Multi hosted jurnal Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Not a member yet
5314 research outputs found
Sort by
Inhalation of Cinnamon Aromatherapy (Cinnamon Burmanii) to Reduce Postpartum Pain in Normal Delivery
After delivery, uterine contractions will occur, which cause pain. Postpartum pain is physiological and lasts for several days after the delivery process. Postpartum pain that is not handled properly and correctly can cause discomfort, including disrupting activities, disturbing the mother\u27s rest time, or when breastfeeding, and can cause trauma. Handling postpartum pain using cinnamon aromatherapy inhalation can be an alternative to non-pharmacological therapy. Cinnamon contains the main compounds, namely cinnamaldehyde and eugenol, which have anti-inflammatory effects and can reduce pain. In addition, the content of essential oils helps relax tense muscles, increase circulation, and relieve stomach cramps. The study aimed to determine the effectiveness of cinnamon aromatherapy inhalation in reducing postpartum pain in normal delivery. The type of research is Quasy Experimental with a pre-test and post-test design. The research sample consisted of 30 postpartum mothers divided into control and intervention groups. The sampling technique was purposive sampling. The research instrument used was the Visual Analague Scale (VAS), which measured the pain level, and an observation sheet. Cinnamon inhalation was given to the intervention group by dripping cinnamon onto a tissue and inhaling it at a distance of plus minus 1 cm from the nostrils for 30 minutes starting 6 hours postpartum until the 3rd day. The control group was given deep breathing relaxation, starting 6 hours postpartum and continuing until the 3rd day. Data analysis used the Mann-Whitney test. The results of the Mann-Whitney test showed a p-value of 0.001. Cinnamon aromatherapy inhalation is effective in reducing postpartum pain in normal deliver
Variasi Bahasa Jawa yang Terdapat di Kabupaten Banyuwangi
ABSTRAK: Penelitian ini mendeskripsikan variasi bahasa Jawa di Banyuwangi menggunakan teori variasi bahasa. Hasil menunjukkan tiga variasi: akrolek, basilek, dan dialek. Akrolek digunakan dalam situasi formal dengan bahasa sopan, basilek dalam situasi informal dengan bahasa santai, dan dialek memiliki ciri khas lokal. Variasi bahasa ini penting dalam mengungkapkan identitas, menjalin hubungan sosial, dan komunikasi sehari-hari di Banyuwangi.
Kata Kunci: Sosiolinguistik, Variasi Bahasa, Banyuwangi, Bahasa Jawa.
ABSTRACT: This study describes the variations of Javanese language in Banyuwangi using the theory of language variation. The results show three variations: akrolek, basilek, and dialect. Akrolek is used in formal situations with polite language, basilek in informal settings with relaxed language, and dialect with local characteristics. These language variations are important for expressing identity, building social relationships, and daily communication in Banyuwangi.
Keywords: Sociolinguistics, Language Variation, Banyuwangi, Javanese Language
MELAWAN KEKUASAAN DALAM ANTOLOGI PUISI SAJAK HOAX KARYA SOSIAWAN LEAK: KAJIAN METAFORA DAN SIMBOL PERSPEKTIF HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR
Penelitian bertujuan mendeskripsikan perlawanan kekuasaan dalam antologi puisi Sajak Hoax Karya Sosiawan Leak dengan kajian metafora dan simbol perspektif hermeneutika Paul Ricoeur, metafora yakni (1)diskursus (2)representasi penjelasan (3)representasi interpretasi; simbol yakni: (1)momen semantik (2)moment nonsemantik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data bersumber dari antologi Puisi Sajak Hoax Karya Sosiawan Leak. Hasil penelitian berdasarkan urutan prespektif Ricoeur, (1)menggambarkan nilai-nilai kesentosaan, harapan kehidupan yang sempurna. (2)merujuk pada konsep, ide, dan peristiwa dengan gambaran perbedaan pandangan yang tidak lagi menjadi sumber konflik (3)penciptaan imaji dan pengalaman sensoris dengan menunjukkan sifat keinginan manusia, keterikatan yang tidak ketergantungan, kebebasan pribadi, kekhawatiran masa depan. Pendeskripsian simbol sebagai suatu momen semantik merujuk perilaku seseorang, komunikasi, daya ungkit, interaksi, kehilangan arah, norma kesopanan dan kepatuhan. Pendeskripsian simbol sebagai suatu momen non-semantik merujuk pada pengambaran visual dan emosional yang lebih artistik dan berimajinasi
