts, inadequate promotion, and a lack of community awareness in utilizing the tourism site as a livelihood source. This study uses SWOT analysis to examine the forms, structures, and functions within society. This approach provides an understanding of how society develops or is formed through interconnected and dynamic elements that fulfill individual needs. A qualitative case study method was applied, utilizing direct field observation, interviews, and documentation. The findings highlight the importance of developing tourism potential strategies involving the community, managers, and government to foster sustainable tourism by promoting alternative tourism, consumer-interest-focused products, local community engagement, destination image promotion, and authenticity exploration.
Keywords: Educational Tourism; wildlife conservation; Sustainable Touris
ANALISIS PENGAWASAN PENYELENGGARA PERJALANAN IBADAH UMROH (PPIU) DI KOTA PEKANBARU
Abstrak: Ibadah haji adalah ibadah wajibnya umat islam (bagi orang yang mampu) dan termasuk rukun islam yang ke 5, Masa tunggu pelaksanaan Ibadah haji sangat lama sehingga menjadikan umrah (haji kecil) sebagai alternatif untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci mekkah. Kehadiran beragam biro perjalanan sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah di Indonesia (PPIU) adalah pilihan utama dalam melaksanakan ibadah umrah. Banyak masalah pelayanan dan perlindungan jemaah oleh penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah, hal ini semakin diperburuk dengan kasus penipuan yang melibatkan biro perjalanan haji dan umrah di pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengawasan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui wawancara mendalam dengan Kasi Haji dan Umrah Kementrian Agama Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan PPIU di Kota Pekanbaru oleh Kementerian Agama Kota Pekanbaru dan Kementerian Agama Provinsi Riau belum optimal. Hal ini disebabkan jenis pengawasan rutin belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik, terutama terkait dengan Inspeksi Lapangan, karena satuan tugas untuk memantau langsung ke lapangan belum berjalan sebagaimana mestinya.
Kata Kunci: Analisis; Pengawasan; PPIU
Abstract: The Hajj pilgrimage is a mandatory worship for Muslims (for those who are able) and is included in the 5th pillar of Islam. The waiting period for the implementation of the Hajj pilgrimage is very long, making Umrah (minor hajj) an alternative to performing the pilgrimage to the holy land of Mecca. The presence of various travel agencies as organizers of Umrah pilgrimage trips in Indonesia (PPIU) is the main choice in performing the Umrah pilgrimage. There are many problems with the service and protection of pilgrims by the organizers of the Hajj and Umrah pilgrimage trips, this is further exacerbated by cases of fraud involving Hajj and Umrah travel agencies in Indonesia, especially in Pekanbaru. This study aims to analyze the supervision of Umrah Pilgrimage Travel Organizers (PPIU) in Pekanbaru City. The method used in this study is qualitative with a descriptive approach through in-depth interviews with the Head of Hajj and Umrah Section of the Ministry of Religion of Riau Province. The results of the study indicate that the supervision of PPIU in Pekanbaru City by the Ministry of Religion of Pekanbaru City and the Ministry of Religion of Riau Province is not optimal. This is because the type of routine supervision has not been fully implemented properly, especially related to Field Inspection, because the task force to monitor directly in the field has not run properly.
Keywords: Analysis; Supervision; PPI
Strengthening MSME Competitiveness through Halal Certification Assistance: A Community-Based Development Approach in Botoputih Village
Purpose: This service program aims to strengthen the legality and competitiveness of MSME products in Botoputih Village, Bendungan District, Trenggalek Regency through halal certification assistance. A total of 101 businesses were reached, with 107 products successfully registered for certification, highlighting the program’s significant impact.
Method: The program applied the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which emphasizes utilizing local potential through four stages: discovery, dream, design, and destiny.
Practical Applications: The activities were implemented through socialization, field surveys, door-to-door visits, and technical assistance in using the Sihalal platform. This program provided education on legality, increased awareness of halal certification, and fostered a culture of compliance among local entrepreneurs.
Conclusion: The results demonstrate that participatory and educative approaches are effective in increasing the capacity of local business actors, ensuring product legality, and supporting sustainable empowerment of MSMEs in rural areas