Rumah Jurnal FAI Universitat Islam Makassar
Not a member yet
216 research outputs found
Sort by
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN DARING DI SDN 26 TAMANROJA KABUPATEN PANGKEP
Abstrak: Berkenaan dengan Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi Belajar Melalui Pembelajaran Daring. yang menjadi kajiannya adalah Strategi Guru Pendidikan Agama Islam, Faktor Pendukung dan Penghambat dalam meningkatkan motivasi belajar melalui Pembelajaran Daring di SDN 26 Tamanroja Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep. Metode penulis menggunakan penelitian kepustakaan dan lapangan serta mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan juga melihat data dokumentasi yang ada serta ditunjang oleh berbagai bahan dan sumber yang sehubungan dengan penelitian ini. Kemudian data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan metode kualitatif.
Hasil penelitian menujukkan bahwa strategi pembelajaran daring yang digunakan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kurang efektif karena masih terdapat peserta didik yang tidak menyimak dan tidak konsen saat pembelajaran sedang berlangsung, faktor pendukung tersedianya buku pelajaran/buku paket, lingkungan belajar yang kondusif. Sedangkan faktor penghambat dalam pembelajaran daring yaitu terbatasnya alat komunikasi, akses jaringan internet yang belum memadai sehingga peserta didik tidak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Kata Kunci: Motivasi Belajar, Pembelajaran Darin
Peran Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Melalui Metode Iqra Pada Santri Masjid Jami Nurul Hidayat Daya
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana upaya guru TPQ dalam meningkatkan motivasi membaca Al-Qur’an pada santri TPQ Nurul Hidayat Makassar, (2) Bagaimana peranan guru TPQ menerapkan metode Iqra dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan benar pada santri TPQ Nurul Hidayat Makassar.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menggunakan jenis penelitian kaulitatif. Prosedur dalam pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara yang dilakukan terhadap Kepala Unit TPQ, Guru TPQ, dan santri untuk membantu dalam informasi dari hasil wawancara yang sudah ada. Analisis data dalam penelitian ini memakai tiga teknik analisis data dalam penelitian yaitu, redusksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Upaya yang dilakukan guru TPQ agar dapat meningkatkan kemampuan santri membaca Al-Qur’an yakni diantaranya menjadikan kegiatan belajar mengajar sebagai kegiatan yang menyenangkan, memiliki niat yang kuat dan disiplin dalam menuntut ilmu, (2) Peranan seorang Guru TPQ di Masjid Jami Nurul Hidayat Daya Makassar, yaitu sangat berperan penting sebagai motivator dalam proses belajar mengajar sehingga santri memiliki dorongan untuk belajar membaca Al-Qur’an sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
Kata Kunci: Upaya Guru TPQ, Meningkatkan Kemampuan Baca Al-Qur’an Santri
Partisipasi Komite Sekolah Terhadap Pengelolaan Pendidikan di Kecamatan Panakkukang Kota Makassar
Abstract: This research aims to; 1) Obtain information on the role of the School Committee in education management in Panakkukang District, Makassar City, and 2) Obtain information on the effectiveness of the School Committee's role in education management in Panakkukang District, Makassar City. The results of the research show: (1) The role of the School Committee includes the role of giving consideration, providing support, controlling, and mediator to the management of education, and (2) the School Committee can carry out its role as a giver of consideration, controller, and mediator well in the management of education. It is recommended that the School Committee increase its role optimally in the management of education by continuing to develop the competence of each of its administrators.
Keywords: School Committee, Management, Education
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mendapatkan informasi peran Komite Sekolah terhadap pengelolaan pendidikan di Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, dan 2) Mendapatkan informasi efektifitas peran Komite Sekolah terhadap pengelolaan pendidikan di di Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peran Komite Sekolah meliputi peran sebagai pemberi pertimbangan, pemberi dukungan, pengontrol, dan mediator terhadap pengelolaan pendidikan, dan (2) Komite Sekolah dapat melaksanakan perannya sebagai pemberi pertimbangan, pengontrol, dan mediator dengan baik terhadap pengelolaan pendidikan. Disarankan agar Komite Sekolah meningkatkan perannya secara optimal dalam pengelolaan pendidikan dengan terus mengembangkan kompetensi setiap pengurusnya.
