Progres Pendidikan (E-Journal)
Not a member yet
463 research outputs found
Sort by
EXPLORATIVE STUDY OF THE IMPACT OF DISTANCE LEARNING IN THE COVID-19 PANDEMIC ON ELEMENTARY SCHOOL
Since the COVID-19 outbreak, which requires all Indonesian citizens and even around the world to apply WFH (Work from Home) including all school residents in Indonesia who apply online or online-based learning at SDIT AR-RISAALAH. The implementation of online learning has consequences for a teacher to increase his role and competence because competent teachers will be better able to manage classes and carry out evaluations for students both individually and in class. This study aims to determine the impact of online learning experienced by teachers and students during the COVID-19 pandemic. This research uses case study research, wherein collecting data information with interview techniques, namely to find data on relevant matters. The results showed that the learning process during the pandemic changed by using a remote network. This has an impact on teachers because they are less than optimal in providing learning materials and disrupting the learning process which causes the expected learning objectives to not be achieved. So that it makes the material incomplete and the use of learning media in online learning is not optimal. Student assessment is also constrained by mere cognitive assessment. This research uses the case study method as the research method, by conducting interviews with 3 teachers and 3 students of SDIT AR-RISAALAH. Interviews were conducted in-person/offline by approaching the informants
CONSISTENCY OF THE INSTRUCTIONS FOR THE USE OF PROSPECTIVES FOR DETERMINING THE AREA OF A PARALLELA AND TRIANGLE AREA FOR STUDENTS OF SDN 6 MATARAM
The approach used in this research is a quantitative approach with a quasi-experimental research design. The purpose of this study was to test the consistency and effectiveness of the instruction manual for determining the area of a parallelogram and the area of a triangle for students of SD 6 Mataram. To achieve this goal, tools and instructions for use were used in learning for the 111th-grade students of SDN 6 Mataram and divided into 3 classes. Because the research was conducted during the COVID-19 pandemic, the media was designed to be a learning video that describes the use of props, and their operational guidelines are narrated in the video. The video that contains the use of the tool is considered very in accordance with the instructions for use|| props. The results of the evaluation showed that there was no significant difference in the mean scores of the three pairs of classes (significance level 5% |t_h | < t_table = 2,0002). On the other hand, the completeness obtained by students in each class is >80% (KKM=70). This means that there is complete student learning about the area of a parallelogram and the area of a triangle. Thus, it can be concluded that the teaching aids for determining the area of a parallelogram and the area of a triangle and the instructions for use are consistently effective in helping students achieve complete learning on the material for the area of a parallelogram and the area of a triangle
IDENTIFIKASI KESULITAN GURU DALAM PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR GUGUS 1 KEDIRI
This study aims to describe the difficulties of teachers in the preparation of the 2013 curriculum lesson plan (RPP) in Primary School Cluster 1 Kediri, for the Academic Year of 2020/2021. The approach used is a descriptive qualitative approach. Data collection techniques were carried out through interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis Model Milles And Huberman were used for data analysis. The result showed that the difficulties experienced by teachers in preparing the 2013 curriculum lesson plans are; 1) difficulties of teachers in developing learning indicators, 2) difficulties of teachers in formulating learning objectives, 3) difficulties of teachers in determining learning models and methods, 4) difficulties of teachers in preparing learning steps, 5) difficulties of teachers in making and developing authentic assessments. This difficulty is caused by several factors, namely; 1) the teacher’s understanding in preparing of the 2013 curriculum RPP is still lacking, 2) lack of training in preparing the 2013 curriculum RPP, 3) not enough time. It can be concluded that teachers at SD Gugus 1 Kediri experienced difficulties in compiling the RPP component of the 2013 curriculum due to several factors. The contributing factors that had the most impact were the teacher’s lack of understanding in the preparation of the 2013 curriculum lesson plans and time insufficiency.
 
PENGARUH MEDIA BATANG NAPIER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN SISWA KELAS III SDN 3 DANGER
Salah satu penyebab kegagalan dalam pembelajaran matematika adalah siswa tidak paham konsep-konsep matematika, atau siswa salah pada saat memahami konsep-konsep matematika, yang membuat siswa mengalami kesalahan konsep, baik yang disebabkan oleh faktor guru maupun faktor siswa itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen. Desain penelitian pada penelitian ini adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, dipilih satu kelas secara acak untuk menentukan kelas eksperimen. Kelas eksperimen menerima pembelajaran dengan menggunakan media Batang Napier, sedangkan kelas kontrol menerima pembelajaran tanpa menggunakan media. Sample penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas III SDN Danger yang berjumlah 22 siswa, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, dan observasi. Instrumen dalam penelitian ini yaitu, lembar observasi dan lembar tes. Syarat yang harus dipenuhi dalam uji-t yaitu: (1) Uji normalitas, (2) Uji homogenitas dan (3) Uji-t menggunakan Independent Sample T-test. Hasil penelitian yaitu sig. tailed (0,00) < 0,05, selain itu dapat menggunakan perbandingan nilai thitung dengan ttabel diperoleh hasil thitung(20.039) > ttabel(2.079) yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak sehingga Ada Pengaruh Media Batang Napier Terhadap Pemahaman Konsep Perkalian Siswa Kelas III. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan menggunakan media Batang Napier berpengaruh lebih efektif terhadap kemampuan operasi perkalian dibandingkan dengan pembelajaran matematika tanpa menggunakan media
IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR SISWA DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA PADA SISWA KELAS III DI SDN GUGUS 04 KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN AJARAN 2020/2021
The purpose of this study was to determine student learning difficulties and efforts to overcome them in grade III students at SDN Gugus 04, Pujut District, Central Lombok Regency. The research method used is a qualitative method of phenomenological type with a descriptive approach. Sources of data in this study were teachers and third grade students of SDN Gugus 04, Pujut District, Central Lombok Regency, amounting to 3 teachers and 15 students. Determination of research result sources in this study using purposive sampling technique. The research result collection method used was interviews, observation, and documentation. The researchresult obtained were analyzed using interactive data analysis techniques analysis model of Miles and Huberman. Based on the results of interviews and observations, it can be concluded that there are 5 students who still have difficulty reading and there are 5 students who still have difficulty writing
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT SENDANG WIDODARI KABUPATEN KUDUS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Sendang Widodari Kabupaten Kudus dan untuk mengetahui bentuk penerapan nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Sendang Widodari untuk pendidikan anak sekolah dasar. Cerita rakyat merupakan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai-nilai yang dapat diambil dan diterapkan di masa kini dan masa depan, serta penyebaran cerita rakyat dari mulut ke mulut. Salah satunya adalah nilai karakter. Karakter adalah suatu pola, baik itu pikiran, sikap, moral, perilaku, watak, dan tindakan yang ada dan melekat pada seseorang yang sulit dihilangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang mendeskripsikan atau mendeskripsikan fenomena atau keadaan yang diamati secara objektif. Subjek penelitian ini adalah cerita rakyat Sendang Widodari. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dokumentasi dan pencatatan. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V GUGUS III CAKRANEGARA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V gugus III Cakranegara. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa dalam pelajaran matematika sehingga guru dapat melakukan upaya perbaikan pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan dapat menjadi gambaran bagi orang tua dan guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan wali kelas V di SDN 21 Cakranegara dan SDN Model Mataram yang berjumlah 37 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengisian angket dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar siswa berminat dalam pelajaran matematika. Adapun faktor yang mempengaruhinya adalah yaitu 1) rasa ingin tahu siswa seperti materi yang menarik, penjelasan guru yang mudah dimengerti serta matematika merupakan pelajaran favorit, 2) motivasi siswa seperti siswa ingin membuktikan bahwa siswa mampu berprestasi serta ingin mendapatkan nilai bagus dan menjadi juara kelas, 3) faktor jasmani. Sedangkan faktor eksternal yaitu 1) lingkungan keluarga berupa perhatian orang tua, relasi anggota keluarga, suasana rumah serta keadaan ekonomi keluarga, 2) faktor lingkungan sekolah yaitu strategi mengajar guru, hubungan antar siswa serta sarana dan prasarana di sekolah, 3) faktor lingkungan masyarakat berupa media massa serta kondisi lingkungan sekitar seperti teman bergaul.