PEREMPUAN BROKEN HOME DALAM FILM SEMUSIM SETELAH KEMARAU: STUDI PSIKOLOGI SOSIAL
Film Semusim Setelah Kemarau bertujuan untuk menganalisis pengalaman perempuan dari keluarga broken home dan dampaknya terhadap perkembangan emosional dan sosial. Dengan metode analisis isi, penelitian ini mengeksplorasi karakter Kaldera sebagai representasi perempuan broken home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran sosok Ayah berpengaruh terhadap perkembangan psikologisnya, mengakibatkan kesulitan menjalin hubungan interpersonal serta rasa percaya diri. Stigma sosial memperburuk tekanan emosional yang dialami. Film ini menyoroti perjuangan Kaldera dalam mencari validasi kasih sayang dan membangun identitas diri di tengah kondisi keluarga yang tidak stabil. Menegaskan pentingnya dukungan sosial dalam menghadapi tantangan psikologis dan sosial
Efektivitas Pendekatan Open-Ended terhadap Hasil Belajar pada Materi Kubus dan Balok
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan pendekatan Open-Ended terhadap hasil belajar pada materi bangun ruang sisi datar kubus dan balok. Sampel penelitian yaitu siswa kelas VIII SMPN 1 Sugio yang berjumlah 60 siswa, yang dipilih dengan Teknik Purposive Sampling. Desain penelitian menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Data hasil belajar siswa diperoleh melalui nilai Pre-Test dan Post-Test yang diberikan. Teknik analisis data yang digunakan dalam mengolah data yaitu uji prasyarat analisis, meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Uji hipotesis penelitian ini menggunakan perhitungan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Open-Ended efektif terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dari perbedaan hasil belajar siswa di tunjukan dengan perbedaan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen yaitu 91 dan pada kelas kontrol yaitu 81, pada perhitungan Independen Sample T-Test juga menunjukkan signifikan pada nilai Sig. (2-tailed) kurang dari . Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Open-Ended efektif terhadap hasil belajar siswa pada materi kubus dan balok. Penelitian ini merekomendasikan bahwa guru perlu mempelajari pendekatan Open-Ended untuk materi yang sesuai dan perlu menerapkan pendekatan Open-Ended sebagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa
Pengembangan Media Pembelajaran Android Materi Aritmatika Sosial Metode Realistik Untuk Membangun Pemahaman
Kurangnya motivasi siswa karena pembelajaran yang hanya menggunakan buku cetak dapat mempengaruhi pemahaman konsep siswa. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan inovasi teknologi digital dalam pembuatan media pembelajaran memiliki dampak positif pada pemahaman siswa. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Android dengan metode realistik yang valid, layak, dan efektif dalam membangun pemahaman konsep siswa. Metode yang digunakan yaitu modifikasi model penelitian ADDIE dengan menggunakan 4 tahapan yaitu Analysis, Design, Development, dan Implementation. Hasil penilaian menurut ahli media adalah sangat valid dengan persentase 85%, berdasarkan ahli materi adalah sangat valid dengan persentase 95%, berdasarkan ahli pembelajaran sangat valid dengan persentase 95%. Penilaian hasil respon guru pada lapangan terbatas dan lapangan luas mendapat persentase 90,9% dengan kategori sangat layak. Hasil respon siswa mendapat persentase 96.1% pada lapangan terbatas dan 95,6% pada lapangan luas dengan kategori sangat layak. Hasil tes siswa mendapat persentase 85,7% pada lapangan terbatas dan 85% pada lapangan luas dengan kategori efektif
Determining Key Performance Indicators at PT Cahaya Utama Branch Sidoarjo using Integrated Performance Measurement System (IPMS) and Balanced Scorecard Methods
Abstrak — Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Indikator Kinerja Utama (KPI) yang tepat untuk PT Cahaya Utama Cabang Sidoarjo menggunakan metode Integrated Performance Measurement System (IPMS) dan Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dengan mengintegrasikan data kualitatif dan kuantitatif. Kebutuhan pemangku kepentingan utama diidentifikasi, dan tujuan bisnis ditetapkan sesuai dengan itu. KPI ditentukan dan divalidasi melalui umpan balik pemangku kepentingan, analisis komparatif, dan penilaian ahli. Sistem pembobotan hierarki memprioritaskan KPI, menyoroti area penting untuk meningkatkan kinerja. Hasilnya menunjukkan keselarasan yang kuat antara kebutuhan pemangku kepentingan dan tujuan bisnis, dengan metrik kinerja yang komprehensif dan seimbang. Penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi untuk memadukan KPI berkelanjutan, pengembangan karyawan, budaya yang fokus pada pelanggan, dan proses audit rutin untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja organisasi
