E-Jurnal Politeknik Dharma Patria
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Mewujudkan Desa Wirausaha Melalui Pengembangan UMKM di Desa Capang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan
-UMKM adalah usaha mikro, kecil dan menengah merupakan sebuah wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha yang telah dimilikinya.UMKM mempunyai peranan yang penting untuk menunjang perekonomian suatu bangsa karena dapat mengurangi pengangguran, penyedia lapangan pekerjaan dan penyumbang produk domestik bruto (PDB). Keberadaan UMKM tidak terlepas dari adanya seorang wirausahawan yang memiki keberanian dalam mendirikan usaha atau bisnis. UMKM yang tentunya berkaitan atau mengarah pada dunia bisnis diperlukan sangat sifat ketelatenan dan mental yang kuat dari masing-masing individu sebagai pelaku UMKM.
Program pengabdian masyarakat yang berbasis pada UMKM bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan memajukan UMKM agar lebih dikenal secara luas oleh masyarakat terutama di luar kota Pasuruan sehingga dapat meningkatkan koneksi atau jaringan yang berdampak pada peningkatan pelanggan pula. Dapat lebih meningkatkan ketrampilan masyarakat khususnya para pemuda generasi penerus bangsa sebagai pemuda diusia produktif. Dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sebagai pelaku UMKM yang mengakibatkan naiknya pendapatan desa setempat. Dapat meningkatkan kesehjahteraan masyarakat, mengurangi tingkat kriminalitas sehingga dapat mewujudkan desa yang nyaman, aman.
Hasil dari pelaksanaan kegiatan adalah:1)pemasaran UMKM secara digital; 2)pendampingan proses produksi UMKM dari bahan mentah ke bahan jadi; 3) pembuatan peta visualisasi usaha UMKM guna mengetahui titik-titik lokasi UMKM berada; 4) mendesain logo yang sesuai dengan konsep usaha agar menarik dan lebih diingat oleh konsumen; 5) pembuatan akun penjualan melalui platform digital; 6) seminar batik eco print.
 
Pendampingan Revitalisasi BUMDES Melalui Studi Kelayakan Usaha Pada Desa Pemuda Kabupaten Tanah Laut
Artikel ini membahas program pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Pemuda, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kinerja BUMDes akibat kurang optimalnya pengelolaan usaha dan belum adanya kajian kelayakan usaha sebagai pengambilan keputusan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendampingan dalam penyusunan studi kelayakan usaha yang mencakup aspek pemasaran, teknis, keuangan, dan manajemen. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pengelola BUMDes, pelatihan proposal penyusunan studi kelayakan usaha, serta pendampingan dalam analisis data. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pemahaman pengelola BUMDes dalam merancang usaha yang layak dan berpotensi meningkatkan kemandirian desa. Program ini berimplikasi pada penguatan tata kelola BUMDes dan memberikan rekomendasi usaha yang sesuai dengan potensi lokal pada Desa Pemuda
Implementasi Vitamin B-Kompleks pada Budidaya Ayam Kampung untuk Menuju Ketahanan Pangan Bagi Penyandang Disabilitas Desa Wanatirta-Paguyangan, Brebes
Penyandang disabilitas di Desa Wanatirta berjumlah 32 orang dengan keterbatasan fisik yang berdampak pada rendahnya tingkat kemandirian ekonomi dan sosial. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar penyandang disabilitas berada pada kategori miskin dan rentan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan penyandang disabilitas melalui budidaya ayam kampung dengan memanfaatkan potensi desa berupa limbah sayuran. Budidaya ayam kampung dipilih karena mudah diaplikasikan, tidak membutuhkan keahlian khusus, serta sesuai dengan kondisi mitra. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan sosialisasi, edukasi, penyuluhan, penerapan teknologi fermentasi limbah sayuran sebagai pakan alternatif, pendampingan, dan evaluasi. Solusi yang diberikan meliputi pelatihan pembuatan kandang sederhana, formulasi pakan fermentasi, serta pemberian vitamin B-kompleks. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme mitra yang tinggi, peningkatan keterampilan, serta dampak positif terhadap pemenuhan gizi dan penurunan risiko stunting. Program ini berpotensi berkelanjutan melalui kerja sama dengan mahasiswa dan pemangku kepentingan terkait
Monitoring Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Pada Tanaman Aren Di Padukuhan Gondang, Wukirsari, Cangkringan, Sleman
The sugar palm is a commodity of high economic value and plays an important role in farmers’ income as well as land conservation. One of the main threats in sugar palm cultivation is the attack of horned beetle pests, which can damage meristem tissue and cause plant death. A community service activity carried out by the PKM Team from Instiper Yogyakarta in Gondang, Sleman, Yogyakarta, aimed to provide counseling and training on horned beetle population monitoring to members of the Ngudi Lestari Farmers Group. Monitoring was performed using Ferotrap pheromone traps. After ten rounds of monitoring, no horned beetles were found in the cultivation area. These results indicate that the horned beetle population in the area remains safe. The Ferotrap counseling and training effectively enhanced the farmers' knowledge and skills in pest management for sugar palm plants.Tanaman aren merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dan memiliki peran penting bagi pendapatan petani serta konservasi lahan. Salah satu ancaman utama dalam budidaya aren adalah serangan hama kumbang tanduk yang dapat merusak jaringan meristem dan menyebabkan kematian tanaman. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim PKM Instiper Yogyakarta di Padukuhan Gondang, Sleman, Yogyakarta, bertujuan memberikan penyuluhan dan pelatihan monitoring populasi kumbang tanduk kepada anggota KTH Ngudi Lestari. Monitoring dilakukan menggunakan perangkap Ferotrap berbahan feromon yang dipasang di lahan aren seluas 1,5 hektar. Setelah 10 kali pemantauan, tidak ditemukan kumbang tanduk di lokasi budidaya aren. Hasil ini menunjukkan populasi kumbang tanduk di wilayah tersebut masih aman, dan anggota kelompok tani kini mampu melakukan monitoring secara mandiri sebagai upaya pencegahan dini serangan hama. Penyuluhan dan pelatihan Ferotrap efektif meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani dalam pengendalian hama pada tanaman aren. Kegiatan ini membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi invasi kumbang tanduk dari daerah sekitar