 
LEARNING STRATEGY IN WRITE BEGINNING IN CHILDREN WITH DISLEXIA
This research is a qualitative study of Whole Word case studies and VAKT (Visual, Auditory, Kinesthetic, and, Tactile) strategies for children with special needs to develop functional skills in reading and writing beginning. The subjects in this study were selected using the procedure for determining the subject in qualitative research proposed by Sarantakos in Poerwandari (2005), namely: 1) Directed not at a large number of participants but at typical cases according to the specificity of the research problem, 2) Directed at context fits and is not used for representativeness in the sense of random numbers or events. From the explanation above, the researcher then determined the research subjects/participants as follows: 1) The subject was a child aged 8 years who was at the elementary level of elementary education, and 2) the subject was a child with special needs who experienced obstacles in developing writing and reading skills. Data collection methods were carried out through observation, interviews, and documentation of field notes during data mining. Data analysis was performed by comparing the subject's initial condition before being stimulated with the subject's initial condition after stimulation was carried out. The results of data analysis indicate that the application of the whole word approach and the VAKT strategy can be used to help develop reading and writing skills for children with special needs
PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SD Kelas V SDN 5 Buwun Mas. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen, jenis Quasi Ekperimental Design tipe one group pre-test post-test Design. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 5 Buwun Mas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes komunikasi matematis tertulis dan lisan. Instrument pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes komunikasi matematis tertulis bentuk uraian sebanyak 8 butir soal dan 1 soal untuk tes lisan yang telah memenuhi validitas. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan paired sample t-test. Sebelum melakukan uji hipotesis data yang diperoleh terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas data. Berdasarkan perhitungan pengujian hipotesis dengan uji-t diperoleh sebesar 19,151 untuk komunikasi matematis tertulis dan 10,019 untuk hasil komunikasi matematis lisan sedangkan 2,101 pada taraf signifikansi 5% dengan df 18. Sehingga 19,151 > 2,101 untuk komunikasi matematis tertulis dan 10,019 > 2,101 untuk komunikasi matematis lisan maka dapat dinyatakan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis tertulis dan lisan antara sebelum dan setelah mendapat perlakuan model problem based learning. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa model problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SD Kelas V SDN 5 Buwun Mas
KARAKTERISTIK KEEFEKTIFAN QUANTUM TEACHING DALAM PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR: (Literature Review)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik keefektifan Quantum Teaching serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan Quantum Teaching dalam pembelajaran siswa sekolah dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah 1) karakteristik keefektifan Quantum Teaching dalam proses pembelajaran terdiri dari 8 karakteristik diantaranya: pembelajaran Quantum lebih bersifat humanistis, interaksi pembelajaran lebih menjadi bermakna, menghilangkan segala sesuatu yang menghambat keberhasilan pembelajaran dan mempertahankan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan pembelajaran, siswa aktif berdiskusi dan menyampaikan pendapat, meningkatkan hasil belajar, memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, mengutamakan keberagaman dan keberhasilan sebagai kunci interaksi, dan komunikasi yang jernih. 2) faktor yang mempengaruhi keefektifan Quantum Teaching dalam proses pembelajaran terdiri dari 5 faktor di antaranya yaitu; media pembelajaran yang menarik, keterampilan mengajar guru, gaya mengajar, bina suasana, dan strategi belajar mengajar (SBM). Guru hendaknya guru harus memahami karakteristik siswa dan materi agar model pembelajaran yang digunakan sesuai serta dapat menjadikan pembelajaran yang efektif terlebih ketika menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching