E-Jurnal Politeknik Dharma Patria
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Design and Implementation of an IoT-Enabled Deep Learning Vision System for Automated Dimensional Measurement in Smart Manufacturing
The rapid advancement of Industry 4.0 has brought the convergence of Internet of Things (IoT), computer vision, and deep learning to enhance automation and precision in manufacturing. This paper presents the design and implementation of an IoT-enabled deep learning vision system for automated dimensional measurement, integrated with programmable logic controller (PLC) control and real-time monitoring. The system employs a Raspberry Pi 5 as an edge computing unit, Logitech C270 camera for visual data acquisition, and an Omron CP2E PLC for process control. A YOLOv5 deep learning model is trained to detect and measure object dimensions with sub-millimeter accuracy. The Node-RED platform is utilized for dashboard visualization and communication, interfaced through Omron FINS protocol, with MySQL as the database for data logging. Experimental results show a high detection accuracy of 98.6% and an average measurement error of less than 0.5 mm, demonstrating the system’s effectiveness for smart manufacturing applications
Warehouse Re-Layout for a Third-Party Logistics Provider Based on Shipping Patterns Using the Apriori Algorithm
Warehouse operations face challenges that affect efficiency. PT ABC, a third-party logistics provider, has been experiencing these issues due to an unstructured warehouse layout. It leads to inefficient movement and delayed deliveries. This study aims to re-design the warehouse layout of PT ABC based on shipping patterns using the apriori algorithm. Shipment data from January to June 2024 was analyzed using the apriori algorithm with a minimum support of 30% and a confidence level of 50% to find frequently shipped item combinations. One of the strong associations found was between "Mechanical Components" and "Spare Parts," with a lift value of 1.68. Based on the results, a proposed layout was developed by considering both the FSN (Fast, Slow, Non-moving) classification and apriori findings. The effectiveness of the new layout was evaluated using rectilinear distance calculations, which showed a reduction in total item movement distance from 45,952 meters to 44,343 meters
Pengembangan Akuaponik Apung pada Kolong Bekas Tambang Timah untuk Pemenuhan Kebutuhan Pangan Mandiri di Desa Tepus, Air Gegas, Bangka Selatan
Desa Tepus, Kabupaten Bangka Selatan, memiliki sejumlah kolong bekas tambang timah yang hingga kini belum termanfaatkan secara optimal. Padahal, sebagian kolong tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai lahan alternatif untuk kegiatan budidaya perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan sistem akuaponik apung sebagai model pemanfaatan kolong yang berkelanjutan dan produktif. Sosialisasi dan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang dilaksanakan mendapat sambutan antusias dari masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Dalam pelaksanaannya, dibangun demplot berupa karamba tancap dan sistem akuaponik apung dengan komoditas ikan lele (Clarias sp.) dan kangkung (Ipomoea aquatica). Demplot ini selanjutnya dikelola oleh masyarakat sebagai sarana percontohan dan pembelajaran. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program kemandirian pangan desa, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi sumber daya lokal, serta menjadi inspirasi bagi pemanfaatan kolong-kolong lainnya di wilayah tersebut
Pemberdayaan Kelompok Tani untuk Penguatan Manajemen Lahan dan Agribisnis Hortikultura di Desa Jeruk Kabupaten Boyolali
Jeruk Village, Selo Subdistrict, Boyolali Regency, is a highland agricultural area facing challenges such as sloping land erosion, low conservation knowledge, limited climate adaptation, and weak bargaining power of farmers. The Community Empowerment Program by Students (PMM) through Community Service Program (KKN) was implemented to empower the Bangun Tani 2 and Tani Mulyo 2 Farmer Groups by involving 32 Agrotechnology and Agribusiness students from Satya Wacana Christian University in September–October 2025. Activities included socialization, environmentally friendly technology training, mentoring, soil block making, biopesticide and biofertilizer production, education on sloping land conservation using terraced models, as well as post-harvest training and digital marketing. The evaluation showed an increase in farmers' understanding and skills based on pre-test and post-test scores. This program enhances farmers' independence, reduces dependence on external inputs, promotes product value addition, and expands market access through digital platforms, thereby potentially becoming a sustainable empowerment model for highland regions.Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, merupakan wilayah pertanian dataran tinggi yang menghadapi tantangan seperti erosi lahan miring, rendahnya pengetahuan konservasi, adaptasi iklim yang terbatas, serta lemahnya posisi tawar petani. Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) melalui KKN dilaksanakan untuk memberdayakan Kelompok Tani Bangun Tani 2 dan Tani Mulyo 2 dengan melibatkan 32 mahasiswa Agroteknologi dan Agribisnis Universitas Kristen Satya Wacana pada September–Oktober 2025. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknologi ramah lingkungan, pendampingan, pembuatan soil block, produksi biopestisida dan biofertilizer, edukasi konservasi lahan miring menggunakan maket terasering, serta pelatihan pascapanen dan pemasaran digital. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani berdasarkan skor pre-test dan post-test. Program ini meningkatkan kemandirian petani, mengurangi ketergantungan pada input eksternal, mendorong nilai tambah produk, serta memperluas akses pasar melalui platform digital, sehingga berpotensi menjadi model pemberdayaan berkelanjutan bagi wilayah dataran tinggi
Transformasi Promosi Tenun melalui Media Digital pada Yayasan Kriya Minangkabau Lintau Buo
The weaving center holds both cultural and economic value, yet its marketing remains limited due to less appealing promotional content and restricted digital access. This community service program applies the Asset-Based Community Development (ABCD) approach to explore local potential, weaving skills, socio-cultural networks, and available digital tools. Together with the artisans, the team developed a digital marketing vision, produced photo and video content, created digital and printed catalogs, conducted social media training, and implemented personal selling simulations. After implementation, the artisans now have active social media accounts, are able to produce aesthetic visual content, and have begun using both digital and printed catalogs. Digital promotion activities have increased, accompanied by a shift in attitude toward technology-based marketing. The combination of ABCD and digital strategies proves effective in strengthening the competitiveness of traditional woven products. For sustainability, improvements in packaging, brand identity, network expansion, and long-term monitoring are neededSentra tenun memiliki nilai budaya dan ekonomi, namun pemasaran masih terbatas karena konten promosi kurang menarik dan akses digital yang minim. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) untuk menggali potensi lokal, kemampuan menenun, jejaring sosial budaya, serta perangkat digital yang tersedia. Bersama pengrajin, tim merancang visi pemasaran digital, membuat konten foto, video, dan katalog, memberikan pelatihan media sosial, serta melakukan simulasi personal selling. Setelah program berjalan, pengrajin memiliki akun media sosial aktif, mampu membuat konten visual estetik, dan telah menggunakan katalog digital maupun cetak. Promosi digital mulai meningkat, diikuti perubahan sikap terhadap pemasaran berbasis teknologi. Pendekatan ABCD dan strategi digital terbukti efektif memperkuat daya saing tenun. Untuk keberlanjutan, diperlukan peningkatan kemasan, penguatan identitas merek, perluasan jaringan, dan monitoring jangka panjan
Pelatihan Diversifikasi dan Digitalisasi Usaha Tanaman Hias Berbasis Ekonomi Kreatif Untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Perempuan Kampung Bunga Madirsan Desa Bangun Sari, Kec. Tanjung Morawa, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara
Abstract: Kampung Bunga Madirsan is known as a center for ornamental plant sales, serving as a primary source of income for women in the area. However, in recent times, ornamental plant sales have seen a significant decline. This is due to a lack of variety in ornamental plant products, a lack of innovation in packaging, and limited ability to utilize digital media as a marketing tool. Partners also lack branding strategies and marketplace sales strategies, relying solely on conventional methods. Partners also rely on the use of chemical fertilizers, increasing their costs. This situation has resulted in limited market reach and low growth in ornamental plant businesses. This community service activity aims to address these partner challenges through training on diversification and digitalization of ornamental plant businesses based on the creative economy. The implementation method includes an initial survey, participatory training, provision of technological tools to facilitate plant care, hands-on practice, mentoring, and the creation of digital business