Peningkatan Produktivitas Padi Sawah melalui Pemupukan Presisi dan Aplikasi Kasgot sebagai Strategi Pemberdayaan Petani Menuju Ketahanan Pangan Desa Gununglurah
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi sawah melalui penerapan pemupukan presisi dan aplikasi kasgot sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kesuburan tanah akibat minimnya penggunaan bahan organik serta ketergantungan terhadap pupuk anorganik dengan dosis yang tidak terukur. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi awal, penyuluhan, analisis tanah menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), aplikasi kasgot terformulasi, pembuatan demplot seluas satu hektar, serta pendampingan dan monitoring pertumbuhan tanaman. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap pengelolaan kesuburan tanah dan pemupukan presisi. Respons awal tanaman pada fase vegetatif menunjukkan pertumbuhan yang lebih seragam, warna daun lebih hijau, serta kondisi fisik tanah yang lebih gembur dibandingkan kontrol. Selain itu, terjadi perubahan pola pikir petani terhadap pemanfaatan pupuk organik sebagai bagian dari sistem budidaya berkelanjutan. Kegiatan ini berpotensi menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung peningkatan produktivitas padi dan penguatan ketahanan pangan lokal
Peningkatan Keterampilan Digital Guru melalui Pelatihan Koding sebagai Sarana Pembelajaran yang Menarik
Perkembangan teknologi digital menuntut guru memiliki keterampilan literasi digital dan kemampuan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Namun, banyak guru informatika berlatar belakang non-informatika masih mengalami kesulitan memahami konsep koding. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital guru melalui pelatihan koding menggunakan MIT App Inventor sebagai platform visual yang mudah dipahami. Pelatihan dilaksanakan pada 4 September 2025 dan diikuti 20 guru MGMP Informatika MTs NU Kabupaten Banyumas. Metode kegiatan mencakup identifikasi masalah, penyusunan modul, pelaksanaan dengan pendekatan hands-on learning, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan, dengan skor pre-test 55–60 meningkat menjadi 85–90 pada post-test. Sebanyak 95% peserta merasa materi relevan dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengajarkan koding. Kegiatan ini menghasilkan modul pelatihan, prototipe aplikasi edukatif sederhana, dan rencana pelatihan lanjutan. Pelatihan membuktikan bahwa MIT App Inventor efektif membantu guru memahami dasar koding dan menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif
Pelatihan Pengelolaan Keuangan untuk Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas di PAUD Terpadu Aisyiyah Pituruh
Pengelolaan keuangan yang belum tertata secara sistematis di PAUD Terpadu Aisyiyah Pituruh menjadi permasalahan utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Permasalahan yang dihadapi meliputi pencatatan keuangan yang tidak baku, rendahnya transparansi, serta keterbatasan kompetensi pengelola dalam penyusunan laporan keuangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dan pengelola PAUD dalam mengelola keuangan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui ceramah, diskusi, simulasi, dan pendampingan langsung berbasis Participatory Action Research (PAR). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pencatatan kas masuk dan keluar, penyusunan laporan keuangan sederhana, serta perencanaan anggaran. Selain itu, lembaga mulai menerapkan sistem pencatatan keuangan sederhana yang memudahkan proses pelaporan dan evaluasi dana operasional. Dampak kegiatan terlihat pada meningkatnya transparansi dan akuntabilitas keuangan serta bertambahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga PAUD. Dengan demikian, pelatihan pengelolaan keuangan terbukti berperan penting dalam mendukung tata kelola lembaga pendidikan anak usia dini yang berkelanjutan
Optimalisasi Pengelolaan Pekarangan Berbasis Pelatihan untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga pada KWT Dahlia di Kelurahan Juata Permai
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia dalam pengelolaan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga di Kelurahan Juata Permai, Kota Tarakan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan budidaya hortikultura, khususnya pada pembibitan, penyiapan media tanam, dan pemanfaatan teknologi lahan sempit. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan identifikasi aset dan kebutuhan, penyuluhan, pelatihan berbasis praktik (learning by doing), pendampingan dosen dan mahasiswa, serta evaluasi partisipatif. Kegiatan difokuskan pada budidaya sayuran hortikultura melalui sistem hidroponik dan media polybag. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi anggota KWT, dengan rata-rata skor pengetahuan dan keterampilan meningkat dari sekitar 40% menjadi 80%. Selain peningkatan kapasitas teknis, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan partisipasi kelompok dalam pemanfaatan pekarangan secara produktif. Program ini berkontribusi pada penguatan kemandirian pangan keluarga serta pemberdayaan perempuan melalui pengelolaan pertanian pekarangan berkelanjutan di wilayah perkotaan.