Kata Kunci: Komite Sekolah, Pengelolaan, Pendidika
Implementasi Pendidikan Karakter Disiplin Peserta Didik Kelas Iv A Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Insan Cendekia Kelurahan Berua Kota Makassar
Abstract: The purposes of this study are: (1) To describe the application of character education through religious activities at MIT Insan Cendikia. (2) To describe the character expected to form in students from religious activities implemented at MIT Insan Cendikia Makassar. (3) To describe the obstacles experienced in implementing character education through religious activities at MIT Insan Cendikia Makassar. The type of research used is qualitative research. In this study the data collection techniques used were observation, in-depth interviews, documentation, while in data analysis using data reduction, data presentation, verification. Research results: Religious activities at MIT Insan Cendikia are used as a means of disciplinary character education implemented based on habituation. So that activities are carried out repeatedly or routinely to be able to form habits in students. In addition, the teacher's role in guiding, educating, and teaching in every religious activity that is applied also helps in realizing the goals of character education, namely the formation of good character values in students. Religious activities are used as habituation activities so that there is a repetition of religious activities on a regular basis has an impact on the formation of character in students, namely: 1) religious, 2) discipline, 3) responsibility, 4) friendly/communicative, 5) tolerance, and 6) social care.
Religious activities that are applied to implement disciplinary character education experience several obstacles in its implementation, namely: 1) teachers are less compact, 2) lack of facilities and infrastructure to support religious activities, 3) students who are less disciplined, and 4) students who not familiar with the program being run. Then the solution used to overcome these obstacles is by means of teachers providing assistance to students and the school gradually continues to improve facilities and infrastructure to support activities. While the supporting factors, the principal always supports all kinds of efforts and innovations made by teachers in order to shape the character of students at MIT Insan Cendikia. So that each teacher does not feel burdened when he wants to carry out activities that he considers suitable to be implemented in the class..
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah:(1) Untuk mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di MIT Insan Cendikia. (2) Untuk mendeskripsikan karakter yang diharapkan terbentuk pada diri peserta didik dari kegiatan keagamaan yang diterapkan di MIT Insan Cendikia Makassar.. (3) Untuk mendeskripsikan hambatan yang dialami dalam mengimplementasikan pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di MIT Insan Cendikia Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, sedangkan dalam analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi. Hasil penelitian: Kegiatan keagamaan di MIT Insan Cendikia digunakan sebagai sarana pendidikan karakter disiplin diterapkan dengan berbasis pembiasaan. Sehingga kegiatan dilaksanakan secara berulang-ulang atau rutin untuk dapat membentuk kebiasaan pada diri peserta didik. Selain itu, peran guru dalam membimbing, mendidik, serta mengajar di setiap kegiatan keagamaan yang diterapkan juga turut membantu dalam mewujudkan tujuan pendidikan karakter yaitu terbentuknya nilai-nilai karakter baik pada diri peserta didik Kegiatan keagamaan yang dijadikan kegiatan pembiasaan sehingga adanya pengulangan kegiatan keagamaan secara rutin berdampak pada terbentuknya karakter pada diri peserta didik yaitu antara lain: 1) religius, 2) disiplin, 3) tanggung jawab, 4) bersahabat/komunikatif, 5) toleransi, dan 6) peduli sosial.
Kegiatan keagamaan yang diterapkan guna mengimplementasikan pendidikan karakter disiplin mengalami beberapa hambatan dalam pelaksanaannya, yaitu antara lain: 1) kurang kompaknya para guru, 2) kurangnya sarana dan prasarana pendukung kegiatan keagamaan, 3) peserta didik yang kurang disiplin, serta 4) peserta didik yang kurang paham dengan program yang dijalankan. Kemudian solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan cara guru memberikan pendampingan pada peserta didik serta pihak sekolah secara sedikit demi sedikit terus memperbaiki sarana dan prasaran penunjang kegiatan. Sedangkan faktor pendukungnya kepala sekolah senantiasa mendukung segala jenis upaya dan inovasi yang dilakukan guru dalam rangka membentuk karakter peserta didik di MIT Insan Cendikia. Sehingga stiap guru tidak merasa terbebani ketika hendak melakukan kegiatan yang di anggapnya cocok diterapkan dalam kelas tersebu
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Mahasiswa Politeknik LP3I Makassar
This study aims to determine and analyze the effect of service quality on student loyalty. This type of research is a survey with a quantitative approach. The research population is all students of the Politeknik LP3I Makassar in the 2021-2022 academic year, totaling 1,246. Sampling was carried out by proportional random sampling using the Slovin formula so that a sample of 93 respondents was obtained. Data collection techniques using observation, questionnaires, and documentation. The collected data was then analyzed using techniques of descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The results showed that there was a positive and significant effect of service quality on student loyalty. This research has implications for the need for universities as industry providers of study program products that meet the standards of community needs and government demands. Efforts to meet these standards must be based on excellent service
Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan pada MAN 3 Makassar
Abstract: Total Quality Management (TQM) is a management system in an effort to maximize competitiveness through continuous improvement to obtain optimal value or quality for services, people, products and the environment by involving all elements and stakeholders of the organization under a common vision. The implementation of TQM at MAN 3 Makassar is seen from planning, organizing, implementing and monitoring as well as the factors that influence the success or failure of TQM implementation at MAN 3 Makassar. The method used in this research is descriptive qualitative analysis with data sources including principals, teachers and students. Data was collected by using observation and interview techniques. The results showed that the implementation of TQM at Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar had been carried out optimally. The principle of maintaining a quality commitment is implemented systematically from the stages of establishing a vision, mission, selection of new student admissions, implementation of formal madrasa education programs to evaluation of education that always prioritizes quality.
Keywords: Total Quality Management, education quality, madrasa
Abstrak: Total Quality Management (TQM) adalah sebuah sistem manajemen dalam upaya memaksimalkan daya saing melalui perbaikan secara berkesinambungan (terus menerus) untuk memperoleh nilai atau mutu yang optimal atas jasa, manusia, produk dan lingkungan dengan melibatkan keseluruhan unsur dan stakeholders organisasi di bawah satu visi bersama. Implementasi TQM pada MAN 3 Makassar (MAN 3) dilihat mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasannya serta faktor-faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya implementasi TQM pada MAN 3 Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dengan sumber data meliputi kepala sekolah, guru dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TQM pada Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar telah dilaksanakan secara maksimal. Prinsip memelihara komitmen mutu diimplementasikan secara sistematis mulai tahapan penetapan visi, misi, seleksi penerimaan siswa baru, pelaksanaan program pendidikan formal madrasah hingga evaluasi pendidikan yang senantiasa mengutamakan mutu.
Kata kunci: Total Quality Management, mutu pendidikan, madrasa
Strategi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar
Abstract: This study aims to describe, (1) Professionalism of Madrasah Aliyah Negeri 3 Teachers, (2) Strategies of Madrasah Heads in Improving Professionalism of Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar Teachers, (3) Supporting and inhibiting factors of Madrasah Heads in Improving Professionalism of Madrasah Aliyah Negeri 3 Teachers. Makassar. The research method used is descriptive qualitative about the strategy of the head of Madrasah in Improving Teacher Professionalism at Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar. The data source is the Head of Madrasah to obtain data on the Strategy of the Head of Madrasa in Teacher Professionalism. Also get data from the Deputy Head of Madrasah and from several teachers. Data collection is used by means of observation, interviews, and documentation. The results showed that 85% of the teachers at Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar were professionals whose indicators were. First, experts in the field of knowledge being taught and able to transfer concepts regarding the knowledge being taught. Second, have a sense of fellowship (professional ethics), third, have autonomy and a sense of responsibility. Apart from that, also mastering and implementing four competencies; namely pedagogic, personality, professional and social competencies. The principal's strategy in improving teacher professionalism is first, requiring all teachers to make learning tools. second, conduct an evaluation, third, for teachers who do not follow the policies that have been set by the madrasa head given sanctions. Namely, delayed disbursement of side dishes, certification and even delayed promotion. The supporting factor for teacher professionalism is conducting training in turns according to the field of study of each teacher and no less important is conducting comparative studies in several provinces on the island of Java. The inhibiting factor for teacher professionalism is the presence of some teachers who have not fully followed the existing policies and have not fully understood and applied the four teacher competencies as mentioned above.
Keywords: strategy, madrasa principal, professional, teacher.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) Profesionalisme Guru Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar, (2) Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar, (3) Faktor pendukung dan penghambat Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesinalisme Guru Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif tentang Strategi kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar. Sumber data adalah Kepala Madrasah untuk memperoleh data tentang Strategi Kepala Madrasah dalam Profesionalisme Guru. Juga mendapatkan data dari Wakil Kepala Madrasah dan dari beberapa guru. Pengumpulan data digunakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% guru-guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar adalah profesional yang indikatornya. Pertama, ahli dalam bidang pengetahuan yang diajarkan dan mampu mentransfer konsep mengenai pengetahuan yang diajarkan. Kedua, memiliki rasa kesejawatan (etika profesi), ketiga, memiliki otonomi dan rasa tanggung jawab. Selain dari pada itu, juga menguasai dan mengimplementasikan empat kompetensi; yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Strategi kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru adalah pertama, mewajibkan semua guru untuk membuat perangkat pembelajaran. kedua, melakukan evaluasi, ketiga, bagi guru-guru yang tidak mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh kepala madrasah diberikan sanksi. Yaitu, ditunda pencairan lauk pauknya, sertifikasinya dan bahkan tertunda kenaikan pangkatnya. Faktor pendukung terhadap profesionalisme guru adalah melakukan pelatihan secara bergiliran sesuai dengan bidang studi masing-masing guru dan yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan studi banding di beberapa provinsi di pulau jawa. Faktor penghambat terhadap profesionalisme guru adalah adanya sebagian guru yang belum mengikuti sepenuhnya kebijakan yang ada dan belum sepenuhnya memahami dan mengaplikasikan empat kompetensi guru sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Kata kunci: starategi, kepala madrasah, profesional, gur
Peranan Wali Kelas dalam Peningkatan Kedisiplinan Peserta Didik pada Kelas II SDN 02 Kilo, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu
Abstract: This study focuses on the role of the homeroom teacher in learning to motivate student learning as an effort to realize national education, especially improving the quality of Indonesian people. The purpose of this study was to determine the level of student discipline as well as to see the role of the homeroom teacher in improving the discipline of students in class II at SDN 02 Kilo, Kilo District, Dompu Regency. The research used is descriptive qualitative research with the principal data source selected by purposive sampling. The research was conducted by means of observation, interviews, and documentation. The results showed that the role of the homeroom teacher in improving student discipline and the role of the teacher in improving student discipline in class II at SDN 02 Kilo, Kilo District, Dompu Regency. Teachers are required to improve student discipline, homeroom teachers are teachers who assist in classroom activities, motivate students to increase student discipline, create better learning opportunities for students, teachers also assist school principals in organizing matters In education in schools, teachers are also required to have discipline in teaching time so that the target for completeness is achieved. Factors that influence the role of homeroom teachers in improving student discipline, among others are different intelligence factors of children, inadequate educational facilities; and different characteristics of children.
Keywords: homeroom, discipline, students
Abstract: Penelitian ini berfokus pada peran wali kelas dalam pembelajaran dapat memotivasi belajar siswa sebagai usaha mewujudkan pendidikan nasional khususnya meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kedisiplinan peserta didik sekaligus melihat peran wali kelas dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik pada kelas II di SDN 02 Kilo, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data kepala sekolah yang dipilih secara purpose sampling. Penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peranan wali kelas dalam peningkatan kedisiplinan peserta didik serta peranan guru dalam peningkatan kedisiplinan peserta didik pada kelas II di SDN 02 Kilo, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Guru di tuntut untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik, Wali kelas adalah guru yang membantu dalam kegiatan-kegiatan dalam kelas, memberikan motivasi terhadap siswa agar sifat kedisiplinan peserta didik meningkat, menciptakan kesempatan belajar yang lebih baik bagi siswa, guru juga membantu kepala sekolah dalam urusan penyelenggaraan pendidikan di sekolah, Guru juga diharuskan memiliki disiplin waktu mengajar agar target ketuntasan tercapai. Faktor-faktor yang mempengaruhi peranan wali kelas dalam peningkatan kedisiplinan peserta didik, antara lain faktor intelegensi anak yang berbeda-beda, sarana pendidikan yang belum memadai; serta karakteristik anak yang berbeda-beda.
Kata kunci: wali kelas, kedisiplinan, peserta didi
Kontribusi Gaya Kepemimpinan Situasional Kepala Madrasah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru Madrasah Negeri Kabupaten Sinjai
Abstract: This study aims to determine; 1) Overview of the leadership of the Head of State Madrasah in Kab. Sinjai, and 2) Implementation of the situational leadership style of Madrasah Heads in increasing the professionalism of State Madrasah Teachers in Kab. Sinjai. The results showed that the leadership of the head of the Madrasah Kab. Sinjai includes leadership roles as educational leaders, as education managers, as education administrators, as education supervisors, and as educators. Implementation of the situational leadership style of the madrasah principal in improving the professionalism of madrasah teachers in Kab. Sinjai, includes regulating and formulating the role of each teacher, namely in determining the role of each teacher based on the results of the meeting to determine the role of each teacher by considering educational background, competence, and work experience. Furthermore, establish relationships with teachers by opening wide communication with teachers and providing opportunities for teachers to use their every potential in supporting the learning process.
Keywords: headmaster, teachers, leadership, professionalism
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Gambaran kepemimpinan Kepala Madrasah Negeri di Kab. Sinjai, dan 2) Implementasi gaya kepemimpinan situasional Kepala Madrasah dalam meningkatkan profesionalisme Guru Madrasah Negeri di Kab. Sinjai. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan kepala mardrasah Kab. Sinjai meliputi peran kepemimpinan sebagai pemimpin pendidikan, sebagai manajer pendidikan, sebagai administrator pendidikan, sebagai supervisor pendidikan, dan sebagai pendidik. Implementasi gaya kepemimpinan situasional kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru madrasah Kab. Sinjai meliputi mengatur dan merumuskan peranan setiap guru, yaitu dalam menentukan peranan setiap guru didasarkan pada hasil keputusan rapat penentuan peran setiap guru dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikan, kompetensi, dan pengalaman kerja. Selanjutnya enjalin hubungan dengan guru dengan cara membuka lebar komunikasi dengan guru dan memberikan kesempatan kepada guru untuk menggunakan setiap potensi mereka dalam mendukung proses pembelajaran.
Kata kunci: kepala madrasah, guru, kepemimpinan, profesionalism
PERAN KOMPETENSI GURU PAI DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI SD INPRES LAIKANG
Abstract: This study aims to: (1) Describe on the description of students' learning difficulties in the subject of Islamic Religious Education. (2) Describe the competence of Islamic Religious Education teachers in overcoming students' learning difficulties at Laikang Inpres Elementary School. (3) Analyse the supporting and inhibiting factors faced by Islamic Religious Education teachers in overcoming students' learning difficulties at Laikang Inpres Elementary School.
This type of research is descriptive qualitative with a qualitative approach. Primary data sources consist of school principals, Islamic religious education teachers, educators and representatives of Class II D students. Secondary data sources are obtained through the geographical conditions of the school, school profile, school management structure and school vision and mission. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The research instruments used were observation guidebooks, interview guides, sound recorders and pictures. Then data analysis uses data reduction, data presentation and conclusion.The results showed that the learning difficulties experienced by students at Inpres Laikang Elementary School class II D were limitations in responding to learning due to interest and lack of motivation and students' dislike of lessons, inadequate facilities, less conducive classroom area, encouraging things things that arise from learning difficulties. The competence of Islamic Religious Education Teachers in overcoming students' learning difficulties, namely how the mastery of the teacher in the classroom, the teacher's understanding of the material, students and the classroom environment with self-made methods to train students' sensitivity, this also needs to be based on understanding the characteristics of students during the learning process.
Keywords: Islamic Religious Education Teacher Competency, Learning Difficulty, Students
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan gambaran kesulitan belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI. (2) Menguraikan kompetensi guru PAI dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik di SD Inpres Laikang. (3) Menganalisis faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru PAI dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik di SD Inpres Laikang.
Jenis Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer terdiri atas Kepala sekolah, Guru PAI, Tenaga Pendidik dan Perwakilan Peserta Didik Kelas II D. Sumber data sekunder diperoleh melalui keadaan geografis sekolah, profil sekolah, struktur kepengurusan sekolah dan visi misi sekolah. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah buku pedoman observasi, pedoman wawancara, alat perekam suara dan gambar. Kemudian analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik SD Inpres Laikang kelas II D yaitu keterbatasan dalam merespon terhadap pembelajaran dikarenakan minat dan kurangnya motivasi dan ketidaksukaan peserta didik dengan pelajaran, fasilitas yang kurang memadai, area kelas yang kurang kondusif, mendorong hal-hal timbul pada kesulitan belajar. Kompetensi Guru PAI dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik, yaitu bagaimana penguasan guru dalam kelas, pemahaman guru tentang materi, peserta didik dan lingkungan kelasnya dengan metode yang dibuat sendiri untuk melatih kepekaan peserta didik, hal ini juga perlu didasari dengan memahami karakteristik peserta didik selama proses pembelajaran.
Kata kunci: Kompetensi Guru PAI, Kesulitas belajar, Peserta didi