profiles for partners in Kampung Bunga MadirsanKampung Bunga Madirsan dikenal sebagai sentra penjualan tanaman hias yang menjadi sumber pendapatan utama perempuan di daerah tersebut. Namun, beberapa waktu terakhir ini, terjadi penurunan penjualan tanaman hias yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya variasi produk tanaman hias, belum adanya inovasi dalam bentuk dan kemasan, serta terbatasnya kemampuan dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Mitra juga belum memiliki strategi branding dan strategi penjualan melalui marketplace, sehingga penjualan hanya mengandalkan cara konvensional. Mitra juga bergantung pada penggunaan pupuk kimia, sehingga memperbesar biaya yang dikeluarkan mitra. Situasi ini berdampak pada terbatasnya jangkauan pasar dan rendahnya pertumbuhan usaha tanaman hias. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut melalui pelatihan diversifikasi dan digitalisasi usaha tanaman hias berbasis ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, pelatihan partisipatif, pemberian alat teknologi untuk mempermudah perawatan tanaman, praktik langsung, pendampingan, serta pembuatan profil usaha digital mitra di Kampung Bunga Madirsan
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Di Desa Rasau Jaya Umum Kecamatan Rasau Jaya
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani “Alam Berkah” di Desa Rasau Jaya Umum melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbasis limbah kulit nanas dengan teknologi bioaktivator EM4. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) yang menekankan pada penggalian potensi lokal dan keterlibatan aktif masyarakat. Kegiatan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan praktik langsung, dan pendampingan kelembagaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 70% menjadi 100% setelah pelatihan serta peningkatan kemampuan teknis dalam produksi pupuk organik. Dampak kegiatan meliputi efisiensi biaya produksi pertanian, peningkatan kesadaran lingkungan, dan terbentuknya kelompok swadaya yang mandiri. Program ini berkontribusi pada penguatan ekonomi sirkular desa dan mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal
Optimalisasi Produksi dan Bauran Pemasaran dalam Mendorong Kinerja Peternakan Ayam Petelur Bumdes Bungung Rumbiaya Desa Tanakaraeng
The Bungung Rumbiaya Village-Owned Enterprise (BUMDes) faces the challenge of declining productivity in its egg-laying chicken business due to poor drinking water quality and conventional marketing strategies. This Community Service Program aims to address these dual challenges through a Participatory Action Research (PAR) approach, which emphasizes collaboration and empowerment of partners as active subjects. The implementation method consists of three participatory PAR cycles: (1) joint planning to identify problems and solutions, (2) collective action in technology implementation, and (3) reflection for evaluation and further planning. The program's results demonstrated two key achievements. First, the implementation of a water filtration system (1,000-liter tank, water tower, and multi-layer filter) successfully improved water quality, directly impacting egg production by 10-15% and improving chicken health. Second, the development of the Village-Owned Enterprise (BUMDes) website (https://bungungrumbiaya.com) successfully laid the foundation for digitalized marketing. More important than these technical outputs, there was a significant increase in partner capacity and independence, with administrators now able to operate and maintain the technology independently. The program concluded that integrating appropriate technology and the PAR approach is an effective strategy for creating sustainable solutions and empowering village institutions. Maintaining sustainability requires a commitment to regular maintenance from partners, as well as continued mentoring from universities and the village government.BUMDes Bungung Rumbiaya menghadapi tantangan penurunan produktivitas usaha ayam petelur akibat kualitas air minum yang kurang bersih dan strategi pemasaran yang masih konvensional. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan ganda tersebut melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang menekankan kolaborasi dan pemberdayaan mitra sebagai subjek aktif. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga siklus PAR partisipatif: (1) perencanaan bersama untuk identifikasi masalah dan solusi, (2) aksi kolektif dalam penerapan teknologi, dan (3) refleksi untuk evaluasi dan perencanaan lanjutan. Hasil program menunjukkan dua capaian utama. Pertama, penerapan sistem filtrasi air (tandon 1000 liter, menara air, dan filter multi-layer) berhasil meningkatkan kualitas air, yang langsung berdampak pada peningkatan produksi telur sebesar 10-15% serta kesehatan ayam yang lebih baik. Kedua, pengembangan website BUMDes (https://bungungrumbiaya.com) berhasil meletakkan fondasi untuk digitalisasi pemasaran. Lebih penting dari output teknis tersebut, terjadi peningkatan kapasitas dan kemandirian mitra yang signifikan, di mana pengurus kini mampu mengoperasikan dan merawat teknologi secara mandiri. Program ini menyimpulkan bahwa integrasi antara teknologi tepat guna dan pendekatan PAR merupakan strategi yang efektif untuk menciptakan solusi berkelanjutan dan memberdayakan kelembagaan desa. Untuk menjaga keberlanjutan, diperlukan komitmen perawatan rutin dari mitra serta pendampingan lanjutan dari perguruan tinggi dan pemerintah desa
Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Sosiologi UNG dalam Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Kota Manado
Sustainable tourism requires the integration of environmental, social, and economic dimensions, making the need for human resources who are sensitive to sustainability issues increasingly urgent. As future development analysts and practitioners, students need to be equipped with conceptual understanding and empirical experience so that they are able to comprehensively read the socio-ecological dynamics of a destination. This community service program aims to increase the capacity of Sociology students at Gorontalo State University through expert lectures and field trips. The expert lectures reinforce the theory of sustainable tourism, Community Based Tourism (CBT), and destination carrying capacity. Field visits to Lake Linow were used as an empirical learning strategy to observe ecological conditions, interactions between tourism actors, and sustainability challenges in sensitive natural tourism areas. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding, sustainability awareness, and analytical skills in identifying socio-environmental issues. Educational products in the form of infographics reflect their ability to process field findings. This community service contributes to the preparation of human resources capable of supporting sustainable tourism based on knowledge and direct experience.Pariwisata berkelanjutan menuntut integrasi dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi, sehingga kebutuhan akan sumber daya manusia yang peka terhadap isu keberlanjutan menjadi semakin mendesak. Mahasiswa sebagai calon analis dan praktisi pembangunan perlu dibekali pemahaman konseptual dan pengalaman empiris agar mampu membaca dinamika sosial–ekologis destinasi secara komprehensif. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo melalui kuliah pakar dan kunjungan lapangan. Kuliah pakar memberikan penguatan teori mengenai pariwisata berkelanjutan, Community-Based Tourism (CBT), dan daya dukung destinasi. Kunjungan lapangan ke Danau Linow digunakan sebagai strategi pembelajaran empiris untuk mengamati kondisi ekologis, interaksi antaraktor wisata, serta tantangan keberlanjutan pada kawasan wisata alam yang sensitif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman, kepekaan keberlanjutan, dan kemampuan analitis mahasiswa dalam mengidentifikasi persoalan sosial-lingkungan. Produk edukatif berupa infografis mencerminkan kemampuan mereka mengolah temuan lapangan. Pengabdian ini berkontribusi pada penyiapan SDM yang mampu mendukung pariwisata berkelanjutan berbasis pengetahuan dan pengalaman langsun
Penerapan Mesin Penggiling dan Pembungkus dari Bahan Foodgrade Sebagai Teknologi Produksi Tepat Guna untuk Meningkatkan Produktivitas UKM di Kabupaten Lamongan
Usaha kecil dan menengah (UKM) memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Namun, banyak pelaku UKM masih menghadapi kendala dalam hal efisiensi produksi dan penerapan teknologi modern. Salah satunya adalah UKM Camilan Stik Sladri di Lamongan, yang selama ini memproduksi camilan secara manual dengan peralatan sederhana membuat kapasitas produksi terbatas, serta kualitas produk belum sepenuhnya memenuhi standar industri pangan. Program Pegabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas mitra dengan pengadaan mesin penggiling dan pengemas, serta pelatihan manajemen. Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga bagian yaitu persiapan, pelatihan dan pendampingan penggunaan mesin, dan pelatihan manajemen. Hasil yang didapatkan dari program PKM ini adalah sebagai berikut. (1) Mesin penggiling semi otomatis dari bahan foodgrade, (2) Mesin pengemas semi otomatis dari bahan foodgrade, dan (3) Meningkatkan kemampuan manajemen produksi dan manajemen pemasaran. Pencapaian tersebut akhirnya dapat meningkatkan produktivitas berupa kuantitas dan kualitas produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat