E-Jurnal Politeknik Dharma Patria
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Pelatihan Fitrah Based Education Bagi Orang Tua Dalam Menumbuhkan Potensi Anak Secara Holistik di Desa Mendalo Indah
Parenting patterns play a crucial role in determining the direction of a child's development, especially during the golden age. However, many parents in rural areas still lack a deep understanding of nature-based parenting. This community service activity aims to provide Fitrah Based Education (FBE) training to parents in Mendalo Indah Village, Muaro Jambi Regency. The implementation method involves a participatory approach through socialization, training, hands-on practice, the use of digital technology, and ongoing mentoring. The results of the community service show a significant increase in parents' understanding of their children's natural aspects, practical parenting skills, and the formation of a PKK-based learning community. The discussion relates the findings to the literature on holistic education, parenting, and FBE theory. This activity contributes to strengthening family capacity in supporting children's holistic growth and development, which is relevant to the SDGs (Quality Education, Gender Equality, and Good Health).Pola asuh orang tua memiliki peran krusial dalam menentukan arah perkembangan anak, terutama pada masa emas (golden age). Namun, masih banyak orang tua di pedesaan yang belum memiliki pemahaman mendalam tentang pengasuhan berbasis fitrah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan Fitrah Based Education (FBE) kepada orang tua di Desa Mendalo Indah, Kabupaten Muaro Jambi. Metode pelaksanaan melibatkan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, penggunaan teknologi digital, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman orang tua mengenai aspek fitrah anak, keterampilan praktis dalam pengasuhan, serta terbentuknya komunitas belajar berbasis PKK. Pembahasan mengaitkan temuan dengan literatur pendidikan holistik, parenting, dan teori FBE. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, yang relevan dengan tujuan SDGs (Pendidikan Berkualitas, Kesetaraan Gender, dan Kehidupan Sehat)
Asistensi Sistem Inti Aplikasi Perpajakan (Coretax) Terkait Pemotongan dan Pemungutan PPh 23: Membangun Kompetensi Pajak Pada Desa Pemuda KNPI
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur Desa Pemuda KNPI dalam pemotongan dan pemungutan PPh Pasal 23 melalui aplikasi Coretax. Dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Tanah Laut dengan metode partisipatif. Kegiatan mencakup persiapan yakni identifikasi masalah dengan koordinasi dengan aparat Desa Pemuda KNPI, pelaksanaan asistensi dan simulasi bukti potong elektronik, dan evaluasi kegiatan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta dalam aspek regulasi dan teknis penggunaan Coretax serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan desa menuju tata kelola perpajakan digital yang akuntabel
Edukasi Standarisasi Mutu melalui Penyuluhan CPPOB dan SOP di Mitra Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara
The Banjarnegara Dawet Ayu Association, an icon of traditional regional beverages, still faces various obstacles in business development, such as limited knowledge regarding the implementation of food safety through Good Manufacturing Practices (GMP) and Standard Operating Procedures (SOPs). This community service activity aims to improve product quality and competitiveness through outreach on the implementation of Good Manufacturing Practices (GMP) and Standard Operating Procedures (SOPs). The methods used include delivering material on food safety, GMP, and SOPs, followed by assistance in preparing SOP documents, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results of the activity showed a 27.9% increase in participant knowledge, from 57.3% to 85.2%, indicating that participants were able to absorb the information well. Significant improvements were seen in understanding aspects of food safety and the purpose of implementing SOPs, as well as the importance of GMP in maintaining product quality and safety. This success proves that strengthening partner capacity through education and direct practice can improve understanding and skills in production and business strategy. Thus, this dedication is expected to encourage the Banjarnegara Dawet Ayu Association to produce higher quality, safer, and more competitive products, as well as being able to develop marketing strategies systematically and sustainably.Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara sebagai ikon minuman tradisional daerah masih menghadapi berbagai kendala dalam pengembangan usaha, seperti keterbatasan pengetahuan mengenai penerapan keamanan pangan melalui CPPOB dan SOP. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas dan daya saing produk melalui penyuluhan penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi tentang keamanan pangan, CPPOB, dan SOP, dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan dokumen SOP, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 27,9%, dari 57,3% menjadi 85,2% menandakan bahwa peserta dapat menyerap informasi dengan baik. Peningkatan signifikan terlihat pada pemahaman mengenai aspek keamanan pangan dan tujuan penerapan SOP, serta pentingnya CPPOB dalam menjaga mutu dan keamanan produk. Keberhasilan ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas mitra melalui edukasi dan praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam produksi serta strategi bisnis. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat mendorong Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas, aman, dan berdaya saing, serta mampu mengembangkan strategi pemasaran secara sistematis dan berkelanjutan
Edukasi Penggunaan Mordant pada Pewarnaan Tote Bag Kulit Buah Naga bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran Kimia Pontianak
Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan kapasitas guru kimia dalam menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dan potensi lokal. Kegiatan difokuskan pada pelatihan anggota MGMP Kimia Kota Pontianak mengenai teknik ekstraksi pewarna alami dari kulit buah naga dan penggunaan mordant pada proses pewarnaan tote bag, yang dimanfaatkan sebagai media ajar visual berbasis kontekstual. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Project-Based Approach (PPBA) yang mengintegrasikan prinsip Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru, baik secara konseptual maupun praktis. Penggunaan tote bag hasil praktikum memperkaya strategi pembelajaran kimia berbasis eksperimen, serta mendukung keberlanjutan dan kreativitas dalam pengajaran. Luaran program berupa modul praktikum, produk tote bag, dan peningkatan literasi saintifik guru berkontribusi nyata terhadap pembelajaran kimia yang lebih kontekstual dan aplikatif di sekolah
Penguatan Kemampuan Menulis Buku dan Literasi Teknologi untuk Menciptakan Pembelajaran Inovatif di SMK Negeri 1 Nganjuk dan Sekitarnya
Tujuan PKM untuk meningkatkan kemampuan menulis buku dalam menciptakan pembelajaran inovatif. Metode utama yang digunakan dalam PKM ini adalah workshop dan pendampingan. Tahapan PKM ini adalah (1) Sosialisasi, (2) Pelatihan dasar, (3) Pendampingan dan evaluasi, yaitu review hasil draff buku, (4) Finishing draff akhir buku, dan pengiriman naskah ke penerbit, dan (5) Keberlanjutan program. Kegiatan PKM berjalan dengan baik dan lancar serta telah dilakukan sampai pada tahap pelaksanaan dan telah menghasilkan produk berupa draff buku yang akan dikirim ke penerbit. Peserta PKM memberikan respon positif dan berharap untuk dapat dilakukan kembali serta menambah MGMP bidang yang lain.  
Pelatihan Bim dan Microsoft Project sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Bidang Konstruksi Guru SMK di Kota Surabaya
The rapid development of technology has become a global challenge in the 21st century. As the century of industrial revolution 4.0 and 5.0 many changes in lifestyle and work. These changes triggered changes in the world of work. Vocational High Schools must adapt to these changes. This program aims to improve the skills of teachers in using Building Information Modeling (BIM) with Autodesk Revit software and project management skills with Microsoft Project software. This partner is the Surabaya City Construction and Property Technology Subject Teachers Council (MGMP). The program implementation is divided into three parts: the development of job sheets and video tutorials, Autodesk Revit training, and Microsoft Project training. The results obtained from this PKM program are as follows. (1) Job sheets and video tutorials for Autodesk Revit and Microsoft Project, (2) improving teachers' skills in using Autodesk Revit, and (3) improving teachers' skills in using Microsoft Project.Perkembangan teknologi yang sangat pesat menjadi tantangan global pada abad ke-21 ini. Sebagai abad revolusi industri 4.0, dan 5.0 banyak terjadi perubahan gaya hidup dan pekerjaan. Perubahan ini memicu timbulnya perubahan di dunia kerja. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus beradaptasi dengan adanya perubahan tersebut. Program PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru SMK dalam menggunakan Building Information Modeling (BIM) dengan software Autodesk Revit dan kemampuan manajemen proyek dengan software Microsoft Project. Mitra PKM ini adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknologi Konstruksi dan Properti Kota Surabaya. Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga bagian yaitu pengembangan jobsheet dan video tutorial, pelatihan Autodesk Revit, dan pelatihan Microsoft Project. Hasil yang didapatkan dari program PKM ini adalah sebagai berikut. (1) Jobsheet dan video tutorial Autodesk Revit dan Microsoft Project, (2) peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan Autodesk Revit, dan (3) peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan Microsoft Project
Transfer Teknologi dan Pelatihan Perkayuan untuk Penguatan Daya Saing Produk Lokal di Desa Karanggayam
Industri olahan kayu merupakan sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang di Indonesia, termasuk di Desa Karanggayam, Kebumen. Namun, beberapa perajin masih mengandalkan proses manual dengan peralatan sederhana sehingga kualitas produk tidak konsisten, waktu produksi panjang, dan variasi desain terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan manajemen usaha perajin melalui inovasi teknologi tepat guna. Kegiatan meliputi analisis situasi & kebutuhan, perancangan sistem produksi, pelatihan dan transfer pengetahuan, pendampingan produksi serta evaluasi program. Implementasi program menghasilkan peningkatan efisiensi produksi hingga 48%, konsistensi ukuran mencapai 90%, serta penurunan cacat produksi menjadi 5%. Selain itu, kemampuan manajerial perajin meningkat melalui perencanaan produksi dan kontrol mutu. Program ini membuktikan bahwa modernisasi perkayuan mampu memperkuat daya saing perajin lokal secara berkelanjuta
Penerapan Metode Participatory Experiential Learning oleh Trainer untuk Membangun dan Meningkatkan e-Loyalty Mitra Bimbel Brainy Kids
Retention fluctuations of Brainy Kids partners from 52.24% (2022) to 76.81% (2024) reflect variations in digital service quality influenced by trainers. This community service aims to enhance trainer competencies to strengthen potential partner e-loyalty via improved e-service quality, e-trust, and e-satisfaction. Participatory experiential learning method was applied to 10 partner trainers over three days (December 21–23, 2025). Evaluation relied on participatory observation, daily collaborative reflection, and informal feedback from branch owners. Immediate findings reveal trainers' independent troubleshooting ability rose from 30% to 80% in simulations. Reflections and observations indicate enhanced responsiveness, confidence, and empathetic interactions. Early informal discussions with partners show positive perceptions of digital support. This program offers preliminary evidence that empowering trainers as human mediators can serve as a blueprint for human-technology integration to sustain partnerships in Indonesian non-formal education.Fluktuasi retensi mitra Bimbel Brainy Kids dari 52,24% (2022) hingga 76,81% (2024) mencerminkan variasi kualitas layanan digital yang dipengaruhi peran trainer. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi trainer guna memperkuat potensi e-loyalty mitra melalui penguatan e-service quality, e-trust, serta e-satisfaction. Metode participatory experiential learning diterapkan pada 10 trainer mitra selama tiga hari (21–23 Desember 2025). Evaluasi menggunakan observasi partisipatoris, refleksi kolaboratif harian, serta umpan balik informal dari pemilik cabang. Temuan immediate menunjukkan kemampuan troubleshooting mandiri trainer meningkat dari 30% menjadi 80% melalui simulasi. Refleksi dan observasi mengindikasikan peningkatan responsivitas, kepercayaan diri, serta interaksi empatik trainer. Diskusi informal awal dengan mitra mencerminkan persepsi positif terhadap dukungan digital. Program ini memberikan bukti preliminary bahwa penguatan trainer sebagai mediator manusiawi berpotensi menjadi blueprint integrasi manusia-teknologi untuk stabilitas kemitraan pendidikan nonformal Indonesia
Penguatan Nilai Toleransi dan Gotong Royong dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Implementasi Value Detection Model (VDM) di Sekolah Dasar
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat nilai toleransi dan gotong royong dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar melalui penerapan Value Detection Model (VDM). Model ini menekankan proses identifikasi, refleksi, dan internalisasi nilai secara kontekstual dan partisipatif. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 20 siswa kelas IV SDN Sandana, Kabupaten Tolitoli, melalui observasi, penyampaian materi, evaluasi, dan dokumentasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa VDM berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman nilai toleransi, ditandai dengan lima siswa yang mampu menjelaskan konsep toleransi serta menunjukkan sikap menghargai perbedaan. Selain itu, enam belas siswa memperlihatkan perilaku gotong royong melalui kerja sama, saling membantu dalam mengerjakan tugas proyek. Temuan ini menegaskan bahwa VDM merupakan pendekatan yang efektif dalam penguatan karakter peserta didik dan relevan diterapkan sebagai strategi pembelajaran berbasis nilai di sekolah dasar
Pemberdayaan Lansia melalui Kampung Ramah Lansia: Peningkatan Aspek Manajemen dan Sosial Kemasyarakatan di Argorejo, Sedayu
The Age‑Friendly Village program in Argorejo, Sedayu aims to enhance older adults’ managerial and socio‑communal capacities through non‑formal learning and community‑based participatory activities. The service used a one‑group pre–post participatory design with 30 older adults, accompanied by structured mentoring (preparation– socialization–implementation– evaluation- sustainment). The instrument was a Likert 1–5 questionnaire with two subscales: management (10 items) and socio‑communal (10 items). Data analysis comprised descriptive statistics (means & percentages), normality testing of difference scores, followed by paired t‑test or Wilcoxon (p<0.05) and effect sizes (Cohen’s d/r). Results showed significant gains: management increased from 2.76 (55.2%) to 4.14 (82.8%) (+27.6%), and the socio‑communal aspect rose from 2.72 (54.4%) to 4.26 (85.2%) (+30.8%). These findings confirm the effectiveness of a participatory approach in strengthening older adults’ autonomy, align with SDGs 3, 4, 10, and 11, and support IKU 2 and IKU 5. Replication with multi‑stakeholder support is recommended.Program Kampung Ramah Lansia di Argorejo, Sedayu, bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial dan sosial kemasyarakatan lansia melalui pembelajaran non formal dan aktivitas partisipatif berbasis komunitas. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif satu kelompok pre–post pada 30 lansia, disertai pendampingan terstruktur (persiapan–sosialisasi–pelaksanaan–evaluasi–keberlanjutan). Instrumen berupa angket Likert (1–5) dua subskala yaitu manajemen (10 butir) dan sosial kemasyarakatan (10 butir). Analisis data meliputi statistik deskriptif (rerata & persentase), uji normalitas selisih skor, kemudian t berpasangan atau Wilcoxon (p<0,05) serta ukuran efek (Cohen’s d/r). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan yaitu manajemen 2,76 (55,2%) menjadi 4,14 (82,8%) mengalami kenaikan sebesar 27,6% dan aspek sosial kemasyarakatn dari 2,72 (54,4%) menjadi 4,26 (85,2%) mengalami kenaikan sebesar 30,8%. Temuan menegaskan efektivitas pendekatan partisipatif dalam memperkuat kemandirian lansia, selaras dengan SDG 3, 4, 10, dan 11, serta mendukung IKU 2 dan IKU 5. Program direkomendasikan untuk direplikasi dengan dukungan lintas pemangku kepentingan