Design and Simulation Sag Tension of a 20kV Power System with 150kV Tower Infrastructure in Marabahan City with Monte Carlo method
Rumpiang Bridge is a vital object and requires special handling for voltage installation; therefore, a construction that is capable of spanning a wide area is needed, where the construction obtained is the 150 kV HV construction, and for the cable span, it is simulated using the Monte Carlo method for the analysis of cable crossing deflection in Barito Kuala, with three types of cables, namely ACSR, AAAC, and AAACS. The simulation was carried out 1000 times by considering random variations of ±10% in cable weight and tensile force and ±5% in the crossing length. The results show that ACSR and AAAC cables have low average deflections, 3.24 meters and 3.26 meters, respectively, with standard deviations of 0.33 meters and 0.32 meters, indicating stable and consistent mechanical performance. While the AAACS cable shows a higher average deflection of 4.72 meters and a standard deviation of 0.48 meters, indicating a greater variation in deflection due to its physical characteristics. All three cables meet the technical requirement of maximum deflection <30 meters, but ACSR cable is recommended as the primary choice due to its combination of low deflection and high stability, which provides a greater safety margin in extreme crossing environmental conditions
Gaya Hidup Berkelanjutan: Strategi Efektif dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan
Penelitian bertujuan mengeksplorasi implementasi tema gaya hidup berkelanjutan dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 tema gaya hidup berkelanjutan berjalan dengan baik. Kegiatan ini menanamkan kesadaran lingkungan melalui edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem dan pengelolaan dampak aktivitas manusia. Proyek ini mencakup pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick, mozaik, dan kriya, yang mendorong kreativitas siswa sekaligus menanamkan prinsip keberlanjutan. Faktor pendukung pelaksanaan meliputi sarana dan prasarana yang memadai, antusiasme siswa, serta peran aktif dari guru. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman tentang P5, masih rendahnya motivasi siswa, dan keterbatasan waktu. Kesimpulannya, gaya hidup berkelanjutan adalah strategi efektif untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan melalui pendekatan kreatif dan terencana. Proyek ini yang berdampak positif pada kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, serta meningkatkan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional guru
Narasi Kebangsaan di Era Media Sosial: Relevansi Pancasila dalam Ekosistem Digital
Era digital telah merevolusi pola komunikasi masyarakat Indonesia, khususnya melalui media sosial yang kini menjadi arena utama pembentukan identitas dan narasi kebangsaan. Pancasila sebagai ideologi bangsa, menghadapi tantangan serius dalam ekosistem digital yang sarat dengan hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menganalisis artikel dari jurnal terakreditasi SINTA dan Scopus terbitan 2019-2024 serta dokumen relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran ganda yang sebagai ruang potensial penyemaian nilai-nilai Pancasila, sekaligus ladang subur bagi praktik komunikasi yang bertentangan dengan semangat persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Rendahnya literasi digital dan lemahnya aspek integrasi nilai Pancasila dalam pendidikan kewargaan yang menjadi faktor utama degradasi etika digital. Namun demikian, peluang tetap terbuka melalui strategi kolaboratif, seperti penguatan literasi digital berbasis nilai, pemanfaatan konten-konten kreatif serta sinergi antara negara, masyarakat, dan platform digital. Relevansi Pancasila di ruang siber hanya dapat dijaga jika nilai-nilainya dihidupkan dalam praktik komunikasi daring yang reflektif, inklusif, dan partisipatif. Dengan demikian, media sosial yang tidak hanya menjadi tantangan bagi ideologi bangsa, tetapi juga ruang strategis untuk merevitalisasi Pancasila secara kontekstual dan berkelanjutan