Abstract: This community service program aimed to enhance the capacity of the Dahlia Women Farmers Group (KWT) in managing home gardens to support household food security in Juata Permai Subdistrict, Tarakan City. The main problems faced by the group included limited knowledge and technical skills in horticultural cultivation, particularly in seedling preparation, growing media management, and the application of small-scale cultivation technologies. The program was implemented using an Asset-Based Community Development (ABCD) approach through stages of asset and needs identification, counseling, hands-on training (learning by doing), mentoring involving lecturers and students, and participatory evaluation. Activities focused on horticultural crop cultivation using hydroponic systems and polybag media. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ competencies, with average knowledge and skill scores increasing from approximately 40% before the program to 80% after the intervention. In addition to technical capacity building, the program also enhanced participants’ motivation, self-confidence, and group participation in utilizing home gardens productively. Overall, this activity contributed to strengthening household food independence and empowering women through sustainable urban home garden management.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia dalam pengelolaan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga di Kelurahan Juata Permai, Kota Tarakan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan budidaya hortikultura, khususnya pada pembibitan, penyiapan media tanam, dan pemanfaatan teknologi lahan sempit. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan identifikasi aset dan kebutuhan, penyuluhan, pelatihan berbasis praktik (learning by doing), pendampingan dosen dan mahasiswa, serta evaluasi partisipatif. Kegiatan difokuskan pada budidaya sayuran hortikultura melalui sistem hidroponik dan media polybag. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi anggota KWT, dengan rata-rata skor pengetahuan dan keterampilan meningkat dari sekitar 40% menjadi 80%. Selain peningkatan kapasitas teknis, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan partisipasi kelompok dalam pemanfaatan pekarangan secara produktif. Program ini berkontribusi pada penguatan kemandirian pangan keluarga serta pemberdayaan perempuan melalui pengelolaan pertanian pekarangan berkelanjutan di wilayah perkotaan
Kolaborasi Branding 50 Tahun Sindang Reret: Strategi Sinergis Antara Dunia Usaha dan Akademisi dalam Penguatan Identitas Budaya
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat identitas budaya lokal melalui strategi branding yang melibatkan kolaborasi antara dunia usaha yaitu Sindang Reret dan akademisi. Dalam rangka perayaan 50 tahun Sindang Reret sebagai ikon kuliner Sunda, tim pengabdi dari institusi pendidikan tinggi melakukan pendekatan kolaboratif dalam perancangan identitas visual, narasi sejarah, serta aktivasi media digital yang merepresentasikan nilai-nilai budaya Sunda. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lokakarya, observasi lapangan, dan co-creation branding. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman nilai budaya dalam komunikasi merek dan terciptanya materi promosi berbasis narasi budaya. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa sinergi antara pelaku usaha dan akademisi dapat menciptakan nilai tambah kultural dan ekonomis secara simultan
Honda Vario 125 Engine Modification Performance Analysis
This study aims to describe the performance of the Honda Vario 125 engine that has undergone modifications to five main components, namely the piston, valve, camshaft, throttle body, and injector. Performance measurements were carried out to determine changes in torque and horsepower after the modifications were applied. The research method used was a quantitative descriptive approach with testing using a dyno test. The test procedure included engine preparation, tool calibration, and the implementation of a full dyno test from idle to maximum speed. The results showed that the engine was capable of producing a maximum torque of 31.36 N m at 3,507 rpm and a maximum power of 20.21 HP at 7,693 rpm. These values indicate an increase in the engine's ability to produce power and thrust at certain speeds. Overall, this study provides an empirical description of the performance characteristics of the Honda Vario 125 engine after mechanical modification