Multi hosted jurnal Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Not a member yet
5314 research outputs found
Sort by
Analisis Pola Distribusi Pasok Sayuran dan Buah-Buahan di Pasar Induk Puspa Agro Sidoarjo
Kebutuhan akan sayuran dan buah-buahan menuntut petani untuk dapat berproduksi dengan kuantitas dan kualitas yang diinginkan oleh pasar. Adanya pedagang sebagai perantara tentu memberikan kemudahan dalam menyebarkan sayuran kepada konsumen di berbagai daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sarana dan prasarana, karakteristik pedagang dan pola distribusi pasok sayuran dan buah buahan di Pasar Induk Puspa Agro. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sarana prasarana di Pasar Induk Puspa Agro sudah cukup memadai dan sesuai dengan ketentuan dari Standar Nasional Indonesia yang mengatur tentang Pasar Rakyat. Karakteristik pedagang di Pasar Induk Puspa Agro meliputi 56% pedagang Sayur dan 44% pedangan buah yang berdagang selama kurun waktu 4-6 tahun. Pedagang di Pasar Induk Puspa Agro memasok barang dagangannya dari daerah Malang, dengan rincian 31 % untuk pedagang sayur dan 29 % untuk pedagang buah. Pola distribusi dalam rantai pasokan sayuran (kol, kubis, terong, tomat, kangkung, kentang, wortel, kol, cabai, daun bawang dan sawi) dan buah (melon, naga, apel, semangka, alpukat, jeruk, naga, pisang, pepaya) terdiri dari tiga komponen utama, yakni aliran produk, aliran uang, dan aliran
PENGARUH PENAMBAHAN KEMBANG KOL PADA PATTY DAGING SAPI DITINJAU DARI UJI ORGANOLEPTIK
Definisi umum "patty" adalah bola makanan cepat saji yang diisi dengan bahan pokok burger— daging, ayam, atau ikan—dan disajikan di antara roti dengan berbagai topping. Para peneliti dalam penyelidikan kuantitatif dengan pendekatan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat sampel patty berbeda—0%, 25%, 50%, dan 75%—dan kembang kol sebagai bahan tambahan. Menyimpulkan dari nilai rasa, warna, tekstur, aroma, dan penerimaan bahwa patty daging sapi dengan tambahan kembang kol memiliki dampak signifikan pada semua aspek ini (nilai Sig = 0,000 < 0,05 untuk rasa, warna, tekstur, dan aroma, dan nilai Sig = 0,003 <0,05 untuk penerimaan). Hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima; ada pengaruh penambahan kembang kol pada daging sapi (0%, 25%, 50%, 75%), menurut uji organoleptik dan daya terima masyarakat
Comparison of E-Learning and Conventional Teaching in Lecturer Teaching Technique: Students\u27 Perspective
The purpose of this study is to investigate the similarities and differences between lecturers\u27 conventional (offline) and E-learning (online) teaching techniques. The research aims to uncover insights that contribute to the development of the language teaching and learning process. The objectives included examining the delivery of course content, assessment and evaluation, student perspectives, efficiency, flexibility, engagement, and distraction in both settings. This research utilized qualitative methods with a narrative approach. Data was collected through interviews with four students from the English Department at PGRI Adi Buana University Surabaya. The findings show that face-to-face and online learning have their own unique advantages. The students consider that the delivery of the subject matter and the assessment method are the same. However, the students stated that they prefer offline learning because of the direct interaction, discussion, and supportive environment. Online learning is recognized for its practicality, flexibility and energy efficiency, although challenges such as technical issues and disruptive behavior remain. Research shows that a balanced approach, which integrates offline and online methods, can create an optimal and inclusive learning environment. For students, active participation in both environments, using technology, and providing feedback to teachers is encouraged. Lecturers are encouraged to integrate teaching methods, utilize technology for engagement, and address distractions to create a conducive online environment. Future research should explore hybrid learning models, focus on specific technological tools, and conduct longitudinal studies to understand the sustained effects of blended learning approaches
Analysis of the Effectiveness of Using Active Filters and Passive Filters in Reducing Harmonics Using a Power Simulator (PSIM) at PT. Delta Jaya Mas
The Extruder Machine at PT. Delta Jaya Mas plays a critical role in the production of rubber and PVC hoses, as well as molded rubber products. This process involves the use of a 3-phase synchronous motor and Variable Frequency Drive (VFD), which can introduce harmonics into the electrical system due to their non-linear load. These harmonics can cause waveform distortion, leading to decreased efficiency and potential equipment damage. To overcome this issue, a comprehensive research is being conducted utilizing the Power Simulator (PSIM) program to analyze the impact of harmonics and evaluate the effectiveness of both active and passive filters in reducing these unwanted distortions. Initial assessments of the Extruder SDP panel revealed elevated levels of Total Harmonic Distortion (THD) in the current phases, while the voltage phases remained within acceptable thresholds. Simulation results demonstrated that the active filter was able to significantly reduce THD to an impressive 1.57%, showcasing its effectiveness in harmonic mitigation. On the other hand, the passive filter also proved beneficial, albeit to a slightly lesser extent, achieving a reduction in THD to 34.07%. This ongoing research not only aims to assist PT. Delta Jaya Mas in implementing appropriate harmonic reduction measures for their Extruder Machine but also seeks to advance the understanding of harmonic analysis and filter applications
Identifikasi Dan Prevalensi Ektoparasit Pada Osphronemus gouramy Di Kolam Budidaya Desa Sumokembangsri Kabupaten Sidoarjo
Gourami fish (Osphronemus gouramy) is one of the freshwater fish species widely cultivated in Sumokembangsri Village, Sidoarjo Regency. One of the challenges in gourami farming is parasitic infections, which can cause losses such as slow growth and decreased harvest quality. A study was conducted to identify the types of ectoparasites, as well as to measure the prevalence rate, infection intensity, and water quality of gourami fry in the aquaculture ponds of Sumokembangsri Village. The method used was observation, involving the examination of ectoparasites on the surface of the fish\u27s body by collecting mucus, fins, and gills. The observations revealed two genera of ectoparasites, namely Trichodina sp. and Dactylogyrus sp. The prevalence of Trichodina sp. infection reached 100%, categorized as "always," while the prevalence of Dactylogyrus sp. was 60%, categorized as "frequent." The infection intensity of Trichodina sp. was 1.6 individuals per fish, while Dactylogyrus sp. had an intensity of 2.2 individuals per fish. Both parasites were classified as having "low" intensity. The results of water quality measurements indicated that the water conditions were suitable to support the survival of gourami fish.
Keywords; Ectoparasite, Guramy, Infection, PrevalenceIkan gurami (Osphronemus gouramy) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Desa Sumokembangsri, Kabupaten Sidoarjo. Salah satu permasalahan dalam budidaya ikan ini adalah infeksi parasit yang dapat menyebabkan kerugian, seperti pertumbuhan yang lambat dan penurunan kualitas hasil panen. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit, serta mengukur tingkat prevalensi, intensitas infeksi, dan kualitas air pada benih ikan gurami di kolam budidaya Desa Sumokembangsri. Metode yang digunakan adalah observasi, dengan pemeriksaan ektoparasit pada permukaan tubuh ikan melalui pengambilan lendir, sirip, dan insang. Hasil pengamatan menunjukkan, ditemukan dua genus ektoparasit, yaitu Trichodina sp. dan Dactylogyrus sp. Prevalensi infeksi Trichodina sp. mencapai 100%, yang termasuk kategori "selalu", sedangkan Dactylogyrus sp. memiliki prevalensi 60%, yang masuk kategori "sering". Intensitas infeksi Trichodina sp. adalah 1,6 individu/ekor, sedangkan Dactylogyrus sp. mencapai 2,2 individu/ekor. Kedua parasit ini tergolong dalam kategori intensitas "rendah". Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan bahwa kondisi air sudah sesuai untuk mendukung kelangsungan hidup ikan gurami.
Kata Kunci: Ektoparasit, Gurami, Infeksi, Prevalens
Weibull Regression Survival Analysis on the Rate of Recovery of Thyphoid Fever Patients: Case Study of RSUD Haji Makassar
Survival analysis is a statistical method used in studying survival related to time, from the beginning of the study to the end of the study. The purpose of survival analysis is to determine the relationship between survival time and independent variables in research that are thought to affect survival time. This study uses weibull regression survival analysis to see the factors that significantly affect the recovery rate of patients with typhoid fever at the Makassar Hajj Hospital in 2022. The results of the analysis of factors that have a significant effect on the rate of recovery of patients with typhoid fever are heartburn. Patients with a history of having heartburn have a hazard ratio value of 1.779, which means that patients with typhoid fever who experience heartburn have a faster recovery rate of 1.779 times compared to patients who do not experience heartburn
Analisis Proses Berfikir Kreatif Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Materi Bilangan Bulat dan Pecahan Di Kelas VII SMPN 1 Labuan Badas Tahun Pelajaran 2021/2022
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi bilangan bulat dan pecahan di kelas VII SMPN 1 Labuhan Badas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan enam siswa sebagai subjek penelitian, terdiri atas dua siswa dengan kemampuan matematis tinggi, dua siswa sedang, dan dua siswa rendah. Data dikumpulkan melalui lembar soal berbasis masalah, wawancara, dan analisis jawaban siswa, yang kemudian dianalisis berdasarkan indikator berpikir kreatif, yaitu kefasihan, kelenturan, elaborasi, dan keaslian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematis tinggi telah memenuhi indikator kelenturan, elaborasi, dan keaslian, meskipun indikator kefasihan belum terpenuhi karena hanya menggunakan satu cara penyelesaian. Siswa dengan kemampuan sedang menunjukkan pencapaian yang bervariasi; satu siswa mampu memenuhi indikator kelenturan dan keaslian, sementara siswa lainnya hanya memenuhi indikator keaslian. Siswa dengan kemampuan rendah hanya memenuhi indikator keaslian, dengan kesulitan signifikan pada kefasihan, kelenturan, dan elaborasi akibat pemahaman konsep yang kurang dan kesalahan dalam pengoperasian angka. Secara keseluruhan, hanya siswa dengan kemampuan tinggi yang menunjukkan kemampuan berpikir kreatif yang memadai. Temuan ini menyoroti pentingnya pengembangan metode pembelajaran yang inovatif, seperti diskusi kelompok dan latihan soal berbasis masalah, untuk mendorong kemampuan berpikir kreatif siswa pada semua kategori kemampuan matematis
POSTMODERNISME JEANFRANÇOIS LYOTARD DALAM NOVEL THE GREAT GATSBY KARYA F. SCOTT FITZGERALD
Bagi postmodernism ide rasionalitas dan humanisme merupakan konstruksi historis, konstruksi sosial budaya dan bukan sesuatu yang bersifat alami(kodrat) dan universal. Sehingga kedua ha! tersebut tidak dapat diseragamkan tanpa mempertimbangkan kondisi sosial-historis sertabudaya lokal. Keanekaragaman pemikiran menurut Lyotard hanya dapat dicapai dengan melakukan penolakan terhadap kesatuan (unity), dengan mencari disensus (ketidaksepakatan) secara radikal. Sebuah permainan bahasa menunjukkan bahwa tidak ada konsep atau teori yang dapat menangkap bahasa dalam totalitasnya secara memadai jika upaya untuk melakukannya merupakan suatu permainan bahasa itu sendiri. Oleh sebab itu, di sini, permainan bahasa juga tidak bisa dipercaya karena mereka adalah bagian dari permainan bahasa yang juga anggota keberagaman permainan bahasa. Permainan bahasa yang lazim dimainkan adalah (I) The denotative game, (2) The prescriptive game, dan (3) The technical game
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN AYAM FROZEN SAVANNA LAWEH UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL MAKANAN TRADISIONAL
Pelaku UMKM yang menjadi anggota Komunitas Sahabat UMKM belum banyak yang memahami pentingnya desain kemasan untuk meningkatkan nilai jual produk. Desain kemasan saat ini belum representatif serta kompetitif di pasaran karena dibuat dengan sederhana. Melihat permasalahan tersebut, Program Studi Desain Grafis Politeknik Negeri Jakarta menjalankan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan Komunitas Sahabat UMKM sebagai mitra. Kegiatan yang dilakukan yaitu pembuatan desain kemasan untuk produk makanan tradisional yang memenuhi kriteria desain kemasan yang modern dengan tetap merepresentasikan produk makanan tradisional. Salah satu peserta UMKM yang terpilih yaitu Savanna Laweh. Tim PkM telah bertemu dengan UMKM Savanna Laweh untuk mendiskusikan kebutuhan desain kemasan dan menyepakati arahan desain yang disusun pada creative brief. Selanjutnya, tim PkM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa mengembangkan konsep desain kemasan hingga menjadi final art work. Desain kemasan yang telah disetujui kemudian dicetak. Selanjutnya dilaksanakan workshop brand storytelling sekaligus penyerahan desain kemasan dari tim PkM kepada pelaku UMKM. Adapun hasil dari kegiatan PkM ini adalah UMKM Savanna Laweh mendapatkan kemasan pouch sejumlah 560pcs berukuran 22cm x 32cm yang menggunakan material paper metalize laminasi doff dengan zipper dan tear notch. Desain kemasan dirancang dengan konsep clean, simple, dan modern dengan elemen desain yaitu warna utama hijau tosca dan putih keabuan, font Montserrat, dan ilustrasi rempah nusantara dan peta Indonesia. Setiap kemasan pouch ini dapat membungkus 2 pack ayam frozen. Melalui desain kemasan yang baru, identitas Indonesia sebagai daerah penghasil dapat tersampaikan dan nilai jual produk dapat meningkat
PEMBINAAN REMAJA DALAM RANGKA MENCEGAH PERNIKAHAN DINI DI SMA MUHAMMADIYAH PALANGKA RAYA
Sebuah pernikahan memerlukan sebuah kesiapan yang matang baik secara psikologis, materi maupun fisik, sehingga sebelum melangkah dalam konsep pernikahan perlu persiapan yang tidak mudah. Fenomena pernikahan dini menjadi sebuah kenyataan yang perlu untuk diminimalisir sehingga para remaja mampu mengaktualisasikan dirinya demi masa depan yang cerah. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan pembinaan dalam rangka mencegah pernikahan dini di SMA Muhammadiyah Palangka Raya. Adapun metode yang digunakan yaitu service learning (SL). Program pembinaan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan siswa, karena informasi terkait proteksi terhadap pernikahan perlu disosialisasikan ke kalangan remaja. Pengabdian ini dilaksanakan selama 4 kali pertemuan dimulai 7-28 Maret 2023 dengan melibatkan siswa/remaja kelas XII. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini, para remaja mulai memahami kesiapan diri untuk melangsungkan pernikahan diperlukan kematangan dalam berpikir dan bertindak sehingga mereka tidak terjebak dalam pernikahan dini. Selain itu, para remaja perlu melakukan proteksi diri dalam bergaul dengan siapapun supaya tidak terjerumus ke arah yang negative. Selama program ini berlangsung, banyak sekali hal-hal yang telah dicapai, di antaranya adalah adanya peningkatan pemahaman dan self control dalam pergaulan, pembaharuan informasi dan proteksi diri akan masa depan serta peningkatan pemahaman pernikahan dan kesehatan. Rekomendasi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah agar kegiatan sosialisasi tentang pemcegahan pernikahan dini dilakukan secara berkelanjutan, agar remaja memahami pentingnya usia kematangan atau kedewasaan dalam memutuskan untuk menikah di usia dini